
Besok banyak kerjaan,jadi hari ini pengen dikebut.Insya Allah kalau sanggup.ππ
Berita tentang dirawatnya Sonya sang model terkenal sudah menyebar ditelevisi dan jejaring sosial.Danest yang sedang mengecek medsosnya tak luput untuk mengetahui perihal tersebut.
Danest membaca dengan teliti akan berita itu,dan ada juga video yang memperlihatkan bahwa dokter Tsabit juga ikut menangani keadaan Sonya dirumah sakit.
Danest tiba-tiba merasa tidak nyaman dihatinya,dia merasa hal ini sudah menyakitinya.Mungkinkah dia cemburu dengan seorang Sonya?.
"*Aku kenapa?."tanya Danest pada dirinya sendiri.
"Kenapa tadi dia tidak memberitahuku mengenai ini saat ditelepon?."fikiran Danest jadi kalut*.
π₯Sementara itu dirumah sakit.
Tuan Jackson prakoso dan istrinya masih menunggui Sonya diruangannya.Mereka kembali menantikan putri mereka untuk sadarkan diri.
Sampai pagi hari Sonya baru sadarkan diri,dia memanggil-manggil nama dokter Tsabit.Hal itu tentu saja mendatangkan pertanyaan bagi kedua orang tuanya.
"Kenapa kamu memanggil-manggil nama dokter itu nak,dia kan suaminya Danest."Kata nyonya Soraya mamanya.
"Aku ingin bertemu dengannya ma,aku cinta sama dia."Kata Sonya,tentu saja mamanya jadi kaget bukan kepalang mendengar perkataan putrinya itu.
"Kenapa kamu bilang begitu nak,dia suami orang."kata mamanya lagi.Nyonya Soraya tidak menyukai jalan pemikiran anak gadisnya ini.
"Tapi ma,Sonya udah jatuh cinta sama dokter Tsabit saat Sonya pertama kali melihatnya,Sonya ingin dia yang menjadi pengganti Kenzo.Danest sudah membuat Kenzo meninggalkan Sonya,sekarang Sonya ga mau kalah lagi dari Danest yang sok kecantikan itu ma."Sonya mulai hilang kendali.
"Ini tidak benar nak,kenapa kamu harus berlomba dengannya.Mereka sudah menikah,kalau kamu masih menginginkan Kenzo,sebaiknya kamu ajak dia balikan.Bukan malah kamu menginginkan pria yang sudah menjadi suami orang."nasehat mamanya.
"Iya nak,tidak baik loh.Apa kata orang nanti,putrinya Jackson Prakoso ingin merebut suami Danest Martadinata untuk melampiaskan dendamnya."tambah Tuan Jackson.
"Kalau papa mama ga mau dukung aku,lebih baik aku mati."ancam Sonya sambil ingin melepaskan selang infusnya.
"Jangan nak,jangan.Cepat panggilkan dokter Tsabit."Tuan Jackson menyuruh anak buahnya yang berjaga diluar untuk memanggil dokter Tsabit.
Dokter Tsabit yang baru saja akan pulang karena sudah selesai tugas malamnya dicegat oleh orang-orangnya tuan Jackson.
"Maaf dokter,anda diminta tuan Jackson untuk kekamar rawat nona Sonya."Kata salah satu diantara mereka.
"Ada apa,bukankah sekarang semuanya sudah dialihkan kedokter ahli saraf."Kata dokter Tsabit.
"Nona kami ingin bertemu dengan anda dok."
"Oke,baiklah kalau begitu."Tsabit pun melangkah mengikuti anak buah papanya Sonya.
Tiba dikamar itu,Sonya tersenyum kegirangan.Dalam fikirannya dia berkata
"Aku tak akan membiarkan orang yang sudah menyebabkan Kenzo meninggalkan aku bahagia,kau tunggu dan lihat saja Danest,aku pasti akan merebut suamimu yang tampan ini."
"Dokter Tsabit,I miss you."Sonya tiba-tiba memeluk Tsabit yang baru saja mendekat ke ranjangnya.
"Maaf,nona Sonya ini tidak sopan.Maaf sekali lagi,tidak sepatutnya anda seperti ini."Tsabit berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Sonya.
Namun Disaat yang bersamaan ternyata Danest yang sedang berada dirumah sakit untuk mengantarkan sarapan buat dokter Bit melihat semua kejadian itu.
Tadi saat dia baru tiba dirumah sakit,dia melihat dokter Tsabit yang mengikuti anak buah tuan Jackson.Lalu Danest mengikutinya dari belakang dan akhirnya dia menyaksikan hal yang tak ingin dilihatnya.
Hatinya hancur,walaupun sebenarnya dia tahu kalau suaminya itu tidak menaruh hati pada Sonya.Tapi tetap saja dia tidak rela jika suaminya dipeluk oleh wanita lain,apalagi jelas-jelas wanita itu mengatakan bahwa dia merindukan suaminya.
