
"Semua itu salah mereka! aku tidak pernah memulai bila tidak di usik! Jessica yang salah disini! mereka di perintah Jessica untuk melecehkan aku!"
"Kau memang pantas di lecehkan! cepet seret wanita itu, kalian boleh lakukan apa saja termasuk meniduri nya!!! teriak Hendrik.
"BRENGSEK KAU HENDRIK! KAU AKAN MENYESAL TELAH MENGUMPANKAN LUNA DAN MENYAKITINYA!! umpat Vana
"Berani sekali kau berteriak, kau hanya gadis lemah dan lugu! mudah di perdaya!" hahaha... kau memang cantik Vana. bahkan jadi idola di sekolah, tapi sayangnya aku tidak tertarik padamu!"
"Ciiih! siapa juga yang berharap bisa tertarik darimu! Dasar Pria pengecut dan nggak punya nyali, beraninya keroyokan!!!"
"Ck! ck! ck! Gue nggak nyangka wanita ini terlihat lembut dan bertutur kata manis bila di sekolahan. Tapi nyatanya dia wanita angkuh dan keras kepala!"
Kini posisi Vana sudah terkepung.
"Hahahaha... cantik banget sih luh! bikin gue tambah nafsu! celetuk salah seorang dari mereka.
"Udah jangan menghindar, percuma luh mau lari kemana? kita-kita akan gantian kok melayani luh!" seloroh yang lainnya dan di sambut gelak tawa mereka.
Vana berusaha tenang walau amarahnya sudah bergejolak. Ia teringat akan pelajaran ilmu beladiri yang pernah ia pelajari bersama Vano saudara kembarnya. Yaitu ilmu beladiri dari Negara Jepang yang ia dapatkan dari anak buah ayahnya dulu, yaitu Ninja bayangan/ shadow ninja. ilmu dan tenaga dalam yang dapat menyentuh dan memukul lawan tanpa tersentuh, di sebut juga "Furezu ni utsu" atau memukul melalui bayangan.
Pria-pria lapar itu semakin berjalan mendekat dan mengitari Vana di iringi gelak tawa dan senyuman mengejek.
Vana mulai membuat gerakan seperti menari, menarik kedua tangannya melengkung keatas dan satu kakinya terangkat hingga setinggi dada dan satu kakinya menopang tubuhnya, persis seperti penari balet, dan Vana memutar tubuhnya dengan gerakan cepat, bagai kilatan cahaya yang menyambar. Tanpa mereka sadari tubuh Vana melesat dengan cepat memukul lawan satu-persatu ke dada mereka tanpa tersentuh. Mereka hanya merasakan ada angin memukul dadanya secepat kilat. Tiba-tiba mereka terhuyung dan terpelanting ke lantai.
"Uhuk! uhuk! uhuk! mereka terbatuk-batuk
Vana menarik nafas dalam dan mengatur posisinya semula "Hanya segitu kemampuan kalian! TERTAWA LAH SEPUAS KALIAN!!"
Ada delapan pria yang ingin menyerang Vana, Namun, sebelum menyerang Vana, mereka sudah terpental dan merasakan sesak di dada. Enam orang bangkit dan ingin menyerang Vana, ada yang sudah memecahkan botol alkohol hingga memperlihatkan ujung botol runcing dan tajam, ada yang sudah melepas gesper dan ingin menghajar lawan, sungguh mereka begitu percaya diri. Sebelum mereka bertindak, dengan cepat tubuh langsing Vana meloncat dan memantulkan kedua kakinya Kedinding, lalu membuat gerakan tubuh memutar dan menendang tubuh lawan. Tendangan Vana tepat mengenai dada dan perut mereka, hingga memuntahkan darah kental. Mereka tak kuat lagi menerima tendangan Vana yang telak.
