ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Malam Penuh godaan


"Ada apa yank"


"Aku tidak bisa membuka Resleting belakang gaun ku, Mas!"


"Mas bantu bukain ya?" tersenyum jahat.


"Tidak, tidak! pasti kau akan berbuat yang aneh-aneh?"


"Sayang, kau itu sudah jadi istriku? tidak usah sungkan."


Ceklek! pintu terbuka.


"Bukakan resletingnya, lalu keluarlah dari sini!"


Sebuah senyuman licik tersinggung dari bibir Tommy, tangannya mulai membuka resleting istrinya perlahan.


Tommy menyentuh ujung resleting dan membukanya sedikit demi sedikit, terlihat bahu yang putih mulus, terkena pantulan sinar tubuh mulus Siska terlihat bercahaya. Ia terus menurutkan resletingnya, terlihat bra merah maroon tanpa tali. Tommy menelan saliva nya berkali-kali. Ia masih terpaku melihat kemulusan punggung Siska. Pikirannya sudah traveling kemana mana Mas Tommy 😄.


"Mas, sudah belum, kenapa diam ajah?"


Bahu putih Siska ia kecup lembut, seakan tidak ingin melepaskan Siska begitu saja, Tommy terus mengecup seluruh bagian punggung, bahu dan naik keleher jenjang putih itu.


Siska bergidik, terasa seluruh tubuhnya merinding dan panas.


"Mas jangan sekarang! aku belum mandi."


Dengan cepat Tommy membalikkan tubuh Siska dan lngsung meraup bibir merah bak delima itu, Tommy melakukan tanpa jeda seakan tidak ingin melepaskan mangsanya. Satu tangannya memegangi kepala Siska agar lebih dalam ciumannya, satu tangannya lagi menyentuh gundukan indah didepannya. Siska terus memukuli dada bidang Tommy dengan kesal, hingga ciuman itu terlepas. Nafas keduanya tersengal sengal.


"Mas! kenapa kau tidak sabaran sih!" Siska mengerucutkan bibirnya.


"Sayang maafkan Mas ya, habis kamu bikin Mas gemes." tersenyum lebar.


"Ya sudah aku mau mandi dulu."


"Perlu Mas bantuin yank."


"Gak usah! aku bisa sendiri."


Setelah Siska menutup pintu, Tommy berjalan kearah sofa, menuangkan air putih yang sudah tersedia diatas meja, menuangkannya kedalam gelas dan meminumnya habis. untuk menghilangkan kejenuhan sambil menunggu Siska, ia mengambil iPad dan mulai membaca sebuah artikel.


Didalam kamar mandi, Siska merilekskan tubuhnya didalam bathtub dengan air hangat yang dipenuhi taburan bunga tulip dan melati. Pikirannya terus melayang tentang malam pertama, sebelumnya ia banyak bertanya tentang Malam pertama pada teman teman arisannya, dadanya berdegup kencang bila teringat perkataan mereka. Ada yang bilang sakit lah, lecet lah, perih sampe gak bisa pipis, mau ngapain ngapain gak bisa. Ngebayangin saja Siska sudah bergidik ngeri, apalagi sampai harus melakukannya.


"Bagaimana klau mas Tommy minta malam ini juga?" aku harus berfikir keras supaya mas Tommy tidak melakukannya sekarang."


"Tok, tok, tok,"


"Yank apa masih lama?"


Terdengar suara Tommy mengetuk didepan Pintu.


"Ish ganggu saja sih!" gerutu Siska kesal.


"Sebentar lagi Mas!"


"Jangan terlalu lama didalam air, tidak bagus untuk kesehatan. Karena ini sudah malam."


"Iya Mas!"


Siska keluar dari dalam Bathtub dan membersihkan lagi dengan air shower.


"Ahh sial, aku tidak membawa baju ganti, kalau aku hanya menggunakan handuk sudah pasti macan lapar sedang menunggu di luar!" Siska menggerutu sendri.


Tiba-tiba matanya tertuju pada jubah handuk yang bersih, dan sudah ada didalam kamar mandi. "Ahh, akhirnya kau menyelamatkan ku!" Siska memakai jubah handuk.


Saat pintu dibuka, ia melihat Tommy sedang duduk diatas ranjang sambil memainkan ponsel.


"Mas, apa ingin mandi juga?" Suara Siska memecah kesunyian didalam kamar.


Tommy menatap istrinya dari atas sampai bawah tanpa berkedip.


Tersenyum tipis "Tentu saja aku mau mandi."


Tommy beranjak dari ranjang dan berjalan kearah kamar mandi. Siska bernafas lega.


"Aku harus buru buru pakai baju dan berpura pura tidur, sebelum Mas Tommy minta jatah malam ini! gumamnya tersenyum licik.


