ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Menggagalkan


Menit berikutnya "DUARRRT....!!!


Tiba-tiba sebuah kapal meledak di udara, airmata ku lolos begitu saja. tubuh ku jatuh dan terduduk di aspal. Aku mendapatkan notifikasi dari gawai ku, saat aku buka sebuah pesan masuk "SUDAH BERES, BOM NYA DI PINDAHKAN KE PESAWAT CAPUNG." sontak aku mengadahkan wajahku ke langit-langit dan bernafas lega, gadis ku selamat.


Aku pulang dengan perasaan bahagia. Itu terakhir kali aku bertemu dengan gadis pujaan ku Alea. Esoknya aku mendapat teror dari Paman Sam dan si brengsek Matthew. Berulang kali aku menolak panggilan mereka, tapi aku berfikir, mereka tidak akan pernah puas kalau tidak mendengar penjelasan ku.


"Hallo...


"NATHAN SIALAN!!! kenapa kau bisa gagal! hardik Matthew dengan wajah penuh emosi duduk bersama Paman Sam saat Vidio call.


"Seharusnya Paman percaya padamu, bisa menjalankan misi ini!" Paman Sam tidak kalah emosi. SIALAN! mereka pikir aku boneka mereka. Tapi entahlah aku yang bodoh atau mereka yang terlalu berambisi. Hanya karena seorang gadis imut yang aku sukai, merubah akal sehat ku untuk menentang Paman dan kakak berengsek itu!"


"Yang kita hadapi bukanlah orang sembarangan, Tuan Reno lebih lihai dari yang kita bayangkan. Mereka bukan orang bodoh, buktinya Ayah kita yang seorang MAFIA mati ditanganya." ucap ku panjang lebar, agar mereka tidak menekan ku.


"Baiklah, sekarang misi kita gagal, ku harap kedepannya Jangan ada kata gagal, Paman akan buat rencana lagi yang lebih dahsyat dari ini!" ucapnya Penuh penekanan dan aku hanya mengangguk sebagai respon ucapannya.


Video call cepat aku matikan setelah Paman Sam selesai bicara. Sebenarnya aku sangat muak dengan keluarga Ayah ku, di otak mereka hanya ada balas dendam dan kematian Tuan Reno.


Satu bulan kemudian aku di terima kuliah di universitas Oxford di Inggris, universitas ternama berkelas dunia, dan banyak mendatangkan mahasiswa dan siswi dari berbagai negara termasuk aku yang sangat ingin kuliah di Oxford university. Aku fokus kuliah dan tetap terus mengikuti perkembangan gadis ku. Begitu rindu dengannya, namun aku menahannya sampai lulus menjadi mahasiswa terbaik. Karena aku fokus kuliah, paman dan kakak sialan itu tak lagi melibatkan aku dalam misinya, Namun aku membayar orang untuk menjaga gadisku. Aku sangat tahu pertahanan Tuan Reno, tidaklah mudah di hancurkan kekuatan perusahaan raksasanya yang menggeliat hingga Asia dan mancanegara. Buktinya, Paman ku tak sanggup menerobos masuk kedalam perusahaannya dan Ingin menghancurkan dari dalam. justru mereka kalah telak sebelum berperang. Berbagai cara dilakukan paman Sam dan Matthew, namun tidak pernah berhasil.


Aku senang mendengar orang-orang ku, Alea, gadis pujaan ku banyak di lindungi, terutama kakak kembarnya Vano selalu ada untuknya, aku bersyukur ia telah menjaga gadisku, kekasihku, cinta pertama ku. Selama aku tinggal di Francisco, sudah berapa banyak wanita-wanita cantik yang tergila-gila dan ingin menjadi kekasihku, Namun ku tolak mereka semua. karena hatiku sudah terisi oleh gadis pujaan ku Zevana Alea. Jujur sampai sekarang aku masih perjaka, tidak seperti kawan-kawan ku banyak melakukan pergaulan bebas.


