ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Menunggu kedatangan nya.


"Apa yang ingin kau bicarakan, katakan lah cepat!


Shella berjalan mendekat dan memeluk tubuh Justin, dengan kasar Justin melepas pelukan Shella. "kau jangan menggoda ku Shella! aku sedang tidak ingin di ganggu!


"Kenapa kau jadi kasar padaku just!


"katakan apa mau mu, aku masih harus menemui tamu! melihat Shella terdiam dengan kesal Justin membuka kasar pintu kamar.


"Aku hamil anak mu! seru Shella, sebelum Justin meninggalkan kamar.


"Deg! deg, deg... jantung Justin berdetak.


Justin memutar tubuhnya dan menatap tajam Shella. sorot matanya mengatakan ketidak percayaan.


"Jangan pernah bicara omong kosong! gertak Justin dengan rahang mengeras.


"Aku berkata sebenarnya Justin, kalau aku sedang mengandung dua bulan."


Justin berjalan mendekat dengan tatapan membunuh, menarik kasar tangan Shella "Apa tujuan mu mengaku anak yang kau kandung itu anak ku!


"Aku tidak berbohong just! aku memiliki bukti kalau sedang hamil dan itu darah dagingmu!


"Cukup Shell! menekan kedua pipinya "Apa kau tidak pernah berkaca siapa dirimu! kau sering melayani banyak laki laki di ranjang. Tapi kau malah menuduhku menghamili mu! menghempaskan kasar wajah itu hingga Shella jatuh tersungkur.


"Aku berani bersumpah hanya denganmu aku melakukannya, tidak ada satupun yang aku layani selain dirimu! hiks...


"Itu bodohnya dirimu yang tidak menjaga agar tidak hamil! berjongkok sambil menatap penuh amarah "Apa kau sengaja melakukan ini, Hah! kau ingin menghancurkan diriku dengan mengaku kalau kau hamil anakku! bentak Justin emosi.


"Tidak Justin! aku sudah berusaha untuk tidak hamil dan meminum pil KB, percayalah padaku kalau ini anakmu!


"Gugurkan kandungan mu besok!


"Apa? tidak Justin, aku tidak mau mengugurkan darah dagingku ini! Shella terisak.


"Aku tidak yakin kalau itu anak ku! ingat Shella kau jangan berani macam-macam dengan ku! atau hidupmu akan hancur!' ancam Justin, melangkah pergi tanpa dosa meninggalkan Shella sendiri.


"Hiks!.. hiks!.. kenapa kau tidak percaya kalau ini anak mu!


"Semuanya ini karena wanita itu! Fanny harus tahu kebenarannya kalau aku mengandung anak Justin!


*****


Mobil fanny sudah memasuki gerbang mansion milik Reno. Setelah terparkir fanny masuk kedalam ruangan, Delena sudah menunggu sejak tadi.


"Fanny!


"Kakak! Fanny berhambur memeluk Delena dan menangis terisak.


"Kakak aku diusir Papa!


"Ya sudah istirahat dulu ya."


Delena memberikan fanny air hangat saat sudah duduk di sofa.


"Fanny Mama sudah ceritakan semuanya, ini sudah jam empat subuh lebih baik kau tidur di kamar dulu, biar pikiranmu tenang."


"Dimana kak Reno?


"Sedang tidur, besok pagi kakak akan bahas masalah mu dengan Mas Reno."


"Iya kak!


Delena mengantar fanny sampai kamar tamu, setelah fanny menutup pintu ia berjalan menuju kamarnya di lantai satu.


Didalam kamar Delena duduk di pinggir ranjang sambil menatap wajah bantal suaminya. ia sudah tidak bisa tidur lagi, karena jam sudah menunjukkan pukul empat subuh.


"Apa kau belum puas memandangi ku honey? ucapan Reno mengagetkan Delena yang sejak tadi menatap wajahnya.Reno tersenyum sambil memejamkan mata.


"Hai.. hai.. sejak kapan kau bangun? Delena mengerucutkan bibirnya.


Reno tersenyum jahat "Tentu saja sejak tadi." Reno mengangkat kepalanya dan tidur di pangkuan istrinya.


"Apa apaan ini, pasti ada maunyakan?


"Tentu saja suamimu ini minta di manja. Ayo lakukan, membahagiakan suami itu pahala buat Istri honey." tersenyum menggoda.


"Mas paling bisa membuat aku tak berdaya! gerutu Delena sambil mengelus lembut kepala suaminya.


"Yank!


"Hmmm..."


"Kau habis menemui siapa di bawah?


"Fanny Mas!


"Fanny? untuk apa ia datang di jam segini?


"Tadi sekitar jam setengah tiga Mama telpon, dan ceritakan Kalau Papah bertengkar dengan fanny."


"Bertengkar masalah apa? Reno mengeryitkan dahinya.


"Fanny bertemu dengan Justin dan langsung memutuskan perjodohannya. Papa yang mendapat teguran dari Om Brian merasa malu. Saat fanny pulang terjadilah perdebatan itu. papa mengusir fanny dari rumah.


"Ahh! Papa kenapa selalu mementingkan ego nya sendiri tanpa memikirkan anak gadisnya akan terluka. Fanny hanya cinta pada Frans!


