
Tsabit yang terbangun dari tidurnya kaget karena dia terjatuh dari tempat tidur,sedangkan Danest yang sekarang sedang duduk karena kaget mendengar suara benda jatuh jadi tertawa melihat suaminya itu terduduk dibawah samping tempat tidur,sampai bantalnya pun ikut jatuh.
"Kamu kenapa??."Tanya Danest merasa geli.
"Apa aku hanya bermimpi?."gumam Tsabit sambil mengelus-elus kepalanya sendiri,tapi masih bisa di dengar oleh Danest.
"Wah,bisa-bisanya kamu tidur sambil ga pakai baju gitu,apa ga takut nanti masuk angin.Kan AC nya gede tuh temperaturnya."Danest jadi terkekeh,dia merasa Tsabit jadi aneh hari ini.Ga biasanya bangun-bangun suaminya itu bertelanjang dada, sampai jatuh dari tempat tidur pula.ππ
"Kok kamu???."Tsabit melihat kearah Danest yang masih berpakaian lengkap dengan kimono tidurnya dengan gaya yang cool dia menyapa Danest,padahal sebenarnya dia sangat malu sekali.
"Aku kenapa?."Danest jadi heran,dia memperhatikan tubuhnya sendiri,rasanya tak ada yang aneh dengan pakaian yang dia kenakan.
"Ya Tuhan,apa semalam itu hanya ada didalam mimpiku??,Jadi kami belum melakukan...nya."pikir Tsabit sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal sama sekali.ππ
"Nahhhh,jangan-jangan kamu mimpi jorok ya?????."tanya Danest,tiba-tiba dia bisa menerka dari ekspresi suaminya itu.
"Ya ga,eh ...."Tsabit jadi kikuk.Dia mencoba mengingat-ingat hal terjadi semalam.Benar saja,ternyata dia hanya bermimpi melakukan malam pertamanya bersama Danest.
"Sungguh memalukan,bisa-bisanya aku mimpi seperti itu.Apa aku benar-benar sudah tergila-gila padanya?tapi jika dia tidak suka padaku gimana?."Bathin Radit.
"Aku mau mandi dulu terus Sholat subuh,kamu kalau mau lanjuti mimpinya silahkan saja."kata Danest,sambil sedikit tertawa kecil sembari berlalu ke dalam Walk in clossetnya.
"Boleh aku ikut?."tanya Tsabit bermaksud bercanda.
"Ikut aku mandi?."tanya Danest dengan muka penuh tanda tanyaπ§
"Ga kok,aku cuma bercanda aja."Jawab Tsabit sambil senyam senyum.Sebenarnya dia sangat malu kepada Danest pagi ini,dia sudah merasa kalau semalam itu mereka benar-benar sudah melalui malam panjang yang indah.Eh ternyata dia hanya mimpi.
Danest yang selesai mandi sekarang ingin bersiap sholat subuh seperti biasanya.Melihat Tsabit yang kini duduk disofa ,Danest minta izin untuk sholat duluan.Dia mengerti kalau suaminya itu harus mandi terlebih dahulu karena sepertinya Tsabit baru saja mimpi basah.π€£π€£Jadi Danest ga mau membuang waktu untuk menunggunya mandi,karena dia juga harus menyiapkan sarapan pagi.
Walau pun hanya ikut menata meja dan piring saja,karena dia juga ga mau kalau bik Sari merasa pekerjaan nya diambil alihππ.
"Baiklah,kamu sholat aja duluan.Aku mau mandi dulu."sahut Tsabit.
Tanpa menjawab,tapi Danest rasanya ingin tertawa terbahak-bahak melihat Tsabit yang kelihatan kikuk dan menahan malu.
πππ
Danest sudah selesai menata meja,kini dia sedang mengajak papi nya untuk sarapan bersama.
"Dimana suamimu?."tanya papi.
"Itu pi,dia baru mau turun."Jawab Danest ketika mendengar suara sepatu suaminya itu.
