ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Dia Yang Kembali


Mobil Frans sudah berhenti disebuah Gedung, ia kluar dari dalam mobil, langkah nya tertahan saat ingin masuk kedalam sebuah Gedung.


Terdengar getaran ponsel dari saku celana Frans,ia menerima panggilan telepon.


"Hallo Tuan,,,"


"Kau berada di mana?!


"Sudah di depan gedung tuan


"Masuk lah, aku sudah berada di dalam"


"Baik tuan"


Frans melangkahkan kakinya kembali masuk ke area gedung, begitu banyak para tamu undangan yang masuk kedalam gedung itu, frans harus melewati empat orang penjaga yang berada di depan gedung.


"Maaf, anda ingin mencari siapa? bisa perlihatkan undangannya,,?


"Aku Frans, asisten dari tuan Reno Mahesa


Penjaga gedung itu menatap frans dari atas sampai bawah dengan ekspresi dingin.


"Bisa anda perlihatkan kartu identitasnya? Kalau anda masih berhubungan dengan Tuan Reno Mahesa"


"Aku sudah mengatakan, kalau aku adalah asisten dari Reno Mahesa yang berada di dalam Gedung"


"Mana mungkin seorang CEO sekelas Reno Mahesa memiliki seorang asisten pincang!" sindir Penjaga itu.


Frans terdiam, ia menatap wajah penjaga yang telah menghinanya, hatinya begitu sedih sampai orang memandangnya rendah, tamu undangan lain begitu mudah masuk kedalam gedung itu, tapi dirinya untuk masuk saja begitu banyak pertanyaan.


"Bisa anda perlihatkan name tag perusahaan tempat anda bekerja,,?!


"Apa sebuah Name tag begitu penting untuk masuk ke acara perayaan ulang tahun?! ucap frans geram "Kalau bukan karena presdir ku yang menyuruh datang, aku tidak akan datang ke acara ini!


"Sombong sekali kau, sudah pincang masih belagu!


"Jaga bicara anda! jangan pernah menghina fisik orang! kedua tangan frans mengepal, wajah nya memerah, dengan menahan amarah frans membalikkan tubuhnya.


"Dasar pincang! mengaku ngaku Asisten presdir Reno" hahahaha,, "Mana ada Asisten pincang,!


Empat Penjaga itu tergelak bersama, Frans lngsung menghentikan langkahnya, ia berbalik badan dan lngsung menyerang pria yang tadi menghinanya.


"Bukk


"Bukk


Sebuah bogem mentah menghantam wajahnya pria Penjaga itu, dan teman teman nya ikut mengeroyok frans, pertarungan yang tak seimbang pun terjadi, melihat kejadian itu supir pribadi Reno ikut membantu Frans.


"Hentikan semua nya!


Suara lantang seseorang menghentikan aksi mereka yang terlibat perkelahian.


Seorang Pria berlari kearah Frans "Frans kau tidak apa-apa,,? terlihat darah segar dari sudut bibir frans.


"Tuan Reno,,? tidak apa-apa tuan"


"Siapa yang melakukan semua ini! teriak Reno lantang


Empat orang penjaga terdiam sambil menunduk kan wajahnya dalam


"Kenapa kalian diam,,? HAh! apa kalian sudah hebat menghina Asisten ku! seru Reno geram, ia begitu murka melihat Frans dihina, ternyata ada seseorang yang merekam video percekcokan antara frans dan para penjaga itu, hingga vidio itu sampai pada Reno.


"Akan aku tuntut kalian semua! Reno berjalan mendekat dan menatap satu satu pria di depan nya "Apa kalian tau? kalian menghina Asisten ku sama saja menghina diriku Brengsek!


"PLAKK,, PLAKK,, PLAKK,, PLAKK,,


Reno melayangkan tamparan kewajah mereka satu persatu pada empat orang penjaga itu.


"Tuan Reno,, maafkan atas kesalah pahaman ini" tiba-tiba Atmaja selaku pemilik acara pesta itu datang dan meminta maaf.


"Aku tidak terima dengan perlakuan anak buah Anda tuan Atmaja, mereka semua sudah menghina asisten ku! ucap Reno berapi-api


"kalian semua minta maaflah pada Tuan Reno dan asisten Frans?!" teriak Atmaja


Empat orang itu menghampiri sambil membungkuk, meminta maaf pada Reno dan Frans, tapi hati Reno benar benar sudah terluka.


"Mulai sekarang, hubungan bisnis kita aku batalkan!


"Tidak ada gunanya bekerjasama dengan orang yang selalu merendah kan orang lain, anak buah anda saja tidak bisa di didik dengan baik, bagaimna anda sebagai seorang atasan!


