
"Mas, kau ingin mencari Fanny di mana? tanya Delena tak kalah panik.
"Aku ingin melacak keberadaan fanny dari ponselnya. Kau tetaplah di rumah Aku akan pergi sekarang!"
Mas Maafkan aku? semua ini kesalahanku!
Mencium kening istrinya "Sayang, jangan merasa bersalah begitu, kau tidak salah. Aku pergi dulu."
Reno masuk ke dalam mobil bersama bodyguard-nya dan meninggalkan.
Reno membawa bodyguard yang bisa melacak keberadaan fanny melalui ponsel. Laptop bisa membantu pencarian lokasi dan keberadaan fanny. Bram yang punya otak encer selalu menjadi andalan Reno dalam mendeteksi dan menghubungkan langsung ke ponsel fanny yang masih aktif, suatu keuntungan ponsel fanny masih aktif, itu akan mempermudah pencarian.
Mobil terus melaju mengikuti tanda panah yang berada di layar depan. Bram sedang seksama terus memberitahu si pengemudi.
Sementara Fanny dalam keadaan pingsan di angkat oleh pria itu, tubuhnya di bawa masuk kedalam sebuah kamar kosong yang pengap dengan pencahayaan lampu yang redup.
"Taruh dimana wanita ini bang!
"Kau taruh saja dilantai itu! sebentar! biar aku alaskan kardus agar tidak kotor!" pria itu berjalan mencari sesuatu di sudut ruangan dan menaruhnya dilantai. "Kau baringkan tubuh wanita itu disini."
Setelah Pria itu menaruh tubuh fanny di kardus. Mereka berdua pergi meninggalkan fanny sendiri yang masih belum sadarkan diri.
Sementara Reno terus melacak keberadaan fanny dengan iringan tiga mobil. sebagian tetap menjaga mansion. Setelah mengikuti tanda panah di layar laptop. mereka masuk kedalam jalanan perkampungan yang sangat sepi dan jarang di lewati kendaraan karena sudah jam dua dini hari.
"Aku tidak menyangka kenapa fanny melewati jalan ini?
"Sepertinya memang ada yang mengarahkan supaya fanny melintasi jalan ini!
"Ponsel fanny aktif tapi kenapa tidak diangkat? Reno berusaha tenang dan berfikir positif tentang fanny.
Tuan itu seperti mobil Nona fanny. berwarna merah bukan? supir menyalakan lampu depan agar bisa terlihat dengan jelas. terlihat mobil Fanny teronggok ditepi jalan.
"Benar itu mobil fanny! ayo turun! Reno membuka pintu mobil dan berlari kearah mobil fanny. Mobil sudah banyak rusak di bagian belakang bekas hantaman. Anak buah Reno langsung mengecek keadaan mobil itu. Reno begitu syok melihat kondisi mobil Fanny yang rusak.
"Fanny! teriak Reno.
"Tuan seperti tidak ada jejak Nona disini!
"Kemana perginya fanny?
"Tuan kami menemukan ponsel Nona di bawah rem mobil."
Reno menerima ponsel itu dan membuka isi dalam ponsel, berharap ada jejak yang tertinggal. Tapi tidak ada yang mencurigakan.
"Sepertinya Nona ada yang menculik? lihat kaca ini seperti ada yang pecahkan.
Reno terdiam sambil terus menatap kearah mobil yang memprihatinkan. dadanya begitu sesak melihat kenyataan kalau fanny ada yang menculik.
"Tuan apa yang harus kita lakukan?
"Siapa yang sudah menculik fanny? apa tujuan mereka menculik adikku! ucap Reno geram, rahangnya mengeras dengan ekspresi dingin.
"Kalian berempat berjaga lah ditempat ini. Siapa tahu menemukan jejak penculik. Besok pagi bawa mobil adikku dari sini.
"Baik Tuan!
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan siang. di dalam sebuah kamar yang pengap masuk sinar matahari menembus celah jendela. Seketika Fani terbangun dan membuka matanya perlahan. ia mengerjab ngerjabkan matanya. Fanny baru tersadar dan melihat di sekelilingnya. sungguh ia terperanjat kaget.
"Di mana aku? Fani bangun dengan perlahan berusaha untuk duduk. "Siapa yang menculik dan membawa aku kemari!
"Kak Reno! hiks...tolong aku Kak! mata fanny sudah basah airmata. penyesalan selalu datang terlambat. "Kak Dena maafkan aku? hiks.. tak seharusnya aku membangkang ucapan Kakak. tak seharusnya aku keluar sendiri." Fanny terus meratapi nasibnya dan jauh dari orang orang yang mencintai dirinya. ia menyadarkan tubuhnya Kedinding sambil membenarkan wajahnya diatara kedua lutut.
Terdengar suara pintu terbuka. sepatu heels berjalan kearah fanny. Fanny terbangun dan menatap wajah seorang wanita yang berdiri di depannya.
"Kau! Fanny terperanjat kaget.
"Hallo fanny apa kabar? wanita itu tersenyum puas dengan sudut bibir terangkat.
