Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Bangkok,we are coming


Sesampainya di hotel tempat mereka menginap, Danest menyempatkan diri untuk menelpon sahabatnya Mitha.Menanyakan apa rencana untuk besok hari, dan diputuskan mereka akan kepulau Jeju.


Danest juga udah tidak sabar ingin menyaksikan pemandangan flora yang indah disana, seperti yang ada di drama-drama Korea yang pernah ditontonnya.


Sementara itu, Tsabit yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan juga handuk yang melingkar di pinggangnya mulai mencari cara untuk menggoda Danest.


Tsabit dengan sengaja berjalan kearah istrinya itu dan memeluknya dari belakang.


"Sedang telpon siapa sayang?. " tanyanya.


"Aku barusan telpon Mitha sayang,rencananya besok kita langsung menyeberang kepulau Jeju aja.Disana juga banyak destinasi wisata yang bagus." Danest menjelaskan rencananya.


"Padahal kita kan baru sehari disini,ya udah apa pun yang kamu mau, aku ikut aja. " Sahut Tsabit dengan senyuman manisnya.


"Ga papa kan sayang kalo dipercepat?. "


"Iya, ga papa, malahan bagus. Kan kita bisa buru-buru pergi ke Thailand ketemu Nyai. " ujar Tsabit sambil terus mengendus-ngendus leher istrinya.


"Aku belum mandi, bau keringat ih. " Danest malu.


"Ga papa, ga mandi pun tetap wangi kok. " Lagi-lagi Tsabit membuat Danest mabuk kepayang.


"Ga bisa, aku harus mandi dulu. " jawab Danest malu sambil menghindar dan akhirnya Tsabit melepaskannya dengan berat hati.


Danest buru-buru pergi kekamar mandi dengan jantung yang berdebar-debar.Suasana pengantin baru masih terasa,sentuhan-sentuhan kecil saja bisa menimbulkan gejolak didalam jiwa. 😍


Danest masih merasakan deg-degan jantungnya yang belum juga menjadi stabil, walaupun dia sudah selesai mandi, tapi sengaja ia memperlama agar Tsabit tertidur dulu baru dia keluar dari kamar mandi.


Tapi ternyata apa yang dia fikirkan itu tak terjadi, suaminya itu masih setia menunggu nya disofa. Bahkan masih dengan handuknya, belum berganti pakaian.


"Sayang,kok lama amat mandinya. " ujar Tsabit di balik pintu kamar mandi.


Danest jadi kalang kabut mendengar panggilan suaminya itu.Walaupun bukan kali pertama lagi tapi hal itu masih membuatnya grogi,malu dan juga tidak percaya diri.


"Iya sayang, aku udah selesai kok. " Sahut Danest.


Dengan perlahan dia membuka pintu kamar mandi dan berjalan keluar dengan kimono mandinya.


Mata Tsabit tak lepas memandangi nya dari atas sampai kebawah,menikmati setiap lekuk bidadari dihadapannya yang baru keluar dari kamar mandi dengan wangi semerbak.


Danest terkejut karena Tsabit belum berganti pakaian.


"Sayang,kok kamu masih pakai handuk?. "tanyanya.


" Biar gampang bukanya. "Dengan konyolnya Tsabit menjawab begitu.


" Apa??? kamu ada-ada aja sayang. "Danest jadi tersipu malu.


Langkahnya terhenti seolah membeku dan tak bisa bergerak tatkala Tsabit menghampirinya dan mulai menatapnya dengan tatapan sendu yang pastinya bikin melelehkan hati Danest.Danest pun mencoba menghindari tatapan mata itu,namun dengan cepat Tsabit mengalihkan kembali pandangan Danest untuk menatap matanya.


Kini Danest sudah tak kuasa lagi menolak tatapan itu dan keduanya pun saling tatap, perlahan tatapan mata pun berubah menjadi ciuman mesra di bibir Danest.


Tsabit mulai meletakkan tangannya melingkari pinggang istrinya itu dan perlahan melepaskan ikat kimono yang Danest kenakan.Danest sedikit kaget, tapi dia menikmatinya, keduanya kini kembali bersatu dalam indahnya sorga dunia yang halal dan penuh kebahagiaan.


