Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Entah Berapa Lama??


Danest yang memang sudah menunggu Tsabit sejak tadi sore sekarang sedang tertidur disofa kamarnya,dia kecapean sehabis memeriksa pekerjaan lewat emailnya.


Tsabit yang baru tiba dan memasuki kamar itu dikejutkan dengan pemandangan yang menurutnya sangat indah.Dia pun menghampiri Danest yang sedang tertidur disofa.


"Apa kamu sedang menunggu aku pulang sayang?".kata Tsabit lirih.


Ingin sekali dia membangunkan istrinya itu,tapi melihat tidur Danest yang begitu pulas,niatnya itu dibatalkannya.Dia khawatir nanti Danest malah terbangun,Diambilkannya selimut dan diselimutinya.



Setelah itu Tsabit pun pergi kamar mandi untuk membersihkan diri.Sedangkan Danest yang tertidur disofa mendadak terbangun dari tidurnya.


"Apa dia sudah pulang?".Tanya Danest lirih ketika melihat selimut yang menutupi tubuhnya.


Danest pun bangkit dari sofa dan hendak memeriksa kekamar mandi.Saat dia sudah memasuki walk in clossetnya,dia tak sengaja melihat pemandangan yang sangat indah,seorang pria tampan dengan gagahnya hanya mengenakan celana saja dan tubuh yang masih terdapat butiran-butiran air yang masih menetes dari rambutnya.Aroma maskulin menyerebak dari tubuh pria itu,wangi sekali.Membuat Danest terpaku,dan mematung sejenak.



Mata mereka kembali bertemu,seolah-olah saling bicara.


Danest menurunkan sedikit pandangannya kebawah,Dada bidang dan perut berotot(sixpact) itu sukses membuat Danest menelan saliva nya.


Tsabit menyadari akan hal itu,dan dia pun segera mengenakan kaosnya.


"Kenapa kamu terbangun,pasti suara shower yang membuatmu terbangun.Maaf ya".Tsabit menyadari kalau dia lah yang membuat Danest terbangun.


"Sebenarnya aku terbangun karena mau sholat isya'".Danest berkilah.


"Ooo,barengan aja ya.Ambilah wudhlu dulu".jawab Tsabit.


"Oke,aku ga lama kok".Kata Danest seraya berlalu kedalam kamar mandi untuk berwudhlu.


Keduanya sholat bersama untuk yang kedua kalinya,lagi-lagi Danest dibuat kagum dengan suaminya itu.Danest merasa semenjak ia mengenal Tsabit dia menjadi lebih religius๐Ÿ˜Š.


Setelah selesai,Danest masih larut dalam do'anya kepada sang khalik.


"Kamu minta apa sama Allah?"."Tsabit bertanya ke Danest yang sedang membereskan mukenahnya.


"Aku hanya bersyukur dan berterimakasih kepada Allah,atas segala nikmat yang telah ia berikan kepadaku selama ini."jawab Danest dengan senyuman yang tak dapat diartikan.


"Aku berterimakasih karena Dia sudah mengirimmu untukku."bathin Danest.


"Kamu mau makan malam?,nanti aku siapain".tawar Danest.


"Ga usah Nest,tadi aku udah makan malam sama Vito diluar.Maaf tadi aku ga ngabarin kamu dulu".jawab Tsabit .


"Oooh,ya udah.Kalau gitu aku bikinin teh hijau aja, mau?".tanya Danest lagi.


Danest pun berlalu kedapur dan menyiapkan teh hijau untuk Tsabit.Tak lupa dibawakannya beberapa cemilan dan juga buah ,kalau-kalau saja nanti suaminya itu merasa pengen ngemil



Keduanya pun menikmati teh hijau sambil nonton tv dikamar mereka.


"Kalau kamu capek,istirahat saja duluan.aku masih harus memeriksa file untuk mengajar besok".Tsabit mempersilahkan Danest untuk tidur duluan.


"Baiklah,aku mau ganti baju dulu.Jangan begadang ya nanti kamu bisa sakit".jawab istrinya itu.


Danest pun mengganti pakaiannya dengan baju tidur jenis kimono berbahan sutra berwarna putih tulang,sehingga membuatnya terlihat sangat cantik dan menarik.


"Kalau melihat dia seperti ini setiap hari,entah berapa lama aku bisa menahan gejolak didada ini?".gumam Tsabit ketika melihatnya.


"Apa kamu bilang sesuatu barusan?".tiba-tiba Danest bertanya.Sekilas tadi dia serasa mendengar apa yang dikatakan oleh Tsabit.


"Ah,aku dari tadi ga bilang apa-apa".jawab Tsabit,sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Apa tadi dia bisa mendengar gumaman ku?".bathin Tsabit.


Danest pun akhirnya tertidur,sementara suaminya itu masih harus menyelesaikan pekerjaannya.


Walaupun dia terlahir dari keluarga kaya raya tapi dokter Tsabit tak pernah ingin menggunakan fasilitas yang diberikan papanya.Sebisa mungkin ia memperoleh apa yang ia inginkan dari hasil kerja kerasnya sendiri.Terlebih lagi dia adalah anak laki-laki pertama dan satu-satunya dikeluarganya,walaupun papanya sudah memberikan titah bahwa tampuk perusahaan papanya itu akan dilanjutkan oleh dokter Tsabit.


Cita-citanya dari kecil memang ingin menjadi dokter,dia sangat tersentuh ketika melihat orang-orang yang kekurangan tidak bisa berobat kerumah sakit karena terkendala biaya.Oleh sebab itu dia ingin membangun pusat pelayanan kesehatan untuk kalangan menengah kebawah yang butuh bantuan.


Sekarang pembangunan rumah sakit impiannya itu sudah hampir 90%.Tak lama lagi semuanya akan rampung dan bisa beroperasi sesuai keinginannya.


Danest sama sekali belum tahu soal ini,Tsabit sengaja belum.memberitahunya,dia ingin sekali memberikan surprise kepada istrinya itu jika semuanya sudah rampung nantinya.


Sementara itu,dikediaman Jackson Prakoso


Sonya yang prustasinya semakin menjadi karena peristiwa yang ia alami belum lama ini membuatnya menjadi seperti orang setres.Sudah dua hari dia mengurung diri dikamarnya,mamanya pun sudah membujuknya untuk keluar kamar.Tapi Sonya tetap saja tidak mau.


"Ada apa dengan anak itu ma?".Tanya tuan Jackson.


"Mama juga ga tahu pa,sejak dua hari kemaren dia selalu mengurung diri dikamar.Biasanya kalau dia seperti ini pasti ada masalah pa,coba papa selidiki dari mana saja dia dua malam yang lalu karena pulang-pulang dia jadi seperti ini."pinta mamanya Sonya.


"Nanti papa akan suruh anak buah papa untuk menyelidikinya".kata tuan Jackson.


Tuan Jackson pun memanggil salah satu anak buahnya untuk segera menyelidiki perihal Sonya yang ga mau keluar kamar ini.


๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜Bersambung say.......๐Ÿ˜˜