Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Puas-Puasin Di Seoul


Tsabit menyusul Danest yang tengah mandi,kebetulan sekali pintu kamar mandi tidak dikunci oleh Danest.Mungkin saking buru-burunya,dia bahkan tidak membawa pakaian gantinya.Untung saja handuk dan jubah mandi sudah disediakan oleh pihak hotel didalam toilet.


Danest yang sedang berendam dibathup sangat menikmati mandi busanya.



"Sayang, aku ikutan ya mandinya biar lebih cepat."Tsabit yang tiba-tiba muncul mengagetkan Danest.


"Sayang,kok kamu masuk juga.Biarkan aku selesai dulu.Nanti gantian."ujar danest malu,dia malu karena ini pertama kalinya Tsabit mau mandi bareng.


"Udah,ga usah malu.Lagian kita kan sudah😊😁."Tsabit mengurai senyum berkode sambil menggaruk kepalanya.


"Tapi tetap saja aku malu sayang."Danest menundukkan wajahnya,namun Tsabit tak menghiraukan larangan istrinya itu.Dia pun ikut masuk kedalam bathup dan menggosok punggung Danest meski istrinya itu terus saja berteriak kecil minta berhenti.Danest khawatir nanti mandinya jadi lama dan ga selesai-selesai.


"Kamu tutup mata,aku mau mandi besar di shower."ujar Danest.


"Ga papa sayang,ga usah malu lagi.Kenapa sih memangnya pakai malu segala.Aku juga sudah lihat semuanya,sudah sentuh semuanya."ujar Tsabit lugas.


Danest tak bisa berkata apa-apa lagi,dia pun pergi ke Shower dan mandi ,sementara suaminya dokter Tsabit melanjutkan berendamnya.Barulah setelah Danest selesai,dia gantian mandi.


"Buruan sayang,nanti Mitha dan dokter Barry kelamaan nungguin kita."Danest buru-buru mamakai makeupnya.


"Paling nanti mereka pergi duluan ninggalin kita."jawab Tsabit enteng,dia menelpon pihak hotel,dan memberi tahu kalau mereka akan memakai jasa tour guide dan juga mobil serta supir dari hotel.


Setelah selesai bersiap,Danest dan Tsabit pun turun menjumpai sahabat mereka yang sudah garing menunggu di Loby.


Mereka sampai memesan beberapa minuman.


"Wah,parah banget.Kami sampai disuruh nunggu berjam-jam."tukas dokter Barry ketika melihat suami istri itu tiba.


"Kayaknya ga sampai setengah jam deh."jawab Tsabit kepada sahabatnya itu.


"Nanti aja deh dilanjutin bikin babynya,sekarang kita jalan-jalan dulu ya.Sayangkan udah jauh-jauh ke Seoul kalau kita ga jalan-jalan dan foto-foto."ajak Mitha yang udah ga sabar.Membuat Danest dan suaminya jadi saling lirik ga jelas.


"Ya udah yuk kita let's go."Danest pun terlihat sangat bersemangat,senyumnya merekah.Begitu juga dokter Tsabit,matanya sengaja memperhatikan sang istri sejak tadi.Sehingga mata mereka bertemu,dan senyum malu-malu dibibir keduanya terbit lagi.😊😊😊lagi kasmaran,maklumin aja.


Mitha dan suaminya yang menyaksikan hal itu jadi saling kasih kode.


"Mereka berdua kenapa?."tanya Mitha pada suaminya,sambil melihat pasangan didepan mereka yang berjalan menuju pintu utama hotel tempat mobil sewaan mereka terparkir menunggu kedatangan mereka.


"Paling juga lagi kasmaran,sama kayak kita.Nanti malam aku mau lagi ya."Bisik dokter Barry ditelinga Mitha.


"Huuuuu,maunya."Mitha mencubit lengan suaminya yang genit itu,tapi genitnya sama Mitha seorang.


Sedangkan pasangan yang didepan mereka malah sibuk saling lirik,sambil malu-malu teringat kejadian dikamar tadi.


Sesampai didepan mobil,Tsabit membukakan pintu mobil fan yang mereka sewa untuk Danest.Danest dan Tsabit naik duluan dan mereka duduk dibagian tengah,sedangkan Mitha dan suaminya dokter Barry duduk dibagian belakang.


Kedua pasangan ini romantis disepanjang perjalanan.


