
Kini Danest dan dr. Tsabit sudah tiba kembali di Indonesia dengan membawa sejuta kenangan indah masa honeymoon mereka, di Korea dan Thailand.
Setibanya diIndonesia mereka disambut oleh Papi, Papa dan dan juga Mama Anita.Ketiganya sangat antusias menunggu kedatangan Anak dan menantunya itu,berharap mendapat kabar baik akan kehadiran calon cucu di tengah-tengah mereka.
"Bagaimana sayang, apa sudah ada tanda-tanda kalau mama akan punya cucu?. " tanya mama Anita.
Kelihatan sekali kalau beliau sudah teramat ingin menimang cucu.
"Belum tau Ma, do'akan saja ya Ma. "jawab Danest bingung.
" Mama selalu do'akan sayang. "
"Makasih Ma. " Danest memeluk mesra mama mertuanya.
Dua minggu berlalu dari hari itu,,,,
Danest mulai merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, dia sering sekali pusing dan juga mengalami mual kalau mencium bau tubuh Tsabit.
Entah mengapa rasanya pengen muntah kalau ada didekat suaminya itu, apalagi kalau tidur disebelah suaminya.Danest merasa tidak nyaman.
Tsabit pun turut merasakan perubahan istrinya, sebagai seorang dokter dia pun tau kalau istrinya menunjukkan gejala-gejala kehamilan.
Tsabit pun mencoba menanyakan akan hal itu kepada sahabatnya yang spesialis obigin, siapa lagi kalau bukan dr.Gerry.
Dokter Gerry menyarankan agar Tsabit membawa Danest untuk diperiksa di Klinik miliknya agar lebih akurat.
Tapi sebenarnya Danest diam-diam sudah pernah mengetes dengan alat tes kehamilan, dan hasilnya positif.Akan tetapi dia belum ingin memberi tahu Tsabit akan hal itu, dia ingin memberikan surprise pada ulang tahun suaminya itu.
Oleh sebab itu, Danest sengaja merahasiakannya dari siapapun termasuk mama Anita mertuanya.
"Sayang, aku rasa kita harus periksakan kondisi kamu ke dr. Gerry. " ajak Tsabit.
"" Ga usah sayang, aku cuma ga enak badan aja kok. "jawab Danest lemas.
" Tapi kamu kondisi nya sangt lemah, kalau kamu ga mau diperiksa ga apa-apa.Tapi, kamu harus jaga kesehatan kamu dan bayi kita. "ujar Tsabit, Danest jadi melongo.
" Dari mana kamu tahu kalau aku sedang hamil??. "
"Ya ampun sayang, aku ini seorang dokter. Apa kamu lupa itu hemm. " Tsabit tersenyum sambil mengelus kepala Danest.
"Yaaaa, ga jadi dong surprise nya. " Danest jadi manyun.
"Ooo, jadi mau bikin surprise ceritanya?. " tanya Tsabit penuh selidik.
"Ya gagal lah, kamu keburu tahu kan. " Danest masih kesal.
"Aamiin sayang,gimana kalau kita kasih tau ke mama soal ini. " ujar Tsabit.
"Gimana ya mas, nanti aja deh setelah kita periksa ke dr. Gerry habis itu baru kita kasih tau ke mama hasil realnya. "usul Danest .
" Oke juga, mama pasti senang sekali mendengarnya. "ujar Tsabit lagi seraya mencium kening Danest.
" Terima kasih sayang, alhamdulillah akhirnya kita akan dipercaya sebagai calon orang tua. "
"Benar sayang, aku juga bahagia...."
Danest kembali mengalami mual dan akhirnya Papi nya pun mendengar suara Danest yang muntah-muntah.
Mau tak mau harus kasih tau Papi nya kalau sekarang Danest sedang mengandung, bukan main gembiranya hati tuan Martadinata. Akhirnya apa yang ia nantikan terwujud lah sudah, sebentar lagi akan ada anak kecil yang memanggilnya dengan sebutan Opa.
Tuan Martadinata tidak bisa merahasiakan berita gembira ini dari besannya, dan ia pun memberitahukan berita ini kepada Tuan Leo dan Nyonya Anita.
Kehamilan Danest yang begitu ditunggu-tunggu seluruh keluarga menjadi magnet tersendiri, entah pembawa rejeki atau apa.Akhir-akhir ini perusahaan selalu mendapat keuntungan lebih dari target dan semua orang bergembira.
Tibalah saatnya Tsabit memberikan hadiah kejutan untuk istrinya,hadiah rahasia yang selama ini ia usahakan dari semenjak ia bujangan sampai sekarang.
Hari ini Tsabit akan membawa istri dan juga keluarga besarnya untuk meresmikan rumah sakit yang ia bangun dengan hasil jerih payahnya sendiri.
Rumah sakit yang terletak di pinggir kota ini akan diberi nama dr. Tsabit dan Danest Hospital.
Masyarakat disekitar rumah sakit pun sangat antusias dalm perayaan ini,apalagi ini adalah satu-satunya rumah sakit yang ada di kawasan itu.
Danest pun tak kalah takjub nya dengan kejutan yang diberikan oleh sang suami.Mereka ikut diarak iring-iringan dengan becak yang sudah di hias menuju halaman rumah sakit untuk menggunting pita.
perayaan yang sangat meriah, terlihat pancaran kebahagiaan dari pasangan ini. Terlebih sebentar lagi keduanya akan resmi menjadi mama dan papa dari anak yang kini ada ditahan Danest.
π€©π€©π€©π€©
Sembilan bulan kemudian, Danest sudah melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan dan imut sekali.
Seluruh keluarga bergembira, dan cerita ini akhirnya tamat juga dengan akhir yang bahagia. Alhamdulillah ya. πππ
w assalmmu'alaikum warrohmatullahi wabarakatuh ππππ
Salam Kesambet Cinta Sang Dokterπ