
Setelah urusan dirumah sakit selesai,Danest pamit pada tunangannya itu untuk pulang kerumah, karena hari sudah pukul 15.00 sore.
Namun karena mereka berdua masing-masing membawa mobil,jadi dokter Tsabit tak bisa mengantar Danest.
Danestlah yang tidak mau diantar,karena menurutnya terlalu merepotkan Tsabit nanti kalau harus bolak balik.
Setelah magrib,Danest yang baru selesai berdandan dikejutkan dengan ketukan pintu kamarnya.
Danest pun membuka pintunya
ceklek
"Non,ada den Tsabit dibawah,"kata Bik Marni.
"Ya,bentar lagi aku turun".kata Danest
Bik Marni pun memberi tahu kepada dr.Tsabit bahwa Danest akan turun sebentar lagi.
Danest pun turun dengan anggunnya,sehingga Tsabit terpaku.
"Kenapa?aku jelek ya?atau pakaian yang ku pakai kurang cocok?".tanya Danest.
"Ga kok, malah kamu sangat cantik".jawab Tsabit.
"Jadi malu".Danest tersipu.
"Ayo kita berangkat," ajak Tsabit.
(Danest yang turun dari tangga,sambil pura-pura main handphone)
"Ayo".sahut Danest.
"Kita pamit ke Papi dulu "kata Tsabit
"Oke, kita kekamar Papi"ajak Danest
Setelah berpamitan mereka pun berangkat
menuju ke restoran yang sudah dibooking oleh dr.Tsabit.
Setiba disana , para pelayan dengan sigap menyediakan hidangan untuk mereka
(dr. Tsabit yang memikirkan sebuah ide.๐ค)
Tsabit berdiri dan menghampiri Homeband di restoran itu, dan dia merequest lagu romantis berjudul"Beautiful in White" milik Shane filan.
"*A**pa kamu yang request lagu itu? "tanya Danest.
"Iya, lihat kamu cantik banget pake baju putih aku jadi kepikiran lagu itu cocok untuk dinner kita malam ini".kata Tsabit*.
"Ada-ada aja ide kamu".Danest berbunga-bunga
Tsabit hanya tersenyum.
Dalam hati Danest, "kenapa aku jadi malu begini? apa aku sudah mulai menyukainya? kok hatiku deg-deg-an gini".๐
"Ayo dimakan, jangan dilihatin aja. entar ga habis makanannya".pinta Tsabit.
"Oo iya,sampai lupa๐๐"Danest sampai salting(salah tingkah).
Mereka menghabiskan makan malam itu dengan romantis.Walau belum ada juga ungkapan kata cinta langsung dari mulut keduanya.
๐***sementara itu..
Disebuah Club Malam***.
Sonya terlihat sedang menelpon seseorang yang janjian dengannya diclub itu.
Tak lama kemudian cowok yang ditunggunya datang,ternyata si Micko yang ditunggunya dari tadi.
Mereka tos๐ค๐.
"Hy bro".Sapa Sonya
"Long time no see".jawab Micko
"Kamu kemana aja sih?kok ga pernah kelihatan".
"Kamu ga tau apa,aku itu sembunyi dari Kenzo".jawab Micko dengan muka kesal.
"Kenzo, kenapa? memangnya apa yang dia lakukan ke kamu? ".Sonya kaget
"Gara-gara ide gila kamu itu,aku dipukuli habis-habisan sama cowok yang mencoba membebaskan Danest dari mobilku malam itu. Ditambah lagi sekarang Kenzo dan anak buahnya selalu menerorku.Bahkan dia sudah memutuskan kerjasama perusahaan ku dengan MN group."jelas Micko.
"Benar-benar menyebalkan si Kenzo.Bahkan demi keponakan tersayangnya itu dia juga memutuskan hubungan kami."cerita Sonya ke Micko yang tak lain adalah sepupunya.
๐คฉBalik lagi ke dua sejoli
Selesai makan malam,Tsabit mengantarkan Danest pulang.Dia ga mau nanti Papinya Danest khawatir.
Walaupun calon mertuanya itu sangat percaya padanya seratus persen.Tetapi bagi Tsabit, selama Danest dan dia belum menikah,Maka Danest belum sepenuhnya menjadi miliknya.
Diperjalanan ada sekumpulan motor yang ugal-ugalan mengikuti mereka dari belakang. Bahkan kini motor-motor itu mengepung mobil mereka,suaranya sangat berisik,memekakkan telinga.
Tsabit yang terkejut karena ada yang mengikuti dan mencoba membahayakan mereka kewalahan menghindari motor-motor tersebut.
