Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Bertemu Kawan Lama


πŸš—πŸš—Di Garasi Mobil rumah Danest


Saat Danest dan suaminya itu sudah tiba di garasi,dan akan berangkat ketempat kerja masing-masing,tiba-tiba ponsel Tsabit berbunyi.


πŸ“²πŸ“²πŸ“²πŸ“²


"Halo Assalammu'alaikum."jawab Tsabit .


"Wa'alaikum salam tuan muda,saya ingin melaporkan hasil penyelidikan soal siapa yang ada dibalik penyerangan terhadap tuan muda dihari pernikahan anda kemarin".Vito yang berbicara diseberang telepon.


"Iya,apa kamu sudah tahu siapa dalangnya?".tanya Tsabit serius.


"orangnya tak lain adalah paman dari istri anda sendiri tuan,salah satu anak buahnya yang ikut dalam penyerangan itu sudah kami amankan sebagai saksi.Apa kami harus membawanya kekantor polisi?".tanya Vito minta persetujuan.


"Nanti dulu,tahan dulu orang itu.Aku ingin bertemu langsung dengannya".Jawab Tsabit dengan tegas.


"Ternyata kau belum tahu sedang berurusan dengan siapa paman Kenzo!".Tsabit meremas jemarinya sendiri.


Danest yang dari tadi memperhatikannya dari dalam mobil hanya bisa bertanya-tanya didalam hati tentang apa yang sedang suaminya itu bicarakan.


Danest pun turun dari mobilnya dan menghampiri suaminya itu.


"Ada apa sayang?".tanya Danest khawatir karena melihat muka Tsabit yang menegang.


"Ah ini soal orang yang menyerangku kemaren saat hari pernikahan kita."Jawab Tsabit singkat.


"Apa kamu sudah tahu siapa orangnya?".tanya Danest lagi.


"Mm belum sayag,anak buahku Masih menyelidikinya."Tsabit mencoba menutupi soal Kenzo.Dia tidak mau Danest jadi membenci pamannya itu lebih jauh lagi.


"Ohh,kalau begitu kamu lebih hati-hati lagi ya sayang,aku berangkat duluan."Danest pun menyalami tangan suaminya itu dengan penuh penghayatan.


"Iya,kamu juga harus hati-hati ya nyetirnya.Sebaiknya mulai besok kamu pakai supir lagi".usul Tsabit.


"Tapi aku lebih nyaman nyetir sendiri,kecuali kalau lagi capek baru minta pak supir yang nyetirin".Danest pun melambaikan tangannya dibalik kaca mobil dan berlalu berangkat kekantornya duluan.


Tsabit pun menaiki motornya dan pergi ke rumah sakit tempatnya bertugas.


Dirumah sakit,Tsabit disibukkan dengan menangani pasien-pasiennya.Ada yang hanya konsultasi,ada yang jadwal check up dan juga pasien yang memang sudah dirawat dikamar-kamar rumah sakit yang menderita penyakit jantung.


(



(suster Nilam sedang memanggil nomor antrean pasien dr.Tsabit)


Begitu juga Danest yang disibukan dengan berbagai rapat dan meeting bersama klien baru yang mau bekerjasama dengan perusahaan mereka.


Kali ini dibidang property banyak mendapatkan tawaran kerjasama.Soal pembangunan real estate baru yang akan menjadi proyek besar bagi Danest yang masih pemula dalam dunia property.


Selama ini papinya lah yang selalu memegang tampuk kendali bidang ini,tapi sekarang mau tidak mau Danest harus bisa mengambil alih semuanya.Tentu saja dia masih minta bimbingan sang papi dalam menyelesaikan segala urusan perusahaan.


"Mit,nanti kita makan siang diluar aja ya."Ajak Danest ke Mita setelah meeting selesai.


"Oke,direstoran mana?nanti gue reservasi dulu".jawab Mita.


"Ga perlu reservasilah,kita langsung datang aja".Kata Danest kemudian.


"Siap bu bos."jawab Mita udah kayak tentara pakai acara hormat segala.πŸ™‹β€β™€


πŸ›πŸ»


"Direstoran itu aja Nest,makanannya enak-enak loh."ajak Mita.


