Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Hari Pertama Sebagai Suami Istri


Tsabit yang terbangun lebih dahulu daripada Danest meliuk-liukkan badannya ditempat tidur.Dia setengah kaget karena baru sadar dia berada dikamar yang sedikit asing baginya.


"Oh iya,ini kan kamarnya Danest.Kami sudah menikah".pikirnya.


"Lalu dimana dia?".


Tsabit mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.Dilihatnya istrinya itu tertidur disofa yang tak begitu nyaman untuk ditiduri karena ukurannya yang pendek.Membuat Danest harus meringkukkan tubuhnya.


Tsabit bangkit dari tidurnya,dan menyadari sepatunya sudah ada dilantai.


"Apakah Danest yang melepaskannya?aku benar-benar sudah keterlaluan☺".Gumam Tsabit.


Lalu dia menghampiri istrinya itu,dilihatnya Danest masih terlelap,dia tidak tega untuk membangunkannya.Kemudian dia mencoba menggendong tubuh Istrinya itu dan memindahkannya ketempat tidur.


Namun saat akan ditaruh,Danest terbangun dan kaget sampai dia terjatuh ketempat tidur karena gerakkan refleks nya itu.


"Aduh,kamu ngapain??".kata Danest kaget.


"Kamu ga papa Nest?".tanya Tsabit khawatir.


"Ga papa,aku ga apa-apa."jawab Danest gugup.


Hari pertama sebagai seorang istri membuatnya merasa canggung,begitu juga dengan Tsabit.


"Apa kamu butuh sesuatu,kopi atau teh?".tanya Danest gugup.


"Ah nanti saja,aku mau siap-siap kerja dulu".jawab Tsabit.


"Bukannya kamu lagi cuti?".tanya Danest.


"Iya memang,tapi kemaren ada pasien yang baru dioperasi.Jadi aku hanya ingin mengecek keadaannya,setelah itu aku akan kerumah Mama untuk mengambil beberapa keperluanku".jawab Tsabit lagi.


"Ooo,kalau begitu kamu bersiaplah,aku kebawah dulu".kata Danest malu-malu.😁


Tsabit hanya membalasnya dengan senyuman.😊😊


😍😍😍😍


Danest berlalu turun dan langsung menuju kedapur,disana sudah ada Bik Sari dan juga Tante Salma yang sibuk memasak sarapan pagi.


"Pagi Tante,pagi Bik".sapa Danest pada keduanya.


"Pagi non".jawab bik Sari.


"Pagi juga sayang,jawab Tante Salma,sambil memperhatikan rambut Danest yang masih terlihat kering dan juga masih memakai baju tidur.


"Kelihatannya semalam berlalu begitu saja".singgung tante Salma.


"Ih tante,Danest ngerti loh maksudnya😁".Danest jadi malu.


"Kamu mau bikin apa?".tanya tante Salma.


"Aku mau buatin teh hijau buat Tsabit Tan,Kali aja dia suka".jawab Danest.


"Bagus tuh lebih sehat daripada minum kopi".jawab tante Salma.


"Tante lagi masak apa?baunya enak sekali".tanya Danest.


"Ah ini,tante lagi masak bubur kacang hijau dengan daun pandan.Makanya wanginya kemana-mana."jawab tante.


"Boleh juga tuh".Danest ikutan mengaduk bubur dipanci.


Sementara itu Tsabit kembali memasuki kamar mandi milik istrinya itu.



Danest kembali dari dapur dengan membawa semangkuk bubur dan juga dua cangkir teh hijau dinampannya.


kemudian ditaruhnya nampan itu dimeja dekat sofa.


"Apa dia sudah berangkat,kok ga pamit?."gumam Danest yang belum juga melihat Tsabit keluar dari walk in Closset.


Danest bermaksud ingin memastikan saja,dia masuk ke Walk in Closset yang langsung terhubung kekamar mandi.



Danest kaget dan canggung ketika dia hampir saja menabrak Tsabit yang tiba -tiba muncul dihadapannya.


Suaminya itu sudah tampan dan wangi,sekarang dia harus mulai membiasakan diri untuk melihat dokter Tsabit dan mencium aroma parfum itu setiap harinya.😁😁


"Ehhh kamu udah siap ternyata,itu sarapannya sudah aku taruh dimeja dekat sofa".tunjuk Danest kikuk.


"Iya,terimakasih ya istriku".jawab Tsabit dengan senyum manisnya.


Membuat Danest serasa ingin terbang mendengar kata-kata itu.pipinya mendadak jadi merah.


Kemudian dia berlalu kedalam kamar mandi.


😍😍


Sedangkan Tsabit yang telah selesai bersiap kini menuju sofa,dilihatnya sarapan yang telah disiapkan oleh Danest.


"Mmm,istri yang baik".Tsabit tersenyum senang,tapi dia tak langsung melahap bubur itu,dia menunggu Danest untuk sarapan bersama.Apalagi dilihatnya kalau Danest hanya membawa satu mangkuk bubur saja.


Danest pun keluar dari Walk in closset dengan pakaian yang sudah rapi.


"Kamu mau berangkat kerja juga hari ini?"tanya Tsabit.


"Iya,banyak dokumen yang harus aku tanda tangani.Aku kan sudah seminggu gmini jarang kekantor."kata Danest lagi.


"Nanti aku antar kamu ya".kata Tsabit lagi.


"Baiklah,kamu sarapanlah dulu,nanti buburnya keburu dingin."jawab Danest mempersilahkan Tsabit untuk makan.


"Sini kita sarapan bareng".Tsabit menepuk jok kursi disebelahnya.


"Kamu duluanlah,aku hanya ingin minum teh.Buburnya buat kamu aja".kata Danest.


"Ini makanlah,ayo makan".Tsabit ingin menyuapi istrinya itu.


Danest pun tak kuasa menolak,dia membuka mulutnya.


"Padahal aku ambilkan ini buat kamu loh,kok aku jadi ikutan makan juga😁".Danest jadi tersanjung dengan perlakuan suaminya.


"Ah ga papa,ini juga buburnya banyak kok".jawab Tsabit sambil kemudian menyendok bubur untuk dirinya sendiri.


"Kamu ternyata bukan hanya cowok baik,tapi suami yang sangat baik".bathin Danest sambil memperhatikan suaminya ituπŸ˜†πŸ˜….


***Bersambung beb......😘


😍😍😍😍😍😍😘😘😘


berhubung malam ini ditempat saya listriknya padam.Jadi baru bisa update lagi.Makasih untuk yang sudi mampir dan meninggalkan jejaknya.πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™***