Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Pulangnya Papi


😍Dirumah sakit***


Kenzo yang tidak bisa bertemu dengan


Dokter Tsabit karena dokter itu sedang sibuk mengobati pasiennya yang antre ,memutuskan untuk langsung kebagian administrasi.


Setelah menyelesaikan semua pembayaran atas nama Kakak tiri nya itu,Kenzo segera menuju kekamar Tuan Martadinata.


"Bang,ayo kita segera pulang kerumah".ujar Kenzo.


Tuan Martadinata hanya menatapnya dengan tatapan dingin.Dia sangat ingin memarahi adik tiri nya itu karena sudah berani mencintai keponakannya sendiri.


Namun ditahannya,dia ga mau kalau dia emosi,nanti dia bisa-bisa tidak jadi pulang kerumah.


"Bantu aku turun dan duduk dikursi roda."pinta Tuan Martadinata.


"Mari kubantu ".jawab Kenzo sembari memegang lengan kakaknya itu.


Usia mereka memang sangat jauh berbeda bagaikan Ayah dengan anaknya.


Saat Kenzo akan membantu Kakaknya itulah anak buah Sonya mengambil gambar mereka dan mengirimnya ke Sonya.


Tapi tentu saja Kenzo tidak tahu akan hal itu.


Perjalanan dari rumah Sakit kerumah memakan waktu setengah jam dikarenakan macat. Biasanya 15 menit.


Setibanya dirumah, Danest membawa Papinya yang menggunakan kursi roda kedalam kamar.


"Wah,kamar Papi indah sekali.Apa semua ini kamu yang menyiapkannya? "Tanya Tuan Martadinata.


"Tentu dong Pi,ini semua buat menyambut kepulangan Papi ".jawab Danest dengan bahagia.


"Terimakasih sayang, kamu memang putri terbaik yang Papi miliki".kata Papinya lagi.


"Jelas dong Pi, memangnya Papi punya putri yang lain lagi selain aku? "seloroh Danest.


"Ya kan cuma kamu putri Papi satu -satunya".


Danest berlaga cute.Papinya pun mencubit hidung Danest.


**hening***


"Papi mikirin apa? kok bengong? ".tanya Danest ke Papinya yang diam sambil menatap dalam wajah putrinya.


"Nest, Papi ingin melihat kamu segera menikah".


"Kok Papi tiba-tiba ngomong gitu? ".tanya Danest.


"Papi ga tahu umur Papi akan berapa lama lagi sayang, jadi sebelum Papi tiada,Papi ingin sekali kamu udah ada yang jagain."jelas Tuan Martadinata kepada putrinya itu.


"Papi,pasti Papi akan berumur panjang.Danest yakin sekali, apalagi Papi kan udah pulang dari rumah sakit. keadaan Papi juga semakin membaik.Papi ga boleh ngomong kayak gitu lagi ya".bujuk Danest.


"Tapi Nest,anggap aja ini permintaan terakhir Papimu ini.Papi ingin sekali kamu menikah dengan orang pilihan Papi. "suara Papi tertahan.Papi nya ingin melihat reaksi Danest.


"Tapi Pi,Danest kan sangat sibuk,urusan kantor dan skripsi Danest aja dah bikin ribet. Belum lagi... "kata-kata Danest terputus. Dia takut papi nya khawatir dan drop lagi.


"Masalah gosip itu, justru itu...Jika kamu menikah,maka gosip antara kamu dan Kenzo akan menguap dengan sendirinya ".jelas Papi


"Tapi pi,siapa orang yang Papi maksud?"tanya Danest penasaran.


"Nanti kamu juga akan tahu,Papi tinggal meyakinkannya.Kamu pasti ga kan kecewa".Jawab Papi sambil tersenyum.


"Papi bikin penasaran aja"Danest manyun.


Tuan Martadinata hanya tersenyum sambil manggut-manggut.


😷Kediaman Tuan Leo


"Apa putramu sudah pulang Ma?"


"Belum Pa, paling masih dijalan."jawab Nyonya Anita sembari menyiapkan makan malam dimeja makan dibantu pelayannya.


Ga lama kemudian


"Assalamualaikum... "terdengar ada yang ngucapin salam.