Vana dan Vano adalah saudara kembar yang memiliki jiwa petarung. ilmu beladiri sudah melekat dalam jiwanya sejak kecil. Mereka sudah pelajari bertahun-tahun ilmu beladiri dan tidak di ragukan lagi kemampuannya, walau usia mereka masih remaja sudah sanggup mematahkan lawan. Tidak sia-sia Reno memberikan pelajaran ilmu beladiri sejak usia Vano dan Vana enam tahun. Ilmu bayangan atau di sebut shadow, Vana dan Vano dapatkan sejak usia 14 tahun, saat Ninja bayangan membantu menyelamatkan Tommy. Dari sanalah Vano dan Vana mulai meminta pada Daddynya untuk di ajarkan ilmu bela diri Memukul tanpa menyentuh, milik Ninja bayangan. Setelah Ninja bayangan menurunkan ilmunya pada Vana dan Vano, Reno pulangkan mereka ke Negara asalnya di Jepang, sebab perguruan mereka meminta di kembalikan, atau di pensiunkan karena usia mereka yang sudah tak muda lagi.
Pria-pria yang tadi meremehkan Vana mulai kehabisan tenaga, darah segar keluar dari hidung dan mulutnya. Hendrik menatap tak percaya, ia sangat syok dengan apa yang ia lihat. wajahnya memucat dan ketakutan. Kini ia baru menyadari kesalahan terbesarnya adalah ingin membalas dendam pada Vana. Dan bodohnya ia juga tidak pernah tahu siapa Keluarga Vana sebenarnya, karena Vana selalu menutupi identitas Keluarganya. Bagi Vana mereka bukankah lawan yang seimbang. Pria-pria seperti mereka bukanlah seorang petarung, melainkan pria berotak mesum dan berpikiran dangkal.
"Sialan mereka semua pada mampus! percuma gue bayar kelompok Gengstar tapi pada mondar semua! Vana memiliki ilmu beladiri? ternyata gadis itu tak selemah dan selugu yang gue kira. Pantas sepupu dan teman kelasnya pada masuk rumah sakit." gumamnya lirih.
Saat menyadari teman-temannya sudah terkapar tak berdaya, Hendrik mencoba Ingin kabur dan meninggalkan teman-temannya yang ternyata kelompok Gengster. Namun, sebelum ia sempat berlari, kerah kaosnya seperti ada yang menarik dari belakang.
"MAU KABUR KEMANA LUH!! teriak Vana "LUH HARUS BERTANGGUNG JAWAB, TERUTAMA PADA LUNA!
"BRUKK!!!
Vana menendang keras bokong Hendrik dan tersungkur di depan tubuh Luna yang sejak tadi pingsan.
"Am-pun Van.. gue minta maaf sama luh! gue ngaku salah. I-ya gue akan tanggung jawab buat ngobatin Luna! ucapnya dengan suara tercekat dan tubuh gemetar.
"Tega luh ya udah buat sahabat gue kaya gini! loe nggak akan gue lepasin sebelum melihat Luna baik-baik saja!
"BRUKK! satu tendangan ditubuh Hendrik. "Minggir luh! gue mau bawa Luna ke rumah sakit."
Vana mendekat "Lun! loe harus kuat ya, gue akan bawa loe ke rumah sakit." Vana menyentuh kepala Luna yang sudah berlumuran darah bekas hantaman botol di kepalanya. "Biadab perbuatan mereka! pekik Vana sambil mendudukkan tubuh Luna. "Aku nggak bisa angkat tubuh Luna, aku harus minta bantuan." gumamnya bicara sendiri.
Disaat Vana lengah, dari belakang punggungnya, Hendrik sudah berdiri sambil memegang sebuah botol, tangannya sudah berada diatas kepala Vana dan siap menghantamkannya.
"MATI LUH SIALAN!!
"VANA AWAS!!! Reyhan mendorong tubuh Hendrik ke samping dan memukuli tubuhnya.
BUGK!
BUGK!
"Reyhan!!! pekik Vana saat melihat pria yang sejak tadi ia hubungi tidak aktif. Kini Reyhan sedang menghajar Hendrik teman satu kelasnya bertubi-tubi. Kepalan tangan Reyhan menonjok dan menghantam ke wajah dan tubuh Hendrik, hingga pria itu ambruk tak berdaya.
"B4NGS4T LUH! BERANINYA SAMA WANITA! teriak Reyhan dengan amarah.
"Kau tidak apa-apa..?" tanya Reyhan saat sudah mendekat.
"Reyhan, darimana tahu aku disini."
