
Tsabit menunjukkan video yang dia terima dari Vito pada Danest dan juga Papi mertuanya.Mereka sudah tahu akan seperti ini,Tuan Martadinata pun merasa lega karena ternyata dugaannya benar.Menantunya itu tidak bersalah,Tuan Martadinata pun menyarankan agar Tsabit segera melaporkan kasus pencemaran nama baik itu kepolisi agar Sonya dan keluarganya bisa mendapatkan pelajaran.
"Kebetulan Tsabit sudah melaporkan mereka melalui pengacara Pi,bukti-bukti juga ada,mereka ga kan bisa mengelak lagi."ujar Tsabit.
Kini hatinya bisa sedikit tenang,setidaknya istri dan mertuanya kembali percaya penuh kepadanya.Akan tetapi Tsabit tidak boleh lengah dengan keadaan yang memihaknya,karena Sonya itu gadis licik yang punya beribu cara untuk mewujudkan apa yang dia inginkan.
Sedangkan Danest,dia ga banyak bicara mengenai hal ini,dia hanya diam dan tenggelam dalam fikirannya sendiri.
"Apa kamu masih merasa cemas sayang?."tanya Tsabit.
"Iya,sedikit."jawab Danest.
"Sudah,jangan terlalu difikirkan.Lagi pula masalahnya kan sudah menemui titik terang.Aku harap kamu akan tetap percaya sama aku."Tsabit kembali menatap Danest dengan tatapan yang sendu,menghanyutkan.
"Tentu sayang,aku akan terus percaya sama kamu.Karena aku tahu kalau kamu itu orang baik."jawab Danest,dengan membalas genggaman tangan suaminya.
"Gimana kalau kita sholat dulu,habis itu kita ngaji bareng biar fikiran kita tenang."ajak Tsabit.
"Baiklah,ayo."Danest menuruti ajakan suaminya.Didalam hatinya dia berharap semoga masalah yang tengah mereka hadapi ini segera selesai dan tidak membawa dampak buruk pada hubungan mereka berdua.
Selesai mengaji,Tsabit ingin menghibur Danest dengan guyonan yang sama sekali ga lucu menurut Danest,Namun Danest bisa melihat usaha dari suaminya itu.
"Kita foto yuk,udah lumayan lama aku ga ngepost ke IG."Ajak Tsabit.
"Males ah."Danest masih terlihat lesu.
"Ayo dong sayang,pose..1..2..3."(cekrek)
Dan inilah hasilnya,Danest malah menoleh kearah suaminya bukannya ke kamera.
"Kok gitu sih mulutnya, manyun."ujar Tsabit.
"kamu juga lucu banget tau."Danest tak bisa menahan tawanya saat melihat hasil foto itu.
"Karena kamu bilang lucu,biar aku post aja ke IG.Sayang,kita harus tunjukkan kepada mereka yang ingin kita berpisah bahwa tak mudah untuk menggoyahkan ikatan yang ada diantara kita berdua.Kita buktikan pada mereka semua kalau kita selalu bersama baik dalam suka maupun duka."Tsabit kembali menekankan pada Danest,bahwa Danest lah satu -satunya wanita yang spesial dihatinya juga dihidupnya.
"Terserah kamu aja sayang,aku ikut aja."ujar Danest.
"Oke,kita posting ya."Kemudian Tsabit memulai aksinya dengan memposting fotonya bersama sang istri.
Selain untuk sanggahan pada gosip yang mungkin beredar mengenai dirinya dan Sonya,Tsabit juga ingin menegaskan ke publik bahwa dia sangat mencintai sang istri dan tidak ada wanita lain dihatinya.
Apalagi sekarang dia dituduh dengan tuduhan yang sangat keji,menghamili seorang wanita.Sungguh sangat keterlaluan,istrinya saja yang sudah sah belum sekalipun dia sentuh,boro -boro mau meniduri wanita lain.
Seperti biasa,postingan dokter tampan ini selalu dibanjiri like dan komenan dari para followersnya yang kebanyakan adalah kaum hawa.
Setelah Danest berganti pakaian tidur,Danest ikut duduk di sofa bersama sang suami yang sedang membaca komenan di IG nya sambil mengobrol ringan.
Komenan-komenan lucu dan menggemaskan begitu banyak menghiasi laman komentarnya.
"Apa kamu ga mau baca komenannya?."tanya Tsabit.
"Memangnya apa isi komenan mereka?."tanya Danest.
"Banyak yang ngedo'ain kita supaya cepat dapat momongan."jawab Tsabit,membuat pipi Danest berubah memerah dan jadi malu-malu.