"Wa'alaikum salam,tuh Pa anakmu pulang ". kata Nyonya Anita.


Dokter Tsabit menyalami tangan kedua orang tuanya.


"Mandi dulu gih,abis itu kita makan malam bersama ."pinta Nyonya Anita pada putranya itu.


"Iya Ma,Mama sama Papa duluan aja ya.Entar aku nyusul".jawab Tsabit.


Lalu ia bergegas kekamarnya dan membersihkan diri.


"Hari yang melelahkan ."gumamnya


😉diruang makan


"Ayo sayang makanlah".Mama Anita nyiapin sepiring nasi untuk Anaknya


"Tsania mana Ma,kok aku ga lihat dia? ",tanya Tsabit ke Mamanya.


"Adikmu itu kan sedang ikut kegiatan MAPALA".


"Kenapa dikasih ijin sih Ma,dia kan cewek. Bahaya loh kalo jauh dari pengawasan."ucap Tsabit khawatir akan adik perempuannya itu.


"Papa kok yang kasih Izin,lagian Papa percaya kalo anak perempuan Papa bisa jaga diri." jawab Papanya.


"Ya deh,terserah Papa".Tsabit pasrah.


"Ngomong-ngomong soal terserah,Papa pengin kamu jawab terserah papa juga untuk permintaan Papa yang satu ini. "Tuan Leo mulai menjalankan rencananya.


"Permintaan apa Pa?".tanya Tsabit penasaran.


"Entar aja,habis makan baru kita obrolin".jawab tuan Leo,membuat Tsabit jadi ingin cepat menghabiskan makanan nya.


**diruang tv keluarga Atmaja**


"Permintaan apa sih Pa?bikin penasaran aja? ".tanya Tsabit.


"Papa ingin kamu segera menikah".


"Apa Pa, menikah?" ujar Mama dan Tsabit barengan.


"Kompak banget sih kalian.Papa sampai kaget."


"Menikah bagaimana??, pacar aja ga punya".jawab Tsabit lirih.


"Kamu ga usah bohongi Papa, itu yang diberita,pacar kamu kan?Papa udah ketemu loh sama dia.Anaknya cantik, pinter, CEO lagi. kurang apa coba. "jelas Papa.


"Maksud Papa?Danest? ".tanya Tsabit bingung.


"Iya, Danest putri nya Martadinata itu."


"Tapi Pa,Tsabit belum begitu mengenalnya.Belum tentu juga dia mau sama aku Pa".kata Tsabit lagi.


"Udah Pa,biarin anakmu menentukan pilihannya sendiri Pa".kata Mama Anita.


"Papa yakin kalau kamu suka kan sama gadis itu,buktinya kalian sering jalan bersama. "


"Itu kan hanya kebetulan saja Pa".jawab Tsabit mencoba menjelaskan.


"Coba deh, kamu deketin aja dulu."bujuk Tuan Leo


"Aku pikir-pikir dulu ya Pa".jawab Tsabit.


Tapi dihatinya dia merasa puas karena lampu hijau ada dikedua belah pihak.Orang tua nya dan Papinya Danest sama-sama ingin mereka bersatu.


"Sebenarnya Tsabit belum mau nikah Pa,Rumah sakit yang Tsabit bangun dipinggirkan kota itu belum selesai."


"Itu kan gampang,nanti Papa akan bantu mendanainya.Lagipula dengan kamu dan Danest menikah,elektabilitas perusahaan Papa akan meningkat begitu juga dengan perusahaan Danest.Nama baiknya akan pulih ".jelas Papanya lagi.


Tsabit jadi teringat perkataan Tuan Martadinata dirumah sakit waktu itu.Dia berpikir keras,dan mengingat moment-moment pertemuannya dengan Danest sambil bersandar dikepala tempat tidurnya.


"Gadis itu. "ucap bibirnya sambil kemudian tersenyum.


tak dapat dipungkiri nya kalau tawaran ini sangat menyenangkan. Apalagi dia memang sudah merasa tertarik pada gadis itu saat pertama kali mereka bertemu.Besar harapannya gadis itu mempunyai perasaan yang sama.


**bersambung**