"Apa yang sudah kau lakukan padaku! kenapa kau menculik ku?!
"Bagaimana rasanya kau tinggal di ruangan yang pengap ini, sungguh membosankan bukan? wanita itu membungkuk untuk mensejajarkan dengan fanny. satu tangannya terangkat dan...
"PLAKK!
"Kenapa kau menamparku ku! teriak fanny.
"Kau pantas mendapatkan itu! karena kau telah merebut kekasihku dan calon ayah dari anak ku!
"Sudah tidak usah pura-pura bodoh! teriak wanita itu "Bahkan Karena kau, aku di tampar berkali kali oleh pria yang aku cintai! sekarang rasakan pembalasan ku! wanita itu mendekat dan menampar fanny berkali kali, bahkan menendang kearah tubuhnya. Fanny tidak bisa melawan karena kedua tangan dan kakinya terikat. Ia terus berontak sebisa mungkin tapi tangan wanita itu terus memukulinya bertubi-tubi hingga tubuhnya jatuh lagi kebawah. untung ada kardus sebagai alasnya.
"Nona Shella ada telpon dari bos! seru pria yang baru masuk kedalam ruangan itu.
Wanita bernama Shella menghentikan pukulannya. "Ingat! aku akan balaskan dendam ku! kau sudah buat aku malu dan terhina di club malam itu! bahkan aku bersujud di depan kakimu saat di parkiran! kau pikir aku tidak sakit hati dan dendam padamu!
"Nona! terimalah panggilan telepon ini. sepertinya bos ingin berbicara penting!
"Kau jaga wanita sialan ini! jangan biarkan dia lepas dari tempat ini. sebelum aku puas menyiksanya dan membawa dia keluar dari kota ini!
Dengan wajah kasar penuh amarah Shella menerima telpon itu dan berjalan keluar ruangan. pria itu menutup rapat pintu.
Cairan bening terus keluar dari bola mata fanny. rasa sakit di wajah dan di sekujur tubuhnya membuat ia syok. Fanny berteriak histeris. Seketika bayang bayang wajah orang yang ia sayangi melintas di matanya.
"Mama ... hiks!
"Kak Reno... hiks!
"Tolong aku kak! aku menderita disini. Seumur hidupku belum pernah sekalipun aku kena pukul. hiks... tapi sekarang sekujur tubuhnya sakit. hiks... Siapa kekasih wanita itu? apakah Frans memilki kekasih lain? Fanny terus bertanya tanya dalam hati. ribuan pertanyaan ada dalam otaknya.
"Apakah ini dosaku pada Mama dan Papa karena telah menolak perjodohan itu? hiks... Maafkan fanny, Mah, pah!
"Frans! Aku membenci dirimu! terlalu sakit menanti tanpa kepastian, lebih baik aku melupakan dia untuk selamanya! hiks... mungkin setelah aku mati kau baru merasakan kehilangan Frans.." suara fanny sudah hampir habis karena terus menagis.
Sementara Shella sudah duduk manis di sebuah bangku sambil menerima panggilan dari Justin.
"Hallo sayang... tumben kau menelpon ku!
"Shella! dimana fanny!
"Apa maksudmu just!
"Fanny hilang sejak semalam. apa kau yang telah menculik nya!
"Kau jangan asal tuduh Justin! kau pikir aku sanggup melakukan itu! sekarang kau pikirkan saja anak dalam kandungan ku!
"Najis! dasar murahan! kau pikir itu anakku? kau banyak tidur dengan para lelaki hidung belang, tapi menuduh aku yang menghamili!
"Kaupun ikut menikmati tubuhku! sekarang kau tidak mau bertanggung jawab! teriak Shella.
"Aku malas berdebat dengan wanita licik seperti mu! aku sudah peringatkan padamu jangan pernah injak kakimu lagi di kantor ku atau menemui ayahku! atau habis kau!
klik! Tut, tut, tut,...
Justin memutuskan telponnya.
"Brengsek kau Justin! habis manis sepah kau buang! aku ya sudah memajukan usaha Clubs mu. Bahkan begitu banyak menghasilkan uang untukmu! tapi gara-gara wanita sialan itu, kau langsung berubah padaku!
"Aaaccchh! Shella mendengus kesal "Sebelum Justin tahu keberadaan Fanni disini! aku akan membawanya keluar kota agar jejakku tidak terlacak.
Shella menoleh pada tiga pria yang duduk di depannya "Kalian bertiga, siapkan mobil malam ini. kita akan membawa wanita itu pergi dari sini!
"Siap Nona!
Shella mengeluarkan amplop coklat dari tas nya. "Ini buat kalian! melempar amplop tebal itu keatas meja. "Lima puluh juta! sisanya setelah kalian membawa wanita itu pergi keluar kota!
"Oke siap Nona. akan kami persiapkan semuanya nanti malam!
Shella beranjak dari duduknya. memakai kembali kacamata hitam dan berjalan menuju mobilnya.
'
'
'
'
'
@Bersambung......
Bagi kalian yang belum mampir novel terbaru Author yuk ikuti kisahnya yang tak kalah seru.