ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Ketulusan


Dua sepasang kekasih yang sedang menangis bersama karena rasa rindu yang membuncah.


"Maafkan aku fanny,,"


"Kenapa kau lakukan ini pada ku frans,,?!


"Aku malu dengan keadaan ku saat ini" frans menundukan kepalanya


"Kenapa harus malu,,?


"Kau sudah tau sekarang bukan? bagaimana keadaan ku,,? aku tidak ingin kau malu bila terus bersama ku, apa kata mereka diluar sana, dan bagaimna dengan kedua orangtua mu? tidak ada orang tua manapun yang mau menikahi anaknya dengan orang yang cacat"


"Frans,,," fanny menyentuh wajah frans "Mengapa kau berkata begitu, aku mencintaimu tulus, aku nggak peduli orang mau bicara apa tentang mu, aku tetap mencintai mu, mama dan papa pasti akan mengerti dengan keadaan mu bukan,,?!


Airmata Frans sudah mengucur bebas begitu saja, ia menatap wajah Fanny nanar "Kenapa kau begitu ingin bersama ku fan,,? kau seorang wanita berkelas, dan berpendidikan, cucu dari seorang konglomerat terkaya di Asia, kau memiliki segalanya, kau bisa mendapatkan pria sempurna yang kau mau"


"Tidak! hiks,, hiks,, hiks,, ku mohon, kau jangan berkata begitu Frans,,? aku tidak pernah memandang dirimu dari fisik, kau harus percaya padaku, aku sungguh sungguh mencintaimu frans?!


"Ku mohon fanny, tinggalkan diriku" melepas kedua tangan fanny dari wajahnya, "kau lihat keadaan ku sekarang, aku tidak bisa menjaga mu lagi, aku tidak sesempurna dulu, kaki ku cacat, aku tidak bisa berlari atau mengejar penjahat seperti dulu lagi,,"


"Kenapa kau berkata seperti itu frans?! aku sendiri yang akan membawa mu berobat ke luar negeri, tak peduli berapa besar biayanya aku pasti akan membantu mu,,"


Mata keduanya saling bersitatap "Aku sangat mencintai mu frans, Jangan pernah tinggalkan aku lagi"


"Fanny,, hiks,, hiks,," Frans memeluk tubuh fany erat dan menciumi keningnya "Terima kasih atas cinta mu yang tulus, aku pun sangat mencintai mu fan,,"


"Berjanjilah untuk tidak meninggal ku frans,,,?


"Iya sayang,, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu, tapi beri aku waktu untuk bisa menyembuhkan kaki ku"


"Kapan kau akan pergi untuk berobat,,?!"


"Tidak sekarang ini, walau tuan Reno menyuruh aku untuk berobat ke korea, tapi aku tidak bisa, aku masih mengurus perusahaannya, apalagi sekarang ini Nona Delena sedang Amnesia, tuan Reno sedang cuti, aku tidak tau sampai kapan ia menyerahkan tugas perusahaan ini padaku, aku tidak ingin merepotkan dan menjadi beban tuan Reno"


"Kalau begitu aku sendiri yang akan bilang sama kak Reno"


"Jangan fanny, aku tidak ingin tuan Reno jadi beban pikiran, sudah banyak masalah yang kaka mu hadapi, biar lah aku menunggu sampai waktu yang tepat"


"Tapi kau harus secepatnya di obati frans"


"kalau kau mencintai ku, kau pasti sabar menunggu ku fan, tuan Reno sudah memberikan kepercayaan padaku untuk mengurus perusahaannya selama ia cuti, tuan Reno ingin mengurus Nona Delena sampai sembuh semampu yang ia bisa, tetap tuan Reno memantau perusahaan dari mansion, aku yang di perusahaan, jadi tidak mungkin aku meninggalkannya apalagi hanya untuk kepentingan diriku sendiri"


"Frans" fanny menyandarkan kepalanya di dada frans "Kau Pria yang sangat baik dan setia, kau begitu peduli pada kak Reno, sampai rela mengorbankan dirimu sendiri untuk hidup kak Reno dan perusahaannya, saat kau mengganti kan posisi ka Reno ke Italia, aku sangat stres mendengar kau tidak ditemukan saat peledakan itu, aku menangis hampir tiap hari, dan harapan aku untuk hidup bersama mu pupus sudah, dunia seakan mau runtuh, tapi saat mendengar kau masih hidup dan berada di kantor ka Reno, aku hampir tak percaya, rasa rindu ku yang dalam padamu telah membuat aku bangkit, harapan itu datang kembali, tapi saat kau melupakan diriku" fanny mngangkat kepalanya dan menatap lekat wajah frans "Hiks,, hiks,, hiks,, rasanya kau telah menikam kan belati di jantung ku"


Frans meraih kedua pipi fanny "Fanny,,, fanny,, maafkan aku sayang, karena saat itu aku takut kau membenciku melihat keadaan ku, aku takut kau menghina ku dan malu memiliki kekasih seperti ku, aku benar-benar depresi dan merasa bersalah padamu"


"Tidak Frans, kau jangan berfikir seperti itu? aku tidak sejahat itu, aku mencintaimu tulus apa adanya"


"Terima kasih sayang,, aku sangat mencintai mu, lebih dari diriku"


kedua dahi mereka saling bersentuhan, fanny tau apa yang sedang frans fikirkan, ia memejamkan matanya, frans mulai mendarat kan bibirnya ke bibir fanny"


Ceklek


Tanpa sengaja Anita masuk kedalam ruangan itu, dan ia melihat adegan mesra dua orang yang sedang berciuman.


