
Vito dan anak buahnya bergerak cepat menyelidiki kasus ini,sedangkan pengacara sibuk juga membuat surat laporan somasi untuk Sonya.
Tsabit tak ingin buang-buang waktu untuk menyelesaikan masalah ini,apalagi ini menyangkut nama baiknya pribadi dihadapan umum dan terutama dihadapan sang istri,juga tanggung jawabnya dihadapan papi mertua.Apalagi kalau sudah menyangkut nama baik keluarga besarnya Atmaja.
Tuan Jackson dan keluarganya pamit,sebelum keluar dari rumah itu tuan Jackson kembali mengingatkan akan menempuh cara apapun agar anaknya mendapatkan keadilan.Sedangkan tuan Martadinata hanya menanggapinya dengan dingin.
Meskipun dia tahu menantunya itu tidak bersalah,tapi dia juga harus menyelidiki masalah ini demi masa depan putri satu-satunya.Dia tidak ingin masa depan Danest menjadi suram kalau seandainya semua itu benar.
Tuan Martadinata pun menghubungi detektif kepercayaannya untuk menyelidiki masalah ini secara diam-diam.
Danest dan dokter Tsabit kini sudah berada dikamar mereka.Dokter Tsabit melihat sikap Danest yang sedikit berubah menjadi acuh dan pendiam.
"Sayang,kamu percaya kan sama aku?.Aku ga mungkin menghianati kamu,apalagi sama wanita itu si Sonya."Tsabit mencoba menjelaskan pada istrinya agar tak salah paham.
Namun Danest hanya diam seribu bahasa,tatapannya kosong seolah sedang memikirkan sesuatu yang sangat rumit diotaknya.
"Sayang,aku ga pernah melihat wanita lain manapun sebelum maupun setelah kita menikah.Kamu satu-satunya wanita special dalam hidup aku,aku sangat mencintai kamu."Tsabit akhirnya bisa mengungkapkan isi hatinya,meski tanpa sadar hal itu terucap.Namun sukses membuat Danest yang mendengarnya menjadi tak bisa berkata apa-apa.
Seperti mendapat sebuah angin segar dimusim panas,Danest menatap kedua mata suaminya yang penuh kejujuran.
"Coba ulangi lagi,apa yang barusan saja kamu katakan tadi."pinta Danest.
"Aku sangat mencintaimu istriku sayang,tak ada wanita lain dihatiku selain kamu.I_Love_ You."Tsabit menyebut kata-kata itu satu persatu dengan penuh penghayatan,dan tatapan penuh cinta,dia berlutut didepan istrinya yang mulai mengeluarkan air mata.
Danest terharu dan makin tak bisa berkata-kata,dengan perlahan di menyambut suaminya itu kedalam pelukannya.
"I love you too."Jawabnya Lirih.
Tsabit pun membalas pelukan istrinya itu,dia sangat bahagia mendengar jawaban dari Danest.
"Maafkan aku sayang,selama ini aku yang bodoh tidak pernah mengungkapkan perasaanku dengan kata-kata."Tsabit mengurai perasaannya.
"Maafkan aku juga,karena selama ini aku berpura-pura tidak mengerti dengan apa yang kamu lakukan untukku.Aku selalu menyangkalnya,walaupun sebenarnya aku juga tahu kalau kamu sangat mencintai aku."Jawab Danest.
"Terimakasih sayang,maaf ya aku terlambat memahami semua ini."Kata Tsabit lagi,jika dia tahu dengan mengungkapkan cintanya secara langsung bisa membuat Danest menerimanya,mungkin sudah dia lakukan dari dulu.
Akhirnya keduanya tenggelam dalam ciuman yang amat dalam.Suami istri itu untuk pertama kalinya saling menyatakan cinta mereka,sekarang tidak ada lagi kata gengsi yang membuat jarak diantar keduanya.Hanya ada kata cinta yang akan selalu mereka jaga dan selalu membuat keduanya saling mendukung dalam menghadapi masalah apapun.
"Sayang,kamu tenang saja,aku akan segera menemukan bukti bahwa Sonya hanya mengarang cerita ini untuk memisahkan kita.Sayang,kamu harus percaya padaku.Hanya kamu yang aku cintai dan hanya dengan kamu aku ingin menghabiskan sisa hidupku.Jadi aku tidak pernah berfikir untuk melirik wanita lain sayang,percayalah."Tsabit kembali meyakinkan Danest.
Danest juga tidak percaya dengan apa yang dikatakan Sonya dan kedua orang tuanya,Danest yakin Sonya hanya memfitnah suaminya.
"Hatiku mengatakan bahwa kamu ga salah sayang,aku juga tahu bahwa Sonya memang mulai menyukai kamu.Karena kamu terlalu baik sama semua orang,bisakah kamu berhenti baik kepada Sonya.Aku ga bisa menahan rasa cemburu kalau hal seperti ini terus terjadi kedepannya nanti.Aku ga bisa berbagi suamiku dengan wanita lain."Danest mengatakan itu dengan deraian air mata.
