ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Wedding Frans dan Fanny


Sebelumnya Author mengucapkan banyak terima kasih yang tidak terhingga🙏, karena dukungan kalian yang begitu besar, Maaf bila selama ini banyak kata2 Author yang menyinggung readers. tapi Author tetap sayang kalian semua kok😘 akhirnya kita berada di penghujung seoson 2. karena kalian masih antusias dengan kisah novel ini, Author akan lanjutkan ke seoson 3😍


❤️❤️❤️❤️❤️


"Benarkah Pah? Yes! Frans kita bisa program bayi kembar." Fanny begitu girang layaknya bocah yang baru saja dapat mainan.


Andini hanya geleng-geleng kepala, Reno dan Delena saling melempar senyum sumringah, Helena tertawa sambil menutup bibirnya. Tommy dan Siska saling berangkulan ikut bahagia. Ramon tergelak puas melihat semua anak dan adiknya bahagia.


Di gedung perkantoran milik Reno. Empat orang pemuda pendaki gunung, yang ternyata seorang mahasiswa sudah berada di ruangan Reno. Mereka sengaja di undang untuk diberikan hadiah sesuai janji Reno.


Fredy Pria yang sudah menyelamatkan fanny, berani turun langsung ke bawah jurang tanpa rasa takut, padahal nyawanya lebih penting. Tapi demi berkorban untuk fanny, Reno memberikan rumah dan mobil, bahkan membiayai kuliah Fredy sampai S.2


Fredy terkejut, ia sujud syukur saat itu juga, dan tidak pernah menyangka akan mendapat hadiah besar dari Reno. Keluarganya hidup pas-pasan, Ayahnya hanya jualan bakso di pasar bersama ibunya yang mengontrak rumah di gang sempit, kini Fredy bisa memberikan kedua orang tuanya rumah tanpa harus mengontrak lagi.


Sementara tiga temannya di kasih masing-masing motor terbaru tahun 2021 dan uang tunai. Mereka serentak sujud syukur karena telah kecipratan rezeki dari kebaikan dan ketulusan sahabatnya yang telah menolong Fany.


Reno juga merekomendasikan mereka untuk bekerja di perusahaannya bila lulus kuliah. Mereka berempat seperti ketiban bintang jatuh dari langit, saking terharunya mereka sampai menitikkan air mata.


Frans dan Fanny memberikan mereka undangan di hari pernikahan, bahkan mereka berempat di daulat menjadi Bridesmaids. Alangkah senangnya mereka terlibat dalam acara pernikahan terbesar yang diadakan oleh keluarga miliarder Reno dan Ramon Mahesa.


Dihari berikutnya Delena bersams Reno berkunjung kesebuah rumah gubuk tempat dimana Delena pernah di selamatkan. Kejadian itu lima bulan yang lalu. Delena baru sempet mengunjunginya karena masalah datang beruntun. Selama ini melalui kaki tangannya Delena sudah sering membantu ibu dan Abah. Kedatangan Delena dan Reno di sambut haru oleh dua orang paruh baya itu. Mereka berdua tidak pernah menyangka telah membantu istri seorang miliarder terkaya di Asia.


Setelah mengobrol panjang lebar, Delena bermaksud meminta kedua orang tua paruh baya itu untuk ikut tinggal di kota bersamanya. Tapi ibu dan Abah menolak, Ia ingin menghabiskan masa tuanya di kampung. Delena tidak dapat memaksa, bersama Reno ia membuat keputusan untuk membelikan sebuah rumah besar dan sawah serta kebun sepuluh hektar.


Mereka berdua sujud syukur dan menangis haru, tidak pernah menyangka di berikan rezeki oleh Tuhan melalui tangan Reno dan Delena.


******


Seminggu telah berlalu. Acara peresmian pernikahan Frans dan Fanny akan di laksanakan pagi ini pada pukul 10.00 pagi di Hotel milik Ramon.


*Mansion*


Reno dan Frans duduk di sofa, seraya menikmati secangkir kopi didepannya. Seraut wajah Frans tampak tegang, Reno sejak tadi selalu menggoda calon pengantin itu, membuat Frans tersipu malu, rona bahagia terpancar dari wajahnya yang tampan. Berbalut kemeja dan jas putih menambah pesona seorang Frans Ardianto Utomo.


"Kalian mau bulan madu kemana? tanya Reno masih duduk menunggu istrinya di ruangan tamu.


"Entahlah kak, belum terpikirkan mau kemana?


"Bagaimana kalau keliling Eropa?!


"Sepertinya aku harus tanya fanny dulu, kak?


"Kalau situ yes! aku akan berangkatkan kalian ke Eropa, tapi waktu mikirnya hanya sehari, lewat sehari hangus tiketnya."


