Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Kejutan


Sore itu,Danest yang baru saja tiba dirumah memarkirkan mobilnya digarasi.Kemudian Danest berjalan memasuki rumahnya,kali ini dia melewati pintu yang terhubung dengan garasi mobil.Pintu itu langsung membawanya kearah dapur.


"Eh Nona Danest,kok lewat sini Non?biasanya dari depan."sapa bik Sari.


"Iya bik,lebih dekat.Aku lagi haus,pengen cepat ketemu air minum.Tolong bikinin jus mangga ya Bik."Pinta Danest sambil menaruh tas nya diatas meja,lalu duduk dikursi makan dapur khusus staf rumah tangganya.


"Oke Non,siap."Bik Sari pun segera menyiapkan bahan untuk membuat jus mangga.


Danest sangat suka yang namanya buah mangga,apalagi kalau dibikin jus.


"Apa Den Tsabit udah pulang?."tanya Danest sedikit berbisik kepada Bik Sari.


"Udah Non sekitar 2 jam yang lalu."jawab bik Sari.


"Apa,baru dua jam yang lalu dia tiba dirumah?."tanya Danest heran,setahunya Tsabit pergi dari kantornya sudah semenjak pagi tadi sekitar jam 8 pagi.Tapi dia baru pulang kerumah 2 jam yang lalu.


"*Lalu...kemana saja dia seharian ini?."Danest jadi berspekulasi macam-macam.


"Apa dia pergi menemui Sonya lagi dirumah sakit*?."Fikiran Danest jadi ngelantur kesana kemari.


Disaat dia sedang melamun memikirkan tentang suaminya itu,tiba-tiba segelas jus mangga sudah ada dihadapannya.


"Ini Non jus mangganya,silahkan diminum."Bik Sari menyuguhkan jus mangga kesukaannya.


"Makasih Bik,O ya..apa Papi udah minum obatnya?."tanya Danest.


"Pagi tadi saya yang kasih Non,siang bik Marni yang ngurusin Tuan,kalo sore ini tadi Den Tsabit yang membantu Tuan minum obatnya."jawab Bik Sari.


"Ohhh,iya.Kalau begitu saya kekamar dulu ya Bik."Kata Danest,setelah meneguk habis jus mangganya Danest segera menuju kekamarnya.


Pelan-pelan dibukanya pintu kamar itu,dia takut kalau dia harus bertemu dengan suaminya yang masih membuatnya kesal.


"Ohhh syukurlah,dia ga ada dikamar."Kata Danest setelah melihat tidak ada Tsabit diruangan itu.


Danest pun berniat ingin mandi dan berganti pakaian.Dia memasuki walk in clossetnya dan menuju kekamar mandi.Betapa terkejutnya dia saat melihat Dokter Tsabit yang baru selesai berpakaian rapi dan memakai dasinya.


Danest yang ingin berbalik badan dicegah oleh suaminya itu.Tsabit melihat pantulan bayangan Danest dicermin.


"Tunggu sayang."Tsabit berbalik.


"Ada apa?."tanya Danest yang juga balik menghadap kearah Tsabit.


"Kamu mengapa sih Nest,hari ini sepertinya kamu menghindari aku."Tsabit pun mengungkapkan isi hatinya yang kesal.


"Aku,aku biasa saja.Justru kamu yang beda."Jawab Danest sesikit jutek.


"Aku beda dari mananya Nest?."Tsabit merasa Danest benar-benar ingin menghindarinya.


"Ya sudah kalau kamu ga mau jawab ga apa-apa,aku aja yang keluar."Tsabit pun ingin keluar dari kamar mandi itu.


"Tunggu!."Cegah Danest.


Mendengar itu,Tsabit pun menghentikan langkahnya.


"Kamu mau kemana,sore-sore begini kok sudah rapi?."tanya Danest lagi.


"Aku ada urusan sebentar,apa kamu mau ikut?."tanya Tsabit balik.


"Bukannya ini malam sabtu,apa kamu shift malam lagi?."Danest penasaran.


"Bukan,aku sedang ingin menghadiri undangan makan malam bersama rekan-rekan Dokter dirumah direktur rumah sakit.Kalau kamu tidak keberatan aku juga ingin mengajakmu."kata Tsabit dengan penuh harap.