"Percayalah sayang,aku ga pernah tertarik sedikitpun kepada wanita itu.Hatiku ini bergetar hanya saat aku melihat kamu,bahkan disaat pertama kali kita bertemu dulu.Aku hanya mencintai kamu seorang.Sungguh😳."Tsabit terus saja menyatakan kesungguhannya,dia tak akan membiarkan istrinya itu salah paham atas segala tuduhan tak berdasar yang kini ditujukan Sonya kepada dirinya.
Terlebih lagi Sonya sudah melibatkan orang tuanya dan juga mertua dokter Tsabit.Bagaimana dia tidak malu didepan mertua dan juga istrinya itu,ini sungguh sesuatu yang harus segera diselesaikan.
🙄🙄🙄
Ternyata dirumah Keluarga Jackson Prakoso sedang ada keributan besar.Bara yang sudah mengetahui bahwa sekarang Sonya sedang mengandung anaknya memaksa masuk meski dihadang oleh beberapa pengawal keluarga itu.
"Sonya,ayo keluar Sonya.Temui aku,aku sudah tahu kalau saat ini kamu sedang mengandung anak kita.Ayolah Sonya,biarkan aku bertanggung jawab pada kalian berdua.Aku akan menikahimu!!."teriak Bara dari halaman rumah Sonya.
Sonya yang berdiri dibalik hordeng kamarnya hanya menggenggam dan meremas jemarinya mendengar hal itu,dia lalu menelpon pengawal yang berjaga dibawah untuk segera mengusir san menyeret Bara keluar dari pagar rumahnya.Karean dia sangat membenci Bara.
Vito mengangguk paham,benar sekali dia berada disana pada waktu yang tepat.Vito pun menghampiri Bara yang terhuyung didorong oleh para pengawal Sonya keluar dari pagar rumah itu.
"Halo bro,bisa kita bicara sebentar?."tanya Vito.
"Siapa kamu,ada perlu apa kamu mau bicara denganku?."tanya Bara.
"Aku sudah melihat kejadian barusan,apa benar nona Sonya itu kekasihmu?."tanya Vito lagi,salah satu anak buahnya sedang merekam obrolan itu dari tempat tersembunyi sebagai barang bukti.
"Tentu saja,dia bahkan sedang mengandung anakku.Tapi dia tidak mau menemuiku.Mungkin karena dia masih marah denganku."Jawab Bara.
"Marah kenapa?."tanya Vito lagi,dia berusaha mengorek sebanyak mungkin informasi ,agar laporannya kongkrit dan akurat.
"Hey,elo siapa?ngapain elo banyak tanya ke gue?."tanya Bara yang sadar sedang diinterogasi oleh Vito.
"Gue..gue fansnya Sonya."jawab Vito ngasal.
"Ooo,gue tau.Elo pasti wartawan kan?."Bara asal tebak.Soalnya yang suka banyak tanya dan kepo dengan urusan orang kan wartawan.
"Apa??!."Vito jadi bingung.
"Ya sudah,karena gue memang lagi butuh bantuan wartawan jadi gue mau diwawancarai."Bara mengajak Vito ke Klub malam milik keluarganya.
"Ikutin gue ya!."ajak Bara.
Sesampai diklub tersebut,Bara meminta pelayan untuk menyiapkan minuman untuknya dan juga tamunya.
"Silahkan diminum."ajak Bara.
"Iya terimakasih."jawab Vito sambil memberi kode pada anak buahnya yang duduk dikursi berbeda.
Vito pura-pura meminum minuman itu.
"Biar gue ceritain ya,gue dan Sonya itu sudah lama punya hubungan,hubungan kami berawal dari pertemanan antara model dan juga fotografernya.Tapi belakangan ini hubungan kami berkembang menjadi cinta,Kami bahkan sudah melakukan apa yang dilakukan oleh suami istri."Bara mulai tidak bisa menguasai dirinya,kini dia mulai mabuk.
"Lalu?."Vito tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan bukti.
"Sekarang dia mengandung buah cinta kami,tapi dia marah padaku karena malam itu aku sedikit memaksanya disaat dia setengah sadar."kata Bara lagi.
"Tapi aku akan berusaha terus agar Sonya bisa menerimaku kembali."Ujar Bara lagi.
"Apa anda yakin itu anak anda?."tanya Vito.
"Tentu saja.Aku dan Sonya berdua dikamar dalam klub malam ini,Kami melakukannya sampai berulang kali.Bara gitu loh."terang Bara.
"Baiklah,terimakasih atas infonya.Saya akan menuliskan berita ini ,besok anda sudah akan bisa membacanya disitus berita online.Tenang saja,saya akan menyamarkan nama anda."kata Vito.Seraya menyalami Bara dan pamit pulang diikuti oleh anak buahnya.
"Bagaimana,apa rekamannya bagus.Sini biar aku periksa dulu sebelum diserahkan pada tuan muda."Vito mengambil kamera dari tangan anak buahnya.
"Perfect."kata Vito setelah memutar ulang video tersebut.
Kemudian Vito mengirim video itu kepada Tsabit,dan dia juga mengirim video itu kepada salah satu situs berita online.Sesuai perintah tuan mudanya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Bersambung...😘