Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Menyuapimu makan


Danest dan Tsabit pun kembali kekamar mereka.Tsabit masih terlihat sangat kesal,amarahnya terlihat jelas diwajahnya.Danest berusaha untuk menenangkannya dengan mengusap-usap punggung suaminya itu.


"Kamu kenapa sih pake nemuin paman Kenzo?".tanya Danest.


"Tadi aku lihat dari balkon,sepertinya dia sedang mengejar-ngejar kamu.memangnya sejauh apa sih hubungan kalian berdua sebelumnya kalau aku boleh tahu?".tanya Tsabit pada Danest.


"Kenapa kamu bicara seperti itu,apa kamu tidak percaya sama aku.Selama ini aku selalu menganggap paman Kenzo seperti ayahku sendiri.Walaupun umur kami tidak jauh berbeda,tapi aku tidak pernah memikirkan hal yang lebih dari itu".jawab Danest.


"Tapi Nest,terlihat jelas kalau paman mu itu memiliki rasa yang lebih padamu.Apa dia pernah mengungkapkan perasaannya padamu sebelumnya Nest?".tanya Tsabit lagi,dia benar-benar penasaran sejauh apa hubungan terlarang antara istrinya dan pamannya Kenzo.


Danest sejenak terdiam,ingin rasanya dia bercerita semuanya pada Tsabit,tapi diurungkannya.Dia tidak mau nanti Tsabit akan bersikap buruk pada Kenzo atau bahkan akan berubah terhadapnya.


"Kenapa ga dijawab?".tanya Tsabit bingung dengan sikap Danest yang seolah menutup-nutupi sesuatu.


"Ah,ga ada apa-apa kok.Kamu tahu sendiri kan berita yang banyak beredar diinternet belakangan ini mengenai aku dan paman Kenzo.Tapi kamu harus tahu aku ga pernah memiliki perasaan yang menyimpang terhadap pamanku sendiri.Aku baik padanya karena dia adalah adik sedarah dari ayahku,pamanku sendiri."jawab Danest.


"Ya aku tahu,saat papi memintaku untuk menikahimu dia juga sudah menceritakan garis besarnya pada ku.Intinya dia ingin aku menjaga nama baik dan reputasimu,tapi aku ga menyangka kalau pamanmu itu lebih nekad dari yang ku bayangkan."Tsabit menghela nafas dalam.


"Maafkan kami,gara-gara kamu membantuku sekarang malah kamu terlibat dalam masalah ini."ujar Danest merasa tak enak.


"Ga masalah Nest,kamu bisa minta bantuan apapun padaku.Aku ini kan suamimu,sekarang kita sudah dalam perahu yang sama.Mau tidak mau kita harus menghadapi semuanya bersama sebagai satu tim."Tsabit menepuk punggung istrinya itu.


"Kamu ga makan malam?".tanya Tsabit yang seketika ingat kalau tadi kan Danest baru pulang.


"Ah iya aku sampe lupa".Danest baru ingat dia belum mengisi perutnya.


"Ayo aku temani kebawah,takutnya nanti pamanmu itu mencari kesempatan untuk menemuimu lagi".Tsabit menawarkan bantuan.


"Baiklah,ayo kita turun.Kamu juga harus ikut makan ya."ajak Danest.


"Tapi aku sudah kenyang,aku temanin kamu aja".Tsabit pun menggandeng tangan Danest menuruni tangga.


Sesampai diruang makan,ternyata Kenzo sedang makan malam dimeja makan itu.Danest menoleh kearah Tsabit,dia menggenggam tangan suaminya itu.


"Jangan khawatir,aku ga akan terpancing.Ayo kita duduk".Tsabit menarik sebuah kursi untuk Danest duduki.


"Terimakasih".Danest tersenyum manis kepada suaminya itu.


Bik Sari pun datang dengan membawakan dua buah piring untuk mereka.


"Satu aja bik piringnya".ujar Tsabit sambil mengambil satu piring dan satunya lagi dibawa kembali oleh bik Sari kebelakang.


"Biar aku yang ambilin nasi sama lauknya".Tsabit melayani istrinya itu dengan penuh perhatian,bahkan dia menyuapi Danest.Kenzo semakin muak dan menghentikan makannya dan membuang serbet kesembarang arah.


"Nest,apa kamu benar-benar ingin menjalani pernikahanmu ini?".tanya Kenzo.


"Memangnya kenapa paman,kami sudah menikah.Sudah seharusnya aku hidup bahagia bersama suamiku".jawab Danest tegas.


Kenzo pun kesal dan pergi begitu saja dengan muka masam sambil menatap nanar kedua mata Tsabit.


Sementara Danest menggenggam erat tangan suaminya,agar bisa meredam emosi yang ada didalam diri Tsabit.Dia tahu betul saat ini suaminya itu sedang menahan amarah yang bergejolak didalam dirinya.


"Sudah,ayo suapi aku lagi".Danest menyadarkan Tsabit,Tsabit pun tersentak dan kembali kesadarannya.


"Baiklah,ayo aku suapi kamu lagi.Kita lupakan saja kejadian tadi.Mulai sekarang kamu ga usah khawatir,aku akan selalu menjagamu".ujar Tsabit pada Danest saling menguatkan.


"Terimakasih".Jawab Danest lirih.


"Sudah tugasku Nest".jawab Tsabit.


"Aku berasa kayak anak kecil tau ga sih".Danest merasa lucu pakai disuapin.


"Ga papa,kalau suami menyuapi makan istrinya.Insya Alalh rumah tangga nya berkah".jawab Tsabit sambil tertawa.


"Masa sih,kata siapa?".tanya Danest merasa apa yang dibilang Tsabit itu hanya gombalan.


"Ya kata rosulullah lah".jawab Tsabit lagi.


"Bisa aja kamu".Danest merasa terhibur.


Sementara itu,dirumah Jackson prakoso


Sonya yang baru sadar kalau dia sudah kalah dari Danest dalam memperebutkan dr.Tsabit menjadi berang sendiri.Dia merasa selalu kalah bersaing dengan rivalnya itu,sedari dulu memang dia tidak menyukai Danest.Disamping karena Kenzo yang lebih mencintai Danest dan meninggalkan dirinya,memang sejak SMA keduanya selalu bersaing dalam hal apapun,termasuk soal rangking dikelas.


Bahkan walaupun Danest bukanlah seorang artis ataupun model,nama Danest dikalangan sosialita tak dapat diragukan lagi.Putri Martadinata itu memang sangat sempurna,disukai banyak orang dan popularitasnya tidak kalah dari Sonya yang seorang model.


Sonya menangis sejadi-jadinya,karena semalam dia mengalami hal buruk bersama Bara.Sedangkan Danest malah mendapat kebahagiaan dan menikah dengan pria baik dan juga tampan.



(sonya meratapi nasibnya)