Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Rapat penting


🤩Danest baru tiba dirumah diantar oleh tunangannya yang tampan.


Dibalik jendela dilantai dua rumah sudah ada sepasang mata yang mengintai mereka.Mata itu menatap nanar kearah Mobil Tsabit yang baru terparkir.


"Dari mana saja dia membawa Danest,sudah selarut ini baru pulang. "Gumam Kenzo.



"Kamu langsung pulang aja,udah malam."ujar Danest kepada Tsabit.



"Aku mau pamit ke Papimu dulu,masa iya aku langsung pulang aja".



"Ga papa kok, nanti aku yang bilangin ke Papi."jawab Danest lagi.



"Ya udah kalau gitu".Sekilas Tsabit melihat wajah Kenzo dibalik tirai dilantai dua rumah Danest.



Cup".Tsabit refleks mengecup kening Danest.



Dia tahu bahwa Kenzo mempunyai perasaan terlarang kepada tunangannya itu.



Tuan Martadinata juga menceritakan hal tersebut saat memintanya untuk menikah dengan Danest putrinya.Salah satu alasannya karena untuk menghentikan kegilaan Kenzo terhadap Danest.



Sementara itu,Danest yang mendapatkan kecupan tiba-tiba mendadak merah merona kayak udang rebus.



"A-apa yang kamu lakukan?".tanyanya ke Tsabit



"Good night,have a nice dream".jawab Tsabit sambil matanya memberi kode kearah jendela atas berulang-ulang.



Akhirnya Danest pun mengerti apa yang dimaksud oleh Tsabit.Kecupan itu tak lain hanya untuk membuat Kenzo sadar akan kedudukannya.



"Besok,apa kamu mau aku jemput? ".tanya Tsabit.



"Ah,ga usah.Besok aku mau kekampus,abis itu kekantor.Akan lebih gampang kalau aku bawa mobil sendiri,nanti kamu malah ga bisa kerja karena harus nunggu aku,repot kan? "jelas Danest.



"Ya udah,kasih kabar aja ya.Kalau begitu aku pulang dulu".jawab Tsabit



"Salam untuk mama Anita sama papa Leo".Ingat Danest.



"Baiklah,assalammu'alaikum",Tsabit pun pamit.



"Wa'alaikum salam".jawab Danest sambil melambaikan tangannya.



Danest masuk kedalaman rumah dengan perasaan ga karuan,karena kecupan yang didaratkan Tsabit di keningnya sudah membuatnya terbayang-bayang terus. Sampai-sampai dia ga sadar ada orang dihadapannya.



"***brukkk***".



Danest menabrak Kenzo yang sudah berdiri dipangkal tangga.



"Om Ken,kok Om ada disini?"tanya Danest kaget.



"Kamu yang ga lihat,sibuk senyum-senyum sendiri.Dari mana aja jam segini baru pulang??".tanya Kenzo penuh selidik.



"Dari makan malam sama Tsabit diluar."jawab Danest enteng sambil melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya.



Kenzo yang panas mendengar jawaban Danest mengepal erat tangannya dan ditinjukannya kedinding.



🤩***keesokan harinya dikediaman Martadinata***



![](contribute/fiction/1934352/markdown/13541484/1612961623408.jpg)



(***rumahnya Danest***)



Danest yang bersiap untuk kekampus guna mengurus sisa tugasnya dikampus terlihat sedang berpamitan dengan Papinya dikamar.



"Pi,Danest berangkat kekampus dulu ya.Nanti abis dari kampus Nest baru akan kekantor. "



"Kamu berangkatnya sama siapa!?"tanya Papi.



"Sendiri Pi?" jawab Danest.



"Kenapa ga sama dr.Tsabit aja?"tabya Papi.



"Aku ga mau ngerepotin dia Pi,dia kan harus kerja juga."jawab Danest sambil senyum.



Setelah mencium pipi papinya ,Danest pun segera turun kebawah.



![](contribute/fiction/1934352/markdown/13541484/1612961623398.jpg)



Namun lagi-lagi dia ketemu Kenzo yang ternyata sudah menunggunya.



"Nest, biarkan aku mengantarmu ".pinta Kenzo.



"Maaf ya Om,sebaiknya aku berangkat sendiri saja.Aku ga mau ada gosip yang enggak-enggak lagi tentang kita."jawab Danest.



