
Danest dan Tsabit kembali kekamar mereka setelah Danest selesai makan.Keduanya berjalan berdampingan menaiki tangga,mata mereka sesekali saling menatap dan saling buang pandangan.Kelihatannya keduanya sedang grogi karena akan kembali kekamar.
Kalau kemaren malam dr.Tsabit tertidur pulas sehingga malam pengantinnya pun terlewatkan,entah apa yang akan terjadi pada malam ini.
"Aku kekamar mandi dulu,mau sikat gigi".ujar Danest sambil berlalu kedalam walk in closset.
Tsabit hanya menganggukinya saja.
"Jadi bagaimana malam ini,apa aku disofa dan dia ditempat tidur?".bathin Tsabit.
Tak lama kemudian,Danest keluar dari walk in closset dan langsung berjalan ketempat tidurnya.
Danest pun merebahkan diri dikasur.Sementara Tsabit hanya bisa berdiri tertegun bingung mau tidur dimana.
"Semalam saja ,dia tidur disofa sanking tidak maunya tidur sama aku".pikir Tsabit.
"Kenapa kamu masih berdiri disitu,apa belum mau tidur?".tanya Danest yang merasa aneh dengan kelakuan Tsabit yang melihat kearah tempat tidur dan sofa bergantian.
"Aku lagi mikir mau tidur dimana".Kata Tsabit polos.
"Tidurlah disini,ga papa kok".jawab Danest sambil menepuk kasur disebelahnya.
"Beneran ga papa Nest?".tanya Tsabit.
"Iya,ga papa."Danest menggeser tubuhnya lebih kepinggir.
Tsabit pun menurut dan duduk disebelah tempat tidur.Keduanya saling menatap,dan memalingkan muka masing-masing lagi saat mata mereka tak sengaja beradu.
"Eeee Tsabit,maaf ya kalau untuk saat ini aku ga bisa kasih hal yang lebih kekamu.Kamu mengerti kan maksudku".Danest memecah keheningan.
"Aku ngerti kok Nest,pasti kamu butuh waktu.Apalagi pernikahan kita ini memang begitu cepat dan masih banyak waktu yang kita butuhkan untuk lebih saling mengenal."jawab Tsabit ringan.
"Sekali lagi terimakasih,karena kamu sudah mau mengerti akan diriku๐".Danest pun tersenyum,dihatinya dia merasa legah karena Tsabit ternyata juga punya pemikiran yang sama.
"No problem๐".ujar Tsabit sambil menggenggam tangan Danest walaupun sesungguhnya dihati Tsabit yang paling dalam,dia pun sangat ingin mendapatkan kehangatan dari istrinya itu.
Keduanya pun tertidur dengan saling menggenggam tangan.
Tsabit dan Danest tidur bersama๐
Keesokan harinya,keduanya terkejut saat membuka mata yang dilihat adalah wajah satu sama lain.
"๐ฒ๐ฒ"
Senyuman canggung pun terbit dibibir keduanya,Danest segera bangkit dan pergi kekamar mandi.Sedangkan Tsabit duduk diam dipinggir tempat tidur,senyuman manis masih menghiasi bibir pria tampan itu.
"Apakah kamu tahu Nest,aku sangat bahagia bisa melihat wajahmu setiap aku bangun tidur".gumam Tsabit.
Tak lama berselang,Danest pun keluar dari ruangan walk in closset.Dia sudah siap dengan mukenahnya untuk menunaikan sholat subuh.
"Apa kamu mau sholat subuh berjamaah denganku?".tanya Tsabit lirih.
"Baiklah,aku akan menunggumu.Ambillah wudlu dulu sana,biar ku siapkan sajadahnya".ujar Danest sambil menggelar sajadah diatas karpet.
"Sebentar aku kembali".jawqb Tsabit.
๐๐๐๐
Keduanya menunaikan sholat subuh berjamaah untuk pertama kalinya.
Danest begitu takjub mendengar lantunan ayat demi ayat yang keluar dari mulut Tsabit.Begitu syahdu,begitu indah membuat sholat keduanya begitu khusuk dan tuma'ninah.
Danest menyalami tangan suaminya itu tatkala Tsabit selesai memimpin do'a.
"Nest,boleh ga aku minta sesuatu sama kamu?".tanya Tsabit lembut.
"Minta apa?".tanya Danest.
"Jangan panggil pake nama aku aja dong,dirubah ya sedikit,pakai panggilan sayang gitu.Misalnya mas,sayang,honey,hubby atau apa aja deh terserah kamu maunya apa asal jangan nama.Biar paman kamu merasa kalau kamu benar-benar suka sama aku".kata Tsabit
"Mmmmm,kamu lebih suka dipanggil apa?".tanya Danest balik.
