Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Reunian



Hari ini, Danest lagi ngobrol santai dengan Papinya dikamar Papi.


"Kelihatannya anak Papi bahagia sekali?,kenapa nih?".tanya Papi.


"Tentulah Pi,kan bentar lagi Nest bakal lulus kuliah,terus diwisudah.Huuuu senangnya".Danest sumringah.


"Kirain papi,kamu lagi kasmaran sama nak Dokter."tanya Papi menyelidik.


"😁😁😁"Danest hanya nyengir kuda.


"Ooo Ya,Papi dan Papanya Tsabit sudah bicara soal pernikahan kalian.Setelah kamu diwisudah,kita akan segera menggelar pernikahan kalian."jelas Papi ke Danest.


"Yang bener Pi?,tapi kan Danest belum siap Pi?"jawab Danest merasa terpojok.


"Apalagi yang mau kamu pikirkan,semuanya kan sudah pas waktunya.Papi juga pengen lihat cucu Papi.Pengen nimang cucu. "Tuan Martadinata mencoba membujuk Danest.


"Tapi,apa Tsabit udah siap?".tanya Danest.


"Papi yakin,nak Dokter pasti udah sangat siap.Dia juga sudah mapan.Kalian kan sama-sama bekerja".


"Tapi Pi,bukan soal ekonomi yang Danest khawatirkan.Kami kan belum saling mencintai Pi".Kesah Danest.


"Sejauh yang Papi lihat kalian itu sangat cocok dan saling suka".ujar Papinya optimis.


"Terserah Papi aja deh. "Jawab Danest.


Dalam hatinya masih ada keraguan,entah apa yang ia ragukan.Yang pasti perasaannya ga tenang.


🏢Di perusahaan


Danest mendapatkan laporan yang memperlihatkan neraca penjualan yang mulai meningkat.


"Lumayan."ujar Danest lirih.


"Gimana wisudah lo Nest ?"tanya Mita kepo.


"Weekend,Kalau elo mau hadir juga boleh." ajak Danest.


"Boleh juga tawaran elo,gue bakal ajak gebetan gue yang baru buat nemenin gue. Kalau gue datangnya sendirian,entar gue dikira obat nyamuk lagi,secara elo kan pasti sama Dokter Tsabit loh itu "singgung Mita.


"Gue juga belum kasih tau dia,entah dia bisa hadir atau nggak".jawab Danest ragu.


"Pastilah dia hadir,masa dia ga hadir di momen penting calon istrinya sih".Mita meyakinkan Danest yang nampak ragu.


"Ya semoga aja dia mau hadir".ucap Danest penuh harap.


🏥Sementara itu dirumah sakit


Seperti biasa dokter Tsabit disibukkan dengan memeriksa para pasiennya yang datang silih berganti.



(dr.Tsabit yang sedang melayani pasiennya)


"Apa masih ada pasien diluar? "Tanya dr. Tsabit ke suster Leny.


"Udah ga ada Dok,hari ini selesai".jawab Suster Leny.


"Apa Dokter ada janji kencan sama Mbak Danest?."goda Suster Leny.


"Sebenarnya saya mendapat undangan reuni dari teman kuliah saya.Saya ingin mengajak Danest untuk menemani saya kesana.Ga mungkin juga kan saya datang sendirian".jelas dr.Tsabit.


"Ya itulah Dok,masa punya tunangan cantik dianggurin😁".ujar Suster Leny berseloroh.


"Bisa aja kamu Sus".dr.Tsabit tersenyum ketika dipikirannya terlintas wajah Danest😊😊.


Dia pun mengeluarkan ponselnya dari saku, dan menelepon tunangannya itu.


📲panggilan tersambung


"Hallo Assalamualaikum, ada apa Dokter?"tanya Danest dengan wajah kaget mendapat telepon dari tunangannya itu secara tiba-tiba.


"Nanti malam kamu temenin aku ya,ke acara reuni kampus aku".pinta Tsabit


"Reuni,,, oke,jam berapa?. "jawab Danest seraya bertanya lagi.


"Jam tujuh malam aku jemput kamu".jawab Tsabit lagi.


"Baiklah,aku akan siap jam tujuh malam."jawab Danest grogi.


"Dress code nya warna hitam ya,apa kamu punya gaun warna hitam?Kalau belum nanti aku yang beliin atau kita cari bareng ke Mall."ajak Tsabit.


"Kayak nya aku ada beberapa gaun berwarna hitam.Ga perlu beli deh,itu juga belum pernah kupakai".Danest mengingat-ingat isi lemarinya yang penuh dengan baju-baju bermerek dan bahkan ada sebagian yang belum pernah dipakainya sama sekali.


"Baiklah, kamu tunggu aku ya nanti malam."Tsabit lega karena Danest bersedia mendampinginya.


"Terimakasih."ujar Tsabit lagi.


"Sama-sama,aku juga ada yang mau kubicarain sama kamu."Danest ingat soal bintang iklan dan juga wisudah.


telepon pun ditutup.


😃😃Danest senyum-senyum sendiri,membuat Mita jadi gemes pada kelakuan sahabatnya itu yang akhir-akhir ini sering terlihat kayak orang kasmaran.


🏛Malam harinya,Tsabit datang menjemput Danest dirumahnya.


Setelah berpamitan dengan camer nya,Tsabit mengajak Danest yang malam itu sangat anggun dengan gaun malam berwarna hitam, dengan bagian dada sedikit lebar segera tancap gas ke tempat acara.


Acara yang diadakan di restoran sebuah hotel itu sangat meriah,para rekan se alumni dr.Tsabit sudah banyak yang berdatangan.


Rata-rata dari mereka membawa pasangannya masing-masing.Namun tak jarang pula ada yang datang sendirian.


Sejenak para teman sejawatnya itu terpukau saat kedua pasangan itu memasuki ruang pesta.Mereka terlihat begitu serasi.



Siapapun yang memandang pasti akan merasa iri.


Banyak rekan-rekan dr.Tsabit tak menyangka bahwa dr.Tsabit sudah ada gandengan,karena dijaman kuliah dulu Tsabit adalah tipe orang yang ga mau dekat dengan cewek kecuali sebatas teman.


Banyak banget cewek yang ia tolak karena ingin fokus pada kuliahnya.


Sehingga pemandangan malam ini membuat banyak yang menatap iri kepada Danest.Dan tak jarang juga ada beberapa teman pria dr. Tsabit yang iri karena rekannya itu sudah berhasil menggandeng seorang Danest pearly Martadinata yang terkenal tajir, pintar dan juga cantik tentunya.


Danest diperkenalkan dengan temannya satu persatu.