ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Pengganti sekertaris


Tommy sudah menyiapkan air hangat didalam Bathtub. Berbagai aroma bunga ia tuangkan kedalam air hangat.


"Sayang, airnya sudah siap."


"Mas sakit.." keluh Siska terduduk di pinggir ranjang sambil berbalut selimut.


"Biar Mas yang mandiin ya," Tommy tersenym penuh makna, ia menarik selimut dari tubuh Siska dan mengangkatnya.


"Huwaaa... aku gak mau di mandiin. Biar aku mandi sendiri, pasti kau akan minta jatah lagi kan?!


"Ingat kata pak ustadz gak boleh menolak suami." hahahaha... Tommy tertawa jahat. satu kakinya menendang pintu agar tertutup sempurna.


Selesai sudah aktifitas mereka berdua di dalam kamar mandi. Siska masih memasang mode mengerucut karena sedang kesal pada suaminya saat ini.


"Sayang.. Mas keringkan ya rambutnya."


"Gak perlu, mana pakaian ku!"


"Astaga aku lupa yank, kalau pakaian mu ada dikamar Nyonya besar."


"Cihh! kau ingin istrimu mati kedinginan ya?!


"Sayang jangan bilang kaya gitu donk, kalau kamu gak ada Mas sama siapa? memeluk tubuh Siska yang masih berbalut handuk disofa.


"Itu semua sudah Mas rencanakan, dasar modus!" masih mode ngambek.


"Cup! kamu kalau lagi ngambek bikin gemes deh yank. Ya sudah Mas kekamar Nyonya dulu ambilkan koper mu."


Selesai Tommy berpakaian ia melangkah keluar menuju kamar Andini.


Pintu kamar Andini terbuka setelah Tommy menekan tombol.


"Tommy? mana Siska?!"


"Siang Nyonya? Siska masih dikmar, saya mau ambil koper Siska."


"Ayo masuk lah dulu."


Andini membuka pintu, Tommy masuk mengikuti langkah Andini.


"Siang Tuan Besar."


"Mari Tom sini duduk." Ramon menepuk sofa disampingnya.


"Bagaimana malam pertamanya, kalian sudah lakukan? tanya Ramon tanpa basa-basi.


Tommy tersenyum malu-malu, ia hanya mengangguk pelan.


"Tommy ini koper Siska, cepatlah bawa kekamar pasti dia sudah kedinginan, maafkan kejahilan kaka ipar mu itu, yang sengaja menahan koper Siska."


Ramon malah tergelak.


"Iya Nyonya besar tidak apa-apa."


"Haiii... bicara apa kau,. Nyonya dan Tuan. Panggil kami berdua kakak, kau sudah bagian dari keluarga Mahesa." Ramon memberikan pengertian pada Tommy.


Tommy tersenyum "Terima kasih Kak, aku pamit dulu."


"Tom, setelah dari hotel kau akan membawa Siska kemana?"


"Ke apartemen saya kak, sebelum berangkat honeymoon ke Eropa."


"Baiklah, jaga baik-baik adikku, kau harus terbiasa dengan sikapnya yang kadang menyebalkan, kau harus bisa membimbingnya Tom."


"Tentu saja kak aku akan menjadi suami yang terbaik untuk Siska, saya permisi dulu kak."


Selelah berpamitan Tommy berjalan ke kamarnya sendiri.


Waktu terus berlalu, semua orang sudah menjalankan aktivitasnya masing-masing. Tommy membawa pulang Siska ke Apartemen, mobil Tomy sudah terparkir di lobby. Mereka berdua masuk kedalam setelh Tomy membuka pintu.


"Ayo sayang masuklah." menggandeng tangan Siska. Mata Siska menatap liar apartemen tomy, menjelajahi satu persatu ruangannya.


"Kenapa sayang, apa kau tidak suka?" melepas tangan Siska.


"Mas, apa tidak sebaiknya kita tinggal di apartemen ku saja, besarnya tiga kali lipat dari ini, menurut ku ini terlalu sempit." ucapan Siska tanpa basa-basi, membuat Tomy terdiam, ia mengerutkan keningnya.


"Kau adalah istriku, kemanapun suamimu pergi dan tinggal, kau harus ikut serta." menatap dalam wajah istrinya.


"Tapi Mas aku....?


Ucapan Siska menggantung, melihat wajah Tomy memerah. "Aku tau kau memiliki segalanya, kedudukan, kemewahan bahkan kekuasaan, kalau kau memutuskan menikah dengan ku, berarti kau menerima aku apa adanya, apa kau menyesal menikah dengan ku?


"Tidak Mas, kau jangan berkata begitu, maafkan aku." menyandarkan kepalanya di dada Tomy.


Tomy menarik nafas dalam-dalam, mengelus lembut kepala istrinya "Mulai sekarang belajar lah jadi istri yang baik dan menerima keadaan ku walau aku tidak sekaya dirimu."


Siska mengangguk pelan, Tomy tersenyum dan mengangkat tubuh istrinya menaiki anak tangga menuju kamarnya.


