Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Memperingatkan Kenzo


Begitu banyak yang harus dikerjakan oleh Danest dan juga Mita hari ini,membuat mereka harus lembur dikantor.


Danest yang masih baru menjadi seorang istri sejenak lupa kalau dia sudah menikah dan ada seseorang yang menantinya dirumah.


"Bik Sari,apa Danest belum pulang?".tanya Tsabit.


"Belum den,biasanya ga pernah telat sih Den,Jam 5 sore udah dirumah.mungkin lagi sibuk dikantor".jawab Bik Sari lagi.


"Ooo,mungkin juga ya Bik".Tsabit memutar mutar ponsel yang ada ditangannya.Kelihatannya dia ragu mau menelpon Danest atau tidak.


"Dimana kamu??".bathin Tsabit ga tenang.


🏢Dikantor MN Group


Danest yang baru selesai dari aktifitasnya menuruni gedung itu dengan lift khusus,Kenzo mengikutinya dari belakang.Kenzo memang sudah menunggunya diloby sejak tadi,dia sengaja menemui Danest dikantor karena kalau dirumah kesempatan itu sulit sekali.


"Om,bikin kaget aja".Danest terkejut.


"Kenapa kamu seterkejut itu melihatku,kayak ngelihat hantu saja?".Tanya Kenzo.


"Habisnya Om muncul begitu tiba-tiba.ya aku kagetlah".jawab Danest masih santai.


"Apa kamu bahagia Nest?".tanya Kenzo lagi.


"Maksud Om?".Danest pura-pura ga ngerti.


"Ya..apa kamu bahagia dengan pernikahan kamu sama Dokter itu?".tanya Kenzo lagi.


"Tentu aku bahagia bersamanya,Om Ken harusnya tahu itu.Sebaiknya mulai sekarang kita harus jaga jarak,aku juga ga mau kalau nanti suamiku jadi salah paham dengan kedekatan kita".Jelas Danest ke pamannya itu.


"Tapi aku ga bisa Nest,aku ingin kita kembali seperti dulu.Begitu akrab,dan selalu bersama dimanapun dan kapan pun tanpa ada yang bisa melarang dan membatasi.


"Maaf Om,sekarang semuanya sudah berbeda.hubungan antara kita berdua hanya sebatas paman dan keponakan,ga bisa lebih dari situ."jawab Danest tegas dan berlalu meninggalkan Kenzo yang mematung mendengar ucapan Danest.


"Tapi Nest??".Kenzo tak mampu berkata-kata lagi.


Danest menuju parkiran dan disana dia bertemu Mitha yang sedang dijemput dokter Barry.


"Ehemmmm,cie cie yang lagi pacaran.Asyiik nih ya berduaan terus".goda Danest.


"Enakkan juga elo Nest,udah sah sama dr.Tsabit.jadi mau berduaan kapan aja dimana aja ga kan ada yang julid".jawab Mitha,sambil kode-kode mintak di sah in sama dokter Barry.


"Iya nih,dr.Barry cepetan di halalin Mitha nya.Udah kebelet tuh kayaknya pengen nikah".Ujar Danest,membuat mata Mitha mendelik😯.


"Apaan sih Nest,jangan gitu dong".Mitha ngambek dan langsung masuk ke mobil dr.Barry.


"Iya deh sorry sorry".Danest hanya bisa minta maaf karena seloroh nya membuat Mitha jadi malu kepada kekasihnya itu.


"Ya udah Nest,kami duluan ya.salam buat dr.Tsabit".kata dr.Barry.


"Iya,pasti disampaikan".jawab Danest sambil senyum ramah😊.


Danest pun masuk kedalam mobilnya,dia menyalakan mesin dan segera berlalu pulang kerumah.


Tak berapa lama kemudian,mobil Kenzo juga tiba dirumah.Dari balkon Tsabit bisa melihat Kenzo yang buru-buru masuk rumah sambil memanggil-manggil nama Istrinya itu.


Tsabit merasa sedikit marah melihat adegan itu.


terdengar langkah sepatu kearah kamar,Tsabit mengambil buku dan pura-pura membacanya sambil duduk disofa.


Danest memasuki kamar dengan terburu-buru seperti habis dikejar hantu,dia menutup cepat pintu kamar itu dan bersandar dibelakang pintu yang lansung dikuncinya. tanpa dia sadar ada orang lain yang sedang memperhatikannya didalam kamar itu.


"Apalagi yang harus kulakukan agar paman Kenzo berhenti dengan kegilaannya?"gumam Danest.


"Baru pulang Nest?".Suara itu menyadarkan Danest dari lamunannya.Dia baru ingat kalau sekarang dia harus berbagi kamar dengan laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya itu.


"Eh,Tsabit.Iya nih aku baru pulang".jawab Danest bingung,dia jadi salting didepan suaminya yang tampan.😂


"Kamu udah lama pulangnya?".tanya Danest balik.


"Lumayanlah,udah dari jam 5 sore tadi sih".jawab Tsabit jujur.


"Udah makan malam?".tanya Danest,dia merasa bersalah karena lalai dengan tugasnya sebagai istri.


"Udah tadi sama Papi".jawab Tsabit lagi.


"ooo,ya udah aku mau mandi dulu ya.Capek,soalnya hari ini harus meriksa persediaan barang digudang".Danest pamit dan secepatnya berlalu dibalik walk-in closset.


"Dia kenapa?aku harus bicara dengan Om Kenzo agar berhenti memikirkan Danest."bathin Tsabit.


Lalu Tsabit pun memutuskan untuk menemui Kenzo dikamarnya.Namun karena belum tahu dimana letak kamar Kenzo dia hanya menengok kesana kemari mencari-cari dimana kamar Kenzo.


"pukk".ada yang menepuk punggungnya dari belakang.


"Lagi cari apa bro?".tanya Kenzo.


"Eh pucuk dicinta ulam pun tiba.Aku sedang mencari mu Om Kenzo".kata-kata Tsabit penuh penekanan.


"Ada perlu apa kau mencariku?".tanya Kenzo dengan nada sengak.


"Aku hanya ingin mengingatkan anda,kalau Aku lah suaminya Danest bukan anda.Jadi aku yang harus bertanggung jawab kepadanya sepenuhnya,anda tak perlu repot-repot untuk mengurusi dan memikirkan istriku.Mulai sekarang tugas menjaga dan melindungi Danest menjadi tugas ku".Tsabit memperingatkan Kenzo.


"Tau apa kau soal Danest,didunia ini hanya aku yang paham betul soal Danest dari A sampai Z".tantang Kenzo.


"Ya,mungkin selama ini andalah yang selalu ada disampingnya,tapi sekarang tidak lagi.Akulah yang akan selalu berada disisi nya.Ingatlah Aku ini sudah sah menjadi suaminya,bukan anda yang hanya pamannya.Jadi tolong mengertilah,jauhi Danest ku".UjarTsabit dengan tegas.


Mendengar itu Kenzo langsung hendak menarik kerah baju Tsabit,tapi terhenti ketika Danest tiba-tiba muncul dan menghentikan keduanya.


"Apa-apaan ini Om?".tanya Danest.


"Suami mu ini harus dikasih pelajaran,baru sehari jadi suamimu saja dia sudah sok mengaturku agar menjauhimu".jawab Kenzo.


"Tentu saja dia berhak Om,namanya juga suami.Memang sudah tanggung jawabnya untuk melindungi istrinya dari mata jahat".jawab Danest sambil menggandeng tangan suaminya itu dan mengajak Tsabit kembali kekamarnya meninggalkan Kenzo yang berdiri dengan rahang mengeras dan muka geram.