Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Memori Cinta Di Sungai Han


Hari mulai temaram,dari banyaknya jembatan yang berdiri diatas sungai fenomenal itu,Danest dan suaminya Dokter Tsabit menikmati makan malam dipinggiran sungai sambil menikmati indahnya suasana malam disana.


Tadi mereka menyempatkan diri untuk belanja pakaian dan berganti di ruang ganti mall.



Tsabit mengulas senyum manisnya pada sang istri yang malam Ini tampak seksi dengan balutan dress bermotif hijau dengan leher rendah yang menampakkan belahan dadanya.



Makan malam romantis itu membuat keduanya merasa sangat bahagia, apalagi sudah tidak ada lagi jarak yang membentang diantara mereka.


Honeymoon di Korea kali ini benar-benar berhasil membuat keduanya bersatu, dan bukan tidak mungkin kalau nantinya benih-benih cinta yang mereka bangun akan membuahkan hasil.


Hasil yang ditunggu para orang tua mereka dirumah, di Indonesia tercinta.


Selagi suasana romantis itu berlangsung, Tsabit tak menyia-nyiakan waktu untuk mengabadikan momen mereka dengan kameranya. Hoby fotografinya berguna sekali disaat travelling seperti ini.


Selesai makan malam, mereka mengobrol sambil duduk-duduk dipinggir sungai Han.Mengobrol tentang masa depan, dan rencana untuk memiliki momongan.


"Apa kita jadi ke Thailand sehabis dari sini?. " tanya Danest.


"Iya tentu saja, aku udah janji sama nyai. Kalau aku akan mengajak istriku menemuinya.Tapi kita ke pulau Jeju dulu.Habis itu baru kita akan berangkat keThailand keesokan harinya." jawab Tsabit santai.


"Oke,aku juga sangat ingin bertemu dengan nenek kamu. " jawab Danest lagi.


"Nyaaaaiii, bukan nenek. " 😊Tsabit membenarkan ucapan Danest.


"Kan sama aja, nenek juga kan maksudnya. " Danest memencet hidung suaminya itu.


"Wah, kamu udah mulai berani ya pencet-pencet hidung aku.Aku bakal balas nanti kalau udah balik kehotel." Tsabit mengancam.


"Ga mungkin kan kamu mau menyakiti hidung aku juga?. " Danest berkelit.


"Tentu saja caranya beda,😉." Tsabit main kode-kode.


"Ih, apaan sih. Pakai kode-kode segala. "


"Ga ah, aku ga ngerti. " Danest pura-pura, sambil tersipu malu.


"Ga usah malu,kita kan memang lagi honeymoon.Jadi kita sebisa mungkin harus bisa buatin papi, mama,sama papa cucu secepatnya agar mereka bahagia dan rumah tangga kita akan bertambah ramai." ucap Tsabit dengan santainya.


Danest jadi tersipu mendengarnya, bagaimana dia bisa menyembunyikan wajah merahnya itu.Mendengar Tsabit mengajaknya memproduksi bayi,itu saja sudah membuatnya merona, dan hatinya bahagia.


Terbayang ditangannya, bahwa sebentar lagi dia akan hamil, melahirkan dan memiliki anak sebagai buah cinta mereka berdua.


Tsabit yang melihat Danest melamun, lalu punya keinginan menyadarkannya dengan mengusap pelan pipi kanan istrinya itu dengan jemarinya.


"Sayang, kamu ngelamun apa sih?. " tanya Tsabit bingung.


"Eh, a... aku ga sedang ngelamun kok. " Danest ngeles.


"Kalau begitu,kenapa kamu senyum-senyum sendiri ehm?? 😊. " Tsabit bertanya lagi.


"Aku ga kenapa-napa kok, Aku cuma merasa bahagia aja , karena punya suami seperti kamu sayang." Danest pun tersenyum bahagia yang terpancar indah dari hatinya.


Dokter Tsabit meraih pundak istrinya itu dan menyandarkan nya kedadanya.


"Pulang ke hotel yuk?!. " ajak Tsabit.


"Kok pulang, ini kan masih sore sayang. " rengek Danest.


"Sayang, ini sudah malam.Lagi pula aku udah... udah.... " Tsabit bingungau bilang apa.


"Sudah apa maksudnya??. "


"Yaaa, pokoknya kamu ngerti lah apa yang aku maksudkan sayang😘. " Tsabit mendaratkan sebuah kecupan di kening Danest.


"Ya udah, yuk kita balik kehotel. Aku juga sudah mulai mengantuk banget ini. "


Keduanya pun kembali kehotel dengan perasaan campur aduk.