"Baiklah,aku akan ikut.Apa rekan mu yang lain juga mengajak istri mereka?."tanya Danest kemudian.Dia juga penasaran apa benar suaminya itu akan menghadiri acara bersama rekannya atau malah pergi menemui Sonya.Jadi dia memutuskan untuk menurunkan sedikit egonya.


"Tentu saja,ini kan makan malam seperti family gathering gitu.Jadi semuanya pada bawa keluarga."jelas Tsabit.


"Tapi kok kamu baru bilang sekarang,aku kan belum siap-siap."Danest sedikit melunak.


"Yaaa,sebenarnya dari tadi pagi aku ingin bilang,tapi kelihatannya kamu lagi ga mau diajak bicara."Tsabit pun buka suara,dia mengingatkan Danest pada sikapnya hari ini yang sangat cuek dan nyebelin.


"Kamu mau pakai baju apa pun tetap cantik kok,asal jangan pake bikini aja😁😁."Tsabit mencoba mencairkan suasana.


Sementara Danest jadi mengernyitkan dahinya sambil garuk-garuk kepala,dia ga nyangka suaminya itu bisa berseloroh.


"Gimana kalau aku pake gaun ini,norak ga?."Danest mengeluarkan gaun cantik berwarna biru langit dari dalam lemari.


"Wow,bagus sekali.Kamu pasti terlihat anggun dan cantik kalau memakainya."Tsabit mengacungkan dua jempolnya.


"Kalau begitu aku akan cari setelan jas yang senada."timpal Tsabit lagi.


Danest segera mandi dan Tsabit menunggunya diluar.


Tsabit menelpon sebuah restoran,dia memesan tempat yang romantis dipinggir danau.


Ya,ini bukan family gathering seperti yang dia bilang,tapi Tsabit hanya ingin mengajak Danest untuk makan malam romantis agar suasana beku diantara mereka bisa mencair.


Tak lama kemudian Danest keluar dengan cantiknya,membuat Tsabit terkesima dengan keanggunan istrinya itu.



"Kamu cantik sekali sayang."puji Tsabit.


Danest hanya tersenyum malu sambil menyelipkan rambut ketelinganya,padahal rambutnya sudah rapi.


"Aku mau kekamar Papi dulu,mau ngecek Papi."Kata Danest.


"Tadi aku udah kasih tau Papi,tapi silahkan kalau kamu mau pamit lagi ke Papi."Tsabit mempersilahkan istrinya buat pamit ke Papi nya.


Setelah keduanya pamitan,mereka berangkat menggunakan mobil Dokter Tsabit.Didalam mobil,keduanya sesekali saling lirik.


"Acaranya dimana?apa rumah direktur rumah sakit dekat dengan danau?."tanya Danest heran,karena mobil yang dikemudikan Tsabit mengarah ke danau.


"Iya,kita makan malamnya ditepi danau."jawab Tsabit.


"Ooo."Danest masih mengira ini acara familiy gathering.


Mobil itu pun menepi didepan sebuah restoran,tapi restoran ini tampak tak seramai bila ada acara besar.tampaknya biasa-biasa saja.


"Jangan-jangan kita kecepatan datangnya."kata Danest ketika melihat parkiran restoran itu yang hanya ada beberapa mobil saja.


"Iya,mungkin saja.ini kan masih magrib kita udah disini."jawab Tsabit.


Tsabit pun turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.Mereka berdua berjalan bergandengan memasuki restoran itu,para pelayan restoran menyambut kedatangan mereka dengan berbaris rapi.


Disini Danest merasa ada yang aneh,kenapa sepertinya hanya ada mereka berdua diruangan VIP khusus yang lumayan besar.


Danest mendelikkan matanya kearah Tsabit yang terus berjalan santai disisinya.Dia heran melihat senyum suaminya itu,seolah memberi kode pada para pelayan.Keduanya duduk dimeja panjang yang hanya ada dua kursi saja yang saling berhadapan.



Menu makan malam pun tersaji dimeja.



Dan yang terakhir



"Kok,ga ada yang datang,apa semua ini kamu yang mengaturnya untuk kita?."Tanya Danest,dia baru sadar kalau itu adalah acara kejutan yang sengaja disiapkn suaminya.


"Iya sayang,semua ini untuk kamu.Aku ga mau lama-lama dicuekin sama kamu.Kamu mau kan memaafkan aku."Tsabit meminta maaf,walaupun sebenarnya dia ga salah apa-apa.


💋💋💋💋💋


Bersambung......😘