Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Bikin iklan


Acara reunian masih terus berjalan,Tsabit mengajak Danest berdansa.Musik yang romantis semakin membuat keduanya saling tersenyum satu sama lain sambil terus menatap.


"Tadi kamu bilang ditelepon,ada yang mau kamu bicarakan. soal apa? ".tanya Tsabit sambil terus berdansa.


"Itu, Soal pembuatan iklan produk mebel, dan juga pernak-pernik rumah tangga lainnya. kayak kursi, meja, lemari hias....gitu".Jawab Danest.


"Apa ada yang bisa aku bantu, aku pasti akan bersedia membantu dengan senang hati."Tsabit menawarkan diri untuk memberi bantuan.


"Tentu saja, itulah sebabnya aku bicara padamu. emmmm kamu mau kan jadi bintang iklannya?bareng aku,, "tanya Danest dengan malu-malu, tengsin juga kan kalau sampai tunangannya itu menolak.


"Apa aku cocok jadi bintang iklan?"Tsabit malah balik nanya sambil merasa insecure.


"Tentu saja, kamu kan tampan, postur badan oke,pokoknya keren deh"Tanpa sadar Danest sudah memuji tunangannya itu sehingga membuat dr.Tsabit jadi terpaku dan Danest yang menyadari hal itu jadi menutupi bibirnya yang dengan lancang sudah mengutarakan pemikirannya soal dokter Sabit sang tunangan.


"Ups!,maaf".kata Danest tiba-tiba dia jadi malu sendiri karena ketahuan diam-diam memuji.


"Jadiiii menurut kamu aku cocok jadi bintang iklan mendampingi kamu๐Ÿ˜Š?baiklah kalau begitu,aku bersedia".jawab dokter Tsabit seraya menggenggam kembali tangan Danest dan kembali menuntun Danest berdansa.


"Wah romantis banget pasangan ini, kapan diresmiinnya? "Sapa salah satu rekannya semasa kuliah,, yaitu dr. Barry


"Eh elo Bro".Tsabit menghentikan dansanya dan menyalami rekannya itu.


Mereka memang akrab sewaktu kuliah dulu.Tak heran jika mereka masih ingat gerakan Yel-yel jika mereka bertemu. Cara bersalamannya pun unik, membuat Danest yang melihat keduanya itu jadi terhibur.


"Lucu ya, nona.... "tanya Barry


"Oo iya, kenalin ini tunangan aku.Danest,"Tsabit memperkenalkan Danest dengan sahabatnya Itu.


Danest pun menyambut uluran tangan Barry,


"Nice to meet you nona Danest ".ujar Barry ramah.


"Nice To meet you too, Mr. Barry".jawab Danest.


"Bukannya elo di Amrik ya? "tanya Tsabit ke Barry.


"Iya sih, tapi gue mau pindah ke Indo lagi. karena bokap gue minta gue urus perusahaan nya yang disini."jawab Barry


"Terus gimana dengan kerjaan elo sebagai dokter kandungan?". tanya Tsabit.


"Yaaa sambil menyelam minum air lah bro, bentar lagi izin klinik gue bakalan terbit, abis itu gue bisa jalani klinik sambil jalani perusahaan juga,kayak elo".jawab Barry lagi.


"Okelah,semoga sukses ya".ujar Tsabit sambil menepuk pundak temannya itu.


๐ŸŒ…Keesokan harinya


Danest terlihat sangat sibuk mempersiapkan shooting iklan.Meskipun banyak sekali karyawan yang terlibat,namun masih saja Danest dan Mita lah yang paling sibuk.


Tsabit terlihat sedang didandani oleh tim MUA diruangannya.Menggunakan kemeja simpel khas suasana rumah tangga, pemotretan ini mengambil tema keluarga baru yang bahagia alias kehidupan pengantin baru.


Setelah set nya siap,Danest dan dr.Tsabit berpose didepan kamera.Pertama sesi foto terlebih dahulu buat bilboard dan katalog.



(salah satu pose Danest dan dr. Tsabit saat pemotretan)


Keduanya benar-benar romantis, so sweet banget kan.Pose-pose itu membuat jantung keduanya berdetak kencang.



(Yang ini foto shoot untuk produk Lemari pajangan dibelakangnya dengan pakaian yang lebih santai)


Mereka berdua mengikuti arahan dari sang fotografer yang tak lain adalah temannya Sonya.




(Danest yang berpose ditempat tidur)


Setelah dilanjutkan dengan iklan video untuk iklan ditelevisi, akhirnya semua iklan selesai dibuat. tinggal proses editing saja.


Danest mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan Tsabit kepadanya.Dia bermaksud memberikan bayaran untuk jasa dr.Tsabit sebagai bintang


iklan. Namun tentu saja ditolak oleh dr.Tsabit.


"Ga perlu Nest,ambil kembali ya. Aku senang kok bisa bantu kerjaan kamu. "tolak dr.Tsabit sambil mendorong amplop yang ingin Danest berikan.


"Terimakasih sekali lagi, kalau begitu".jawab Danest merasa ga enak hati karena sudah menerima jasa dan kebaikan dr.Tsabit secara gratis. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


"Maaf ya, udah ganggu jadwal kerja kamu."ujar Danest


"Ga papa kok, sekali-sekali aku libur praktek"jawab dr.Tsabit dengan disertai senyum menawannya membuat pipi Danest memerah.


"Ternyata kamu orangnya baik sekali ya".puji Danest .


"Masa sih, "Tsabit pura-pura salting.


๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


"Nest.. "panggil Tsabit lirih.


"iya, ada apa? "tanya Danest kemudian.


"Aku harus keluar kota selama dua hari".


"Kemana? "tanya Danest kepada tunangannya itu.


Dalam hatinya ia sangat khawatir jika Tsabit tidak bisa hadir dihari dia diwisudah nanti.


"Kepinggiran kota, ga jauh kok dari tempat pertama kali kita bertemu,hanya saja arahnya sedikit berlawanan saja".jawab Tsabit lagi


"Ooh tugas negara ya?" Danest mencoba mencari tahu.


"Ya bisa dibilang begitu. "jawab Sabit disertai senyuman.


"Tapi sabtu nanti kamu sudah kembali kan?"tanya Danest,ia ingin memastikan apakah Tsabit bisa hadir atau tidak.


"Insya Allah,aku usahain ".jawab Tsabit.


Danest seketika jadi kepikiran, dan wajahnya murung.


"Kuantar pulang yuk,tadi kamu sama supir kan?"tanya Tsabit lagi


Danest hanya mengangguk


"Mobil kamu biar pak supir aja yang bawa".Tsabit memberi saran.


"Tunggu sebentar ya, aku kasih tau pak supir dulu.Sekalian mau siap-siap buat pulang. "


Danest menelpon supirnya,dan mengambil tasnya.Lalu mereka pun pulang.


๐Ÿ˜Bersambung........ ๐Ÿ˜˜