
🏬Dikantor Tuan Leo Atmaja
"Kelihatannya aku harus menghubungi Martadinata.Aku sangat yakin kalau dia ga akan menolak untuk berbesanan sama aku.
Apalagi kan kami sudah berteman lama.Sejak SMA sampai kuliah.Bahkan rekan bisnis juga sekarang,masa iya dia mau nolak putraku, apalagi kan putra ku itu tidak ada cacatnya sedikitpun untuk dijadikan calon mantu".gumam Tuan Leo, sambil mengotak atik ponselnya mencari nomor Tuan Martadinata.
📲📲📲📲panggilan tersambung
"Halo,Assalammua'alaikum Bro ".jawab suara diseberang telepon.
"Wa'alaikum Salam Bro,apa kabar?? ".tanya tuan Leo berbasa basi.
"Alhamdulillah saat ini aku sudah baikkan Bro".jawab tuan Martadinata.
"Loh, emangnya kamu sakit??,kayaknya terakhir kita ketemu diulang tahun putrimu waktu itu kamu masih baik-baik saja".kata Tuan Leo agak sedikit mengkhawatirkan sahabatnya itu.
"Sekarang udah baik-baik aja kok,ada apa ?kamu tumben nelpon aku? ".tanya Tuan Martadinata.
"Apa kamu udah ada calon mantu untuk bakal suami putrimu? "tanya Tuan Leo.
"Wah,ada apa nih kamu nanyain hal itu.Jangan-jangan kamu mau ngajakin aku besanan ..lagi? ".tanya Tuan Martadinata kaget.
"Tepat sekali,aku lihat putra putri kita kayaknya udah saling cocok ".ujar tuan Leo.
"Cocok?maksud kamu mereka sudah saling kenal? "tanya papinya Danest itu.
"Lah emang kamu ga lihat diberita yang lagi viral itu? ".tanya Tuan Leo lagi.
Tuan Martadinata jadi teringat berita viral mengenai Danest dan Dokter Tsabit.
"Apa Dokter Tsabit itu putramu?".tanya Tuan Martadinata.
"Iya,apa kamu ga lihat dia kan mewarisi ketampananku.Masa kamu ga mengenali dia.Dia itu Tsabit Adzam Atmaja,Putra sulungku".jelas Tuan Leo.
"Waduh,,, Alhamdulillah kalau begitu.Sebenarnya aku juga ingin sekali menjodohkan putriku Danest dengan Dokter Tsabit yang sudah merawatku dirumah sakit. aku sangat menyukai putramu itu.Benar-benar ga nyangka kalau ternyata dia adalah putramu."Tuan Martadinata kegirangan.
"Wah, gayung bersambut berarti,bagaimana kalau kita adakan pertemuan keluarga? ".usul Tuan Leo.
"Baiklah kalau gitu,nanti malam ajaklah keluargamu untuk datang kerumahku.Kita makan malam bersama. "undang Tuan Martadinata penuh semangat.
"Oke,,, oke. Aku akan datang bersama keluargaku.Aku sangat senang sekali, ternyata misi kita sama.Jadi aku tidak perlu bersusah payah meyakinkanmu untuk menerima putraku sebagai menantumu. "Tuan Leo bahagia.
Pembicaraan itu pun diakhiri, Tuan Martadinata menyuruh para staf rumah tangganya untuk mempersiapkan makanan yang enak-enak untuk calon besannya itu.
Sedangkan Tuan Leo segera menghubungi istrinya dan juga putranya.Dia memberitahu agar mereka bersiap-siap nanti malam akan ada jamuan dirumah sahabatnya.Tapi dia merahasiakan nama sahabatnya yang dia maksud itu.
⚫Malampun tiba
Tuan Martadinata menyuruh Danest yang baru pulang dari kantor untuk bersiap-siap.
"Memangnya ada acara apa Pi? ".tanya Danest.
"Cuma makan malam bersama sahabat lama Papi,dia akan berkunjung kemari.Kangen sama Papi katanya. "Papinya sedikit berbohong,karena dia ingin memberi kejutan.
Danest pun mandi dan berganti pakaian, serta memoles wajahnya dengan makeup tipis.
Jam 19.00,tamu yang ditunggu-tunggu pun tiba.
Dokter Tsabit terkejut melihat tuan rumah yang ternyata adalah pasiennya Tuan Martadinata.
"Loh,Bapak ada disini?,apa ini rumah anda?".tanya dokter Tsabit sambil menyalami Tuan Martadinata.