"Aku juga masih memikirkannya, begitu banyak yang sudah terjadi pada kelurga kita." Reno mendesah kasar "Aku sudah menumpas Thomas dan anak buahnya, Davina yang mengalami koma. sekarang tinggal masalah Fanny, kenapa begitu rumit?


"Apa tidak lebih baik Frans kita bawa pulang dalam waktu dekat ini!


"Frans belum sembuh benar, ia lagi masa pemulihan."


Sinar matahari sudah masuk kedalam celah jendela. sinarnya menerpa wajah Delena "Mas sudah jam Lima, aku harus buat susu buat si kembar."


"Kau tetap disini yank! memeluk pinggang Delena agar tidak pergi. "Aku masih belum puas di manja."


"Sekarang anak ku ada tiga!


"What? Reno mengangkat kepalanya "Jadi kau hamil lagi yank? menatap lekat wajah Delena.


Muehehehe... Delena terkekeh "Iya sayang, anak ku ada tiga, termasuk dirimu Mas."


"Astaga aku disamakan dengan si kembar."


"Sudah jangan ngebantah lagi "Sini peyuk! Tentu saja Delena tidak akan bisa menolak keinginan suami bucin nya, mereka saling berpelukan dan menghangatkan pagi itu.


Di ruangan makan semua sudah berkumpul termasuk fanny yang sudah duduk di kursi makan. Mereka menikmati sarapan pagi itu. selesai sarapan bersama, duduk mereka pindah di ruangan keluarga.


"Kak Reno, bantu aku untuk terlepas dari perjodohan ini! pinta fanny sudah duduk di samping Reno.


"Fanny kakak juga sudah berusaha untuk meyakinkan Papa, kau tau sendiri bukan, Papa begitu keras kepala?"


"Tapi aku tidak suka perjodohan ini! aku tidak mencintai Justin kak, hanyalah Frans Pria yang bisa membuat aku bahagia." ucapan fanny penuh kejujuran.


Tubuh Reno bersandar pada punggung Sofa. "Kau tenang saja fan, tanpa kau pintapun Kakak pasti akan membantumu. Masalah ini berbarengan dengan masalah Thomas dan Davina, terus hilangnya kakak ipar mu, di tambah penyerangan markas. semua begitu tiba-tiba dalam waktu yang dekat. Maafkan kakak bukan melupakan masalahmu, tapi karena keadaan. kakak berjanji akan datang pada Papa untuk membatalkan perjodohan mu!


"Terima kasih Kak! Mata fanny berbinar cerah la langsung memeluk Reno penuh kehangatan.


Mengelus lembut punggung fanny "Ya sudah untuk saat ini kau tinggal di rumah kakak dulu, Minggu depan Frans akan pulang."


"Apa? Frans akan pulang? benarkah Kak! hiks.. aku sangat merindukannya. Terima kasih kak! Fanny menangis penuh haru.


*****


Sementara di sebuah ruangan, seorang pria duduk di kursi Presdir. kedua kakinya di naikkan keatas meja sambil menelpon seseorang.


Tok, tok, tok.


"Masuklah!


Pria itu memutuskan telponnya dan seorang pria muda masuk sambil membawa sebuah Map coklat ditangannya.


"Tuan aku sudah mendapatkan info tentang Pria yang di sukai Nona fanny!


"Siapa Pria itu!


"Silakan di buka map ini tuan, semua informasi ada didalam map ini!" menaruh map coklat itu diatas meja kerjanya.


Pria itu mengambil Map dan membuka tutup amplop, sebuah foto sudah berada di tangan nya. Pria itu terperanjat kaget, membelalakkan matanya dengan sempurna. Menggelengkan kepala tak percaya.


"Frans!


"Tuan kenapa anda hanya menatap foto itu! tanya pria didepan nya


"Apa kau tidak salah informasi tentang kekasih fanny! foto ini adalah sahabat ku Frans!


"Tidak Tuan Justin! foto itu sangat akurat, bahkan dia bekerja sebagai asisten Tuan Reno, kakak dari Nona fanny!


"Ya Tuhan! kau memiliki hubungan dengan calon istriku Frans! wajah Justin berubah memerah, sorot matanya suram.


"Apalagi yang kau ketahui tentang Frans!


"Mereka berdua menjalin hubungan cukup lama, tapi Ayahnya Nona fanny tidak pernah merestui hubungan mereka berdua. Sekarang ini Frans berada di Korea sedang menjalani operasi kakinya. Menurut info minggu depan Frans akan kembali ke Jakarta."


Justin bangkit dari duduknya, tangannya mengepal dan "Brakk! satu tangannya meninju meja didepannya.


"Frans! mengambil foto Frans dan meremasnya sampai menjadi bulatan.


"Tidak akan aku biarkan kau kembali ke Jakarta! dulu kau adalah sahabat ku, tapi sekarang kau adalah musuhku! Justin menyeringai dengan ekspresi membunuh.


"Aku perintahkan padamu! kau suruh orang orang kita untuk berjaga di bandara. Jangan sampai Frans menginjak kan kakinya pulang ke Jakarta!


"Baik Tuan, kami akan terus pantau!


'


'


'


'


'


@Bersambung......💃💃💃💃


@Bagi kalian yang belum baca novel terbaru Author, yuk ikuti kisahnya gak kalah seru loh!