Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Bersiap-siap


Danest yang berhasil tiba lebih dulu dirumah mendiang omanya sangat gembira,ia berteriak kegirangan.


"Yey...hore,akhirnya aku yang menang".teriak Danest sambil melompat kegirangan.


"Tapi kamu udah curang sayang".kata Tsabit yang kini menghampirinya.


"Kalau sama istri sendiri ga papa kali ngalah sedikit."bujuk Danest.


"Ya,ga masalah sih.Mau kamu yang menang atau aku yang menang kan sama aja.Asal jangan aneh-aneh ya mintanya".jawab Tsabit sambil memperingatkan istrinya itu agar dia tak kesulitan.


"yaa terserah akulah mintanya apa,kan aku yang menang."Danest menjulurkan lidahnya sambil mengedipkan matanya😜.Kemudian ia berlalu menaiki rumah panggung itu.


"Apa ada yang tinggal disini?".tanya Tsabit penasaran.


"Ga ada sih,cuma setiap hari ada staf yang datang untuk membersihkannya.Sebentar lagi pasti mereka akan kemari,kenapa??apa kamu ingin tinggal disini?".tanya Danest sedikit heran akan kekepoan suaminya itu.


"boleh juga untuk menenangkan fikiran,kayaknya akan berguna suatu hari nanti".Jawab Tsabit sambio manggut-manggut.


"Ada-ada aja kamu,belum tentu diizinin kamu sama papi.Papi sangat menyayangi segala sesuatu yang ada dirumah ini,dari dulu selalu dirawat dengan baik.Mana mungkin dia mau rumah kesayangannya diganggu oleh siapapun.


"Tapi aku pasti dibolehin sama papi,aku kan menantu kesayangan papi🀭ups".Tsabit jadi merasa over kepedean.


"Idihhhhh PD banget sih".πŸ˜πŸ˜πŸ˜‚πŸ€£Danest tak bisa menahan tawanya.


Melihat Danest tertawa seperti itu membuat Tsabit jadi ikut tersenyum dalam.


"Aku rela terlihat konyol Nest,asal aku bisa terus melihat senyuman dan tawamu kamu seperti ini.Senyummu menyejukkan hatiku sayang".Bathin Tsabit.


"Kenapa,kok bengong.Mau lihat-lihat kedalam ga?".tanya Danest sambil mengibaskan telapak tangannya didepan wajah Tsabit.


"Eh iya,ayo kita masuk.Emangnya ga dikunci apa?."tanya Tsabit lagi.


"Aku bawa kok kuncinya,nih."ujar Danest sambil memperlihatkan kunci ditangannya.


Mereka pun memasuki rumah itu,suasananya sangat hening dan menenangkan.


"Unik banget kan?Dulu aku sering main kemari,


tapi sekarang udah jarang bahkan tidak pernah.Papilah yang sering kemari,disini banyak sekali koleksi buku papi".Danest menjelaskan.Tsabit berkeliling rumah itu,diperhatikannya satu persatu benda yang ada didalamnya.


"unik".ujar Tsabit lirih.


"Pulang yuk,aku kan mau siap-siap kekantor juga".Ajak Danest.


"Iya deh,ayo.Hari ini biar aku yang mengantarmu ke kantor."Tsabit menawari Istrinya itu untuk diantarnya.


"Ga usah,nanti kamu capek.Semalam kan kamu kurang tidur,mendingan pagi ini kamu istirahat aja biar nanti sore saat bekerja badan kamu fresh".Danest menolak dengan lembut.


"Lain kali aja ya".jawab Danest lagi,dia tak mau bergantung dengan suaminya itu.Apalagi dia tahu kalau Tsabit begadang tadi malam karena menyelesaikan pekerjaan.


"Oke,kita balik kerumah sekarang.Yuk balapan lagi".ajak Tsabit.


"Ga mau ah,kan tadi aku udah menang.Nanti akan kuberitahu apa yang aku inginkan sebagai hadiah nya".Jawab Danest sambil mikir.πŸ€”πŸ€”


"Jangan yang sulit ya,atau kutemani shoping aja itu lebih mudah.Kamu mau beli apa aja biar aku traktir".kata Tsabit.


"Boleh juga,nanti aku pertimbangkan sarannya".jawab Danest.


Keduanya berlari bareng sampai tiba dirumah.Sudah jam 09.30 pagi ternyata,matahari pun sudah setengah tonggak.


Danest yang berlumuran keringat mandi untuk yang kedua kalinya pagi itu,Tsabit pun juga mengulang mandinya.karena joging pagi ini membuatnya berkeringat.kemudian mereka sarapan diruang makan dengan pakaian yang sudah rapi.


"Kok kamu udah rapi?,kan shift sore?"tanya Danest.


"Iya,aku siap-siap aja dulu.Biar nanti ga bolak -balik ganti baju.Aku juga mau ngecek file yang akan kupakai untuk materi kuliah mahasiswaku nanti.Aku kan harus kekampus juga buat ngajar,setelah itu baru shift sore dirumah sakit.Tapi hari ini ngajarnya cuma satu jam saja."jawab Tsabit.


Hari ini mereka sarapan dengan menu yang disiapkan oleh bik Sari.Papinya yang tadi udah sarapan duluan,kini sedang memperhatikan kedekatan mereka dari balik kaca.


"Alhamdulillah,kelihatannya kedua anak itu makin akur sekarang".Gumam papi.


"Eh,papi.Danest kebetulan mau pamit ke kantor.pas banget papi ada disini".kata Danest.


Disaat Danest akan berangkat bekerja,Tsabit mengantarnya kedepan,kebetulan tadi mobil Danest sudah dipanaskan dan diantar kedepan pintu utama oleh supirnya.


"Aku pamit dulu ya,nanti kamu berangkat kerja jam berapa?".pamit Danest sambil bertanya.


"Kira-kira jam 11.00 nanti aku berangkat ke kampus dulu buat ngasih kuliah abis itu baru ke rumah sakit,kamu hati-hati ya dijalan.Jangan lupa kabari aku kalau udah sampai dikantor".Jawab Tsabit sambil menyambut tangan istrinya yang ingin salaman.


"Oke,assalammu'alaikum sayang".


"Wa'alaikum salam warrohmatullahi wabarookaatuh sayang,😘".Tsabit refleks mencium kening istrinya itu.


Danest jadi tersipu malu,dan ia segera masuk kedalam mobilnya.



Danest mengemudikan mobilnya sendiri tanpa supir,itu sudah menjadi kebiasaannya.Dia lebih nyaman nyetir sendiri,sementara Tsabit segera masuk kedalam setelah mobil Danest sudah tidak terlihat lagi.


Tsabit terlihat sedang menelepon seseorang.Dia tersenyum sambil menggenggam ponselnya ketika telah selasai,😊😎


😍😍😍😍😍***Bersambung.....😘


Jangan lupa like n komen nya ya guys😘***