"Ya terserah kamu aja,mana yang kamu mudah mengucapkannya?".jawab Tsabit lagi.
"Kalau mas Tsabit,agak janggal ya๐ ,kalau sayang aja gimana?."Tanya Danest minta persetujuan.
"Bagus juga,memangnya kamu sayang ga sama aku?".tanya Tsabit penuh selidik.
"Ya ga tau deh๐๐ค".Danest malu-malu.
"Bagus juga sih,aku juga bakal panggil kamu dengan sebutan yang sama mulai sekarang.Biar paman Kenzo tidak berpikir untuk mengganggumu lagi".kata Tsabit sambil mengusap kepala Danest yang masih terbungkus mukenah.
"Apa cuma itu alasannya memanggilku sayang,hanya untuk memanasi paman Kenzo saja.Bukan karena dia memang menyayangiku?".tanya bathin Danest.
Disatu sisi
"Aku juga berharap,dengan panggilan sayang ini meskipun disaat kita bertengkar panggilan yang keluar tetaplah kata sayang๐".bathin Tsabit .
"Oke,baiklah kalau begitu kita sepakat ya".kata keduanya sambil menautkan jari kelingking mereka.
"Kalau begitu,aku turun dulu.Hari ini aku ingin masak sop ayam untukmu.Apa kamu suka sop ayam,sayang?".tanya Danest.
"Tentu saja,aku akan makan apapun yang kamu siapkan untukku sayang".Jawab Tsabit,membuat Danest sedikit bergidik ketika mendengar panggilan Sayang yang keluar dari mulut suaminya itu.
Danest segera berlalu kedapur dan mulai memasak menu untuk sarapan pagi itu dibantu oleh bik Sari dan bik Marni.
Berhubung tante Salma dan om Arfin sudah kembali kerumahnya,jadi tidak butuh banyak porsi yang dimasak.Hanya saja Danest tetap melebihkan masakannya untuk para staf rumah tangganya.
"Wah,nona Danest semakin jago ya masaknya".puji bik Sari.
"Semua ini kan berkat bik Sari dan bik Marni yang selama ini sering ngajarin Danest memasak."Ujar Danest seraya kembali memuji para asisten rumah tangganya itu.
Akhirnya selesai juga masakannya,Danest menyiapkan seporsi sop khusus buat suaminya dan juga buah.
o
(seporsi sop ayam thailand ala Danest,spesial buat dokter Bit tersayang).
Setelah semuanya siap,Danest segera kembali kekamar dan mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja.Kesibukan barunya sebagai istri kini sedikit menyita waktunya untuk bersiap kekantor.
Selama ini memang dia jarang memasak sendiri,tapi kali ini dia ingin menyiapkan semua keperluan suaminya.Hitung-hitung belajar jadi istri yang baik pikirnya.
Tsabit yang sudah bersiap untuk bekerja sedang duduk disofa sambil memasang sepatunya.
"Kamu juga udah siap,ayo kita turun sarapan dulu".ajak Danest.
"Baiklah,ayo".sahut Tsabit. kemudian mereka berdua pun menuju meja makan.
Kedua pasangan ini tampak serasi dengan mengenakan pakaian yang berwarna senada.Papinya Danest pun sangat bahagia melihat putri dan menantunya itu hidup rukun.
"Papi senang sekali melihat kebersamaan kalian berdua,papi do'akan semoga rumah tangga kalian langgeng dan bahagia selamanya".kata papi sambil tersenyum bahagia.
"Terimakasih pi".Jawab Tsabit dengan senyuman juga.
Sedangkan Kenzo yang berada dihadapan mereka hanya memandang sinis kearah Tsabit.Kemudian dia mengalihkan pandangannya kebawah melihat Danest yang sibuk menambahkan bawang goreng kedalam sop ayam dipiring Tsabit.
"Ayamnya mau tambah lagi ga sayang?".tanya danest ke Tsabit,dia sengaja memanggil Tsabit dengan sebutan itu sesuai kesepakatan mereka agar Kenzo berhenti menginginkan Danest.
Hal itu tentu saja membuat wajah Kenzo tak bisa menyembunyikan kekesalannya.
***Bersambung ya genks,pembaca menurun.Membuat thor jadi males juga daya fikirnya,nah loh.Tetap dukung thor ya bagi yang mampir jangan lupa like,komen dan dukungannya.๐
Thankyou so much tuk yang masih setia๐๐***