Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Searching- Searching


Setelah selesai joging yang lumayan memerah keringat,Danest dan Mama mertuanya serta suami tampannya kembali menuju rumah.


"Sejuk banget ya Ma udara disini."Kata Danest sambil menghirup udara segar.


"Dirumah kamu juga sejuk kok,Mama saja sangat suka dengan penataan tamannya.Tsabit pernah cerita katanya dibelakang rumah kalian ada banyak pepohonan besar ya?."tanya Mama .


"Kapan dia cerita ke Mama."Bathin Danest.


"Ooo itu,memang sengaja dibiarkan tumbuh Ma.Itu peninggalan almarhumah neneknya Danest,Papi yang menginginkan agar terus dijaga untuk mengenang masa mudanya dulu katanya."jawab Danest.


"Eh,mana suamimu?.Kog dia ga ada dibelakang kita."tiba-tiba Mama Anita sadar kalau Tsabit ga ada didekat mereka.


"Aku disini Ma."Sahut Tsabit yang ternyata udah rapi dengan kemeja kokonya.



"Hey,kapan anak itu masuk dan mandi.kok sudah rapiπŸ€”."mama jadi bingung.


"Kalian aja yang dari tadi asyiiik banget ngobrolnya sampai lupa waktu."Jawab Tsabit.


"Ya udah sayang,kamu segera masuk gih,bersih-bersih.Abis itu kita sarapan."Kata Mama Anita pada menantunya Danest.


"Iya ma,aku duluan ya Ma."Danest pamit dan masuk kedalam kamarnya bersama suaminya.


"Mau aku temanin ga kekamar mandinya?."Goda Tsabit.


"Ihhhh,Dasar ya.Mulai deh kumat gombalnya."Sahut Danest.


"Gombal sama istri sendiri ini.Kalau sama istri orang lain nah itu baru bahaya."Jawab Tsabit sambil terkekeh.


"Ada-ada aja kamu yang."Danest menutup pintu kamar mandi sedikit kasar karena kesal dengan ulah suaminya itu.Kesal tapi suka tepatnya.😁😁


Tsabit melihat amplop yang diberikan mama Anita semalam diatas meja kerja yang ada dikamarnya.


Dibukanya lagi amplop itu,disana tertulis tiket untuk satu minggu dimulai dari minggu depan.Bulan madu ke Korea sebenarnya tidak ada dalam benak Tsabit sama sekali,mengingat kedua suami istri itu sama-sama sibuk dalam pekerjaan masing-masing.


Akan tetapi ga ada salahnya jika dia dan Danest mencoba pergi kesana,siapa tahu tempat yang dipilihkan oleh Mamanya itu bisa membawa kebahagiaan dan mungkin saja ditempat itu cinta mereka akan berkembang dan membuahkan hasil.


Tsabit kemudian membuka laptopnya sambil searching-searching tentang tempat-tempat wisata disana apa aja,dimana tempat makanan yang halal dan juga destinasi apa aja yang bisa mereka kunjungi.


Karena ini ke korea selatan,sayang sekali jika mereka melewatkan pulau Jeju.Tsabit pun memasukkan pulau Jeju sebagai salah satu destinasi wisata yang akan ada dalam list bulan madu mereka.


"Semoga saja kamu bersedia pergi sayang,karena jika kamu ga mau,aku akan sangat kecewa."Bathin Tsabit.


Danest sekarang sudah keluar dari kamar mandi dan beralih kemeja rias.Pagi ini dia sangat cantik dengan balutan blazer berwarna pink dan dalaman berwarna putih.Tsabit yang melihat istrinya itu diam-diam tersenyum -senyum sendiri.Ada kekaguman yang semakin hari semakin bertambah dan membuat hatinya dipenuhi bunga-bunga cinta.Sehingga tanpa bisa dikontrol oleh otak dan hatinya mulutnya pun berucap kata:



"Kamu cantik banget sayang."katanya.


"Masa sih,bukannya tiap hari aku emang selalu cantik ya."Jawab istrinya itu sambil nyengir kuda😁😁.



