Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Tertangkapnya Kenzo


Tsabit dan Danest masih terjebak di restoran,pihak manajemen restoran melarang mereka untuk keluar karena keadaan diluar masih berbahaya.


Tsabit melepas jasnya dan dipakainya untuk menutupi punggung Danest yang terbuka.Tentu saja dia tidak rela kalau banyak mata yang melihat kulit mulus istrinya.


"Terimakasih sayang."kata Danest😊.


"Iya sayang,salah ku juga menbawa kamu kemari.Entah kenapa kalau kita habis makan malam berdua diluar kayak gini selalu ada saja yang menyerang kita.Kamu ingat kan waktu terakhir kali kita makan malam diluar,waktu itu kamu bahkan sampai diculik."Tsabit jadi merasa bersalah.


"Yang penting kita berdua selamat, sekarang kita sudah aman."Danest mengelus lengan suaminya agar Tsabit lebih tenang.


"Maaf Tuan atas ketidak nyamanannya,pihak kami sudah menghubungi polisi dan salah satu dari penyerang itu sudah berhasil ditangkap.Dari keterangan yang didapat polisi,pria itu bilang bahwa dia disuruh oleh seseorang bernama Kenzo untuk mencelakai anda Tuan."kata manager restoran.


"Apa???!."Danest terkaget-kaget,dia masih tak percaya dengan apa yang telah didengarnya barusan.


"Ga mungkin pamanku setega itu."Danest masih menyangkal.


"Sayang,kamu tenang dulu ya."Tsabit gantian menenangkan Danest.


"Ini ga mungkin,bagaimana mungkin Om Kenzo bisa setega itu padaku."Ucap Danest lirih,sekarang air matanya pun mengalir bak hujan.


"Sabar ya sayang,tenang.Om Kenzo ga bakal menyakiti kamu sayang.Dia hanya ingin menyakiti aku,dan aku tak semudah itu bisa terluka.percaya deh."kata Tsabit.


"Maafkan Om Kenzo ya,semua ini karena kamu menikahiku , sekarang kamu jadi terlibat masalah seperti ini."Danest balik merasa bersalah.


"Jangan bilang begitu sayang,apapun masalahnya kita akan melaluinya berdua😁."Tsabit menggenggam tangan istrinya dan membawa tubuh istrinya itu dalam pelukannya.


Keduanya saling menguatkan satu sama lain.Sampai akhirnya Vito masuk kedalam restoran itu bersama para polisi.


"Vito,kamu kok bisa ada disini?."tanya Tsabit kaget,karena dia tidak merasa menghubungi Vito tadi.


"Tuan besar yang mengirim saya dan yang lainnya kemari,tadi Tuan mendapat kabar dari Ayahnya Nona muda."Jelas Vito.


"Dari Papi?."Danest jadi bingung,dari mana Papinya bisa tahu kalau mereka diserang.


"Benar Nona,ayah anda juga mendapatkan kabar penyerangan itu dari anak buah kepercayaannya yang ada dalam tim bodyguard keluarga anda."Vito kembali menjelaskan.


Polisi sedang meminta keterangan tentang kronologi kejadian pada Tsabit,Danest,dan juga pihak restoran.Setelah semua keterangan dan bukti juga saksi sudah ditangan polisi,polisi pun memutuskan untuk menciduk Kenzo.Karena sudah dua kali dia bertindak membahayakan nyawa dokter Tsabit.


Polisi pun mendatangi kediaman Martadinata untuk mencari keberadaan Kenzo sambil mengantar dan mengawal kedua suami istri itu pulang.


Vito dan rombongan juga mengikuti mereka dari belakang.Sudah kayak anak presiden aja dikawal-kawal.😁


Sampailah mereka semua dirumah mewah itu,mobil Kenzo terlihat terparkir di depan Garasi.


"Ayo,segera kepung."Polisi mengajak Vito dan anak buahnya untuk bersiap-siap dimasing-masing pintu dan jendela.


"Jangan biarkan dia lolos."Tsabit memberi perintah.


Kali ini dia sudah tidak mau lagi main-main,apalagi ini bukan hanya menyangkut nyawanya saja,namun nyawa Danest juga dalam bahaya.Bagaimana jika tadi peluru yang membabi buta itu mengenai Danest,pasti dia benar-benar akan menghabisi Kenzo.


Tuan Martadinata masih didalam kamarnya saat polisi memasuki rumah besar itu.Tsabit memang menyuruh Danest untuk sebisa mungkin menahan Papinya agar tidak keluar dari kamar.Ini menyangkut penyakit jantung Papinya yang bisa saja kambuh kalau melihat Kenzo akan ditangkap oleh polisi.


"Kamu sudah pulang nak,dimana suamimu.Apa kalian baik-baik saja?."tanya papi.


