Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Kejutan Untuk Mita


Sore menjelang,Danest dan Mitha sedang berjalan diloby saat dr.Barry tiba-tiba datang mengejutkan Mitha dengan membawa sebuket bunga.


Mitha yang tak menyangka akan mendapatkan kejutan dari kekasihnya itu menjadi salah tingkah,apalagi sekarang ada sahabatnya Danest yang menjadi saksi moment romantis itu.


"Wah,yang baru dapat buket bunga.Dalam rangka apa nih???."goda Danest.


"Cuma pengen ngasih aja."jawab dr..Barry.


"So sweet,sini biar aku fotoin,nanti kalian bisa upload ke IG.Sayang kan kalau moment bahagia kayak gini dilewatkan begitu saja."saran Danest.


"Boleh juga tuh,ini ..tolong ambilkan beberapa foto kami berdua."jawab Mita sambil memberikan ponselnya.



Dan wala...inilah hasilnya.Mita dan dokter Barry terlihat sangat bahagia difoto itu.


"Wah,aku jadi iri.Kalian so sweet banget ya."kata Danest ketika melihat hasil fotonya.


"Ah elo sama dr.Bit juga ga kalah sweetnya.Malah kalian enak bisa bersama kapan pun kalian mau."kata mita .


"Iya sih,tapi kan elo tahu sendiri kalau suami gue itu juga ga kalah sibuk sama gue,jadi kami ga punya banyak waktu untuk bersama."jawab Danest sedih.


"Sama aja kok Nyonya Tsabit,saya dan Mitha juga kadang ga punya banyak waktu untuk bertemu.Nanti saya akan sampaikan ke Dokter Tsabit kalau dia juga harus memperhatikan istrinya dan memberikan surprise.Tenang saja saya yang akan mengajarinya."ujar dr.Barry.


"Wah,kamu ternyata sangat berpengalaman sekali ya sayang dalam hal menaklukkan hati wanita."Mitha jadi sanksi dengan kesetiaan dr.Barry yang sepertinya sudah pernah jadi Don juan.


"Ini saja aku belajar dari internet sayang."jawab dr.Barry pada kekasihnya itu.


"๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„Sudah sudah,kok malah jadi ribut sih kalian.Kalau begitu aku tinggal dulu ya.Bye..๐Ÿ˜."Danest segera masuk kedalam mobilnya dan pulang.


Sedangkan Mitha dan dr.Barry kini bingung karena keduanya sama-sama membawa mobil,jadi ga bisa pulang dalam satu mobil.Akhirnya keduanya hanya beriringan,dr. Barry ingin mengantar Mitha pulang dan sekalian minta izin ke orang tua Mitha untuk mengajak Mitha makan malam diluar.


Setelah Mitha membersihkan diri dan berdandan ala Mitha yang sedikit tomboy,keduanya pun pamit kepada mama dan papa Mitha.Kali ini keduanya hanya menggunakan satu mobil bersama yaitu mobil dr.Barry.Repot kan kalau harus beda kendaraan lagi.๐Ÿ˜


dr.Barry dan Mitha menghabiskan makan malam disebuah Restoran ,dan Mitha yang memang orangnya sangat cuek dan juga asyik dengan lahap dan tanpa malu-malu ia menghabiskan semua makanan yang ada.Semua menu yang dipesan adalah menu kesukaannya.


Dokter Barry hanya bisa tersenyum karena melihat kelakuan Mitha yang kayak anak kecil,menggemaskan.Baru kali ini dia kenal dengan cewek yang ga suka sok jaim didepan cowoknya.Hal itulah yang membuatnya jatuh cinta pada Mitha,baginya cewek tipe Mitha ini adalah cewek yang ga bisa menyembunyikan perasaannya,mereka akan selalu jujur dan terbuka terhadap pasangannya dan sangat mudah untuk diajak diskusi kalau ada masalah.


Dokter Barry pun ingin menyampaikan Maksudnya mengapa dia mengajak Mitha makan diluar malam ini.


Dan tak lain tujuannya adalah untuk melamar kekasihnya itu,dia ingin mengetahui jawaban Mitha dulu sebelum dia mengajak keluarganya untuk bertemu dengan keluarga Mitha secara resmi,agar tidak terjadi kesimpang siuran.


"Mitha sayang,memang kita masih baru dalam menjalani hubungan kita ini.Tapi apakah kamu bersedia jika aku melamarmu menjadi istriku?."tanya dokter Barry sambil menggenggam tangan Mita.


