
🌇Di Night Club
Sonya yang terbangun dengan tubuh yang polos dibawah selimut begitu terkejut saat mendapati Bara yang berada disampingnya sambil memeluk dirinya.
Sontak Sonya langsung duduk dan menepis tangan Bara.Dia benar-benar bingung dengan apa yang terjadi,dia mengacak rambutnya dan berfikir keras tentang apa yang terjadi semalam antara dia dan Bara.
Bara terbangun begitu tangannya dihempaskan oleh Sonya.Dia mengerjapkan matanya dan melihat Sonya yang menatapnya dengan penuh amarah dan sorot mata penuh tanda tanya.
"Bara,apa yang kamu lakukan??".tanya Sonya sambil menangis.
"Sonya,bukankah kita melakukannya atas dasar suka sama suka.Kamu sendiri yang mengizinkan aku semalam".jawab Bara santai.
"Tapi,aku tidak ingat apapun".Sonya sepertinya tidak terima akan hal itu.
"Coba kamu ingat-ingat lagi,lagi pula semuanya memang sudah terjadi.Kamu juga sangat ganas semalam".Bara mengarang cerita seolah-olah Sonya yang menginginkannya.
"Tidak mungkin,aku tidak mungkin sebodoh ini.Pasti ini semua rencanamu".pekik Sonya,ia memukul Bara dengan bantal.
"Tenang sayang,kalau terjadi apa-apa aku pasti akan tanggung jawab.Apa kamu lupa,kamu sudah berjanji akan menghabiskan malam bersamaku".ujar Bara menenangkan Sonya dengan mengelus rambut Sonya,tapi Sonya mengelak.
Sonya menangis sambil memunguti pakaiannya yang berserakan dilantai.Lalu dia masuk ke kamar mandi,disana dia menangis menyesali apa yang terjadi diantara dirinya dan Bara.
Sementara Bara hanya tersenyum simpul mengingat pertempurannya semalam bersama Sonya.
"Setelah ini,aku tak akan membiarkanmu pergi lagi dariku.Sudah cukup selama ini aku menahan hasratku padamu Sonya,sejak SMA Aku sudah mencintaimu.Menjadi sahabatmu adalah satu kebodohan yang selama ini aku lakukan.Seharusnya akulah yang menjadi pria pertama didalam hidupmu".Gumam Bara,sambil mengelus-elus bibirnya dengan jempol kanannya.
(Dari sini kita dapat memetik sebuah pelajaran,seperti kata pepatah"Apa yang kau tanam itulah yang akan kau tuai"Dulu Sonya pernah berniat jahat kepada Danest.Ia pernah menyuruh Micko sepupunya untuk menodai Danest dengan licik,tapi hari ini Sonya sendiri yang merasakan balasannya).
🏛*D**ikediaman Martadinata*
Sepasang pengantin baru yang beriringan menuruni tangga menjadi pusat perhatian para staf rumah tangga dirumah itu.Keduanya sudah rapi dan kelihatan sangat serasi.
"Wah,nona Danest merona banget pagi ini".sapa Bik Sari.
""Ahh biasa aja Bik,Papi mana?apa udah sarapan?".tanya Danest.
"Tadi sih Tuan udah sarapan sih non sama Nyonya Salma dan Tuan Arfin.Sekarang sedang duduk dikursi taman dekat kolam renang.Lagi ngobrol dengan Tuan Arfin disana".jelas Bik Sari.
"Oo,ya udah makasih Bik."Kata Danest ke bik Sari.
"Kita pamit dulu yuk ke Papi".ajak Danest yang dijawab dengan anggukkan oleh dokter Tsabit.
Keduanya berjalan beriringan,senyum terlihat diwajah keduanya.Kenzo yang tak sengaja melihat hal itu bersembunyi dibalik rimbunan tanaman hias dan akhirnya dia berniat menyusul Danest,namun Tsabit yang menyadari hal itu langsung berbalik dan menggenggam tangan Danest dan mengecup punggung tangan istrinya itu.Dia memberi kode ke Danest untuk melirik kebelakang,bahwa Kenzo sedang memperhatikan mereka berdua.
Kenzo tetap tak beranjak dari tempatnya berdiri.
"Sayang,tolong rapikan dasiku.Kelihatannya dasiku sedikit miring".Tsabit sengaja memanas-manasi Kenzo.
"Oo iya sayang,sini aku rapiin".jawab Danest sambil mulai merapikan dasi Tsabit yang sebenarnya tadi udah rapi.
Kenzo geram sekali melihat hal itu,dia mengepal kedua tangannya.
"Terimakasih sayang".kata Tsabit dengan menatap mata Danest syahdu.
Tsabit segera mendaratkan ciuman dikening Danest dan dilanjutkan dengan memeluk istrinya itu,Danest seketika seperti mematung mendapatkan ciuman dan pelukan sekaligus.Tsabit sengaja melakukan hal itu,agar Kenzo sadar akan posisinya.Saat mereka berpelukan Tsabit tersenyum kearah Kenzo,senyum penuh kemenangan.😉
Tuan Martadinata dan Tuan Arfin yang ikut menyaksikan hal itu tak kalah tegangnya,mereka khawatir Kenzo dan Tsabit akan berkelahi.
Tsabit menyudahi pelukannya dan menggandeng tangan Danest menuju kearah dimana mertuanya berada.
Sementara Kenzo segera pergi entah kemana.
"Pagi pi,pagi om".Sapa Tsabit dan Danest.
"pagi,jawab keduanya kompak.
"Gimana pengantin baru,nyenyak tidurnya semalam?".
Tiba-tiba terdengar suara tante Salma yang datang dari arah belakang mereka dan membawa jus jeruk dalam nampannya.
"Tentu nyeyak lah tante".jawab Tsabit sambil melirik kearah Danest.
Danest hanya tersenyum kikuk.Dia bingung harus bagaimana.
"Ayo minum jus dulu,ini gelasnya udah tante bawain untuk kita semua".ajak tante Salma kepada semuanya.
"Ayo nak dokter diminum jus nya".Tawar tante Salma khusus ke Tsabit.
"Eeee baiklah".Tsabit hendak mengambil segelas jus dimeja sambil membungkukkan badannya,tapi tiba-tiba pinggangnya terasa sakit.Mungkin karena kena pukulan saat berkelahi kemarin,tapi Tante Salma dan yang lainnya malah mengira itu karena malam pertama antara keduanya semalam.🤣🤣🤣
😍😍😍😍😘😍😘😘😘😘😘