
ππππππππππππππππ**
Membesuk Kenzoπ£
Danest dan Tsabit kini sudah berpamitan dengan Papa Leo,Mama Anita dan juga Tsania.Karena mereka semua orang sibuk,jadi kelimanya menaiki kendaraan masing-masing dan berangkat ketempat kerja dan Tsania kekampusnya.
Hanya Danest dan Tsabit yang satu mobil,karena memang mereka kemaren berangkat bareng.
Danest mendadak mengerem mobilnya ketika mobil itu melewati kantor polisi.Dia teringat akan Kenzo,Om nya yang kini tengah ditahan disana.
"Ada apa sayang?."tanya Tsabit.
"Anuπ€¨,kita besuk paman Ken yuk.Kamu mau kan temani aku?."Danest balik bertanya dengan ragu-ragu,khawatir suaminya itu akan marah.
"Oooo,kalau kamu mau besuk Om Ken ya hayuk aja."'jawab Tsabit sambil langsung membuka seftybel nya.
"Beneran kamu mau nemanin aku?."Danest seakan tak percaya.
"Iya,beneran sayang.Ayo mumpung aku masih punya waktu."jawab Tsabit lagi.
Tanpa fikir panjang akhirnya mereka turun dari mobil dan berjalan bergandengan memasuki kantor polisi itu.
Tak lupa Danest memakai kaca mata hitamnya, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Karena tidak ada persiapan apa-apa,jadi keduanya datang dengan tangan hampa.
"Selamat pagi Pak,kami ingin membesuk tahanan yang bernama Kenzo,apa sudah bisa di besuk Pak?."tanya Tsabit,sambil menggandeng tangan istrinya.
"Sebenarnya belum bisa Pak,tapi berhubung tahanan yang bernama Kenzo sedang sakit dan ada diklinik kepolisian sekarang ini,maka kami mempersilahkan anda dan keluarga untuk menjenguknya.Ayo silahkan ikuti kami."Pak polisi itu menunjukkan jalan menuju klinik yang terdapat dalam Kantor polisi itu.
Danest menjadi semakin khawatir dengan Om nya itu,selama ini Kenzo lah yang selalu melindunginya dan menjaganya.Tapi yang dia sayangkan karena Om nya itu ternyata tidak tulus padanya dan malah memiliki perasaan terlarang pada keponakannya sendiri.
Sampailah keduanya disebuah ruangan yang dipintunya bertuliskan poli Klinik,ketika keduanya memasuki ruangan,ada seorang Dokter yang sedang memeriksa keadaan Kenzo yang terbaring lemas dikasur dan tangan kirinya diborgol dan ditambatkan di ranjang.
Tadi dalam perjalanan ke ruangan itu,Pak polisi yang mengantar keduanya bilang bahwa Kenzo dirawat karena tidak mau makan selama disana,seperti berniat bunuh diri dengan mati kelaparan.
"Sepertinya paman anda dehidrasi,dan pingsan didalam penjara."Kata Pak polisi.
"Sudah berapa lama dia disini Pak?."tanya Tsabit.
"Sudah dua hari ini.Karena keadaannya sangat lemah,jadi kami rawat disini untuk diinfus."kata Dokter polisi yang ada diruangan itu tadi.
"Terimakasih sudah menjaga dan merawat Om saya Dok." kata Danest.
"Iya,sama-sama.Itu memang sudah tugas saya."jawab Pak Dokter polisi.
"Apakah dia sangat tersiksa disini?." kata Danest lirih.
Begitu mendengar suara Danest sedikit saja,Kenzo perlahan membuka matanya.
"Nest,benar..ini kamu Nest."kata Kenzo sambil terbata dan tangannya berusaha untuk meraih tangan keponakannya itu.
"Maaf Om,aku kesini cuma mau melihat keadaan Om Ken saja."Danest memundurkan langkahnya .
Melihat itu Kenzo langsung menarik tangannya kembali.
"Apa kamu sangat membenciku sekarang Nest?."Tanya Kenzo sambil menatap mata Danest dengan tatapan sendu.
"Coba Om tanyakan pada diri Om sendiri,pantaskah apa yang sudah Om lakukan padaku dan suamiku selama ini?."tanya Danest balik.
"Maafkan Om Nest,Om hanya ingin kamu tahu bagaimana perasanku kepadamu."Kenzo masih ingin menjelaskan.
Namun buru-buru Tsabit maju kedepan dan berdiri disisi istrinya itu,dia hanya ingin berjaga-jaga kalau -kalau Om dari istrinya itu akan bertindak diluar batas terhadap istrinya.
"Jadi,kamu juga mengajak bedebah ini kemari Nest?Apa kamu sudah jatuh cinta sama lelaki ingusan ini?!!."Kenzo bertanya dengan nada penuh penekanan.
"Tentu saja Om,aku harus bersama istriku kemana-mana agar aku membuatnya merasa aman.Karena aku ga mau kalau hal buruk terjadi padanya."Jawab Tsabit lantang.
"Hekh!!Kali ini kau beruntung,tapi lain kali aku tidak akan membiarkanmu hidupdengan tenang."ancam Kenzo.
Melihat itu Tsabit lansung maju,keduanya hampir ribut.Untung saja pak polisi yang berjaga segera melerai keduanya.
Danest pun tak kalah khawatir dan menarik lengan suaminya nenjauh dari ruangan itu.
"Kenapa kamu jadi emosi sih sayang?."tanya Danest.
"Habisnya Om kamu pagi-pagi sudah memancimg emosiku."jawab Tsabit dengan nafas tak beraturan.
"Sudah ya,kamu tenang dulu.Kan kita yang datang kesini,kita yang sudah mengganggu istirahatnya.Kalau begitu ayo kita pergi saja,nanti kita bisa telat."Danest mengajak suaminya itu keluar dan pamit dengan polisi jaga untuk meninggalkan kantor polisi.
" Baiklah sayang, begitu juga lebih baik. Biarkan Om Kenzo yang penuh amarah ini mendapatkan karmanya. "ujar Tsabit, kesal di hatinya jadi kembali lagi pada Kenzo.
Kalau diingat-ingat, sudah banyak sekali luka ditubuhnya yang diciptakan oleh Kenzo. Untung saja Tuhan masih berpihak kepadanya.
πππ
Bersambung.....ππ