ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Kedatangan


"Tapi kau tega membohongi aku fanny! kau mempermain aku? kau tau aku ini cacat, tapi mengapa kau tidak mengatakannya dari awal kalau kau sudah di jodohkan dan akan segera menikah! aku tidak mungkin jadi orang ketiga dalam hubungan mu dengan justin!


Frans sudah membuka pintu mobil, Fanny terus menarik tangannya "Frans, aku akan batalkan perjodohan ini, aku tidak ingin kehilngan mu!"


"Ku mohon fanny, jangan membuat aku tambah sulit dengan keadaan ku sekarang, aku sangat menyayangi keluarga mu dan Tuan Reno, jangan biarkan keluarga mu membenci ku" Frans mengusap air matanya kasar dan masuk kedalam mobil.


"Pak, jalan!"


"Baik Tuan"


Mobil pergi meninggalkan kediaman Reno.


"Frans! hiks,, hiks,, hiks,,,


Di dalam mobil frans meneteskan airmata "Maafkan aku Fanny, kita bagaikan langit dan bumi, kau dari keluarga terpandang dan kaya Raya tidak mungkin orang tuamu sudi menerima aku yang hanya orang biasa dan cacat ini, aku cukup tau diri siapa diriku ini, kau pantas mendapatkan pria yang mapan dan sekelas dirimu" Frans membatin, tangisannya semakin dalam dadanya begitu sesak, sesekali terdengar isakan tangisnya, tatapan matanya kosong pikirannya terus melayang kemana-mana.


"Tuan"


Suara pak Kardi seorang supir membangunkan kesadaran frans yang sedang melamun.


"Ada apa Pak,,?


"Maaf bukanya bapak ikut campur, bila ada masalah yang membuat hati kita sesak keluarkanlah jangan di pendam dalam hati"


"Aku sebenarnya bukan laki laki yang mudah mengeluarkan airmata, aku tidak mudah menangis tapi entah kenapa kalau urusan perasaan aku mudah tersentuh, bahkan saat kondisi aku seperti ini aku tidak pernah meratapi, tapi kenapa kalau urusan hati aku selalu menangis"


"Itu karena Tuan masih menyayangi Nona fanny, karena untuk melupakan seseorang yang kita cintai itu tidak lah mudah, kenapa tuan frans tidak perjuangkan Nona fanny"


"Aku sudah menyerah dengan keadaan ku, aku bukanlah Frans seperti dulu lagi yang tidak bisa menjaga Nona fanny, aku ingin memperjuang kannya tapi aku tidak berdaya melihat fisik ku yang banyak dipandang rendah oleh banyak orang, apalagi berharap untuk menjadi mantu kelurga Mahesa, itu sangat tidak mungkin"


"Bapak paham dengan keadaan mu sekarng, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau berjuang dan berusaha, percayalah tuan semua pasti akan ada jalannya"


"Sepertinya Nona Fanny bukan jodohku pak, perbedaan status sosial kami sangat jauh, dan aku tidak ingin merusak hubungan aku dengan keluarga Mahesa karena telah mencintai adik dari Ceo tempat aku bekerja"


"Jodoh tidak akan kemana, bila memang Asisten frans berjodoh dengan Nona fanny pasti akan dipertemukan dengan cara yang Tuhan berikan, bersabarlah"


"Iya pak, terima kasih nasehatnya"


Mobil berhenti di Apartemen kawasan Elit, frans turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam lift, ia menekan nomor tombol setelh keluar dari lift dan masuk kedalam ruangan berjalan kearah dapur, ia menyalakan kompor dan menaruh poci diatasnya, frans berjalan kearah kamar membuka semua pakaiannya dan masuk kekamar mandi, ia membenamkan tubuhnya di dalam Bathtub.


Ucapan Andini terus mengiang ditelinga frans, harinya begitu sakit mendapati kenyataan kalau orang yang ia cintai selama ini telah berbohong dan bahkan akan menikah.


"Alangkah bodohnya aku di permainkan harga diriku karena mencintai wanita yang tak sepadan dengannya, Fanny kenapa kau tega melakukan ini semua, sedari awal aku sudah mencoba menjauh untuk bisa melupakan mu, tapi kau tetap datang, tapi kini hatiku benar benar hancur dan sakit melebihi sakitnya saat di bom, tak seharusnya aku kembali lagi ke perusahaan tuan Reno dan bertemu dengan mu fanny!"