"Tuan,, ini bukan salah Tuan Atmaja, jangan campur adukkan masalah aku dengan perusahaan"


"Sudah lah frans, kau jangan mudah terharu dengan mereka, sekarang ayo kita pulang"


Reno merangkul pundak Frans dan melangkah berjalan kearah mobil.


"Tuan Reno" Atmaja berlari mengejar Reno "aku mohon! pikirkan lagi masalah bisnis kita, aku janji akan pecat mereka semua!


Reno merapikan jas Atmaja yang sedikit berantakan "Tuan Atmaja yang terhormat, sekali aku sudah dikecewakan, tidak akan bisa menarik ucapan ku" Reno tersnyum dan masuk kedalam mobil bersama Frans, mobil pergi meninggalkan gedung itu.


@@@@


Pagi itu di Mansion hari sangatlah cerah, seperti biasa Helena bersama suster memandikan dua bayi kembarnya yang mulai tumbuh besar.


"Bu,, tadi Mama Tuan Reno telpon, katanya pagi ini tidak bisa datang, nanti siang baru bisanya, soalnya sedang ada urusan"


"Iya tidak apa-apa, mungkin Andini sedang memesan kue ulang tahun untuk Devano dan Denissa yang seminggu lagi genap satu tahun"


"Tak terasa ya Bu, kalau si kembar sudah mau setahun"


"Iya Alhmdllh, Devano dan Denissa tubuh kuat dan sehat, ia sudah bisa berdiri sendiri walau jalannya agak tertatih, aku bangga dengan mereka, Devano tampan seperti Ayahnya, Denisa cantik seperti ibunya"


"Bu,, ini bubur buat si kembar sudah selesai di masak" kata seorang pelayan


"Ya sudah kau suapin untuk si kembar, aku ingin melihat Delena, kebetulan Reno sedang keluar kota, sore baru kembali"


"iya bu,,,"


Saat Helena ingin pergi, Denissa menagis tak mau lepas dari gendongan helena.


"Eehh cucu nenek ko malah nangis kencang, mau ikut lihat Mama ya"


"Ya sudah, kau suapin Devano saja, ibu ajak Denissa ke kamar Delena, sepertinya Denissa kangen sama mamanya"


Helena menggendong Denissa melangkah pergi meninggalkan ruangan si kembar menuju lift, setelah sampai di lantai dua Helena masuk kedalam kamar ruangan khusus Delena, hanya ada seorang suster yang sedang menunggu, pada helena ia meminta izin untuk kluar ruangan, Helena berjalan mendekati ranjang Delena, mendudukkan tubuhnya disebuah kursi sampng ranjang, Denisa yang lincah dan tidak bisa diam menarik narik baju Delena.


"Ehh sayang, cucu oma jangn nakal, ayo sapa mama,," helena mendekat kan Denissa ke wajah Delena "Hallo mama,, aku Denissa, sebentar lagi umur ku satu tahun" ucap helena menirukan suara anak kecil, Denisa tiba tiba mencium pipi Delena.


Helena tiba tiba kebelet pengen ke toilet, ia masih menggendong Denisa, dan kluar dari ruangan untuk mencari suster, tapi ruangan tampak sepi, tidak ada satu orang pun berada disana, helena menutup pintu ruangan kembali.


"Aduh bagaimna ini, aku sudah kebelet, kalau ku taruh disofa takut jatuh, Denis anaknya aktif, biar aku taruh di bawah saja, ruangan ini lantainya di penuhi karpet tebal"


"Denis sayang, main dulu ya sebentar, oma ketoilet dulu" Helena menaruh boneka dan beberapa mainan di depan Dennisa dan ia berjalan kearah toilet.


karena bosan dan tidak ada orang, Denissa menangis kencang, ruangan Delena yang kedap suara tidak akan bisa trdengar dari luar, ia terus merangkak kearah ranjang Delena sambil menangis


"Haiii,, anak siapa yang menagis? seorang wanita terbangun dari ranjang dan berjalan menghampiri Dennisa, ia menggendongnya, "haiii cantik Jangan menangis lagi, aku ada disini" wanita itu mencium lembut Denissa, seketika tangisan Denissa terhenti.


"Lihat diluar tampak cerah" wanita itu berdiri didepan jendela "Ada sebuah danau yang sangat indah, kita bermain disana" Denissa yang polos menatap wajah wanita cantik didepannya.


Dua puluh menit telah berlalu, Helena keluar dari toilet menuju ruangan Delena, alangkah terkejutnya Helena tidak mendapati Denissa dikamar Delena.


"Ya Allah,, Denisa tidak ada? ucapnya lirih,dan yang lebih terkejut lagi, helena melihat ranjang Delena kosong, ia begitu syok jantungnya seakan mau berhenti, ia memegangi dadanya yang terasa sesak.


"Tidakkkk,,..


"Delenaaaa,,,!


"Denissaaaa,,,!


Helena berteriak Histeris.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


-


-


-


@BERSAMBUNG