Mitha yang spichles mendengar apa yang diucapkan oleh kekasihnya itu hanya bisa menutup mulutnya kaget,shock,dan entahlah.๐Ÿคญ


Tapi satu hal yang pasti,Mitha merasa sangat bahagia sekali.Itu adalah kata-kata yang dia nanti-nantikan selama ini,dan akhirnya malam ini dia bisa mendengar kata-kata itu langsung dari mulut sang pujaan hati.


๐ŸฅDirumah Sakit


Karena malam ini memang dr.Tsabit tidak pulang kerumah,dia hanya bisa menelepon istrinya itu.Selain menanyakan keadaan Danest tak lupa dia juga menanyakan tentang keadaan mertuanya.


"Apa Papi sudah minum obatnya sayang,jangan sampai lupa ya."Kata dr.Tsabit,biasanya kalau dia lagi ga dinas malam dialah yang selalu mengecek ke kamar Papi mertuanya itu.


"Udah kok,barusan aja aku yang kasih ke Papi."jawab Danest.


"Aku tutup dulu ya,selamat malam."kata dr.Tsabit lagi.


"Malam,kamu juga jangan lupa isirahat."jawab Danest.


"Iya sayang,have a nice dream sayang.see you..".jawab dr.Tsabit.


"See you too.."Tadinya Danest ingin sekali menambahkan ๐Ÿ˜˜kecupan diakhir telepon,tapi diurungkannya.


Dia tidak mau memulai duluan dalam hal ini,dia masih gengsi dan malu kepada suaminya itu.Ya begitu deh kalau sama-sama ga punya pengalaman,keduanya sama-sama mengenal cinta baru kali ini saja.


Masih banyak jurang pemisah,dan yang tak kalah besar adalah gengsi yang mereka miliki.Memang dalam hal ini dr.Tsabit harus banyak -banyak belajar dari dr.Barry.


Tiba-tiba sebuah ambulance dan beberapa mobil tiba dirumah sakit.Semua pada heboh,ada juga beberapa wartawan yang menunggu pasien dari dalam ambulance diturunkan.


"Ada apa itu ribut-ribut??."para keluarga pasien dan staf rumah sakit dibagian loby pun jadi merasa terusik.


Mereka berdiri ingin melihat siapa yang sedang diliput oleh para wartawan itu.


Ternyata pasien yang baru masuk itu adalah Sonya,Sonya diketahui ingin melakukan percobaan bunuh diri,dia mencoba membenturkan kepalanya sendiri ketembok kamarnya.Untung segera diketahui oleh Mamanya yang sudah terlalu khawatir dengan keadaan Sonya yang sudah berhari-hari tak keluar kamar.Mamanya sengaja menyuruh para pelayan pria dirumahnya untuk mendobrak pintu kamar Sonya saat mendengar Sonya menangis histeris didalam kamarnya.Benar saja,setelah pintu terbuka ternyata kening Sonya sudah berlumuran darah.


Mamanya yang panik pun segera membawanya kerumah sakit.Sekarang dia Sedang ditangani dibagian IGD.


Dokter Tsabit yang berjaga malam itu dipanggil kebagian IGD,karena Sonya yang terdaftar dirumah sakit itu sebagai pasien dr.Tsabit.Tsabit juga tak bisa menolaknya karena ini adalah tugasnya,walaupun dia juga tidak menyukai Sonya namun dia bisa mengkesampingkan urusan pribadi dan pekerjaan.


Beberapa dokter didatangkan untuk memeriksa Sonya,karena dia adalah anak salah seorang pengusaha ternama yang ada di Indonesia sama hal nya seperti Danest .Papa dan Mama nya meminta pelayanan yang khusus untuk kesembuhan putrinya itu.


Dan dari catatan nama Sonya dirumah sakit itu baru Mamanya ketahui kalau Sonya sudah sering kerumah sakit itu dan menjadi pasien dokter Tsabit yang merupakan dokter spesialis jantung.


Mamanya sangat terkejut,rasanya tidak mungkin Sonya yang terlihat sehat,energik dan masih muda sudah kena penyakit jantung.Apalagi dikeluarganya tidak ada riwayat tersebut,Mamanya menyuruh suaminya Tuan Jackson Prakoso untuk menemui dr.Tsabit dan menanyakan tentang penyakit Sonya.


๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿ™„


***Bersambung lagi bebs..


Nantikan kelanjutannya ya๐Ÿ˜‰***