Frans terus merenung "Tidak frans, kau tidak boleh merusak hubungan fanny dan calon suaminya, kau tidak boleh jadi orang ketiga"


Airmata Frans terus meleleh, cairan hangat itu terus berjatuhan dengan rasa sakit dihatinya, terdengar nyaring bunyi teko di dalam dapur, Frans lupa kalau ia sedang memasak air, ia menyudahi mandinya dan berjalan kearah dapur, setelah kompor dimatikan ia menuangkan air kedalam gelas berisi kopi dan gula yang sudah ia siapkan.


Aroma wangi kopi tubruk membuat frans melupakan sejenak masalah pribadinya, ia memakai kaos oblong dan celana pendek lalu membawa kopi itu keatas balkon, Frans mendudukkan tubuhnya dikursi sambil menikmati secangkir kopi hitam kesukaannya, udara malam itu sangat sejuk ia mengadah keatas menatap bintang bintang dilangit, hatinya sedikit tenang, Frans menyerumput kopi terakhir dan kembali masuk kedalam kamar, menidurkan tubuhnya yang terasa lelah.


Pagi itu matahari mulai menampakkan cahaya sinarnya melalui celah jendela, rasa malas menyerang tubuhnya yang mulai tidak enak badan, terdengar suara ponsel berdering diatas nakas, Frans membuka matanya perlahan ia melihat nama Riska di layar ponsel.


"Hallo,,


"Frans, kau dimana sekarang?


"Apartemen"


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan, bisakah kita bertemu?!"


"Aku kurang enak badan, maaf Ris lain kali saja"


"Kalau kau kurang enak badan aku saja yang ke Apartemen mu, bagaimna?!


"Kirimkan alamat mu sekarang, aku langsung menuju kesana"


"Okey"


Setelah mengirimkan alamat pada Riska Frans kembali tertidur "Sepertinya aku tidak bisa masuk kerja hari ini, seluruh persendian ku pada ngilu, lebih baik aku ijin kerja"


Satu jam kemudian terdengar suara bel pintu, Frans beranjak dari ranjangnya dengan malas dan membuka pintu, sudah berdiri Riska di depan pintu sambil tersenyum.


"Pagi Frans'


'Masuk lah"


Riska berjalan masuk kedalam dan menaruh buah diatas meja tamu "Aku bawakan ini untuk mu"


"Terima kasih tidak perlu repot-repot, Oh iya kau ingin minum apa?!"


"katanya kau sedang sakit? tidak usah merepotkan mu untuk membuatkan aku minum"


"Tidak apa-apa akan aku buatkan teh manis" saat frans mulai berjalan ke arah dapur Riska menatap lekat pada kaki frans.


"Frans ada apa dengan jalan mu? kenapa seperti itu?!" tanya Riska spontan


Frans tersenyum "Aku mendapat kecelakaan pemboman saat kapal Tuan Reno meledak" frans mulai menceritakan semua kejadian yang ia alami di Itali.


"Ya Tuhan, syukurlah kau selamat dalam pemboman kapal pesiar itu"


Frans kau belum makan kah?


Frans menggeleng "Aku jarang masuk, kalau terdesak dan sudah lapar bnget baru masak"


"Biar aku yang memasaknya" Riska membuka lemari es dan mulai mengolah sayuran seadanya yang berada didalam kulkas.


"Tidak perlu merepotkan mu, bukankah kau masih harus bekerja Ris? kau ingin bicarakan masalah apa?!"


"Nanti saja setelah aku selesai masak baru aku menjelaskannya padamu"


"Baiklah kalau begitu aku tunggu di ruang tamu sambil mengerjakan tugas kantor"


"Okey"


"Tett,, tett,, tett,,


Terdengar suara bel didepan pintu, Frans hentikan kegiatannya mengetik di atas keyboard, ia mulai berjalan kearah pintu dan membukanya perlahan.


"Fanny,,?! ucap frans kaget.


'


'


'


'


'


'


'


@BERSAMBUNG😍