Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Berita Mengejutkan


Danest dan Mitha kini sedang ngobrol di dalam kamar.


"Selamat ya say,wiiih senang banget deh akhirnya elo dilamar juga dan bentar lagi akan menjadi seorang istri."kata Danest.


"Eh iya,gimana ya rasanya jadi seorang istri?Gimana ya rasanya malam pertama.Ceritain dong...!?".rengek Mitha.


"Eeeee,ya begitulah."Danest bingung mau cerita gimananya.


"Kok begitulah,begitunya itu gimana?."tanya Mitha lagi.


"Yaaa,seperti itulah.Kayak orang kebanyakan."Lagi-lagi Danest ga tau harus jawab apa.


"Ayo dong cerita,apa Dokter Tsabit sangat tangguh dimalam pertama??."Mitha terus mendesak Danest untuk cerita.


"Kan aku udah pernah cerita,bahwa dimalam pertama kami tidur ditempat terpisah."jawab Danest.


"Iya,tapi kan pasti malam-malam berikutnya ada malam pertamanya dong?."Mitha kembali bertanya.


"Sebenarnya.... sampai saat ini kami belum pernah..๐Ÿ˜๐Ÿ˜."Danest menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Hah!!apa???."Mitha ternganga.


"Eeeeee,iya kami memang masih penjajakan dulu."Danest mulai terbuka.


"Maksud elo,kalian belum pernah.."kata Mitha sambil mengetukkan kedua telunjuknya.๐Ÿ˜…๐Ÿคจ


"Sebenarnya sih gue masih meragukan Tsabit,jadi gue meminta waktu padanya untuk penyesuaian."jelas Danest.


"Ya ampun Nest,apa sih kurangnya Dokter Tsabit?Dia kan sangat baik,tampan,dan kelihatannya dia sangat menyayangi elo ."kata Mitha.


"Iya,tapi ada yang mengganjal dihati gue.Apalagi sudah dua kali gue memergoki Sonya memeluknya."jawab Danest.


"Nest,itu kan cuma akal-akalan Sonya saja.Masa elo ga bisa melihat sih ketulusan suami elo."Mitha mencoba menasehati sahabatnya itu.


"Apa gue sudah keterlaluan ya?."tanya Danest.


"Ya tentu saja,sudah berapa lama kalian menikah.Masa elo ga kasihan sih sama suami elo.Pasti dokter Tsabit pernah menginginkan kebersamaan kalian,tapi elo malah menghindarinya.Ga takut dosa??kan kalau nolak suami itu berdosa."kata Mitha.


"Tapi Mit,gue ga tau harus bagaimana memulainya.Gue kan takut dan juga malu."kata Danest.


"Ya ampun Nest,elo itu kan udah dewasa.Kalau suami elo ngajakin ya elo iya in aja.Biarkan perasaan yang membimbing kalian berdua."Nasehat Mita.


"Kok elo kayak udah pengalaman gitu ya?."tanya Danest yang mengurai kata curiga pada sahabatnya itu.


"Ihhhh,ya gue kan cuma suka baca novel aja.Ya kayak gitu kata novelnya.Tapi gue belum pernah mengalaminya sendiri."Mitha jadi kikuk sendiri.


"Novel atau novel??."Danest berusaha memojokkan sahabatnya itu biar ngaku.


"Sumpah,gue ama dr.Barry ga pernah ngapa-ngapain.Kalo ga ngapain gue pake tanya ke elo gimana rasanya."jelas Mitha.


"Benar juga ya."fikir Danest lagi.


๐Ÿ’›๐Ÿ’›๐Ÿ’›๐Ÿ’›


Sementara itu,dua pria yang sama profesi namun dibidang yang berbeda sedang terlibat obrolan seru diruang acara yang sekarang sudah tersisa keluarga inti saja.Semua tamu sudah pada pulang.


Dokter Tsabit dan dokter Barry membicarakan tentang pekerjaan dan juga perusahaan.Setelah pembahasan mengenai dua hal tersebut usai,kini topik pembicaraan mereka berubah menjadi soal pasangan hidup.


Tsabit yang sangat tahu sifat dan kebiasaan sahabatnya itu kalau menyangkut soal wanita jadi ingin sekali bertanya kepada Barry.


"Gimana bro,apa elo benar-benar udah tobat dalam mengencani wanita.Apa elo yakin Mitha akan menjadi pelabuhan terakhir elo?."tanya Tsabit.


"Gue juga merasa kalau Danest sangat mencintai gue,cuma kadang dia gengsi aja."kata Tsabit lirih.


"Apa yang elo bilang tadi?."tanya dokter Barry.


"Ah,bukan apa-apa,lupakan saja."kata dokter Tsabit.


Mereka melanjutkan berbincang-bincang sampai akhirnya kedua wanita pasangan mereka pun datang.


"Hay,sedang ngobrolin apa?."tanya Mitha kepada keduanya.