"Tapi Nest,kenapa aku merasa kalau kamu akhir-akhir ini menghindari aku".tanya kenzo




Mendengar itu,Kenzo memundurkan langkahnya.



🏤Setelah tiba dikampus,Danest segera memasuki ruang senat.cukup lama dia disana,kurang lebih setengah jam.



Setelah urusannya selesai dia berangkat kekantor.Dari tadi Mita sudah menelponnya terus-terusan,Karena hari ini akan diadakan rapat penting.



Rapat kali ini akan membahas soal pembuatan iklan dan poster untuk mempromosikan produk sofa dan furniture rumah tangga lainnya.



![](contribute/fiction/1934352/markdown/13541484/1612961623411.jpg)



(***Mita yang sedang menunggu sahabatnya yang tak kunjung datang diruang rapat***)



" *Kemana anak itu*?"bathin Mita.



Ga lama kemudian,Danest memasuki ruangan.



"Gimana,udah pada siap? "tanya Danest.



"Akhirnya datang juga bu Bos".Mita jadi lega.



Diruangan itu juga sudah ada para staf bagian pemasaran.



"Jadi bagaimana menurut kalian,apa kalian sudah mendapatkan ide untuk pembuatan iklannya,akan seperti apa dan bagaimana?"tanya Danest kepada para staf nya itu.



"Sudah Bu,kami sudah merancang beberapa ide dan konsep,silakan Ibu lihat dulu".ujar Pak Hendarso manajer pemasaran sambil menyodorkan beberapa berkas.



"Iya bagus,saya menyukai ide yang ini."


Danest menunjukkan salah satu konsep ia setujui.



"Tapi siapa kira-kira artis yang akan kita pakai untuk menjadi Brand ambasador produk kita ini? "tanya Danest lagi.



"Kalau menurut saya,kita ga perlu membayar selebriti manapun Bu Danest ".sela Mita sahabatnya(***memang kalau lagi*** *dalam suasana resmi bahasanya juga resmi*)



"Maksudnya? jadi kita pakai siapa? "tanya Danest



"Kita kan sudah memiliki pasangan baru yang cocok banget untuk memerankan iklan ini,bahkan juga untuk Brand ambasadornya.Pasti produk kita akan sangat booming dipasaran".kata Mita lagi.



"Siapa orangnya??."Danest penasaran.



"Ya....ibu Danest dan pak dokter tentunya."kata Mita sambil tersenyum lebar.



"Setuju"kata semua orang diruangan itu kompak.


"Kalian sangat serasi ".Mita memuji.



"Tapi... saya tidak bisa memutuskan ini sendiri.Saya harus menanyakan hal ini kepada Dokter Tsabit dulu."jawab Danest sambil mikir dan bibirnya membentuk senyuman.



Dia membayangkan bagaimana dia dan Tsabit berpose untuk sesi pemotretan dan juga pengambilan video untuk iklan ditelevisi.



"Bu Danest,, Bu Danest".Mita mencoba menyadarkan sahabatnya itu dari lamunan yang melayang jauh.



"Ehhhh maaf,saya jadi lupa kalau sedang rapat.Baiklah saya rasa cukup untuk rapat hari ini,kalian jadwalkan saja untuk iklannya kapan dan dimana.Nanti akan saya bicarakan dengan Dokter Tsabit.Semoga saja dia bersedia ya".Danest bersemangat.



"Baik bu".jawab semua staf.



Dan mereka segera meninggalkan ruangan rapat,kecuali Mita.



😁😁"Cie,,, cie.Langsung melamun deh kalau denger namanya Dokter Tsabit. "goda Mita sambil toel-toel pinggangnya Danest.



"Apaan si Miiiittt"Danest malu-malu.



"Tuu kan,senyum-senyum terus".



"Bisa aja deh kamu kasih ide".



Dalam hati Danest sangat berterimakasih dengan ide sahabatnya itu.



"Emmmm, gitu ya.Gimana kalau kita ikut senam hari ini?udah lama juga kita ga ke Gim? ".tawar Mita



Tempat Gim langganan mereka ada tempat senamnya juga.



"Oke,abis ngantor ya".Danest setuju.



Sore sepulang kantor mereka berdua langsung berangkat.Tadi Minta sudah reservasi untuk ikut senam hari ini.



![](contribute/fiction/1934352/markdown/13541484/1612961623404.jpg)



(*Danest dan Mita berfoto bersama anggota Gim lainnya*)