Kata -kata momongan sukses membuat jiwa keibuannya bangkit,tentu saja dia merasa tersindir karena sudah menolak suaminya selama ini.Bahkan dia seolah memberi jarak dan batasan antara mereka berdua.
"Kok bengong sayang,apa ada sesuatu yang kamu fikirkan?."tanya Tsabit yang bingung melihat istrinya tiba-tiba melamun.
"Ah nggak ada apa-apa kok,aku cuma teringat Mitha, tiba-tiba gitu.hehehππ."Danest mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Apa kalian berdua pernah membahas soal momongan?."Selidik Tsabit ke Danest.
"Bukan itu,kami hanya membicarakan soal pernikahan saja.iya itu saja."Jawab Danest sambil berfikir,kelihatan sekali kalau ada yang ia tutupi.
"Sayang,kalau kamu ingin kita punya momongan.Kita bisa memulainya dari awal,kita bisa menjadi pasangan yang sesungguhnya kalau kamu mengizinkan."Tsabit mengikis jarak diantara mereka berdua.
"Gombal,sana kamu ganti pakaian.Mandi sana,dari tadi pake baju ini,bau keringat ih"Elak Danest,padahal suaminya itu selalu wangi meskipun berkeringat.
"Masa sih sayang aku bau keringat?."tanya Tsabit sambil mengendus endus ketiak dan tubuhnya sendiri.
"Ya udah,mandi gih.Biar aku yang balasin komenan mereka.Sini hp nya."kata Danest sambil menadahkan tangannya minta hp Tsabit.
"Iya deh,aku mandi dulu.Nih hp ku,balas nya baik-baik ya."kata Tsabit sambil menaruh hp nya ditangan sang istri.
"Ini pake password,apa passwordnya?."tanya Danest bingung.
"Tanggal pernikahan kita sayang."Jawab Tsabit dari dalam wallkin Closset.
"Apa??dia bahkan menjadikan tanggal pernikahan kami sebagai password ponselnya?."bathi Danest,
Tentu saja dia menjadi terharu dan terpukau apalagi setelah terbuka ponsel itu dilayarnya menampilkan foto pernikahan mereka yang berbeda pose dengan yang waktu itu Danest lihat dimeja kerja Tsabit di rumah sakit.Danest jadi bertambah berbunga-bunga,merasa bahagia dan dicintai.
Danest bahkan belum membuka album foto pernikahannya,tapi semenjak ini juga dia akan mencari foto-foto pernikahan mereka dan mengambil beberapa untuk dia simpan dimeja kerja dan juga ponselnya.Sama seperti apa yang dilakukan oleh Dokter Tsabit,sang suami.
Tsabit yang selesai mandi menjadi bingung melihat istrinya yang masih saja memegang ponsel miliknya.Diperhatikannya,sedari tadi Danest senyum-senyum sendiri memandangi ponsel itu.Usut punya usut,ternyata Tsabit membuat nama kontak Danest dengan sebutan Istriku sayang.Tentu saja sebutan itu sukses membuat Danest jadi semakin melayang tinggi ke awang-awang.
Tanpa Danest sadari,suaminya itu sudah berada disisinya,dan melihat apa yang ia lihat dari tadi.
"Apa kamu suka sayang?."tanya Tsabit,membuat Danest tersentak dan tersadar dari bengongnya.
"Iya."ujar Danest seraya menganggukan kepalanya disertai senyuman.
"Dari mana kamu mendapatkan semua ini?,jujur..aku saja belum pernah sempat untuk melihat album foto pernikahan kita."kata Danest.
"Kamu belum pernah lihat?,aku mendapatkannya dari rumah Mama sayang.Itu albumnya kutaruh dilaci meja kerja kamu."tunjuk Tsabit ke meja kerja yang ada didalam kamar mereka.
"Maaf ya,aku ga pernah kefikiran untuk melihatnya.Aku terlalu sibuk."Danest merasa ga enak hati,seolah-olah dia ga perduli dengan moment-moment penting yang mereka lalui.
"Ga apa-apa kok sayang,aku bisa ngerti.Kamu pasti sangat sibuk dan ga punya waktu untuk melihatnya.Kalau kamu ingin melihatnya,kita bisa lihat bersama sekarang."ajak Tsabit.
"Iya,boleh.Ayo kita lihat bersama."Danest pun mengambil album foto pernikahan mereka yang tersimpan dilaci meja kerjanya.
Danest pun membawa album itu ke sofa dimana suaminya menunggu untuk melihat foto bersama.
Keduanya tertawa dan bercanda bersama melihat foto-foto itu,dimana mereka berdua masih kaku untuk berdekatan.Apalagi Danest dengan senyum kakunya,kelihatan banget kalau dia grogi saat ituππ.
ππππππ
Bersambung bebsπππ