Lima tahun aku menuntaskan kuliah ku dan kembali pulang ke Bali. Baru satu minggu aku tinggal di Bali dan Ingin menemui gadis ku. Ibuku meminta aku mengurus semua bisnisnya sementara, sebab ibu akan liburan ke Hawai selama sebulan. Tentu saja aku tidak dapat menolaknya.


Satu bulan telah berlalu, setelah kepulangan ibu, aku memutuskan untuk tinggal di Jakarta dan membeli sebuah Apartemen. Hari-hari ku begitu indah melihat gadisku tumbuh dewasa. Lima tahun tidak pernah melihatnya, kini gadis ku semakin cantik alami, tinggi semampai, body bagai gitar spanyol, kulit bening dan wajah putih bersih bersinar. pria mana yang tidak akan tergoda dengan kecantikan gadisku.


Hingga pada suatu hari aku mendapat telpon dari si BRENGSEK MATTHEW! dia membuat ide yang lebih gila lagi, menyuruh ku membunuh gadisku dengan menaruh BOM di mobilnya. Tujuannya agar tuan Reno stres dan gila karena kehilangan anaknya, dengan begitu Paman Sam bisa menghancurkan perusahaan tuan Reno dari dalam. Jelas aku marah dan memaki si gila Matthew, ingin aku kuliti tubuhnya andai ia tidak mendapat dukungan dari Paman ku.


Aku terus menguntit gadisku yang semakin deket, membuka aplikasi IGEH nya, melihat aktivitasnya membuat ku tersenyum, ku like semua unggahan foto-fotonya. Pada hari Sabtu aku berniat istirahat dan tidak menguntit gadisku lagi. Untuk mengusir bosan, ku membuka aplikasi IGEH miliknya, gadisku mengunggah foto sedang belanja di sebuah Mall XX, ini kesempatan aku untuk bertemu dan bicara langsung dengannya. Aku begitu bersemangat dan mandi dengan kilat. Selesai berpakaian aku melajukan sport biru ku menuju Mall XX. Sampai disana aku mencari keberadaan gadisku, Namun tidak ketemu. Aku hampir putus asa dan seperti orang gila turun naik eskalator mencari keberadaan Alea ku. karena lelah aku duduk di sebuah bangku yang berada di dalam Mall, membuka IGEH miliknya lagi dan berharap ia mengunggah kembali aktivitasnya. Benar saja ia menggugah foto sedang berada di restoran cepat saji. Seketika senyumanku mengembang. Dengan cepat aku berlari ke restoran yang berada di lantai Lima. Aku mencarinya, mata liarku menangkap sosok wajah cantik itu bersama seorang anak balita laki-laki tampan dan wanita berpakaian putih, aku perkirakan ia seorang baby sister. Aku duduk di belakangnya, terhalang tiga kursi agar mereka tidak curiga. Mengambil gawaiku dari saku celana dan memotret semua aktivitas Alea ku.


"Hay bro...! ini Jhony, aku ingin bertemu denganmu sekarang, bisakan?"


"Jhony..? kenapa tiba-tiba ingin bertemu? tanya ku curiga. Jhony adalah teman lamaku waktu sekolah SMA, sebulan yang lalu dia pernah menawarkan aku menjadi dosen di Jakarta.


"Hey Natd! aku sudah rekomendasikan kau menjadi Dosen di universitas saudara ku., cepatlah temui aku di Cafe yang biasa kita temui." tanpa menunggu jawaban dariku, telpon itu terputus. Aku menghela nafas panjang dan meninggalkan Mall XX. Lima belas menit kemudian aku sampai di sebuah cafe yang ia minta. Namun aku tak menemukan sosoknya. Sepuluh menit aku menunggu dia tidak muncul juga, saat aku ingin menghubunginya. Aku mendapat berita dari anak buahku, ada pemboman di Mall XX dan bom itu ditaruh di tubuh seorang gadis. Aku terkejut dan teringat akan rencana Matthew sialan itu! jangan-jangan ini adalah jebakan buatku agar aku tidak dapat menolong gadisku. Gegas aku berlari ke parkiran dan melajukan mobilku dengan cepat kilat. Tak peduli banyak mobil bertabrakan akibat ulahku yang ingin cepat sampai di Mall XX.


