Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Fitting Baju Pengantin


Keesokan harinya,di jam makan siang Danest ditemani Mita sahabatnya tiba dibutik tante Ane sesuai perintah mama Anita.Tante Ane menyarankan dua gaun yang menurutnya paling cocok untuk Danest.


Danest pun dibantu oleh Mita untuk mencoba gaun-gaun itu.Dengan tubuh proporsional yang dimiliki Danest sudah pasti gaun apapun yang ia kenakan akan terlihat cocok dan pantas ditubuh Danest.


Tsabit yang masih banyak pasien masih berada dirumah sakit.Saat dia sedang sibuk sibuknya,tiba-tiba datanglah Sonya dan asistennya si Molly.Sonya dibopong oleh asistennya itu,pura-pura penyakitnya kumat.


Suster yang berjaga didepan sudah mencegah Sonya untuk masuk,tapi wanita itu menerobos keruangan dr.Tsabit.Membuat Tsabit yang sedang memeriksa pasiennya yang lain kaget,begitu juga dengan pasien yang sedang diperiksanya itu.


"Ada apa ini,kenapa kamu main masuk saja?".Kata dr.Tsabit.


"Dokter,,dadaku sakit lagi".Sonya berpura-pura kesakitan sambil memegangi dadanya.


"Maaf ya nona Sonya,saya sedang ada pasien.Tolong anda tunggu diluar dulu."kata dr.Tsabit lagi.


"Tapi dokter,saya sudah tidak bisa menunggu lagi."


Sonya mencoba mengulur-ulur waktu,agar dr.Tsabit hari ini tidak jadi fitting baju pengantin.Sonya sudah mendengar dari alat penyadap yang dipasang oleh Bara di bawah meja Danest,jadi dia tahu kalau hari ini Danest dan dr.Tsabit akan fitting baju pengantin di Ane butik.


Dari alat sadap itu terdengar suara Danest dan Mita yang sedang ngobrol dan membicarakan soal pernikahan dan fitting baju.Makanya Sonya cepat-cepat kerumah sakit untuk menggagalkan rencana rivalnya itu.


Sebisa mungkin Sonya menghalangi dr.Tsabit yang akan pergi dari rumah sakit.Setelah pasiennya selesai,kini ia harus menghadapi Sonya yang sangat merepotkannya.


drrrrrrtttttt....drrttttttt......


Ponsel dr.Tsabit bergetar,belum sempat dia mengangkat ponselnya,Sonya sudah terlebih dahulu mengangkatnya.


"Hallo Danest sayang,ini aku...Sonya".ujar Sonya yang lancang mengangkat ponsel dr.Tsabit.


"Hey,kenapa kau yang mengangkat teleponnya?"jawab Danest.


"Hahahah,kau ini bodoh atau apa?".Sonya merasa diatas angin.Dia akan membuat Danest sakit hati dan hancur perlahan.


Sementara Tsabit berusaha untuk merebut ponselnya dari Sonya,Sonya mengalihkan panggilan ke video call,sehingga Danest bisa melihat seolah dr.Tsabit yang akan memeluk Sonya dari belakang,padahal Tsabit hanya ingin merebut Ponselnya dari tangan Sonya.


"Lihatkan,dokter tersayangmu sedang bersamaku sekarang,dia ga akan datang untuk menemuimu hemm".kata Sonya memanas- manasi Danest.


"Kau!"Danest kesal sekali,langsung diputusnya sambungan itu.Nafasnya begemuruh.


Sonya yang merasa puas sudah bisa membuat Danest kesal segera mengembalikan ponsel dr.Tsabit.Tsabit tak pikir panjang lagi,dia langsung membawa ponsel dan jaketnya keluar,berlari menuju parkiran.


Segera mungkin ia memacu motornya ke butik tempat dimana Danest berada.


"Apa sebenarnya masalah Sonya dengan Danest,kenapa mereka terlihat seperti bermusuhan?".tanya dr.Tsabit dalam hati.


Akhirnya dia tiba di butik Tante Ane sahabat mamanya itu,didalam dia bertemu dengan Mita yang sedang menyiapkan kamera.


"Dimana Danest?"tanya Tsabit pada Mita.


"Dia diruang ganti itu "tunjuk Mita.


"Ooo,"Tsabit menuju kedepan ruang ganti yang hanya dibatasi dengan gorden itu.


Saat Danest akan keluar dari ruangan itu kakinya keserimpet gaun yang ia pakai,dan dia hampir terjatuh.Untunglah Tsabit dengan sigap menangkap tubuh Danest,dan yaaa bayangilah sendiri suasana romantis itu.


Keduanya saling tatap, Mita pun tak mau melewatkan momen itu dan segera memotret mereka berdua,hitung hitung foto prewed katanya.


Tsabit yang menyadari akan hal itu segera mengganti bajunya dengan Jas yang akan dicobanya.


"Wah,dr.Tsabit ganteng banget".puji Mita,sambil melirik kearah Danest,tapi Danest tetap tak bergeming,bibirnya masih manyun aja.


"Ayo kita foto dulu,sayang banget kan kalau sampai disia-siakan.Kalian cepatlah berdiri ditangga itu".ajak Mita sambil menarik tangan Danest menuju tangga.Sementara Tsabit hanya mengikuti Danest dari belakang.



Tsabit mencoba menjelaskan ke Danest bahwa tadi itu adalah akal-akalan Sonya,tapi Danest tak mau mendengarkan penjelasan apapun.Sepanjang sesi foto dia cemberut.Mita menyuruhnya senyum,tapi dia masih saja manyun dan tak bersemangat.


Akhirnya Tsabit mengecup kening Danest dan menahan wajah Danest agar terus menghadap ke wajahnya.Mita pun tak menyia-nyiakan momen itu.


"Cekrekk,cekrekkkk"


Danest bukannya senang,malah bertambah kesal dan meninggalkanTsabit.


"Dia kenapa??".tanya Mita.


"Mungkin dia masih kesal padaku,tadi saat dia menelponku Sonya sedang berada diruangan ku.Dan Sonya yang mengangkat telepon itu.Bahkan Sonya melakukan panggilan video call dan membuat Danest marah".jawab Tsabit.


"Apa mungkin dia cemburu?".kata Mita menerka.


"Mungkinkah?".tanya Tsabit ke Mita.


"Mungkin dia sudah mempunyai perasaan ke dokter".jawab Mita.


Mendengar itu Tsabit jadi tersenyum senang


"Jangan lupa,nanti kirimkan hasil foto tadi padaku juga".pinta dr.Tsabit.


"Oke,pasti".jawab Mita yang kemudian pergi menyusul Danest.


Tsabit beralih mencoba jas satu lagi untuk resepsi dan setelah selesai fitting dia menunggu Danest dan Mita didepan Butik.


Danest yang keluar dengan muka ketus hanya melewatinya saja dan langsung masuk kedalam mobil,dia meminta Mita untuk masuk kemobil secepatnya.Mita jadi bingung harus bagaimana


"Kami duluan ya dok".Pamit Mita ke Tsabit.


Dan dibalas Anggukkan kepala oleh dr.Tsabit.


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


πŸ˜†πŸ˜†***mbak Danest cembokur ni yeeee


hareudang uyyyyyyyyy,,,,Dasar ya Sonya kepala uler.hemmmmmmmm


gimana kisah selanjutnya,,,entar saya fikirin dulu.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


please ya,yang baca tolong bantu like nya,komen,atau vote biar thor lebih semangat lagi.


Gimana mau semangat nulis kalau ga ada yang support.iya khaaaaaannnnπŸ˜‰πŸ˜‰***