
Disaat Danest sudah tiba dirumahnya setelah seharian bekerja dikantor,dia tidak menemukan motor suaminya dr.Tsabit di garasi.
"Apa dia belum pulang,mungkin lagi banyak pasien."ujar Danest lirih.
"Apa mungkin dia sedang memberi kuliah ke mahasiswanya?".Pikir Danest lagi sembari berjalan menuju tangga.
Kenzo yang sudah semenjak tadi menunggu kedatangannya menghadang Danest yang akan menaiki tangga itu.
"Nest,apa kamu benar-benar mencintai suamimu itu?!".tanya Kenzo dengan sedikit memaksa.
"Om kan tahu,aku sudah menikah dengannya,itu artinya aku sudah siap hidup bersamanya dan alhamdulillah aku sangat bahagia Om.Om bisa lihat sendiri kan,suamiku itu sangat menyayangi dan menghormatiku sebagai istrinya."jawab Danest tegas.
"Tapi Nest,aku mencintaimu lebih dari siapapun didunia ini.Aku ga mau kalau kamu bersama pria manapun selain aku,kumohon kamu tinggalkan dia dan kembali lagi bersamaku kayak dulu Nest.."Kenzo memohon Danest dengan berlutut.
"Om!!!,kita ini paman dan keponakan.Harus berapa kali kubilang ke Om Ken.Aku tidak punya perasaan lain ke Om,aku mencintai suamiku.Harusnya Om tahu itu,selamanya Om hanya akan menjadi pamanku saja!".Danest mulai mengeluarkan amarahnya,entah harus dengan cara apalagi dia akan menghadapi Om nya yang mulai membuatnya muak itu.
Danest pun segera mungkin berlalu melewati Kenzo yang masih tak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Danest.Kenzo sampai terdiam terpaku tak dapat bergerak.Sejenak dadanya seperti mendapatkan pukulan telak yang membuatnya seakan berhenti bernafas.Harapannya yang begitu besar ke Danest yang selama ini dipendam dan dipupuknya perlahan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.Cinta gilanya ini membuatnya lupa daratan dan menghalalkan segala cara untuk memisahkan Danest dan Tsabit.Tapi disuatu tempat yang tersembunyi,dr.Tsabit yang dikiranya lemah dan tak bisa apa-apa sekarang sedang menginterogasi salah satu anak buahnya yang tertangkap oleh anak buah Tsabit.
****
"Katakan padaku dengan jelas,siapa yang sudah menyuruhmu dan kawananmu yang lain untuk menyerangku kemarin!!?".tanya Tsabit dengan nada slow tapi menyentak.
"Bukankah anda sendiri sudah tahu siapa orangnya,kenapa masih bertanya?".tanya laki-laki itu balik ke Tsabit.
"Wah,berani juga kau rupanya.Aku janji akan melepaskanmu jika kau mau membuat surat pernyataan bahwa kau akan menjadi saksi dikantor polisi,jika tidak aku terpaksa mengirimmu ketempat yang jauh dari peradaban manusia".Ancam Tsabit kepada anak buah Kenzo itu.
"Jangan tuan Tsabit,ampun.Saya mohon lepaskan saya,saya janji saya akan bersedia jadi saksi jika dibutuhkan."Jawab pria itu lagi.
"Baiklah,sekarang kau bisa menceritakan apa dan bagaimana kalian bisa mencegat dan menyerangku hari itu.Vito cepat kau rekam pernyataannya dengan Video,agar jika dia berani macam-macam kita masih punya bukti yang autentik akan permasalahan ini."pinta Tsabit ke asisten pribadinya itu.
"Baik tuan muda".Vito segera menyiapkan Kamera ponselnya untuk merekam Video.
Laki-laki itu mengakui kalau Kenzo lah yang sudah membayar mereka untuk menghadang dan menghalangi Tsabit agar tidak jadi menikah dengan Danest.
Semua barang bukti sudah diamankan oleh vito dan Vito juga sudah mengirim video itu ke ponsel Tsabit untuk duplikat.
Disaat Tsabit dan Vito akan kembali dan meninggalkan tempat penyekapan itu,tiba-tiba ada suara tembakan.Tsabit dan Vito segera masuk kedalam mobil,begitu juga para penjahat itu.
Terjadi kejar-kejaran,Vito yang menyetir dan Tsabit mengeluarkan pistolnya untuk menembak ban dari mobil yang dikejar oleh mereka.
Baku tembak pun tak dapat dihindari,Tsabit sesekali mengeluarkan kepalanya untuk melepaskan tembakannya.
Akhirnya mobil yang dikejar oleh keduanya itu masuk kesuatu tempat,seperti sebuah gedung yang kosong sepertinya punya orang china dilihat dari tulisan didindingnya.
"Siapa kalian,kenapa kalian menyerangku hah!?""tanya Tsabit dengan nada geram.
"Kami tidak perlu menjawab pertanyaanmu itu Tuan dokter yang sok gagah".Jawab laki-laki yang paling besar.
"Ho!!!Jadi kau berani menantangku?Baiklah kita akhiri sekarang."kata Tsabit tegas sambil terus mengacungkan pistolnya kearah kedua pria itu.
"Vito cepat telpon polisi".suruh Tsabit.
"Baik Tuan muda".Vito pun segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi polisi.
"Maafkan kami,kami hanya menjalankan tugas saja Tuan.Kami disuruh membebaskan teman kami yang anda sekap."jawab sapah satu dari pria itu.
"Baiklah,aku akan mengampuni kalian jika kalian mau menjadi saksi dikantor polisi.Aku tidak akan menuntut kalian,asal kalian memberitahukan yang sebenarnya didepan polisi nanti".Tsabit menyuruh Vito kembali merekam apa yang dikatakan para bandit itu untuk barang bukti jika mereka berkhianat.
"Oke,untuk sementara kalian harus ikut kami dulu."Vito menodongkan pistolnya kepada kedua pria itu dan membawa mereka ke mobil dengan tangan diikat.
Sementara anak buahnya yang lain sedang membawa pria yang tadi disekap juga menuju kekantor polisi yang sama.
Akhirnya mereka semua bertemu dikantor polisi,mereka menyerahkan para begundal suruhan Kenzo itu untuk dimintai keterangan oleh polisi.
"Karena mereka mau bekerjasama dan kooperatif,jadi saya tidak akan menuntut mereka Pak.Saya hanya akan menuntut dalang dari semua ini".Kata Tsabit menepati janjinya.
"Baiklah,sesuai dengan keterangan yang kami himpun dari para saksi.Kami akan segera menjemput saudara Kenzo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya".sahut pak polisi.
Tsabit pun menyalami polisi itu.
"Terimakasih pak".Kata Tsabit๐
"Sama-sama".jawab pak polisi.
Setelah semuanya selesai,Tsabit menyuruh Vito dan anak buahnya yang lain untuk kembali kerumah Papanya.Sedangkan dia sendiri akan kembali kerumah Danest.
Tsabit tiba dirumah milik mertuanya itu sudah lewat magrib,dia khawatir jika Danest menunggu kepulangannya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Bersambung sayang.....๐