"Iya Pi,alhamdulillah.Untung tadi pihak keamanan restoran lumayan kuat sehingga bisa menghalau para penjahat itu."Jawab Danest.


"Kenzo sudah membuat orang-orang kita mendukungnya." Papi sedikit sedihπŸ˜₯.Lalu melanjutkan lagi kata-katanya.


"Iya Pi,mereka datang berbarengan dengan polisi.Sekarang semuanya sudah diurus oleh pihak berwajib."Danest sebisa mungkin menutupi rencana penangkapan Kenzo dari Papinya.


"Baguslah,semoga Kenzo yang tidak tau diri itu segera tertangkap."Kata Papi geram.


Mendengar itu Danest jadi tidak menyangka bahwa Papinya juga ingin Kenzo mendekam didalam penjara.


"Apa Papi tidak keberatan kalau Om Kenzo ditangkap?."tanya Danest.


"Tentu saja,papi juga sudah menelepon polisi agar segera menangkapnya.Sudah terlalu lama kita membiarkan dia tersesat,sebagai kakaknya papi ingin memberinya pelajaran hidup untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya."Jawab Papi tegas.


"Sebenarnya,polisi sekarang sudah ada dirumah ini Pi,mereka sedang mencari Om Kenzo.Apa Om Ken ada dirumah sekarang Pi?."tanya Danest.


"Tadi dia pulang terburu-buru,ga tau apa dia masih dikamarnya atau tidak."Papi juga tak melihat dimana adik nya itu.


"Baiklah kalau begitu,sebaiknya Papi istirahat saja,Danest hanya memikirkan nama baik perusahaan kita Pi.Jika Om Ken tertangkap dan dipenjara,pasti beritanya akan mempengaruhi elektabilitas perusahaan Pi.Bagaimana ini Pi?."tanya Danest bingung.


"Kita serahkan saja sama yang diatas nak,Papi yakin jika suatu lobang berulat dipotong dari sebuah apel,maka bagian apel yang lainnya pasti masih bisa dimakan.Kamu ga usah takut,kita memang harus mengambil resiko ini agar tidak terjadi hal buruk lagi dimasa depan."kata Tuan Martadinata.Papi ternyata lebih kuat dari apa yang dikira Danest.


Danest sangat bersyukur karena Papinya masih bisa bertahan.


Kenzo yang tidak mengetahui bahwa dia akan ditangkap berbaring santai saja dikamarnya sambil menghayalkan dr.Tsabit tertembak dan Danest menjadi janda.Dia berbaring dikamarnya dengan tenang sambil senyum-senyum sendiri.


Para staf rumah tangga keluarga itu jadi ketakutan karena melihat banyak polisi dan juga para bodyguard keluarga Atmaja.Mereka bertanya-tanya siapa gerangan yang dicari polisi.


Tsabit membimbing polisi untuk mendatangi kamar pribadi Kenzo.Pintu pun diketuk oleh dr.Tsabit,dan polisi sudah siaga dibelakangnya.


Tok...tok...tokk!!


"Siapa,masuk aja ga dikunci."jawab yang punya kamar.


Tsabit pun membuka pintu itu,dan mempersilahkan polisi untuk masuk kedalam.Betapa terkejutnya Kenzo ketika tahu polisi akan menciduknya sampai dia melompat dari tempat tidur dan terjatuh kelantai.


"Jangan bergerak!!."polisi menodongkan senjata kearah Kenzo.


Kenzo pun mengangkat kedua tangannya keatas sambil bicara.


"Ada apa ini,kenapa banyak polisi?."Kenzo berlagak pilon.


"Saudara Kenzo,anda harus ikut kami kekantor polisi,berdasarkan bukti dan saksi-saksi anda sudah terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap suami dari keponakan anda sendiri."jelas pak polisi.


"Anda pasti salah orang."Kenzo masih berusaha berkelit.


"Ini surat penangkapan anda."Pak polisi menyerahkan surat penangkapan yang dibawanya.


"Tidak mungkin,ini pasti ulah kamu kan Dokter amatiran!!."Kenzo tak dapat menguasai emosinya dan ingin meninju Tsabit.


Tetapi polisi dengan sigap memborgol kedua tangannya kebelakang.Kenzo pun digelandang ke kantor polisi,disaksikan oleh Tuan Martadinata dan semua staf rumah tangga yang ada disana beserta keponakan yang sangat ia cintai sampai membabi buta,siapa lagi kalau bukan Danest.


Tsabit meminta kepada polisi agar penanganan kasus ini dilakukan secara tertutup dan dihindarkan dari awak media agar tidak mencoreng nama baik perusahaan.


Sekarang Tsabit bisa bernafas lega dan tenang karena salah satu orang yang menginginkan perpisahannya dengan Danest kini telah di bui.


😍😍😍😍😍😍


Bersambung...😘😘