Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Menginap Dirumah Mertua part.1


Sudah dua hari dua malam Sonya dirumah sakit,dan sekarang kondisinya sudah mulai stabil.Dokter yang merawatnya sudah memperbolehkan Sonya untuk pulang,namun Sonya bersikeras jika dia masih ingin bertemu dengan dokter Tsabit sebelum dia pulang.


Ayahnya Tuan Jackson memerintahkan kepada asistennya untuk menemui Dokter Tsabit diruangannya dan membawanya menemui Sonya putri kesayangannya itu,tapi Dokter Tsabit menghindarinya.Apalagi Dokter Tsabit memang bukan Dokter yang merawat Sonya lagi.


Kini Sonya menjadi uring-uringan,dia merasa bahwa Dokter Tsabit menghindar darinya.


Sementara itu...😘


Mitha dan Dokter Barry sedang sibuk fitting baju penganten dan berfoto ria berdua.Mitha tampak cantik dengan berbagai pose romantis yang mereka tampilkan.Tampak sangat serasi,Mita juga sangat bahagia,akhirnya keinginannya untuk segera menikah akan segera terwujud.


Sedangkan dikantornya...😘


Danest yang terlihat sangat sibuk meneliti berkas-berkas yang menumpuk dimejanya satu persatu karena ketidak hadiran sahabatnya Mitha ,Danest menjadi sangat kewalahan menangani semua pekerjaan sendirian.


"Mitha ini izin kemana sih,kok dihari yang super sibuk gini sih?."Kata Danest berkeluh kesah.


Tak lama kemudian


"Tok...tok...tokk...!!!"pintu ruangan Danest diketuk.


"Iya siapa,silahkan masuk."ujar Danest tanpa melihat lagi kearah pintu dan masih fokus membaca laporan dihadapannya.


"Masih sibuk ya?."Kata yang masuk barusan menyapanya.


"Eh,kamu sayang.Cepat banget datangnya,pekerjaan ku belum selesai."Kata Danest grogi.


"Ga pa pa dilanjutkan saja,aku bisa tunggu kok."Jawab Tsabit yang sekarang malah jadi melihat-lihat ruangan kerja istrinya dengan seksama.


Diatas meja atau pun di dinding tidak ada foto dirinya satu pun,hanya ada foto Danest bersama kedua orang tuanya saja yang terbingkai besar didinding dibelakang kursi tempat duduk Danest.


Padahal Dokter Tsabit sendiri sudah menyimpan beberapa foto Danest didalam handphonenya dan juga diatas meja kerjanya dirumah sakit.


Karena Danest sedang sibuk,jadi Tsabit tidak ingin mengganggunya dengan menanyakan hal yang kurang begitu penting menurutnya itu.


Tsabit memilih membaca katalog produk-produk yang ada diatas meja tamu diruangan istrinya itu.


Diam-diam Danest melirik kearah suaminya,dilihatnya Tsabit yang juga diam-diam sedang melirik kearah dirinya.Keduanya jadi tersipu malu dan buru-buru pura-pura fokus dengan katalog dan juga berkas laporannya.


"Apa masih banyak yang belum selesai,butuh batuanku tidak??."tanya Tsabit😊.


Apakah kamu mengerti soal furniture dan juga perumahan?."Danest malah balik bertanya.


"Ya kurang lebih aku bisalah sedikit-sedikit."Ujar Tsabit sambil mulai berjalan kearah meja kerja istrinya.


"Ooo iya aku kok lupa ya,kalau disamping sebagai Dokter,kamu juga anak seorang pengusaha ternama."jawab Danest😁😁.


"Yang pengusaha itu kan Papa,bukan aku sayang.Cuma ya,aku pernah mempelajarinya,untuk bekal mengelola rumah sak..."Tsabit tiba-tiba menghentikan ucapannya.


"Rumah sakit???😳"tanya Danest bingung.


"Iya,kan aku seorang dokter,dirumah sakit juga harus menulis laporan dan juga aku kan mengajar juga,πŸ˜πŸ˜πŸ˜…"Tsabit hampir saja keceplosan soal rumah sakitnya yang sebentar lagi akan rampung.Untung saja dia bisa ngeles,kalau tidak bisa-bisa rencana kejutan untuk Danest akan hancur total.


"Kamu kesini tadi pake motor kan,nanti motornya suruh pak Dani aja supir kantor yang antar kerumah.Kita kerumah Mama Papa naik mobil aku aja,koper juga udah ada dibagasi mobilku."ujar Danest.


"Ooo,baiklah kalau begitu.Biar lebih cepat.Sini aku bantu selesaikan."Tsabit meminta Danest membawa semua berkas itu ke sofa yang biasanya dipakai untuk menerima kolega diruangannya.Tsabit mengambil beberapa map untuk dia periksa.


"Terimakasih ya."Danest tersenyum bahagia karena ada yang membantunya membereskan pekerjaan,apalagi orang itu adalah suami tercintanya Tsabit Adzam Atmaja.😁😁


"By the way,kemana sekertarismu si Mitha,kok aku dari tadi ga lihat di depan sana??."tanya Tsabit.


