
Karena semua salah paham dengan yang terjadi pada pinggang dr.Tsabit,Danest bermaksud ingin menjelaskan kalau diantara mereka tidak terjadi apa-apa tadi malam.Namun belum sempat Danest membuka mulutnya Tsabit segera menggenggam tangannya,seolah memberi tanda bahwa mereka memang bersama semalam agar papi nya merasa bahagia.
Benar saja Tuan Martadinata tersenyum bahagia,karena keputusannya untuk menikahkan Danest dan dokter yang merawatnya itu sangat tepat.
"Papi,terimakasih sudah memilihku untuk menjadi suaminya Danest."kata dokter Tsabit kepada mertuanya itu dengan senyum merekah.
Setelah menghabiskan jus jeruk digelas mereka,kedua suami istri baru itu segera pamit untuk ketempat kerja masing-masing.
Karena arah kantor dan rumah sakit yang berlawanan,maka keduanya tidak pergi bersama,rencana Tsabit mengantar Danest pun dibatalkan.
Tsabit lebih suka naik motornya ketibang harus naik mobil,sedangkan Danest menyetir sendiri tanpa ditemani supir.
Tadi saat mereka masih berada di garasi,Danest tak lupa salim kepada suaminya itu untuk berangkat kekantornya.
Pasangan itu sangat romantis,tampak binar-binar cinta dimata mereka.Meskipun kekesalan dihati Danest masih sangatlah besar kepada Tsabit,tapi dia tak mau melupakan kewajibannya yang kecil-kecil sebagai seorang istri,seperti salim tangan suami sebelum pergi.
Saat keduanya masih ngobrol,lagi-lagi Kenzo melihat kebersamaan mereka.Kenzo sangat kesal,baru tadi dia disuguhkan pemandangan Danest dan Tsabit yang berpelukan sekarang dia mendapati Danest yang sedang mencium punggung tangan suaminya dan dibalas dengan ciuman dipipi oleh dr.Tsabit.Kenzo hanya bisa meninju telapak tangan kirinya dengan kepalan tangan kanannya.
🏫Dikediaman Jackson Prakoso
Sonya pulang dengan kondisi yang tidak baik,tubuhnya lemah dan berjalan gontai ia turun dari mobilnya.
Para pengawal keluarganya ingin membantu nonanya itu masuk kedalam tapi ditolaknya.
"Nona tidak apa-apa??""tanya salah satu bodyguard papanya itu.
"Saya baik-baik saja,ga perlu dibantu saya bisa sendiri".jawab Sonya.
Saat dia sudah sampai diruang tengah,dia bertemu dengan Mamanya.Mamanya pun bertanya tentang kondisinya,apalagi putrinya itu tidak pulang semalaman.
"Aku ketiduran dirumah Molly Ma,semalam ga sempat pulang karena selesai pemotretan sampai larut malam.Jadi nginap dirumah Molly aja dekat".jawab Sonya bohong.
"Oo,ya udah cepat kamu istirahat sana.Pasti kamu capek banget".ujar mamanya.
🏢Sementara itu dikantor MN group
Danest yang sudah beberapa hari ini libur disibukkan dengan berbagai macam berkas dimejanya.Setelah memeriksa semuanya,Mita masuk keruangannya dan memberikan kabar bahwa stok bahan baku digudang mulai menipis dan juga mereka harus memeriksa poduk jadi yang mau dikemas.
"Jadi kita harus meninjau gudang ya hari ini.hmmmmmm baiklah".Danest sedikit berpikir sebelum meng-iya kan.
"Kita pake baju santai aja nest,disana kan lumayan agak kotor.Nanti baru kita ganti lagi kalau udah selesai".ajak Mita.
"Oke,aku juga gerah kalau harus kesana dengan baju kerja seperti ini".jawab Danest.
Keduanya pun berangkat setelah selesai berganti pakaian.
"Gimana Nest rasanya malam pertama dengan dr.Tsabit yang ganteng itu?pasti sangat berkesan kan??".Mita kepo.
"Biasa aja".jawab Danest singkat.
"Masa sih biasa aja Nest,kalau menurutku pasti kalian sampai mengulang mainnya".goda Mita lagi.
"Ngulang main apa sih Mit?orang aku tidur nya disofa dan dia ditempat tidur kok".jawab Danest b aja.
"Loh kok??".Mita bertanya-tanya.
"Sudah deh,fokus kita kerja aja.O ya gimana soal hubunganmu dengan dr.Barry,kapan mau diresmiinnya?".Danest balik bertanya.
"Belum ada kepastian Nest,kayaknya dr.Barry belum pengen nikah".jawab Mita dengan muka sedikit sedih🤨.
"😁😁😁Yang sabar ya say,nanti aku bilangin ke Tsabit biar dia nasehati tu temannya agar segera melamar elo".Hibur Danest ke sahabatnya itu.
"Beneran ya,awas kalau bohong".Mita mengacungkan jari kelingkingnya.
"Okey,Danest membalas dengan menautkan jari kelingking mereka.Akhirnya lift mereka sudah berbunyi "ting".
Pintu lift pun terbuka,keduanya keluar dan langsung menuju gudang.Mita menemui kepala gudang,sedangkan Danest terlihat sedang berdiri disisi tumpukan kardus dan rak panjang tempat menyimpanan sambil merapikan rambutnya.
Danest menunggu Mita membawa kepala gudang menemuinya.
Setelah Mita kembali bersama kepala gudang,ketiganya berkeliling mengecek ketersediaan barang.
Para karyawan dibagian gudang terkejut karena tak memyangka akan mendapat kunjungan langsung dari sang CEO.Mereka mengira kalau bosnya itu tidak akan kekantor dalam waktu yang lama setelah menikah.
"Bagaimana stok bahan bakunya pak Danu,apa masih cukup sampai ke akhir bulan ini?".tanya Danest.
"Saya kira masih cukup bu Danest.Digudang bawah juga masih lumayan banyak".jawab kepala gudang itu.
"Kenapa kemaren dilaporan stoknya sedikit?".tanya Danest penuh selidik.
"Begini bu,ternyata ada kesalahan menulis angka.Jadi saya kira masih sedikit.Tapi setelah saya check lagi ternyata digudang bawah masih ada yang belum dihitung."pak Danu kikuk menghadapi CEO nya yang terkenal tegas dalam memimpin perusahaan itu.
"Oke,tolong dicheck lagi kalau ada barang yang akan dikirimkan ke konsumen dan juga geray-geray kita,jangan sampai ada barang yang cacat sedikitpun,karena itu bisa merusak nama baik dan citra perusahaan."perintah Danest.
"Ya,baik bu.Saya akan intruksikan kepada bagian kontroling untuk mengecek ulang semua produk sebelum dikirimkan".jawab pak Danu lagi.
happy reading😍😍***