Setelah sampai Mall, banyak orang-orang berhamburan di depan Mall. untuk sampai ke dalam Mall tidak memungkinkan aku bisa masuk, karena penjagaan polisi sangat ketat dan susah untuk menerobos orang-orang itu. Aku menepikan sports ku ditepi jalan, dan berlari menuju Mall, lalu masuk kedalam basemant tanpa terlihat petugas kepolisian. Untuk masuk kedalam Mall sangat sulit, karena sudah tidak ada pengunjung didalam. Demi keselamatan gadisku, aku naik tangga darurat sampai lantai lima dan untungnya fisikku kuat. Aku hampir kehilangan gadisku bila tak tepat waktu. Waktu tinggal 15 detik lagi saat aku sampai di restoran, Semua penjinak BOM yang di datangkan tak sanggup dan mundur. Mereka tidak akan bisa menjinakkan BOM rakitan miliki Paman Sam, hanya aku yang mampu, kerena dulu ayahku Thomas seorang perakit Bom. Aku seringkali melihat bahkan di ajari membuat Bom molotov atau Bom lainnya. Bisa dibilang aku pandai dalam merakit dan menjinakkan bom. Aku berlari masuk kedalam restoran yang tinggal tujuh detik lagi. Aku terharu saat melihat Tuan Reno mendekap anak gadisnya. Bahkan ia rela bertaruh nyawa untuk seorang gadis yang aku cintai.


"Siapa kau..?" tanya Tuan Reno penuh curiga, Namun aku tidak sempat menjawabnya, karena waktu ku tak banyak untuk memutuskan kabel.


Tangan ku mulai mengutak-atik kabel yang harus aku putuskan, aku sangat tahu bahan peledak buatan mereka, segera aku menatap gadisku yang ketakutan, satu jariku mengangkat kabel warna merah, agar ia menyebutkan warna itu.


"Cepat putuskan warna kabel apa yang harus aku gunting, merah, kuning, hijau, biru atau hitam! kataku di detik terakhir.


Gadisku memejamkan mata seraya menutup kedua telinganya. "Merah!" teriak Alea ku. Sebenarnya sudah aku putuskan kabel itu sebelum ia berteriak. Seketika ia membuka matanya dan mengedarkan pandangannya kearah Ayahnya lalu kepadaku, aku tersenyum lega melihat gadisku baik-baik saja. Karena syok gadisku pingsan dalam pelukan Ayahnya.


Aku pergi diam-diam disaat semua sibuk. Ku langkahkan kakiku menuruni tangga darurat tanpa sepengetahuan polisi. Aku tidak ingin mereka bertanya kenapa aku bisa menjinakkan BOM itu, urusannya akan makin panjang. Aku kembali ke mobil dan pulang ke apartemenku.


Rupanya perbuatan ku menjinakkan Bom di tubuh gadisku, di ketahui Matthew BRENGSEK itu! Dia murka dan memakiku, Namun aku tidak akan tinggal diam bila ia ingin mencelakakan gadisku lagi.


💜💜💜💜


@akan bunda ingatkan lagi bagi yang sudah lupa.. Thomas alias Mr Black, dia yang memiliki Bar, sahabat bisnis Reno. Awalnya Thomas pernah melecehkan Delena di Bar miliknya, yang di bawa oleh fanny dengan alasan party temanya atas perintah ibunya Andini dan Tante nya Siska. Setelah itu Delena di tinggalkan oleh fanny di Bar. Didalam room VIP yang sudah di rencanakan fanny, datang lah Thomas dan ketiga temannya termasuk Reno. Nah terjadilah perkelahian di dalam room itu, Setelah wanita yang Thomas lecehkan adalah Delena istri Reno. Cerita ini ada di season satu ya. Nah segitu ajah ulasan bunda, untuk mengingatkan.


@Kisah POV Nathan selesai di episode ini, selanjutnya tunggu bab besok...😍


@Masih bersambung....