Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Resepsi Mewah


Sore itu setelah acara akad nikah selesai,Semua orang berangkat menuju ballroom Atmajaya Hotel.Dirumah hanya tersisa dr.Tsabit,Danest,dan Mita sahabatnya.Sedangkan Papinya dan Kenzo sudah berangkat duluan.


Tadinya Kenzo ingin berangkat bareng Danest,tapi Tuan Martadinata memintanya untuk berangkat bersamanya.Jadi mau tak mau Kenzo harus ikut dengan kakaknya itu.


Kenzo juga tidak mau jika kakak tirinya itu jadi mencurigainya atas insiden yang menimpa Tsabit tadi siang menjelang akad nikah.


Danest yang masih dikamarnya meminta Mita untuk membantunya melepas kebaya yang dipakainya untuk akad,Sementara dr.Tsabit masih dibawah dan baru akan menaiki tangga.


"Apa aku langsung kekamarnya saja?".gumam Tsabit bingung.


Diketuknya pintu kamar Danest


*Tok... tok...tok...


"Siapa?"tanya Mita


"Ini saya,Tsabit".kata dr.Tsabit


Mita tanpa dibolehkan oleh Danest langsung membuka pintu.


"Eh..Dokter,Danestnya lagi dikamar mandi.Kalau begitu saya keluar dulu ya.Saya juga mau siap-siap,sebentar lagi dr.Barry akan menjemput saya untuk berangkat bareng ke tempat resepsi."Mita pun pamit.


Tak lama kemudian,pintu kamar itu diketuk kembali.Tsabit membukanya,ternyata para penata rias yang datang untuk mendandani mereka.


"Silahkan masuk mbak,istri saya sedang dikamar mandi.Silahkan duduk"ujar Tsabit.


"Terimakasih mas Dokter. "jawab MUA yang terdiri dari dua orang itu.


Danest yang keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono mandinya terkejut ketika melihat dr.Tsabit sudah ada dikamarnya.


"Kamu disini?".tanyanya.


"Iya,kalau tidak disini aku mau kemana lagi?kita kan harus berangkat bareng kesananya".jawab Tsabit sambil senyum-senyum,karena malu juga sama dua orang MUA yang ada dikamar itu.


"Kalau kamu mau mandi dulu mandi aja,kamar mandi ada didalam sana,setelah walk-in closset."jelas Danest kesuaminya itu.


"Tadi baju-baju kamu sudah ditata oleh bik Sari dibagian sebelah kiri,yang kanan punya aku".jelas Danest lagi.


"Baiklah,kalau begitu aku mandi dulu".Tsabit pun berlalu kekamar mandi.


Ruangan walk in closset milik Danest ini sangat luas,sudah seperti sebuah toko pakaian di Mall,berjejer lemari kaca tinggi-tinggi.Tersimpan banyak gaun,tas-tas mewah,dan beragam Aksesoris yang tentu saja dengan merek ternama,Harmes,Gucci,Prada,LV dan lainnya berderet layaknya dipajang di Mall.


Dibagian kamar mandi didekat wastafel berjejer lemari yang isinya macam-macam parfum berbagai merek.


Sungguh ruangan yang sangat memanjakan mata bagi kaum hawa.


Tsabit hanya geleng-geleng kepala melihatnya,dia baru tahu satu hal lagi mengenai kebiasaan istrinya itu yang gemar mengoleksi barang-barang mewah.😁


Tsabit tak mau buang-buang waktu,dia pun segera mengambil handuk dilemari bagiannya dan langsung menuju kamar mandi yang dilengkapi bathtub yang besar dan juga shower.Tentu saja dia memilih shower agar cepat kelar mandinya.


Setelah dia selesai mandi,dia pun langsung menggunakan jas yang sudah disiapkan untuk resepsi.Ditatapnya wajahnya dicermin,sambil menyisir rambutnya.


"sepertinya cukup".bathinnya.


Lalu Tsabit pun keluar dari walk in closet itu,dan terlihat Danest yang sudah dirias dan mengenakan gaun pengantin berwarna putih tulang.Tampak cantik dan mempesona,Tsabit pun terpaku menatap kecantikan istrinya itu.Senyum pun tersimpul disudut bibirnya.


Danest jadi salah tingkah ketika mendapati kedua netra lelaki itu menatapnya.Dia mengalihkan pembicaraan dengan mengajak MUA itu bicara.


"Mbak bisa rias pengantin prianya,saya tunggu disofa".kata Danest sambil berjalan menuju sofa.


