Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Makan Malam


Banyak sekali kelucuan yang Danest temukan di album pernikahan mereka,muka-muka tegang yang menggambarkan kegrogian tak dapat disembunyikan saat kamera menyala.Alhasil foto-foto itu terlihat lucu sekaligus menegangkan ketibang romantis.



"Sayang,lain waktu kita bisa bikin sesi foto lagi yang jauh lebih romantis.Kamu tenang aja."kata Tsabit yang tahu kalau Danest sedikit kecewa dengan foto-foto itu.


"Ya,ini ada juga sih yang lumayan romantis.Mungkin lain waktu kita bisa berpose yang lebih baik lagi."jawab Danest sedikit kecewa.Lalu Danest menyimpan album foto itu didalam lemari kaca khusus album-album foto miliknya.


Danest kemudian memilih untuk mandi dan setelah itu menyiapkan makan malam bersama bik Sari didapur.


Danest ingin membuatkan cemilan berupa kue buat suami dan juga papinya.Danest sangat cekatan didapur.


Setelah semuanya siap,Danest pun kembali kekamarnya untuk memanggil sang suami agar ikut makan malam bersama.


Danest juga tak lupa kekamar papinya agar papinya itu juga ikut keruang makan.Karena kesehatan tuan Martadinata yang sudah mulai membaik dan sekarang bahkan sudah bisa kembali bekerja dikantor,Danest ingin sekali merayakannya dengan makan malam bersama.


Tadinya Danest sudah menghubungi mama mertuanya untuk ikut bergabung,namun sayang sekali ternyata mama dan papa mertuanya harus menghadiri sebuah event disebuah perusahaan rekan bisnisnya yang lain dibidang perhotelan.Malah mama Anita tadinya ingin mengundang Danest dan juga Tsabit untuk ikut serta bersama mereka.


Dengan berat hati Danest tidak bisa memenuhi undangan itu,Danest sudah keburu mempersiapkan makan malam yang spesial dirumahnya.


"Wah,banyak sekali masakannya.Apa semua ini kamu yang masak sayang?."tanya Tsabit ketika melihat meja makan besar yang penuh dengan piring berisi makanan beraneka macamnya.


"Iya,aku dibantuin bik Sumi,masih ada lagi yang di gril,tunggu aku siapkan."Kat Danest.


"Biar aku aja sayang,kamu duduk aja.Aku yang akan menyiapkannya."ujar Tsabit.


Tsabit pun berlalu kedapur dan menyiapkan apa yang tadi telah dimasak oleh istrinya.



Tsabit muncul dari dapur dengan membawa talenan yang diatasnya ada empat potong daging.


"Emmmm,wangi sekali sayang baunya.Pasti ini enak."Kata Tsabit ga sabar pengen makan.


"Kamu lucu banget,kok pake talenan sih,tapi ga papa lah ,ayo bawa sini biar aku potongin."ujar Danest.


Danest pun menyiapkan Daging dipiring papinya dan juga dipiring suaminya.Mereka makan bersama dengan riangnya,tawa renyah terdengar dimana-mana,sejenak melupakan masalah Sonya yang kini sedang menyusun rencana untuk merebut Tsabit dari kehidupan Danest.


Tsabit tidak khawatir,karena dia sudah melaporkan Sonya dan juga papanya yang sudah berani mencemarkan nama baiknya.Tsabit bahkan tidak memberitahukan kabar buruk ini kepada papa dan mamanya.


Tsabit juga bahkan meminta Vito untuk merahasiakan perkara tuduhan yang dibuat Sonya kepadanya dari kedua orang tuanya.Dia tidak mau mama papanya khawatir.Kalau masih bisa dia atasai sendiri,maka dia akan melakukan sesuai kemampuannya dulu.


"Alhamdulillah deh kalo enak."kata Danest senang,karena suaminya itu menyukai masakannya.