********


Hari sudah berganti pagi, langit pun sudah ber pancarkan sinar sangat surya yang menyengat dengat hangatnya.


Sepasang kekasih itu sudah mulai terjaga dari tidur lelap mereka yang indah.Hari ini rencana Tsabit akan mengajak Danest menyelesaikan tour ke Pulau Jeju dan sorenya akan segera berangkat ke Thailand untuk mengunjungi Nyai nya di Bangkok.


Danest sangat excited sekali, apalagi ini kali pertama dia akan pergi ke Thailand negri gajah putih yang terkenal dengan banyak bangunan pagoda yang unik.


Tsabit berjanji suatu saat jika mereka memiliki keturunan,mereka akan mengunjungi negeri para oppa itu sekali lagi bersama anak mereka.


Sore pun tiba, kini keduanya sudah ada didalam pesawat menuju Bangkok Thailand.Rasa bahagia terpancar di wajah pasangan ini,entah pasangan yang satunya kemana. Kabarnya Mita dan suaminya memiliki tujuan ke negara lain.


******


Setelah pesawat mereka tiba di Bangkok, Tsabit dan juga Danest naik taksi menuju kerumah Nyai nya. Mereka ingin memberi surprise karena kedatangan mereka lebih awal dari jadwal sebelumnya.


Benar saja,ketika mereka tiba di Bangkok Nyai Loknam sangat terkejut akan kedatangan mereka.


"Ya ampun,kalian tiba lebih awal rupanya." ujar Nyai sambil menghampiri cucu dan cucu menantunya itu.


"Maafkan Tsabit Nyai, tadi Tsabit hanya ingin mengejutkan Nyai, surprise gitu Nyai. "jelas Tsabit.


" Ayo ayo, ajak masuk istrimu sini. "Nyai membimbing mereka kedalam.


Danest sangat takjub dengan rumah Nyai yang sangat asri,meski dari luar terlihat sederhana,namun ternyata dalamnya sangat indah.


" Nyai,Nyai kenalin dulu ini Danest istriku."Tsabit mengajak Danest duduk disebelah Nyai.


Danest menyalami tangan Nyai, sambil 😊 ramah.


"Nyai sudah tau, kan kamu kirim fotonya. Cantik banget ya cucu mantu Nyai.Pintar kamu cari istri. " puji Nyai.


"Cucu siapa dulu. " ujar Tsabit bangga.


"Iya, iya. "jawab Nyai.


" Kalian bisa istirahat dikamar yang itu. "tunjuk Nyai ke sebuah kamar.


" Loh, udah disiapin ya Nyai?. "tanya Danest.


" Sebenarnya Nyai udah siapin sejak Tsabit telepon mau liburan kemari. "jawab Nyai.


" Terimakasih Nyai. "Ujar Danest merasa sungkan .


" Ga papa, Nyai sangat senang kalian mau datang kesini.Udah lama banget Nyai rindu sama Tsabit dan juga kamu. "jawab Nyai lagi.


" Danest juga udah penasaran dengan cerita Tsabit, katanya di sini sangat indah. "


"Indonesia juga indah,sayang aja Nyai udah tua jadi malas berpergian. capek kalo lama-lama di pesawat. " terang Nyai di iringi tawanya.


"Nanti ikut kami pulang aja Nyai, sekalian tinggal di Jakarta. "


"Nyai ga bisa, disini siapa yang akan urus rumah dan perternakan Nyai. "


"Kan ada Nah Mek Nyai. " Tsabit menyela.


"Iya, tapi Nyai sudah tua, tidak betah di pesawat . " kata Nyai lagi.


"Tapi kalo sama kami pasti Nyai betah. " ujar Tsabit.


"Nanti malah Nyai jadi obat nyamuk.Ya udah kalian istirahat dulu, kan capek diperjalanan.Besok baru kalian boleh jalan-jalan,atau kalian


Bersambung


"


"