"Aaaawwww,,," Pekik Anita membekap kan bibirnya, ma_af tuan,,,


Dengan cepat Anita menutup kembali pintu itu.


"Ya Tuhan, apa yang sudah aku lihat tadi? Nona fanny dan tuan Frans,,,? Anita mendelikan matanya, jantungnya ikut berdebar debar "Apakah mereka punya hubungan khusus? tapi ngapain mereka berdua duduk di lantai,,?


"Ya Tuhan, mata ini sudah ternodai,,, huwaaa,, aku masih suci Tuhan" gumamnya terus meracau sendiri.


Ceklek


"Anita!


"Mati aku, tuan frans memanggil ku, pasti dia mau marah, tadi aku tak sengaja melihat adegan ciuman itu, aku harus bilang apa coba" gumamnya pelan


"Anita!


"Iy_a asisten Frans" ucap Anita dengan suara tercekat, sambil membalikkan tubuhnya.


"Ak__u minta maaf tuan,, tadi aku tak seng_aja" hheee,,, Anita menggaruk kepalanya.


"Ba__ik tuan asisten,,"


"Dan satu lagi, kau pesan kan kami makan siang di restoran yang biasa aku pesan"


"Baik tuan,," Anita membalikkan tubuhnya, Ahh,, akhirnya, dia tidak marah, syukurlah" Anita mengelus dadanya, saat ia mau melangkah.


"Lain kali kalau mau masuk, ketuk pintu dulu!"


"Iya,,, tuan!" ucap Anita gugup.


Anita lngsung melangkahkan kakinya pergi meninggalkan depan pintu ruangan presdir, dengan perasaan malu.


"Sayang,, bagaimna kalau Anita cerita pada semua karyawan kalau tadi melihat kita berciuman, aku takut reputasi mu akan jatuh di depan karyawan, dan kak Reno kecewa dengan mu, apalagi kita di dalam ruangan kantor kak Reno"


"Kau tenang saja ya, ku rasa Anita tidak akan berani seperti itu"


"Tapi frans,, kita tetap harus waspada"


"Baiklah,, baik, nanti kita bicarakan dengan Anita nya"


"Frans,, aku begitu bahagia akhirnya kita bisa bersama lagi" fanny menyandarkan kepalanya di dada frans, dengan penuh kasih sayang frans mengelus lembut kepala fanny "Aku pun sangat bahagia, kau mau menerima aku apa adanya, aku sangat mencintai mu fan" mencium pucuk kepala fanny.


"Aku juga Frans" fanny tersenyum manja.


"Tok,, tok,, tok,,


"Frans,, Anita sudah datang, biar aku yang bicara dengan nya"


"Masuk,,!"


Anita datang dengan membawa nampan berisi oranye juice dan kopi hitam, lalu menaruh nya diatas meja depan frans dan fanny duduk.


"Silahkan Tuan frans, Nona fanny,, Oiya untuk makan siangnya sudah saya pesan, sekitar 15 menit lagi baru sampai kantor"


"Permisi,,"


"Anita tunggu!


Fanny beranjak dari duduknya dan berjalan kearah fanny, "Aku ingin bicara satu hal padamu, kau tadi melihat semuanya bukan,,?!


"Heemm,, iya Non" ucap Anita gugup, dengan wajah tertunduk.


"Bila yang kau lihat tadi, beritanya sampai menyebar dan terdengar oleh karyawan di perusahaan ini, jangan harap kau bisa lama bekerja sebagai sekertaris Reno Mahesa"


"Tidak Nona,,? mana aku berani, aku berani bersumpah tidak akan pernah berkhianat pada Nona, apalagi menceritakan apa yang aku lihat tadi" ucap Anita lirih


"Baiklah, aku pegang sumpah mu, bila reputasi Asisten frans sampai jatuh, kau harus berhadapan dengan ku!


"Mengerti! ucap fanny tegas, sambil mengibas kan rambut panjang nya.


"Iya,, mengerti Nona"


"Pergilah,,!


Anita melangkah pergi meninggalkan ruangan itu dengan terburu-buru dan perasaan takut.


🌳🌳🌳🌳🌳


'


'


'


'


'


'


'


BERSAMBUNG