Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Terpesona


jika berkenan mampir jangan lupa tinggalkan jejak ya sayang,like n komentar biar author semangat bikin cerita.


Setelah selesai memeriksa tuan Martadinata,Dokter Tsabit pamit untuk keruangan pasiennya yang lain.Danest yang sedari tadi memperhatikannya terlihat malu-malu saat mata mereka tak sengaja saling bertemu.


Hanya senyum simpul yang terpancar dari wajah keduanya.


"Ehemmm ehemm".deheman sang Papi menyadarkan Danest yang sedari tadi memandangi kepergian Dokter Tsabit.


"Apa kamu me-nyukainya sa-yang? ".tanya Papi


"Siapa Pi? ".tanya Danest merasa ketahuan, jadi dia pura-pura ga tau maksud Papinya.


"Ya- siapa lagi,Dok-ter Tsa-bit lah".jawab Papi


"Mana mungkin lah Pi,dia bukan tipe aku".elak Danest.


"Ta-pi kok nge-lihatin-nya sam-pai gi-tu ba-nget".goda pagi.


"Ah papi,Danest cuma mau berterimakasih sih tadinya."


"Kalau saja dokter Tsabit ga nolong Danest waktu itu,entah apa yang akan terjadi pada Danest Pi. "elak Danest lagi.


Papi nya hanya tersenyum-senyum sendiri melihat pipi putrinya yang merona ketika menyebutkan nama Dokter Tsabit.


"Udaaah, mending Papi sekarang istirahat, biar cepat pulih dan kita bisa pulang kerumah secepatnya". bujuk Danest.


Tuan Martadinata akhirnya tertidur setelah meminum obatnya.


Danest keluar untuk mencari Kantin rumah sakit, karena dia belum sarapan pagi ini.Dia memutuskan untuk membeli segelas capucino dan seporsi pancake .


Sambil menunggu pesanan datang Danest melihat medsosnya.Banyak sekali berita miring mengenai dirinya,tapi dia tak mau ambil pusing.Yang paling utama baginya sekarang adalah kesembuhan Papinya dan juga urusan perusahaan.


Karena sistem foodcourt Danest berdiri untuk mengambil pesannya yang sudah selesai disiapkan,tak sengaja dia menabrak Dokter Tsabit yang saat itu juga mau memesan kopi.


"Eh, Dokter..maafkan saya,saya ga sengaja".


"Ooo ga masalah Nona,ketemu lagi."jawab dokter Tsabit.


"Saya ga nyangka loh kalau kamu ternyata seorang Dokter,spesialis jantung lagi".


"Ah Nona bisa aja, saya cuma Dokter biasa kok".Tsabit merendah.


"Jangan panggil Nona,saya kan bukan majikan anda.Panggil aja Danest,atau Nest aja boleh kok".pinta Danest.


"Baiklah, Nest".kata Dokter Tsabit sambil senyum.


"Mari kita sarapan bareng,hari ini biar aku yang traktir,aku kan punya hutang sama kamu. "pinta Danest.


"Ayo deh kalau dipaksa,aku ga bisa nolak."jawab Dokter Tsabit lagi.


Mereka pun terlibat obrolan panjang.


Seseorang yang sedang mengintai mereka dari jarak yang tak begitu jauh mengambil foto dan mem videokan mereka yang tengah tertawa bersama sambil menikmati makanan dan minumannya.


Seorang wartawan bernama Jody sedang memotret keduanya,dia bekerja untuk sebuah surat kabar online.


"Wah,ternyata mereka memang punya hubungan.Lihat saja keduanya terlihat sangat akrab".ujarnya.


Dokter Tsabit pamit duluan, karna dia harus menjadi pembicara diseminar yang akan dihadiri para mahasiswa kedokteran.


"Sampai jumpa lagi."katanya sambil menyalami Danest dengan senyum yang tak dapat diartikan bagi Danest .


Entah mengapa saat mereka bersalaman seperti ada energi listrik yang mejalar keseluruh tubuhnya.


"Baiklah."jawab Danest dengan mata berbinar.


pesona dokter Tsabit benar-benar tak bisa ditolak.


Danest pun kembali keruangan Papinya.


🤔***sementara itu diperusahaan**


Danest meminta suster Leny untuk mengabarinya jika ada apa-apa.