"Apa?."Danest setengahnya terkaget mendengar ucapan suaminya.


"Apa kamu ga ingin pergi kesana,kan sayang tiket nya.Ini juga udah ada termasuk hotel dan juga tour loh sayang."Tsabit memperlihatkan amplop yang diberikan Mamanya semalam.


"Apa...kamu benar-benar ingin pergi kesana?kelihatannya kamu memang sangat ecxited sekali."terka Danest dengan tatapan penuh selidik.


"Ya tentu saja sayang,sebenarnya aku sudah lama punya rencana buat ngajak kamu honeymoon keluar negeri setelah urusanku disini selesai.Tapi ternyata Mama malah udah duluan nyiapin semuanya.Kali ini kita turuti aja ya kemauan Mama,ga baik juga kan kalau ditolak.Lain kali kita bisa pergi ketempat manapun yang kamu mau."Jabar Tsabit penuh harap.


"Kapan tanggalnya?."tanya Danest.


"Seminggu lagi sayang,kamu bisa kan kosongkan jadwal kamu?!."Tsabit khawatir kalau istrinya itu ga bisa pergi karena alasan pekerjaan.


"Entar aku usahakan ya,Aku akan minta Mitha untuk mengosongkan jadwal ku minggu depan."tukas Danest.


"Bagus kalau begitu,terimakasih ya sayang."Tsabit kembali memasukkan tiket itu kedalam amplopnya dan menyimpannya didalam tas kerjanya.


"Aku sudah siap,ayo kita turun."ajak Danest.


"Oke,ayo."jawab Tsabit sambil menenteng tas kerjanya dan juga mengangkat koper kecil milik istrinya.Tsabit memang tidak membawa baju ganti karena pakaiannya masih banyak yang ada dirumah orang tuanya itu.


Keduanya ikut sarapan dirumah Mama Anita,ternyata para pelayan sudah menyiapkan menu sarapan yang sudah terhidang diatas meja.


"Selamat pagi Pa,selamat pagi Tsania."sapa Danest pada Papa mertua dan adik iparnya.


"Pagi nak."jawab Papa Leo.


"Pagi kak Danest."jawab Tsania.


"Ayo duduk sini sayang."Ajak Mama Anita.


Tsabit pun menarikkan kursi untuk Danest duduk.Kemudian mereka mulai makan dengan tenang,sesekali Papa Leo menanyakan soal bisnis dengan Danest.Danest pun menjawabnya dengan penuh rasa hormat.Ga nyangka rekan bisnis Papinya sekarang jadi rekan bisnis sekaligus Ayah mertuanya.


"Sebentar lagi proyek hotel baru Papa akan selesai dibangun.Nantinya Papa akan memesan furniture untuk mengisi semua ruang kamar dan juga loby serta bagian office dengan produk dari MN group.Ini akan menjadi kerjasama yang saling menguntungkan buat perusahaan kita."Kata Papa Leo.


"Dengan senang hati Pa,Danest akan segera menunjuk beberapa staf untuk meninjau berapa ukuran setiap produk yang harus dibuat.Papa bisa berikan salinannya jika sudah tersedia."Jawab Danest.


"Tentu saja nak,nanti staf Papa akan datang kekantormu."kata Papa Leo.


"Loh,kalau Danest banyak kerjaan,lalu bagaimana dengan bulan madu ke Korea nya?." tanya Mama Anita.


"Ini kan baru tahap awalnya Ma,masih soal hitung menghitung,belum harus jadi.Mungkin bulan depan baru bisa jalan.Nunggu pembangunannya selesai seratus persen,baru furniturenya masuk."Jelas Tuan Leo.


"Ooo,berarti ga ganggu honeymoon mereka kan."Mama Anita lega.


"Iya Ma,Mama tenang aja.Tsabit dan Danest pasti akan berangkat ke Korea kok minggu depan.Tsabit juga mau ngajuain cuti dulu seminggu kerumah sakit."Jawab Tsabit menyela.


"Iya Ma."Danest pun menimpali.