"Jadi kalian akan berangkat ke Korea nya kapan nak?."tanya tuan Martadinata, kepada menantunya.


"Setelah acara pernikahan Mita dan juga dr.Barry selesai,kami langsung berangkat kebandara pi,dan langsung ke Korea.Dikorea hanya empat hari pi,setelahnya Tsabit ingin mengajak Danest mengunjungi nenek Tsabit yang di Thailand,sekalian jalan-jalan kesana,lihat pulau dan juga tempat wisata lainnya pi.Kalau boleh,kami akan diluar sekitar Sepuluh sampai dua belas hari pi.Itu pun kalau papi ga keberatan."kata Tsabit panjang lebar.


"Bagus itu,kalian memang butuh waktu untuk menikmati bulan madu kalian,tenang saja Nest ikuti saja suamimu.Soal perusahaan papi bisa menghandlenya,kamu tenang saja."kata tuan Martadinata lagi.


"Kamu kok ga bilang kalau kita juga akan ke Thailand?."tanya Danest kesuaminya.


"Ooo,itu aku juga baru kefikiran kemarin,kamu kan belum pernah ketemu nyai aku yang di Thailand.Jadi aku fikir,kenapa ga sekalian aja,aku sudah menyuruh Vito mempersiapkan soal perjalanan kita ke Thailand.Kita tinggal berangkat."kata Tsabit keistrinya.


"O ya pi,selama kami berada diluar negeri,kami akan selalu menghubungi papi.Obat-obatan papi sudah Tsabit siapkan,,dan daftarnya sudah Tsabit jelaskan ke bik Marni.Nanti kalau ada yang belum jelas bisa hubungi Tsabit ya pi."Kata tsabit lagi kepada mertuanya,dia ga mau jika saat dia dan Danest berlibur malah ga ada yang memperhatikan kesehatan mertuanya itu.


"Iya nak dokter,kalian bersenang-senanglah,papi akan baik-baik saja kok.Disini kan banyak staf rumah tangga kita yang sudah terpercaya,jadi kalian ga usah khawatir akan keadaan papi."jawab papi sambil tersenyum dan menepuk pundak menantunya.


""Terimakasih pi,Tsabit jadi merasa tidak enak karena harus meninggalkan papi untuk berlibur bersama Danest dan meninggalkan papi dirumah sendirian."kata Tsabit.


"Papi malah senang kok nak,mungkin dengan kalian berbulan madu,pulangnya papi akan dapat oleh-oleh cucu dari kalian,iya kan?."papi berseloroh.


Tawa tuan Martadinata begitu renyah, memenuhi ruang makan,seketika dia membayangkan rumahnya dipenuhi oleh tangisan bayi.


"Papi...." Danest merasa malu-malu kucing,melirik kearah suaminya.Sedangkan Tsabit yang mendapati mata sang istri yang sedang meliriknya hanya tersenyum sambil mengedipkan matanya membuat Danest jadi salah tingkah dibuatnya.


"Kenapa malu sayang,itu kan hal yang wajar.Setiap pasangan yang menikah pasti menginginkan keturunan."kata Tsabit,sambil tersenyum kearah mertuanya.


Dibalas senyuman juga oleh papi mertua,membuat Danest menjadi semakin malu-malu kucing dan memainkan sendok garpu dipiringnya.


"Kok cuma diaduk-aduk saja makanannya sayang?."kata Tsabit.


"Eeee,ini aku makan kok."Danest yang masih kefikiran soal bikin anak bingung harus berkata-kata apa lagi.


"*Apa ini?.,bikin anak?,kenapa aku jadi merinding mendengarnya"bathin Danest.


"Dan lihat itu,dia tersenyum kayak senang banget lagi didukung oleh papi.Wah,Apa yang harus aku lakukan sekarang?,apa aku harus menuruti sarannya Mita?."Bathin Danest lagi.😁😁


πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘


Bersambung gaesssssss😘*