Tujuan utama mereka adalah mencari makan,kulineran dulu.Karena perut mereka yang belum terisi dari tiba di Seoul tadi pagi dini hari.


Mereka makan disalah satu restoran Korea yang lumayan hits dikalangan turis asing.



(dr.Tsabit berpose didepan Resto)


"Disini enak loh makanannya sayang,aku baca diinternet."Ujar Tsabit dengan yakin,ia pun menggandeng Danest masuk kedalam.


Begitu juga sahabatnya Mitha dan juga dr.Barry,mereka hanya menurut saja,hari ini mereka memang ingin jalan bareng,tapi ga tau deh besok.


"Kita pesan apa?."tanya Danest.


"Ini aja,halal.Kamu pasti pengen coba kimci disini kan?."tanya Tsabit,ia mengusulkan memesan ramen dan kimci.



Mungkin karena ini langsung dinegaranya,jadi mereka makan dengan lahap.


"Habis ini kita mau kemana?."tanya Danest pada suaminya .


"Kita ke Mall bawah tanah dulu yuk,tempatnya bagus buat foto-foto."Kata Tsabit .


"Gue setuju."jawab dokter Barry.


"Oke,kita setuju."Danest dan Mitha kompak.


Selesai makan ,mereka berempat dan juga tourgaek yang merangkap supir menuju ke Mall bawah tanah terbesar di Asia Tsarfield coex Mall.



Mall yang sangat unik,banyak sekali buku tersusun dalam rak yang mengitari hampir separuh abgian mall ini.


Jalan-jalan selanjutnya mereka bergeser ke SM town,dan kebeberapa destinasi wisata lainnya.



kampus


Dan juga ke destinasi belanja,buat oleh-oleh




Bagitu indah pemandangan diSeoul.Sampai-sampai tak terasa hari mulai sore,malam ini mereka memutuskan untuk melihat sungai Han yang terkenal itu,tempat shuting beberapa drakor dan juga film terkenal.


Namun sebelum malam,Mitha mendadak sakit perut dan minta diantar pulang kehotelnya,jadi Tsabit memutuskan untuk menyewa taxi saja buat dia dan Danest.Sedangkan supir tadi mengantar Mitha dan dokter Barry kembali kehotel mereka yang letaknya tidak begitu jauh dari hotel Tsabit dan juga Danest.


Mungkin itu hanyalah alasan Mitha saja,biasalah pengantin baru.


"Sayang,apa menurutmu Mitha tadi hanya bersandiwara saja?." tanya Danest.


"Mungkin,karena dari raut wajahnya yang tidak berkeringat dingin dan sepertinya hanya ackting.Menurutku itu cuma dibuat-buat,mungkin saja mereka punya acara lain."jawab Tsabit simpel.


"Benar juga,mereka kan penganten baru.Pasti ingin berduaan saja."ujar Danest dengan nada candaan.


"Apa kamu lupa kalau kita ini juga penganten baru,hemm?."Tsabit mendekatkan wajahnya kewajah istrinya,jantung Danest jadi berpacu lebih cepat.


"Kamu mau apa sayang?."tanya Danest.


"Aku...mau...kamu."jawab Tsabit sambil berbisik ditelinga Danest.


Tentu saja hal itu membuat Danest semakin merinding dan deg-degan.Sentuhan dari suaminya sedikit saja sudah bisa membuat bulu romanya berdiri,bagaimana kalau kejadian tadi pagi terulang lagi,wah....tak dapat dibayangkan.


Taxi yang mereka pesan akhirnya datang,keduanya pun naik dan meminta supir mengantar mereka melihat sungai Han.Kabarnya dimalam hari pemandangan disini akan sangat riomantis.


Mereka tiba disana saat hari belum gelap.



Tsabit menyiapkan kameranya untuk memotret panorama yang ada.Tak ketinggalan istrinya sebagai model objek fotonya.Hobynya memang sangat banyak,dia sangat menyukai fotografi,dan juga olahraga golf.Selain itu ada satu lagi hoby nya yang belum diketahui oleh istrinya.Tapi hanya thor yang tahu🀣🀣🀣.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***Bersambung bebs ku,jangan lupa vote,like,komen dan juga dukung terus karya thor ya.Biar thor jadi semangat.


Kadang semangat menghilang kalau lihat yang baca lumayan,tapi yang like hanya satu dua orang saja.πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯


semangatπŸ’ͺπŸ’ͺ***