Setibanya dikantor, karyawan pada bisik-bisik setelah Danest lewat didepan mereka.


"Kalian tau ga, barusan aku lihat berita online, Ibu Danest lagi makan bareng sama seorang Dokter tampan ".kata Lisa


"Ah yang benar, jadi gosip yang benar yang mana?, sama Dokter apa sama Bos Kenzo? ." tanya Naomi.


"Ya ga tau sih,tapi kalau pak Kenzo kan pamannya,masa' keponakan sama paman ada hubungan.Bagusnya sama Dokter ini. udah tampan,senyumnya manis lagi.Nih lihat aja sendiri. "Lisa menyodorkan ponselnya ke arah Naomi.


"Wiiihhh, keren banget.Aku juga mau kalau dikasih yang kayak gini.Ga bakalan nolak deh pokoknya".kata Naomi penuh harap.


"Huuu,mimpi kamu!"ujar Lisa sambil menoyor kepala rekannya itu.


********


Diruang rapat


Danest menemui kliennya dan mencoba membujuk mereka agar tidak membatalkan kerjasama di antara mereka.


"Bagaimana dengan gosip itu Nona?,Jadi sebenarnya siapa yang jadi pacar Nona?".tanya klien itu.


"Maaf, saya rasa itu bukanlah urusan pekerjaan.Saya harap anda akan bersikap profesional".jawab Danest.


Sekretaris dari kliennya itu memperlihatkan ponselnya kepada Tuan Leo, klien nya Danest tadi.


"Ooo, jadi Dokter itu kekasih anda.Baiklah,saya tidak akan membatalkan kerja sama kita kalau begitu. "kata Tuan Leo.


"Haaaa??!, Dokter?? ", Danest bingung apa maksud oleh Tuan Leo.


"Iya,tadinya saya mengira kalau Nona Danest punya skandal dengan Paman anda sendiri.Hal itu bisa mencemarkan nama perusahaan saya juga kalau kerjasama ini dilanjutkan.Tapi kalau ternyata dokter itu adalah kekasih anda saya akan mempertimbangkannya."kata Tuan Leo lagi.


Danest hanya bisa tersenyum kebingungan.


Mitha yang duduk disampingnya mencoba mencari berita terbaru apa yang membuat Tuan Leo tidak jadi membatalkan kerjasama mereka.


Matanya membelalak tak kalah terkejutnya ketika melihat video sarapan pagi bersama antara Danest dengan Dokter Tsabit di ponselnya.


Setelah mengantarkan kliennya nya itu ke loby, Danest segera kembali keruangannya.Mitha sudah menunggunya sedari tadi.


"Nest,elo kok ga bilang-bilang ke gue kalau elo udah punya pacar seorang Dokter".kata Mita.


"Apaan sih lo,ga jelas banget".jawab Danest bingung.


"Nih apa? "tanya Mita sambil menyodorkan HP nya ke depan muka Danest.


"Loh,ini kan pas aku sama Dokter Tsabit sedang sarapan dikantin rumah sakit tadi pagi".ujar Danest ga nyangka gitu aja dah viral.


"Nah, berarti benar dong berita ini?,"tanya Mitha lagi.


"Apaan sih,dia itu Dokter spesialis jantung yang merawat Papiku".jawab Danest dengan tersipu


"Cie..."olok Mita lagi.


"Ehhh tunggu dulu,sepertinya wajahnya tidak asing.Iya benar, ini kan laki-laki yang difoto sama kamu itu ,yang didepan penginapan".kata Mita penuh selidik.


"Mmmmm, "angguk Danest.


"Lalu,, itu artinya kalian memang ada hubungan rahasia dong".tanya Mita lagi.


"Jangan ngada-ngada deh, ini semua itu terjadi karena kebetulan aja.kebetulan waktu itu dia nolong gue, kebetulan juga dia Dokter spesialis jantung yang menangani Papi".jelas Danest.


"Kok bisa kebetulan terus gitu ya?? 🤔🤔😑jangan-jangan kalian berdua jodoh lagi. "terka Mitha.


" Ngawur aja lo,entar Dokter Tsabit kesedak lagi elo sebut-sebut terus."ucap Danest sambil senyum.


"Tuuu kan, elo senyum-senyum sendiri kan??,Sudahlah ngaku aja deh Nest." goda Mitha.