****


Seperti biasa pagi itu Delena memandikan dan menyuapin kedua anak kembarnya yang sudah bisa celoteh. selebihnya ia serahkan pada baby sister. Delena berjalan menuju lift yang berada di samping tangga.


"Mas..."


"Sayang kau darimana saja, apa kau sudah melupakan suami mu ini." menarik pinggang Delena dan mencium bibirnya.


"Tadi aku mengurus si kembar dulu mas."


"Terima kasih my husband." tersenyum bangga.


"Aku harus berangkat lebih awal yank, bagian personalia baru menghubungi ku, kalau hari ini akan datang sekertaris baru menggantikan posisi Anita yang mau menikah."


"Baiklah Mas, nanti aku akan membawakan makan siang untukmu."


"Cup! oke sayang, mas berangkat dulu ya."


Delena mengantarkan kepergian Reno sampai depan teras Mansion.


Siang itu Delena sudah selesai masak khusus untuk suaminya. ia masuk kedalam kamar untuk bersih bersih. Selesai berhias ia turun kebawah dan menyusun makanan untuk di bawa kekantor.


"Dena, susu formula untuk si kembar tinggal dua kardus, jangan lupa nanti kau mampir ke swalayan dulu."


"Iya bu, sekalian aku akan belanja sayuran dan daging, aku titip si kembar."


"Sama Oma ya Vano dan vana."


"Cup! mencium kedua pipi si kembar bergantian.


Delena masuk kedalam mobil meningglkan mansion.


Didalam kantor Reno sedang mengadakan pertemuan dengan client, setelah kesepakatan bersama dimulai, dua perusahaan itu menandatangani surat kontrak perjanjian. Mereka saling berjabat tangan.


"Tuan, bagian personalia sudah berada di ruangan anda dan membawa sekertaris baru.


"Baiklah, kau urus kontrak ini."


Reno berjalan meninggalkan ruangan meeting. Saat sudah berada didepan pintu, ia masuk kedalam, sudah duduk kepala personalia bersama wanita cantik pengganti Anita. mereka berdiri dan membungkuk saat Reno sudah berdiri didepan mereka.


Mata Reno terbelalak sempurna saat melihat sosok pengganti Anita, melihat wanita cantik didepannya seakan jantungnya mau lepas.


"Tuan..." panggil seorang personil.


"Tuan Reno!' panggilnya sekali lagi.


Reno seakan tersadar dari lamunannya, ia mempersilakan mereka berdua untuk duduk.


"Tuan perkenalkan ini Nona Aleta, ia sangat berpengalaman dalam bidang pekerjaannya sebagai seorang sekretaris, lulusan sekolah di Australia dengan pengalaman dan wawasan yang baik."


"Alena? gumamnya, mengeryitkan dahinya.


"Bukankah nama mu Anjali? ucap Reno tanpa sadar, menatap wanita didepannya dengan ekspresi dingin.


"Apa maksud Tuan? kepala personal itu menjelaskan dan memberikan sebuah Map berisi identitas wanita itu.


"Ini data lengkapnya Tuan, ia bernama Nona Aleta Arora."


Map berisi lamaran pekerjaan dan identitas wanita bernama Aleta sudah berada ditangan Reno, ia mulai membaca Ktp itu. Reno terdiam sejenak.


"Benar ia bernama Aleta, tapi kenapa wajahnya sangat mirip Anjali? apakah dia kembaran Anjali?! tidak mungkin, Anjali tidak memiliki saudara kembar." gumamnya dalam hati.


"Tuan!" Seolah menyadarkan lamunan Reno yang sedari tadi banyak diam "Bagaimana menurut Tuan? melihat pengalaman Nona Aleta?"


"Aku tidak ingin ada salah paham dengan Delena, aku takut Dena cemburu dan berfikir macam-macam, karena wanita ini sangat mirip dengan Anjali, tidak ada yang beda sama sekali dari wajah dan penampilannya" masih terus bergumam sendiri dalam hati.


"Tidak! aku tidak menerima wanita ini menggantikan sekertaris Anita."


"Tapi Tuan, Nona Aleta memiliki kemampuan dan kecerdasan diatas rata rata."


"Aku bilang tid....


"Ceklek!


"Aku menerima dia sebagai pengganti sekertaris Anita."


Tiba-tiba Delena masuk kedalam ruangan Reno, sebelum masuk ruangan suaminya, Delena sudah mendengarkan pembicaraan mereka di depan pintu.


"Sayang..." Reno terkejut dengan kedatangan istrinya tiba tiba dan lngsung menyetujui lamaran Aleta yang jelas-jelas wajahnya mirip Anjali.


"Silahkan kalian pergi, aku sudah menerima Nona Aleta menggantikan posisi sekretaris Anita.


"Terima kasih Nyonya, Tuan presdir, kami permisi dulu." kata kepala personalia.


"Terima kasih Nyonya dan juga Tuan, aku janji akan bekerja dengan baik." membungkuk.


Mereka pergi meninggalkan ruangan.


Reno tampak kesal ia berjalan ke jendela membelakangi istrinya.


Delena tersenyum jahat "Kita lihat saja nanti siapa dirimu Aleta."


'


'


'


'


'


@BERSAMBUNG............