Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Joging yuk


Tsabit yang baru menyelesaikan pekerjaannya di jam 22.30 malam kini sedang menyusun semua berkas dan juga buku-bukunya dimeja kerja.


Dia pun masuk kekamar mandi untuk menyikat giginya dan setelah itu menuju ketempat tidur.Dilihatnya Danest yang tertidur pulas dengan selimut yang sedikit melorot.


Nampak bagian dada Danest yang sedikit terbuka disela kimononya yang melonggar karena gerakan saat dia tidur yang tak disadarinya.


Tsabit hanya bisa menelan salivanya melihat semua itu,bagaimana pun juga dia tak akan menyentuh Danest kalau Danest sendiri belum menginginkannya.Itulah tekadnya,karena dia tidak mau menyakiti Danest dan memaksakan keinginannya.


Baginya laki-laki sejati adalah laki-laki yang tidak akan pernah menyakiti wanita baik secara fisik maupun mentalnya.


Apalagi saat ini didalam hatinya Danest adalah wanita spesial yang ingin ia habiskan sisa hidupnya bersama wanita itu.Wanita yang ingin ia jadikan ibu dari anak-anaknya kelak,walaupun saat ini dia bisa merasakan bahwa Danest mulai menyukainya,tapi tetap saja dia ga akan mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Tsabit pun berbaring disisi sebelah istrinya itu,dia mencoba memejamkan matanya dan tertidur.


Pagi pun tiba,matahari mulai menyingsing diufuk timur.Tsabit yang baru terbangun tak melihat Danest ada disisinya.


"Mungkin dia sedang sholat subuh".fikir Tsabit.


Tsabit pun menuju kamar mandi,alangkah terkejutnya dia saat dia melihat Danest yang sedang berendam di bathup sambil memejamkan matanya dengan dikelilingi lilin aroma terapi dan diselimuti busa.



"Astaghfirullah,,!".Ucap Tsabit tiba-tiba.


Danest yang mendengar suara itu jadi tersadar dan membuka matanya.


"Kamu,ngapain???"tanya Danest kaget sambil menangkupkan tangannya dikedua dadanya .


"Maaf Nest,aku ga sengaja.Aku ga tau kalau kamu sedang didalam,Aku kira kamar mandinya kosong.Aku keluar dulu ya".Tsabit pun berinisiatif untuk keluar dari kamar mandi itu.


Danest pun mempercepat mandinya,dan membilas tubuhnya dishower.Setelah itu dia keluar dan berganti pakaian.


Ternyata Tsabit ada dibalkon,dia memperhatikan bagian belakang rumah Danest yang asri dari atas balkon bagian samping.


"Apa itu tadi,bagaimana aku bisa menghadapinya nanti".gumam Tsabit,dia khawatir Danest akan berubah terhadapnya setelah kejadian barusan.


"Sayang,kamu ga mau mandi??".tiba-tiba apa yang ditakutkan Tsabit ternyata tidak terjadi,Danest bersikap biasa saja walau dengan wajah menunduk dia menanyakan hal itu.


"Maafkan yang tadi ya sayang,aku benar-benar ga sengaja".Tsabit mengulangi lagi permintaan maafnya.


"Iya ga papa kok,lagian kamu ga lihat yang aneh-aneh kan?".tanya Danest,ia merasa sangat yakin kalau tadi tubuhnya ditutupi busa sabun didalam Bathup.Jadi ga mungkin Tsabit melihat bagian tubuhnya kecuali wajah,leher dan bahunya saja.


"Iya,aku belum lihat apapun.kamu tenang aja".kata Tsabit malu-malu.


"Belum lihat apa pun???apa maksudnya??".


Danest jadi menatapnya penuh tanda tanya😅😅.


"Cepat sana mandi gih,mumpung masih subuh.kita bisa jamaah lagi".ujar Danest.


Mereka berdua sholat subuh berjamaah lagi,benar-benar indah.Jika kita sholat berjamaah bersama orang yang kita sayangi,rasanya akan lebih nikmat dalam menjalankan ibadah.


"Hari ini aku shift sore sampai malam,kemungkinan. malam ini aku menginap dirumah sakit.Kamu ga masalah kan sayang."kata Tsabit setelah selesai sholat subuh.


"Iya ga apa-apa kok,itu kan sudah jadi tugas kamu.Aku sebagai istri kamu harus bisa mengerti dan mendukung apapun yang menjadi kewajiban suami aku".jawab Danest.


"Apa kamu bisa siangan dikit kekantornya?".tanya Tsabit ke Danest.


"Memangnya ada apa?".Danest balik bertanya.


"Tadi aku lihat halaman dibelakang sangat luas.Aku jadi ingin melihat-lihat,ada apa aja dibelakang sana".ujar Tsabit.


"Disana ada banyak pohon dan juga rumah mendiang oma ku dulu waktu jaman papi masih kanak-kanak.sampai sekarang masih dirawat oleh papi untuk memgenang masa kecilnya dulu."jawab Danest menjelaskan.


"Jadi makin penasaran akunya,gimana kalau kita joging kesana sekarang,itung-itung kita olahraga".ajak Tsabit penuh semangat.


"Oke,kalau begitu aku ganti baju dulu.Sarapan sekarang apa nanti aja?".tanya Danest kesuaminya itu.


"Nanti aja sepulang dari joging".jawab Tsabit lagi.


"Oke,aku ganti baju duluan ya."Danest ganti baju duluan,dia masih malu kalau haris ganti pakain bareng sama suaminy itu.


Setelah keduanya siap,mereka pun memberi tahu pak satpam yang bertugas dibelakang rumah kalau mereka akan joging kekebun belakang.


Tsabit yang tak sabar ingin melihat rumah mendiang oma nya Danest berlari didepan,ia mengajak istrinya itu balapan.Siapa yang tiba lebih dulu dirumah itu,dia bisa meminta apapun dari pasangannya.



"Jadi ini rumahnya?".tanya Tsabit ketika mereka hampir tiba disebuah rumah tiang seperti dipedesaan.


"Iya,,uhh hu....kamu cepat sekali larinya.aku sampai ga bisa ngejar kamu.tungguin dong!?".pinta Danest yang mulai kecapean.



Melihat senyuman istrinya itu Tsabit pun tak bisa bergerak dari tempatnya.Tsabit seakan terpaku,Danest pun mengambil kesempatan itu untuk berlari melewati Tsabit yang bengong aja melihat kelakuan istrinya.


"Wah,ternyata aku kena prank".ujar Tsabit ketika ia tersadar Danest sudah menipunya😂😂.


Akhirnya Tsabit pun mengalah,padahal tadi ia ingin menang agar bisa meminta sesuatu pada Danest😅😅.


🤩🤩🤩🤩🤩


Bersambung


Thor mau mandiin bayi dulu dan beresin rumah yang udah kayak kapal nabrak karang🤣🤣🤣🤣🤣untung misua lagi ga dirumah