"Selamat pagi pi."sapa Tsabit pada mertuanya itu.
"Pagi nak dokter,apa kamu shift pagi hari ini?."tanya tuan Martadinata.
"Iya pi,o ya pi sekalian Tsabit mau minta izin.kemaren mama bilang bahwa dia ingin sekali kalau kami berdua(saya dan Danest) untuk menginap disana."Kata Tsabit sambil melirik kearah Danest.
"Hanya saja,papi jadi akan sendirian nanti malam,paman Kenzo kan ga ada dirumah saat ini."Tsabit jadi ga enak karena tuan Martadinata jadi sendirian.
"Kalian ga usah khawatir,kan masih banyak staf rumah tangga disini.Ada 10 orang,jadi papi tidak akan sendirian."jawab papi.
"Apa kamu mau sayang kalau ku ajak menginap dirumah mama?."tanya Tsabit ke istrinya yang sedari tadi sedang berfikir.
"Tentu saja aku mau,aku juga sudah kangen sama mama."jawab Danest π.
"Papi senang banget melihat kalian rukun seperti ini,memang inilah yang papi mau.Semoga papi segera dikaruniai cucu yaπ."papi berucap penuh harapan pada anak dan menantunya itu.
Danest dan Tsabit jadi tersedak berbarengan.
"Uhuk..Uhuk.."
"Loh,kok bisa barengan gitu.Apa papi tadi salah bicara?."tanya papi heran.
"Do'akan saja ya pi,semoga kami segera bisa dikarunia momongan."kata Tsabit sambil memegang tangan Danest,membuat Danest jadi mendelik kearahnya sambil salah tingkah.
"Tentu saja papi selalu mendo'akan kalian,banyak-banyaklah bikin anaknya.Biar rumah ini jadi rame,kalau bisa jangan cuma satu saja.Coba lihat Danest,dia hanya sendirian setelah saudaranya pergi untuk selamanya,ga ada teman main dirumah.Kalian bisa punya banyak anak agar semarak dan ramai."kata papi lagi.
"Papi ih...."Danest jadi bingung harus bagaimana,disatu sisi dia malu sama suaminya,disatu sisi lagi dia belum siap untuk memberikan dirinya sepenuhnya kepada suaminya itu,keyakinannya pada cinta Tsabit belumlah mencapai seratus persen.
Mendengar dan melihat sikap yang Danest tunjukkan,Tsabit menjadi ragu apakah dia akan berhasil meyakinkan Danest dan bisa membuat istrinya itu mau mempercayakan hidupnya sepenuhnya kepada dirinya.
πDikediaman keluarga Mita
Mita sedang bersiap ingin pergi,dia sudah tampil cantik.Hari ini dia tidak akan kekantor,melainkan akan pergi bersama kekasihnya dr.Barry untuk fitting baju pengantin.
Kedua keluarga akan segera mengadakan pertunangan dan langsung dilanjutkan akad nikah dan resepsi pada minggu berikutnya.Namun Mita tidak mau gembar gembor dulu,dia bahkan belum memberi tahu sahabatnya kalau sebentar lagi dia dan dokter Barry akan bertunangan dan langsung akan menikah setelah seminggu.
Semua itu permintaan orang tua dr.Barry yang menginginkan putranya itu segera mungkin untuk menikah.
(Mita yang akan berangkat ke tempat fitting baju pengantin)
Mita baru akan mengabari Danest saat dia dan dr.Barry akan bertunangan saja,biar surprise fikrnya.
Mita dan dr.Barry akan berangkat secara terpisah karena dr.Barry juga sibuk di kliniknya yang baru akan dibuka untuk umum.Karena izin prakteknya klinik itu baru saja diterimanya.
Maka dari itu mereka janjian ketemu ditempat fitting saja,apalagi rumah keduanya lumayan jauh.
***πππππππ
Bersambung ya beb....π***