Sesekali dia melirik kearah Tsabit yang sedang didandani natural look.


"Duh,kenapa aku jadi deg-degan terus sih kalau melihat dia".Danest memegangi dada kirinya yang berdegup kencang.


"Mas,,udah selesai".kata mbak itu agak keras.Barulah ia dengar dan sadar.


"Kalau begitu kami permisi dulu ya mas,mbak".kata keduanya lalu pergi.


Tsabit pun berdiri dan menelepon Vito untuk menyiapkan mobil,karena mereka mau berangkat ke Atmajaya Hotel.


Vito bilang sudah siap dari tadi dibawah.Lalu keduanya pun turun kebawah.Danest yang kesulitan dengan gaunnya yang menyapu lantai tak mau dibantu oleh suaminya itu.


"Kamu kenapa sih,biar aku bantu".kata Tsabit langsung menggendong Danest turun dari tangga sampai kemobil.


Vito dan para bodyguardnya hanya menunduk sambil senyum-senyum melihat hal itu.😁😁


Mereka pun akhirnya tiba ditempat resepsi,tamu-tamu yang sedari sore tadi sudah memenuhi ballroom hotel itu bersorak bertepuk tangan tatkala kedua mempelai memasuki ruangan pesta.


(kedua mempelai memasuki ruangan resepsi)😍


Mereka berjalan bergandengan menuju pentas dibagian depan.Para tamu yang hadir tak lupa mengabadikan moment itu,keduanya tampak sangat serasi.


"Wow,,cocok sekali ya mereka".kata para tamu yang hadir.


Setelah sampai dipelaminan,tamu-tamu diharap duduk kembali dan MC pun memimpin jalannya acara.


Pertama-tama mereka diminta untuk menceritakan awal mula meraka bertemu,kapan mereka mulai jatuh cinta,dan siapa yang mengungkapkan cinta terlebih dahulu.


Karena Danest ga tau harus jawab apa,maka dia menyerahkan mikroponnya kepada dokter Tsabit.Keduanya saling tatap dan kode-kodean.Ga tau harus jawab apa.


"Eee....kami pertama bertemu di daerah pinggiran kota,saat saya sedang meninjau proyek saya disana".jawab Tsabit sambil melirik kearah Danest.


"Iya,waktu itu dia menyelamatkan saya dari orang jahat".kata Danest merebut mikropon milik MC.πŸ˜‚πŸ˜‚


"jadi siapa yang jatuh cinta duluan?".tanya MC lagi.


"Eee...saya yang jatuh cinta duluan,bisa dibilang Love at the first sight".kata dr.Tsabit.


Mendengar itu Danest jadi terkejut dan tak menyangka kalau ternyata dr.Tsabit sudah jatuh cinta kepadanya sejak pertama kali bertemu.Sebenarnya dia juga jatuh cinta saat itu,tapi dia belum mengerti apa perasaan yang ia miliki itu bisa dinamakan CINTA.


"Apa yang dia ucapkan tadi itu benar?"tanya hatinya.


Tepuk tangan hadirin pun riuh meminta mereka berciuman.


"Cium....cium...cium"sorak para hadirin.


Tsabit dan Danest saling tatap,mereka terlihat gugup.Perlahan Tsabit mendekatkan wajahnya kearah Danest dan mata mereka beradu,Danest ingin memundurkan kepalanya namun dengan cepat ditahan oleh Tsabit dan "cup"bibir mereka bertemu.Kissing itu lumayan lama,entah karena mereka terhanyut atau karena cinta keduanya.


Sorak ria pun semakin ramai disertai tepuk tangan dan mereka akhirnya menghentikan ciuman mereka setelah nafasnya terengah-engah.Pipi Danest merona merah,perasaan malu karena baru pertama kali merasakan ciuman dibibirnya oleh suaminya itu.Sungguh membuatnya semakin merona malu karena dilakukan dihadapan banyak orang.


Tuan Martadinata melihat kesungguhan dimata Dokter Tsabit,ia pun tersenyum bahagia melihat putrinya bahagia.


Begitu juga dengan Tuan Leo dan istrinya,keduanya sangat yakin bahwa pasangan ini akan menjadi soulmate yang sejati.



UhuyyyyyπŸ˜…cekrekπŸ“ΈπŸ“Ή


😍😍😍😍😍😍😍😍


Jadi pengen segera ketemu ama misua🀨🀨😘


Bersambung say....