"Itu dia,si Mitha izin cuti.Mungkin dia Sakit kali."Jawab Danest ragu.


"Masa dia sakit ga ngabarin kamu yang sebenarnya kalau dia sakit,kayaknya Mitha bukan orang seperti itu kan?."Tsabit seakan mencium gelagat kebohongan sahabat istrinya itu.


"Mungkin saja."Tsabit sambil merapikan berkas yang sudah diceknya,sesekali mereka juga berdiskusi tentang rancangan-rancangan produk furniture yang ada.



Orang yang melihat pasti menyadari bagaimana perasaan diantara keduanya.Entah kapan Danest baru bersedia menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Tsabit yang tak punya cela.πŸ˜…


Setelah keduanya menyelesaikan semua berkas-berkas itu,Danest meminta salah satu karyawannya yang merupakan bawahan Mitha untuk menyimpan semua dokumen yang penting dan sepasang suami istri itu pun beranjak pulang.


Karena kali ini keduanya akan menginap dirumah keluarga Dokter Tsabit,Danest meminta Tsabit yang menyetir mobilnya untuk mampir sebentar kerestoran yang mereka lewati,Danest ingin sekali membelikan oleh-oleh untuk Mama mertuanya.


"Mama suka makanan apa?."tanya Danest yang kebingungan karena belum begitu tahu masakan kesukaan Mama mertuanya.


"Bukannya kamu sudah tahu,Mama itu paling suka sama kue tiramishu dan juga kalau masakan Mama sangat suka sama soto betawi,Papa sukanya sate."jawab Tsabit sambil menunjuk menu yang tertulis di buku menu.


"Kalau begitu kami pesan soto betawinya lima porsi,sama sate lima porsi dibungkus ya Mbak."kata Danest kepada waiters direstoran itu.


Mereka tak memesan makanan untuk dimakan disana,karena niatnya ingin makan malam bareng keluarga mertuanya.


"Nanti Tiramishunya beli ditoko langganan aku saja,ga jauh tuh didepan sana."tunjuk Danest.


"Terserah kamu deh sayang."Tsabit merasa bahagia sekali karena ternyata istrinya itu peduli dengan kegemaran keluarganya.


"Terimakasih ya sayang."Ujar Tsabit sambil menggenggam jemari Danest.


"Terimakasih,untuk apa?."


"Karena kamu sudah mau perhatian dengan keluargaku."jawab Tsabit 😊.


"Ooo,itu kan memang sudah seharusnya."😊


Tak lama mereka menunggu,akhirnya pesanan mereka pun datang.Tsabit ingin membayar semua itu,tapi Danest dengan cepat mengeluarkan dompetnya dan kartu kreditnya.


Pelayan restoran itu segera mengambil kartu kredit dari tangan Danest dan selesai urusan beli makanan lauk pauk,sekarang keduanya mampir ketoko kue dan membeli kue kesukaan Mama Anita yaitu kue tiramishu.


"Sekarang udah semua,saatnya berangkaaaat."Tsabit mengeluarkan banyolannya yang agak garing didengar mirip kang tisna di Serial tv TOP,karena dia memang ga bisa melucu.


Akan tetapi Danest tetap bisa tersenyum melihat kekonyolan suaminya yang baru kali ini dia lihat.πŸ˜‚


"Ternyata kamu lucu juga ya,cocok loh kalau mau jadi pelawak."Kata Danest sambil terkekeh😁.


"Nanti kalau aku jadi pelawak,profesi Dokter ga dipake lagi dong.Entar para pasien pada kabur dan ga mau aku periksa."Tsabit pun ikut terkekeh membayangkan dia jadi pelawakπŸ˜‚.


"Ya ga pa pa,kan bisa terkenal."Danest malah menimpalinya.


"Memangnya kamu mau jadi istri pelawak?."tanya Tsabit kemudian.


"Ya mau aja,asal kamu pelawaknya."jawab Danest langsung.


"Berarti aku cuma punya satu pasien khusus dong kalau begitu."


"Pasien khusus,siapa?."Danest menerka pasien yang dimaksud oleh Tsabit itu Sonya.Namun ternyata dia salah.


"Ya kamu sayang."Tsabit sejenak terpaku sambil menoleh kearah Danest.


"Sudah dong,jangan lihatin aku terus.Lihat jalan didepan aja,fokus nyetirnya."Danest mengarahkan wajah suaminya itu kearah jalanan didepan mobil mereka.Sudah hampir magrib,jalanan memang berangsur lengang.


Dan akhirnya keduanya pun tiba dirumah orang tua dokter Tsabit,keduanya disambut mesra oleh Mama Anita.Danest merasa sangat beruntung karena memiliki ibu mertua yang sangat baik seperti Mama Anita.


Keluarga suaminya itu begitu hangat.Mama Anita senang sekali ketika mendapatkan kejutan kue tiramishu kesukaannya.


Bersambunggggggggggg.😁😁😘