Bahkan salah satu dari motor itu sudah melintang menghentikan perjalanan mereka.
Ada sepuluh motor yang masing-masing berpenumpang 2 orang. Tsabit menyuruh Danest untuk menelepon polisi, sementara dirinya ingin bersiap-siap untuk keluar dari mobil dan menghadapi para berandal itu.
Danest menarik lengan Tsabit,dia ketakutan dan juga khawatir Tsabit akan kenapa-napa.
"Kamu jangan keluar, kita tunggu polisi datang".kata Danest.
๐Salah satu dari berandalan itu menggebrak kap mobil Tsabit. "Gubrakkkkkk!!!! ".
"Awww!!!",Danest menjerit
"Kamu tenang ya Nest,biar aku hadapi mereka".
"Jangan,kamu jangan keluar,aku takut kamu kenapa-napa".Danest mencoba menghentikan Tsabit yang akan membuka pintu mobilnya.
"Turun lo sini, hadapi kita!!Atau elo serahin aja cewek lo secara sukarela agar elo bisa bebas".bentak ketua bandit itu.
Mendengar itu, Tsabit nekad membuka pintu dan keluar dari mobilnya.
"Kamu tunggu disini Nest,"katanya.
Danest hanya bisa menjerit histeris karena menyaksikan Tsabit yang berjibaku melawan dua puluh orang sekaligus.
Namun disaat Tsabit sedang sibuk meladeni brandal-brandal itu,bos dari para berandal itu berhasil menculik Danest dari dalam mobil. Danest yang menjerit meronta-ronta dan dibawa oleh dua orang dengan mobil yang sudah disiapkan oleh para begundal itu.
Tsabit yang tak bisa menghentikan mobil itu segera mencoba mencapai mobilnya .Akhirnya dengan wajah yang lumayan lebam kena pukulan dia masih sanggup lolos dan menerobos hadangan dari anak buah berandal-berandal itu.
"Siapa mereka?, "gumamnya.
Dia mencoba membuntuti mobil itu,hingga sampailah disebuah gudang tua dipinggiran kota.
Tsabit menghentikan mobilnya agak jauh jaraknya dari mobil penculik itu.Jas nya yang sudah kusut ia tanggalkan.Kini tersisa kaos saja.
Dia mengendap-endap,dan menyalakan ponselnya.Mengshare lokasinya dengan salah satu rekannya,lebih tepatnya itu anak buah dari perusahaan Papanya.
Papanya memang mempunyai banyak bodyguard,sama seperti Papinya Danest. Hanya saja,para bodyguard keluarga Danest sekarang ada dibawah komando Kenzo.
Dia minta segera dikirimkan bantuan.Tak lama kemudian para begundal yang tadi menghadangnya dijalan sudah kembali kemarkasnya itu.Bantuan belum juga datang.
Tsabit, menghubungi lagi polisi,dan anak buahnya.Dia sangat menghawatirkan Danest,dia memutuskan untuk menyusup kedalaman gudang tua itu.Baru saja ia hendak berdiri,punggungnya ditepuk seseorang.Tsabit kaget,,
"Vito! oh syukurlah."Tsabit lega karena anak buahnya sudah datang.
"Ada berapa orang didalam tuan?".tanya Vito.
"Kira-kira 20 sampai 30 orangan".jawab Tsabit.
"Ini pakaian tuan muda,sudah saya siapkan".Vito memberikan paper bag..
"Terimakasih,jangan kasih tau Papa dulu soal ini."pinta Tsabit.
"Baik Tuan muda".vito mengerti Tuan mudanya itu tak ingin membuat bos besarnya khawatir.
Setelah mengganti jas nya,Tsabit mengambil pistol di dasboard mobilnya.
Beberapa anak buahnya sudah melumpuhkan berandal yang berjaga dibagikan luar gudang itu.Membukakan jalan untuk Tuan mudanya.
Tsabit setelah berganti pakaian diikuti Vito dibelakangnya. ๐๐
Setelah para anak buahnya berhasil melumpuhkan begundal-begundal itu,Tsabit diikuti Vito memasuki gudang dengan leluasa.
Dia tidak mau mengotori tangannya dengan membunuh atau menembak orang.Namun kalau kepepet pasti akan dia lakukan.
Meskipun dia seorang Dokter,tapi dia sudah lulus lisensi kepemilikan senjata api untuk berjaga-jaga.
***Bersambung....
Makin seru kaaaannnn ?!
sekian dulu untuk hari ini. thor mau cari visual-visual yg cocok dulu untuk jalan cerita besok.Walau harus ngubek2 IG nya dua idola thor tersayang๐๐๐***