"Tentu saja Nak Dokter,inilah rumah saya".jawabnya.
"Ayo-ayo silahkan masuk kedalam,kita langsung aja keruang makan. "ajak Tuan rumah.
Kenzo yang baru tiba dirumah dikagetkan dengan adanya mobil asing didepan rumah mereka.
"Ada tamu rupanya?. "kata Kenzo setelah melewati ruang makan.
"Kenzo,cepat lah kemari.Kita makan malam bersama."pinta kakaknya itu.
"Aku kekamar dulu Bang".ujar Kenzo tanpa memperhatikan siapa-siapa saja tamunya itu. tadi yang dia lihat hanya tuan Leo, salah satu Rekan bisnis Kakaknya.
"kamu cantik banget Nest."katanya.
Namun Danest hanya melewatinya saja,dan langsung menuju keruang makan.
Matanya dan Dokter Tsabit bertemu, dan cukup lama Dokter Tsabit terpanah dengan kecantikan wanita itu.Begitu juga Nyonya Anita ibunya.
"Bagaimana Ma,,,cantikkan? ".tanya Tuan Leo keistrinya.
"Iya Pa,perfect".jawab istrinya.
"Selamat malam tuan Leo,Tante, eeeeh dokter".Danest kaget dan mereka tatap tatapan.
"Sudah pandang-pandangannya,ayo duduk sini.Kita makan dulu,Papi udah laper nih,Iya kan bro. "kata tuan Martadinata kepada sahabatnya itu. Sambil kode -kode dengan naikin sebelah alisnya.
Danest yang masih spichles dengan kehadiran Dokter Tsabit benar-benar tidak menyangka kalau Dokter Tsabit adalah putra dari tuan Leo.
"Mulai sekarang jangan panggil saya Tuan Leo lagi,kamu harus panggil saya Papa. "kata Tuan Leo.
"Papa???? 😅😁maksudnya?? ".Danest bingung.
"Sayang, kita kumpul disini ini untuk membicarakan pernikahan kamu sama nak dokter".jelas Papinya.
Danest melirik kearah Dokter tsabit yang duduk dihadapannya.
Sedari tadi Dokter Tsabit tak melepaskan pandangannya dari gadis cantik yang ada didepannya itu.Sehingga mata mereka bertemu.
Danest menjadi kikuk dan menundukkan pandangannya,tidak terdengar bantahan dari mulut mereka berdua.
Setelah acara makan malam selesai, mereka mengobrol diruang keluarga.
(Danest yang tampil elegant diacara makan malam tersebut, sehingga membuat dr. Tsabit tak berkedip memandangnya).
Sedangkan Kenzo yang berdiri dibalik tembok, tidak jadi bergabung dengan mereka semua. Dia tidak menyangka kalau ini adalah acara perjodohan antara Danest dan dr. Tsabit.
Tangannya,mengepal dan memukul dinding. Dia kembali kekamarnya dan marah-marah sendiri.mengacak-acak rambutnya.
Sedangkan kedua sejoli yang dijodohkan itu sekarang sedang duduk berdua dikursi dekat kolam renang rumah itu.
Mereka saling berdiam diri. tidak ada yang mau memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"eee.. ".kata mereka berbarengan.
"Kamu aja duluan ".kata dokter Tsabit.
"Ummm,, baiklah.Apa tanggapan kamu tentang rencana perjodohan ini?".tanya Danest dengan hati-hati.
"Yaa, aku menerimanya. kamu??? "Tsabit balik nanya.
(ini dokter Bit kesayangan author, jangan ampe naksir ya. entar Danest cemburu.😁😁😁)
"Emm,Aku sih terserah Papi aja".jawab Danest. sambil memainkan jarinya karena gugup.
Tsabit bisa melihat hal itu,dia tau kalau gadis dihadapannya itu sedang grogi.
"Maksudmu, Kau juga akan menerimanya,mmm maksudku mau menerimaku sebagai calon suamimu?"Tsabit bertanya lagi.
"Memangnya kamu sudah tau kemauan Papiku apa?,belum tentu kan Papi setuju".tanya Danest lagi.
"Tentu saja Papi mu setuju,dia yang memintaku untuk menjadi menantunya".kata Tsabit sambil cengengesan.
***Danest terbelalak,
"Papiiiiiiiiii... "teriaknya dalam hati***.
**🤣🤣🤣🤣🤣🤣Bersambung ya...