
Pagi itu,setelah tiba dikantornya,Danest menyerahkan kemudi ketangan suaminya.Karena motor suaminya itu sekarang sudah diantarkan kerumah,jadi Tsabit yang nanti akan menjemput Danest kembali setelah pulang bekerja.
Saat Danest sudah tiba dilantai 7,Mitha sudah menunggunya disana.Dengan wajah yang penuh keceriaan,Mitha menyambut Danest dengan memberikan sebuah kartu undangan pertunangannya dengan Dokter Barry.
"Wow,apa ini?."tanya Danest kaget.
"Surprise."Kata Mitha sambil berjingkrak kegirangan.
"What?,elo akan bertunangan dengan Dokter Barry besok sore?."tanya Danest seakan tak percaya dengan kabar yang baru ia terima.
"That's right,sayangku.Akhirnya gue laku juga😁😁😂."Mitha memegang tangan Danest sambil melompat-lompat.
"Aduh seneng banget deh,selamat ya Mit.Akhirnya kita berdua akan sama-sama jadi istri seorang Dokter."Jawab Danest tak kalah girangnya.
"Kalau acaranya besok,berarti elo harusnya udah kasih tahu gue sejak lama dong.Ih jahat banget ya,kok baru kasih tahu sekarang sih!?."Danest jadi agak ngambek karena tak diikut sertakan dalam kesibukan persiapan pertunangan sahabatnya itu.
"Ya ampun Nest,elo kan orang sibuk.Aku mana berani mengganggu waktu elo.Apalagi elo udah punya Dokter Tsabit yang juga harus elo perhatikan.Tenang aja,aku bisa kok mengatasi semuanya."jelas Mitha.
"Pantas aja kemaren elo minta cuti."Danest benar-benar ga habis fikir.
"Anyway,,pokoknya elo sama suami elo harus datang keacara gue besok sore.Jangan sampai ga ya,kalau ga datang gue bakalan ngambek."Ancam Mita.
"Ya mana mungkinlah gue ga datang,secara ini kan pertunangan sohib gue yang ter the best."sahut Danest sambil memeluk Mitha.
"Yakin deh yakin."Mitha pun membalas pelukan sahabatnya itu.
"Berarti besok elo libur kerja,sebelum elo ngomong mintak cuti lagi gue udah keluarin izin buat elo cuti besok.Tapi....."Danest menggantung kata-katanya.
"Tapi apa Nest,apa gue dipecat?."Tanya Mitha khawatir.
"Iya ga lah,gini Mit...minggu depan gue sama suami gue akan pergi honey moon ke Korea.Gue mau titip perusahaan ke elo,kita bisa berhubungan lewat WA,email,bahkan telepon untuk urusan yng mendesak.Besok pagi kita akan mengadakan rapat,karena akan ada proyek baru lagi.Tapi elo ga perlu datang,kan elo mau tunangan,cukup infokan ini kesemua staf yang akan terlibat,bagian marketing,produksi,dan pengiriman jangan sampai mereka tidak datang pagi-pagi.Karena siangnya kan akan siap-siap ke acara elo."Danest menjelaskan panjang kali lebar segala sesuatunya.
Mitha jadi merasa tidak enak,karena kantor lagi sibuk-sibuknya tapi dia malah tidak bisa membantu apa-apa.
"Maaf ya Nest,acara gue ga tepat waktu banget.Pas kantor lagi sibuk-sibuknya,malah gue ga bisa bantu dan malah punya urusan pribadi."Ucap Mitha menyesal.
"Sejujurnya,gue mau minta cuti lagi sih Nest untuk kamis,jum'at,sabtu,minggu depan."Mita mencoba menjelaskan.
"Ada apa,kok cuti lagi?."
"Setelah bertunangan gue akan langsung menikah seminggu kemudian."jawab Mitha lagi.
"Apa!?langsung menikah juga?"Danest jadi bingung,siapa yang akan mengurus perusahaan kalau dia berangkat honeymoon.
"Kenapa kita ga bareng aja honey moon nya setelah gue menikah nanti?."usul Mitha.
"Tapi,perusahaan siapa yang urus kalau kita berdua pergi?."tanya Danest bingung.
"Papi yang akan urus sayang."Tiba-tiba Tuan Martadinata sudah ada diruangan itu,membuat Danest dan Mitha jadi terkejut.
"Papi!?,😲Alhamdulillah Papi udah bisa kekantor."Danest merasa bahagia sekali melihat Papinya dan menghambur memeluk orang yang telah menyebabkan dia terlahir kedunia ini.
"Papi udah merasa baikan sayang,akhirnya Papi jadi bosan dirumah melulu.Jadi Papi putuskan untuk berkunjung kekantor.Ternyata pas banget kamu lagi mau keluar negri,mungkin ini mukjizat Tuhan."jawab Tuan Martadinata.
"Danest senang banget lihat Papi udah jauh lebih segar sekarang."Danest pun memeluk Papinya.
"Semua ini berkat Tuhan dan juga kerja keras suamimu yang selalu merawat Papi dengan sangat baik."Ujar tuan Martadinata sambil mengelus kepala putrinya.
"Selamat ya Pak."Mitha pun ikut mengucapkan selamat kepada Tuan Martadinata.
"Terimakasih Mitha,o iya karena kalian berdua nanti akan liburan selama satu minggu.Saya membutuhkan seorang sekertaris,kamu bisa menunjuk salah satu asisten kamu yang berkompeten."kata Papinya Danest kepada Mitha.
"Baik Pak,saya akan menunjuk asisten saya Bianca yang akan menjadi sekretaris anda selama satu minggu."jawab Mitha.
"Baiklah,kalau begitu kamu boleh pergi.Dan kamu Danest,ada yang perlu papi bicarakan dengan kamu."kata tuan Martadinata pada Mitha dan Danest.
"Baiklah Pak,saya permisi."jawab Mitha seraya kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.