"Bukan apa-apa kok sayang,cuma ngobrolin kerjaan aja."Jawab Dokter Barry pada tunangannya itu.


"Ooo,kirain ngomongin kita berdua."Kata Danest sambil melirik suaminya.


"Gimana,udah ngobrolnya.Kalau begitu kita pulang yuk,bentar lagi malam."ajak Tsabit ke istrinya.


"Iya nih,Mit kita pamit pulang dulu ya.Kalian kan baru bertunangan nih,mungkin kalian masih banyak yang harus diobrolin."kata Danest kesahabatnya dan juga dr. Barry.


"Baiklah,terimakasih ya say kalian udah datang.Jangan lupa nanti datang juga pas nikahan kami week end ini.Awas ya kalau sampai ga datang."ancam Mitha.


"Iya deh iya,ga mungkilah aku ga datang di hari penting sahabat terbaikku ini."Danest memeluk Mitha,mereka cipika cipiki.


"Bye...see you."Danest melambaikan tangannya,begitu juga Tsabit yang menyalami sahabatnya dr.Barry.


Keduanya pun pulang kerumah Martadinata.Danest dan Tsabit yang baru tiba dirumah dikejutkan dengan kedatangan Sonya yang sudah menunggu mereka diruang tamu.


Ternyata Sonya tak sendirian,dia didampingi kedua orang tuanya.Usut punya usut,rupanya kedatangan mereka karena Sonya bersikeras ingin bertemu dengan pujaan hatinya dokter Tsabit.Tak peduli apa yang orang lain katakan,Sonya nekad ingin bunuh diri jika dia tidak diizinkan menemui suami dari Danest itu.


Sonya diam-diam telah membuat rencana busuk untuk meretakkan hubungan Danest dan suaminya itu.


"Maaf,ada perlu apa anda dan putri anda datang kemari?."tanya Tuan Martadinata.


"Begini Tuan Nata,kami ingin meminta pertanggungjawaban menantu anda karena sudah membuat putri saya hamil ."kata Tuan Jackson,meskipun dirinya sendiri tahu bahwa bukan Dokter Tsabit yang menghamili Sonya.


"Apa!!!!benar-benar gila."dr.Tsabit terbelalak,dia bahkan belum menyentuh istrinya yang ia cintai,ini malah dituduh menghamili wanita yang jelas-jelas dia benci.


"Apa ini sayang??."Danest dengan muka penuh tanda tanya mendelik kepada suaminya.


"Sayang,aku bahkan tidak pernah bertemu dia sebelum dirumah sakit,bagaimana aku bisa menghamilinya coba.Ini benar-benar fitnah yang sangat keji!!."Tsabit tak bisa menahan amarahnya kepada Tuan Jackson dan juga Sonya yang ingin merusak reputasinya.


"Maaf Tuan Jackson,apa anda punya bukti bahwa menantu saya ini telah melakukan hal tercela seperti itu,karena kalau tidak saya pastikan kami akan menuntut anda atas tuduhan pencemaran nama baik."Tuan Martadinata mencoba menengahi masalah ini.


"Kami memang belum punya buktinya,tapi..akan saya carikan buktinya."jawab Tuan Jackson ragu.


"Dari cara anda menjawab saja sudah ragu seperti itu,saya jadi sanksi atas kebenaran yang anda sampaikan.Maaf ya Tuan Jackson,saya sangat mengenal menantu saya ini,dia orang yang sangat baik dan sangat mencintai putri saya Danest,dan mereka sangat bahagia bersama.Jadi sangat tidak mungkin jika menantu saya main gila dengan putri anda."Jelas Tuan Martadinata membela menantunya.


"Terimakasih Pi,Papi sudah percaya sama Tsabit."ujar Tsabit,dia pun segera menelpon pengacaranya dan juga Vito untuk menyelidiki kasus ini.Dia sengaja permisi sebentar kebelakang untuk menelpon.


Sementara itu Danest juga tidak percaya akan apa yang didengarnya dari mulut Tuan Jackson,terlebih lagi dia melihat Sonya yang tidak berani menegakkan wajahnya,dia hanya tertunduk dan gemetaran.


"Sonya,aku tahu kalau kamu memang ga suka sama aku.Aku juga tahu sejauh apa hubunganmu dengan Om Kenzo dulu.Maaf ya,aku sangat percaya pada suamiku.Aku kenal dia orangnya seperti apa,jadi wanita seperti mu ini bukanlah tipenya Sonya!."Danest pun tak bisa menahan amarahnya.


"Saya akan perlihatkan buktinya sama kamu."kata Sonya.


"Silahkan,aku tunggu."Jawab Danest.Dia benar-benar ga habis fikir,bisa-bisanya Sonya masih mengincar suaminya itu.Didalam hatinya dia sedikit meragukan dokter Tsabit.Tapi hal itu coba ditepisnya.


๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Bersambung......๐Ÿ˜˜