Danest membanting pintu kamar rawat itu dengan keras,sehingga semua yang ada didalam langsung menoleh kearah pintu.
Dokter Tsabit yang melihat sekilas bayangan Danest berniat memanggil dan mengejar istrinya itu,tapi ditahan oleh Sonya.
Sonya kembali mengeratkan pelukannya kepada dokter Tsabit,dengan sekuat tenaga akhirnya Tsabit bisa melepaskan diri.
"Maaf,ini bukan jam kerja saya lagi.Saya harus segera pulang."Tsabit membuat alasan agar bisa pergi dari ruangan itu.
"Bukankah seorang dokter harus mengutamakan pasiennya!."kata tuan Jackson.
Tsabit pun permisi dan segera mengejar Danest,namun terlambat.Ternyata Danest sudah ada didalam mobilnya yang mulai melaju kencang.
Melihat itu,dokterTsabit pun cepat-cepat mengambil motornya dan mengejar Danest.
Ternyata Danest langsung ke kantornya,dia masuk kekantor dengan wajah sedih dan langsung menuju lift khusus presdir.
Tsabit berusaha mengejarnya,karena semua lift sedang beroperasi Tsabit pun menggunakan tangga darurat.
Entah mengapa dia merasa harus menjelaskan semua ini kepada Danest.
Setelah tiba dilantai tiga dia bertanya kepada karyawan yang ada disana dimana ruangan presdir.Para karyawan jadi heboh melihatnya.
"Bukankah anda adalah suaminya ibu Danest?."tanya Bianca.
"Iya,anda benar."kata Tsabit
"Ruangan bu Danest dilantai tujuh,sebelah Kiri.Yang pintunya paling besar."jawab Bianca.
"Baiklah,terimakasih."Tsabit segera berlari menuju lift karyawan.Dan tibalah dia dilantai tujuh.
Tsabit mengatur nafasnya,dia bertemu dengan Mita yang sedang membawa banyak berkas yang baru difotokopi nya.
"Mita."Sapa Tsabit
"Eh,dokter Bit.Cari Danest ya.Kayaknya dia baru aja masuk keruangannya."Jawab Mita.
"Yang ini ya?."tunjuk Tsabit pada pintu besar yang ada didepan mereka.
"Iya,silahkan saja anda masuk."Kata Mita yang tak tahu menahu.
"Terimakasih."Jawab Tsabit,lalu dia pun segera masuk tanpa permisi lagi.
"Nest,sayang."Kata Tsabit mengejutkan Danest.
"Kamu,kok ada disini.Ngapain?!."tanya Danest kaget,dia benar-benar ga nyangka kalau Tsabit akan mengejarnya sampai kekantor.
"Sayang,aku tahu kalau kamu tadi ada dirumah sakit.Kamu pasti melihat apa yang dilakukan Sonya tadi,iya kan ?."Tsabit mencoba mengajak Danest bicara.
"Iya,aku ga masalah kok.Kalau kamu ingin jadi kekasihnya Sonya pun silahkan saja."Jawab Danest ketus.
"Ga gitu sayang,aku ga ada apa-apa sama dia.Aku juga ga tahu kalau dia akan memelukku."Tsabit mencoba menjelaskan.
"Udah,ga perlu dijelasin.Aku ga cemburu kok.Apa perduliku."kata Danest dengan wajah sok cool padahal hatinya berkecamuk.
"Apa kamu benar-benar ga mau perduli Nest sama apa yang terjadi tadi?."Tsabit jadi merasa tidak ada artinya dimata Danest.
"Iya,ngapain aku perduli.Kita ini kan menikah karena dijodohkan.Aku bisa ngerti kok kalau kamu mungkin saja sudah menyukai orang lain sebelumnya.Mungkin saja orang itu adalah Sonya atau siapa aku juga ga mau tahu."jelas Danest yang masih saja pura-pura kuat.
"Jadi kamu benar-benar ga punya perasaan sedikitpun terhadapku?."Tsabit tidak menyangka reaksi Danest akan sedingin ini.
"Sudah ku bilang,aku baik-baik saja.Sebagai istri dokter aku harus terbiasa kalau melihat suamiku dipeluk oleh pasiennya.Apalagi pasien yang spesial seperti Sonya."Danest kembali tersenyum sinis,seolah-olah dia kuat.
Tsabit yang mendapatkan tanggapan dingin dari Danest menjadi mematung,dia ga nyangka Danest bisa bersikap biasa saja dalam menanggapi hal tersebut.
"Ini karena sikap dewasa kamu,atau karena kamu memang ga punya rasa apapun ke aku Nest.Kenapa rasanya sakit sekali ketika mendengar kamu bilang bahwa kamu ga perduli dengan apapun tentang aku."Bathin Tsabit.
πππππ
***Bersambung...π
Jangan lupa tinggalkan Like,dan komennya ya say***