"Maaf Vana, saat kau menghubungi ku. Aku sedang ada syuting, makanya ponsel aku tidak aktifkan, selesai syuting aku melihat ada pesan masuk darimu. Aku melacak keberadaan mu dan untungnya aku belum terlambat."
"Kenapa bisa begini?"
"Sudah nanti saja aku ceritakan."
Reyhan dan Vana mengangkat tubuh Luna dan membawa kedalam mobil Vana.
"Aku saja yang nyetir, sepertinya kau lelah."
"Mobil mu bagaimana?"
"Ada supir, aku akan menyuruh dia mengikuti kita dari belakang."
"Ya sudah ayok!"
"Tunggu Van! pandangan Reyhan beralih pada pria-pria yang terkapar di lantai Cafe, bersama suara erangan kesakitan yang memekik telinga "Siapa yang menghabisi mereka semua?"
"Huft! sepertinya ada Ninja bayangan lewat sini dan dia yang menghabisinya, Untung saja Nyawa mereka tidak melayang." ucapan Vana tidak berdusta. Sudah pasti Reyhan akan terkejut setengah mati bila tahu Ninja bayangan itu adalah wanita yang ia cintai.
"Hah! kau masih percaya Ninja bayangan itu ada? kau itu terlalu banyak nonton film kungfu Van, makanya berhalusinasi." Reyhan tergelak dan gelengkan kepala tak percaya.
"Ya sudah cepat kita pergi dari sini, sebelum ketahuan banyak orang." Vana memperingati.
Vana duduk di jok belakang merangkul Luna. Reyhan kemudikan mobil. Mobil berjalan menembus pekatnya malam bersama udara malam yang menusuk.
Sementara di tempat yang sama, tiga orang Pria melihat kepergian mobil Vana. Sebuah Vidio yang ia rekam sudah terkirim pada seseorang. Tak lama ponsel pria itu berdering.
"Hallo Bos!
"Kalian berada dimana sekarang!
"Masih di cafe."
"Bagaimana keadaan Alea ku?"
"Nona baik-baik saja. Dia sudah menghabisi lawan sebelum kami bertindak."
"Aku sudah melihat rekamannya."
"Kau tetap jaga kekasihku! aku tidak ingin Alea mendapat celaka atau tergores sedikit saja."
"Pasti bos, kami sudah ikuti Nona saat ia keluar dari mansionnya."
"Apa kekasih ku masih ada?
"Nona Alea sudah pergi bersama teman prianya, mereka membawa teman wanitanya yang terluka.
"Seorang pria? siapa Pria itu!"
"Saya belum tahu jelas identitasnya bos. Akan saya cari tahu besok."
"Bagus! kerjaan kalian harus terus pantau Alea ku 1x24 jam."
"Siap Bos!
Pembicaraan mereka terputus. Sementara di London-Britania Raya. Nathan menatap tak percaya Vidio yang dikirimkan anak buahnya.
"Ilmu apa yang kau miliki Lea? sungguh di balik kepolosan dan kelembutan hatimu tersimpan ilmu beladiri yang belum bisa aku tebak. Itu di luar ekspektasi ku, nalar ku tak sampai kesana saat melihat kehebatan mu yang luar biasa." berkali-kali Nathan berdecak kagum. "Keluarga petarung yang hebat! tapi.. tetap saja Alea ku seorang wanita yang butuh perlindungan. Setelah urusan ku selesai, aku akan pulang kembali. Tunggu aku Alea, aku sangat merindukanmu..."
π
π
π
@Kisah Vano dan Vana dalam serial "KEMBALINYA SANG MACAN ASIA" akan hadir dalam cerita yang berbeda. Acion nya lebih seru dan menggila. Sebutan "Macan Asia" adalah untuk mereka berdua. Si kembar yang tidak mudah ditaklukkan lawan, sebab mereka memiliki ilmu Ninja bayangan. Akan ada Aksi mereka menggunakan pedang samurai dalam menumpas kejahatan dan ketidak adilan. Tunggu keseruan aksi mereka berdua.
@Ini hanyalah hayalan dan halusinasi pikiran Bunda dalam berkarya, kalau ada yang tidak suka abaikan saja... Terimakasih yang masih terus mendukung karya novel halu iniππ
@BERSAMBUNG....