"Oke,kita makan siang disitu aja".Jawab Danest sambil memarkirkan mobilnya didepan sebuah restoran yang cukup ramai pengunjung.


Keduanya pun memasuki restoran itu bersama-sama.


"Hey,bukankah itu Xena dan Diandra?".tanya Mita ke Danest ketika melihat dua sahabat mereka semasa SMA yang sedang makan direstoran yang sama.


"Iya,yuk kita samperin."jawab Danest senang.


"Halo,apa kabar kalian?"sapa Danest dengan ramah kepada sahabat-sahabatnya itu.


"Hey,ya ampun Danest,Mita.Kalian ada disini juga".jawab Diandra kaget.


"Iya,kita memang lagi pengen makan disini.Kalian berdua lagi nunggu siapa?kok masih banyak kursi kosong dimeja ini?"tanya Mita.


"Gabung disini aja,kebetulan kita lagi ngadain reunian sama teman satu SMA kita dulu Reni,Dian,siska,dan juga bu guru kita ibu Melia.Mumpung kita semua lagi ada di indo."Jawab Xena.


"Wah,untung kebetulan kita kesini.Kok kalian ga ngabarin kita berdua sih.Apa kami sudah ga dianggap teman lagi?".tanya Danest heran.


"Kita tuh mau ngabarin elo berdua,tapi kan elo diberitakan baru menikah.Ga ngundang-ngundang kita lagi,takutnya nanti elo yang udah lupa sama kita-kita."jawab Diandra beralasan.


"Iya deh maaf,pernikahannya dadakan jadi aku juga bingung mau ngundang siapa aja.Semua yang ngatur makhluk yang satu ini sama mama mertua".jawab Danest sambil menunjuk ke Mita.


Tak lama kemudian teman-teman mereka yang lain juga datang.Danest sangat bahagia dengan pertemuannya bersama teman-teman sejawatnya yang sudah lama ga ketemu karena kesibukan masing-masing.Terlebih lagi ada bu guru Melia,wali kelas mereka saat dikelas tiga SMA.


"Danest baru nikah ya kemaren,kenapa ga ngundang ibu?".tanya bu Melia.


"Maafin Danest ya bu,semuanya terjadi begitu cepat.Danest janji,lain kali kalau Danest bikin acara lagi Danest akan mengundang semuanya dan sebagai permintaan maaf Danest kepada kalian semua,hari ini Danest yang traktir makanannya.Silahkan kalian pesan apa aja."Danest ingin menyenangkan semua orang.


"Wah,asyik dong.Ayo kita pesan kalau begitu".Kata Xena dan yang lain.


Akhirnya mereka semua makan besar dan berbincang-bincang melepaskan kerinduan dan juga bernostalgia dengan mengingat masa-masa SMA dulu.



(Mita mengambil foto buat kenang-kenangan,karena jarang-jarang ada moment seperti ini mereka bisa ngumpul bersama).


"O ya,Mita kapan kamu nyusul Danest?".tanya bu Melia.


"Do'ain aja ya bu,Mita sih pengennya cepet nikah.Tapi belum ada yang mau melamar Mita untuk jadi istrinya,gimana dong???"🀨Mita cemberut.


"Tapi gue rasa ga lama lagi elo juga bakalan dilamar tuh sama dr.Barry.Udah elo tenang aja".Danest menenangkan sahabatnya itu.


"Wah,jadi kalian berdua jodohnya pak dokter ya?".tanya Diandra.


"Ya kalau Danest udah jadi istrinya pak dokter,lah kalau gue kan baru ancang-ancang.Semoga aja beneran jadi,kalau ga jadi gue bisa patah hatiπŸ˜₯."Mita jadi sedih.


"Udah-udah kok malah jadi galau sih,lanjut habiskan makanannya mumpung ada bu bos yang traktir".seloroh bu Melia😁😁.


Bersambung genks,berhubung pak misua thor udah balik kehabitatnya(kerja).Jadi thor bisa bebas nih pegang hp.Insya Allah bisa up tiap hari lagi😁😁😁


***Jangan lupa like n komennya ya😊


thankyou so much for reading***