"Haii.. dimana koperku? Siska mencari cari koper miliknya tapi tidak menemukan didalam kamar. "Ais, pasti ini kerjaan Mas Tommy yang ngumpetin koper ku, rupanya dia sudah bermain licik!" berdecak kesal.


"Masa aku tidur berbalut jubah handuk, mana aku tidak pakai dalaman, kalau aku lagi tidur tiba tiba mas Tommy gerayangin tubuhku? huwaa aku tidak mau!" membayangi saja Siska sudah bergidik. "Ouhhh... No!"


"Aku harus pura pura tidur."


Melepas handuk dikepalainya yang masih basah, naik keatas ranjang dan menarik selimut hingga batas leher. "Seperti ini lebih baik." gumamnya.


Terdengar suara pintu terbuka, Siska buru buru menutup matanya kembali. Tommy berjalan kearah ranjang mengibas ngibaskan rambutnya yang basah, Siska masih bisa mengintip wajah tampan suaminya yang terlihat macho dengan rambut basahnya. Tubuh kekar Tommy hanya berbalut handuk hingga batas pinggang. terlihat roti sobek di bagian perutnya. dadanya yang bidang tumbuh bulu bulu halus terlihat gagah dan menggoda. Siska sebenarnya terpesona melihat tubuh atletis suaminya, tapi mengingat perkataan teman temannya yang membuat ia belum siap untuk melakukan malam pertama.


Tommy melepas handuk penutupnya, tersisa boxser di bagian terlarang. sebelum naik keatas ranjang ia mengambil parfum diatas nakas dan menyemprotkan nya keseluruh tubuh Tommy.


"Minyak wanginya nyengat bnget sih! gerutu Siska dalam hati "Sial hidung ku gatal!"


"Hacimmmmm


"Hacimmmmm


"Aku tau kamu belum tidur yank, gak usah berpura pura lagi." sindir Tommy sambil mengambil deodorant dan mengoleskan pada kedua ketiaknya sebagai ritual terakhir.


"Cihh! nih orang tau ajah kalau aku lagi pura pura tidur, tapi aroma tubuhnya begitu menggoda." gumamnya kesal, karena harus mendengar perkataan teman temannya.


Tommy naik perlahan keatas ranjang. Ia terkekeh saat melihat mata istrinya masih terpejam. "Cup! mencium kening Siska.


"Ya Tuhan Mas, aroma tubuhmu sungguh membuat ku tergoda, menjauh lah, aku masih takut!" terus menggerutu dalam hati.


"Jangan berpura-pura lagi yank, lakukan tugas mu sekarang!" menciumi kening, pipi dan bibirnya. Tommy langsung meraup bibir Siska yang terlihat seksi tanpa bertanya pada pemiliknya. Mata Siska sontak membulat sempurna.


"Huwaaa... tidak ada kesempatan lagi untuk menghindar, dasar buaya darat main caplok ajah!" rutuknya dalam hati.


"Aaaawwww!


Tommy terpekik saat Siska mengigit bibirnya. "Kau yank, main gigit ajah."


"Lagian mas main caplok ajah, tanya dulu donk sama pemilik bibir ini?"


"Kenapa harus bertanya? kau sudah sah menjadi istri Mas, jadi mas berhak melakukannya bukan, semua yang ada padamu adalah milik mas sekarang."


Siska mendengus kesel "Tapi...."


"Hammpppp....


Siska tidak diberi kesempatan untuk bicara, Tommy meraup kembali bibir seksi itu dan mengkungkung kedua tangannya diatas kepala, agar Siska tidak berontak. Ciuman itu turun keleher jenjang Siska yang putih mulus, terlihat Perawatan tubuh dan kulit Siska yang bagus. Gigitan kecil membuat stempel kepemilikan dilehernya, Siska meringis dan mulai terangsang. Dengan mudahnya Tommy membuka jubah handuk itu, ia tersenyum puas saat melihat tubuh siska sudah polos tanpa bra dan cd. Terlihat gundukan kenyal yang menantang, Tommy tidak menyia nyiakan kesempatan itu, ia mulai meraup dan bermain-main disana. Siska meliuk-liuk kan tubuh seksinya. Terdengar ******* halus dari bibir Siska, ia mulai menikmati permainan suaminya yang mulai menggairahkan, satu tangan Tomy mulai turun kebawah dan menyentuh di area paling sensitif. Pasrah adalah kata yang tepat untuk Siska.


(Stop sampai disini ajah ya, selanjutnya teruskan sendri. kwkwkw... Author tertawa jahat 🤣😂)


'


'


'


'


'


'


Bersambung......