"Mas! kenapa cuma sehari sih, fanny punya kakak ko jahat, masa dikasih mikir cuma sehari." gerutu Delena yang sudah berdiri didepan pintu berbalut kebaya tradisional, Delena tampil sangat anggun dan cantik. Reno menatap istrinya tak berkedip.


"Ehemm...." Frans berdehem membuyarkan kesadaran Reno.


"Haii.. apa lihat-lihat."


"Saya punya mata kak, tapi kakak ipar cantik banget, awas nanti ada yang lirik." goda Frans terkekeh.


"Tentu saja cantik, istri Presdir Reno Mahesa." imbuh Reno bangga, seraya beranjak dari duduknya dan merangkul pinggang Delena.


"Dimana ibu dan si kembar." masih menatap lekat wajah cantik istrinya.


"Itu lagi menunggu baby sister membuat susu dulu, biar di mobil tidak rewel.


"Frans bagaimana, apa kau sudah siap? ingat jangan grogi saat ijab kabul, kau sudah belajar bukan?"


"Sudah donk kak!" tersenyum malu-malu.


Helena wanita paruh baya itu masih terlihat cantik walau sudah memiliki dua orang cucu. berbalut kebaya brokat senada dengan warna baju Delena. Delena, Helena dan Zevana memakai warna merah maroon. Reno dan Zevano berbalut kemeja merah maroon di padu jas hitam.


Semua keluarga sudah masuk kedalam mobil. Di mobil pengantin sudah duduk frans dan Helena. Di dampingi dua bodyguard yang sudah duduk di kursi kemudi. Di mobil kedua. Reno, Delena dan si kembar yang terlihat menggemaskan di usianya dua tahun. Baby sitter dan pelayanan berada di mobil ke-tiga dan ke empat, selebihnya bodyguard sebagai pengiring pengantin. Tujuh iring-iringan mobil pergi meninggalkan mansion. Tersisa para penjaga yang menjaga keamanan mansion.


Mobil sudah sampai di pelataran Hotel. Frans diapit Helena berjalan lebih dahulu, layaknya seorang ibu yang mengantarkan anaknya ke pelaminan. Frans memang sudah tidak memiliki orang tua lagi, hanya tinggal kakaknya yang bekerja di luar kota, ia datang bersama istri, Paman dan bibinya. keluarga besar Frans menginap di hotel, tempat diadakannya acara pernikahan.


Delena dan Reno seraya menggandeng Zevano dan Zevana berjalan di belakang frans. Semua mata tertuju pada sang pengantin Pria dan sepasang suami istri beserta anak kembarnya yang terlihat harmonis. Mereka disambut sepasang Bridesmaids berjalan di karpet merah yang terbentang luas.


Frans duduk disebuah kursi berhadapan dengan penghulu dan Ramon selaku ayah kandung fanny. Dua orang saksi dari pihak keluarga Fanny dan Frans. Tak berapa lama fanny keluar dari sebuah ruangan dan berjalan mendekat, diapit Siska dan Andini. Fanny terlihat sangat cantik dan elegan, berbalut kebaya brokat putih modern. Fanny di sandingkan duduk di samping frans. Keduanya terlihat grogi dan malu-malu, Berapa menit lagi mereka sah menjadi sepasang suami istri. Tangan fanny berkeringat dan dingin, sesekali Frans melirik calon istrinya yang begitu cantik. Debaran jantungnya semakin kuat.


Pak penghulu mulai membuka suara, setelah selesai pembacaan Al-Qur'an dari Qori ustadz Yusuf Mansyur.


Sekarang kita mulai ijab qobul, para saksi siap? tanya penghulu.


"Siap Pak! ucap keduanya, yang tak lain Reno dan Faro kakak kandung Frans.


Frans berjabat tangan dengan Ramon.


"Saya Nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya yang bernama Fanny Fabriana Mahesa binti Ramon Mahesa dengan Frans Ardianto bin utomo. Dengan Mas kawin berupa seperangkat berlian dan uang 10 milyar dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Fanny Fabriana Mahesa binti Ramon Mahesa dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Bagaimana para saksi, sah...?


"SAH.....


Alhamdulillahirobbil Al-Amin....


"Barakallah...


Semua bernafas lega dan menangis haru. Fanny sudah sah menjadi istri frans. ia menerima Mas kawin dan mencium tangan suaminya. Kemudian Frans mencium hangat kening fanny. wartawan yang hadir mengabadikan momen bahagia kedua mempelai.


Karpet merah menjadi saksi bisu pernikahan Frans dan Fanny. Mereka berdua tampak bahagia dan terus melempar senyuman.


Malamnya diadakan Pesta megah dan mewah, semua para tamu undangan datang menghadiri pesta terbesar dan termewah di hotel bintang lima milik Ramon.


Malam yang melelahkan, sepasang pengantin masuk kedalam kamar yang sudah disiapkan. Taburan bunga mawar berada diatas ranjang.


Frans melepas jas dan melemparnya ke atas sofa. membuka kancing baju satu demi satu.


"Frans, aku ingin mandi dulu, seluruh badan ku sangat lengket."


"Panggil aku Mas, karena aku sudah sah jadi suami mu." Fanny mengangguk setuju.


Menarik pinggang ramping fanny "Apa perlu aku menemani mu, sayang?"


Fanny menatap lekat dada bidang frans yang begitu menggiurkan, kancing bajunya sudah terlepas, terlihat jelas dada bidang berotot, pandangannya turun kebawah, terlihat perut yang sixpack. Aroma parfum maskulin masih melekat harum ditubuh Frans.


"Haii... apa yang sedang kau pikirkan?


Suara Frans membuyarkan lamunan fanny yang sedang traveling kemana-mana.


"Tidak ada, aku mandi dulu."


"Cup! mencium lembut kening fanny "Cepatlah mandi, jangan lama-lama. Setelah mandi selesaikan tugasmu sebagai seorang istri."


Seketika fanny menelan salivanya. Dengan cepat ia berjalan ke kamar mandi. Frans tersenyum puas melihat kepanikan istinya.


Fanny sudah selesai mandi, kini ia duduk di kursi seraya mengeringkan rambut basahnya. Selang lima belas menit, Frans keluar dari kamar mandi, berbalut handuk putih yang melilit di pinggang.


"Cup! mencium pipi fanny, dan mengambil hairdryer dari tangannya. Mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang.


Mencium lembut bibir fanny, Frans tersenyum saat melihat pipi fany merona. Menciumi lekukan ceruk dan membuat stempel tanda cinta disana. Terdengar desa*an halus dari bibir fanny. Frans terus bermain dari atas sampai bawah, tanpa disadari pakaian fanny sudah terlepas semua. Hingga sebuah penyatuan terjadi dari dua orang yang sedang dilanda kasmaran. Tangan Fanny merem*s seprai kuat saat frans membenamkan miliknya, disertai keluar darah perawan menodai seprai putih. Satu jam kemudian terdengar lenguhan panjang dari keduanya. Frans jatuh limbung kesamping istrinya. Terdengar suara rintihan Fanny.


"Sayang.. apa ini sakit? tanya Frans menatap wajah istrinya yang terlihat kesakitan. Sebuah anggukan kepala mewakili perasaan fanny.


"Mas akan bersihkan ya, nanti kita lanjutkan lagi" Mata fanny terbelalak tapi ia tidak membatah, hanya pasrah keinginan suaminya.


*****


Cinta sejati yang tidak akan lekang dimakan waktu. Sejatinya cinta dan ketulusan tidak memandang harta dan kedudukaa. Pada dasarnya manusia terlahir dalam keadaan suci dan bersih tanpa noda. Hanya manusia yang memiliki ketulusan dan keikhlasan sanggup bertahan demi cinta.


Dari sini kita bisa belajar dari kisah Delena dan Reno, Tommy dan Siska, frans dan Fanny. Mereka tidak pernah memandang harta adalah segalanya.


Delena dan Reno, Menikah karena sebuah perjodohan. Awal pernikahan tanpa cinta hingga membawanya dalam kebahagiaan.


Tommy dan Siska, perjodohan karena faktor usia. Sama-sama dewasa, walau diawal biasa-biasa saja tapi mudah mendapatkan restu Ramon.


Fanny dan Frans, Di awal tidak pernah mendapatkan restu Ramon, ujian dalam percintaan penuh warna dan airmata, tapi kesetiaan lah yang membuktikan semuanya,


(by Author)


❤️❤️❤️


END.......


Alhamdulillah akhirnya selesai juga season 2. Don't worry... akan ada lanjutan ke seoson 3, seperti yang sudah Author bahas. Di seoson 3 akan menceritakan kisah si kembar beserta anak-anak dari Tommy dan Frans. Tapi di seoson 3 ini lebih banyak menceritakan klurga Delena dan Reno. kisah yang tidak kalah seru dari dua orang kakak beradik kembar dalam menjalankan misi rahasia.


Masih ada dendam dari keturunan anak Mr black, dan mencari orang yang telah membunuh ayahnya. Tanpa di sadari dia jatuh cinta pada anak musuhnya sendiri.


Siapakah dia....? yuk ikuti kelanjutannya hanya ada di seoson 3...


Cekidot...💃💃💃💃