
Hati Nathan begitu tercabik melihat gadisnya berjalan dengan seorang pria tampan. "Apakah gadisku sudah memiliki kekasih?" helaan panjang keluar dari bibirnya. "Aku pastikan gadisku akan menjauh darinya."
Reyhan mengantarkan vana sampai masuk kedalam kelas, memeng seperti itulah kebiasaan Reyhan. Seakan ingin mengatakan pada semua teman-temannya kalau akulah kekasih Zevano, wanita yang sudah aku menangkan hatinya.
"Van, nanti jam istirahat, ada pertandingan basket di sekolah kita."
"Pertandingan dengan sekolah mana?
"SMA Pelita melawan Genk ku tentunya."
"Aku pasti akan dukung kok!" Vana tersenyum.
"Oke, aku akan lebih semangat lagi kalau ada kamu, akan aku bawa kemenangan untukmu."
Vana mengangguk dan tersenyum.
"Ya sudah aku ke kelas dulu ya." Reyhan melangkah pergi meninggalkan kelas Vana.
"Cie,, cie,, sweet banget sih.." goda Luna.
"Ekhem.. yang lagi kasmaran, lupa sama kita-kita." sambar Tiara
"Pasti akan ada yang cemburu nih!" ejek Rara.
"Maksud loe siapa Ra..." tanya Luna.
"Loe kaya nggak tau ajah, kakak kelas kita yang sok itu loh, yang merasa paling cantik dan tajir."
"Jessica maksud loh!! celetuk Tiara.
"Iya siapa lagi.. Kalau jalan bokong nya di goyang-goyang. Dih amit-amit deh, sumpah banget gue enek liatnya."
Mereka semua terbahak mendengar ocehan Rara. "Apalagi nih kalau di depan Reyhan, dadanya dibusungin gitu, iya sih buah pepaya nya gede tapi nggak gitu juga keles..."
"Kwkwkw kwkwk....
Mereka terbahak bertiga, hanyalah Vana yang kalem, ia hanya mendengarkan kehebohan sahabat satu Genk nya, sambil mengeluarkan Paper bag.
"Sudah berisik! kalian kalau bully orang paling-paling deh.. ini mau coklat nggak."
"Wow coklat banyak banget Van! seru Luna.
"Darimana coklat sebanyak itu Van!" tanya Tiara sumringah.
"Kiriman dari kakak ku yang tinggal di Jerman. Kakak ku sangat perhatian padaku ,mungkin karena kami jauh jadi ia ingin menyenangkan hati adiknya."
"Wah enak sekali ya jadi orang cantik dan tajir, jadi pengen kaya Vana. di Sayang dan di cintai banyak orang."
"Hussszzz.. iri ajah, bersyukur napa sih luh, jangan malah cita-cita ingin jadi Vana." sindir Rara.
"Sudah-sudah jangan ribut. Ini ambil paper bag buat kalian satu-satu. Dan paper satunya tolong kalian bagi-bagikan pada teman-teman yang lain."
"Wah loe baik banget sih jadi orang Van?" ketiga kawannya terharu.
"Udah kalian jangan lebay deh! sana bagikan pada yang lain."
Bell berbunyi, pelajaran pun di mulai oleh guru pembimbing. Jam istirahat mereka semua berbondong ke lapangan. Sang idola akan mengadakan pertandingan basket antar sekolah. Seperti janji Vana duduk di kursi kayu bersama teman-temannya.
Dua sekolah mulai bertanding. Sorak-sorai menggema di lapangan. kubu SMA pelita dengan sporternya dan kubu Reyhan tak kalah heboh, suporternya kebanyakan cewek-cewek.
"Van, lihat Jessica deh, heboh banget! teriak-teriak menyemangati Reyhan."
"Udah biarin ajah. Suka-suka dia mau ngapain kek!"
"Kan loe pacarnya Reyhan. kok nggak marah sih lihat dia kaya gitu."
"Lun, kita nggak bisa donk ngelarang orang untuk suka sama Reyhan. Sekarang tergantung Reyhan nya ajah, setia apa nggak! ucap Vana santai.
"Kalau seandainya Reyhan selingkuh dari loe gimana Van?" tanya Rara sambil garuk-garuk kepala "Apalagi loe sama Reyhan baru lima bulanan jadian kan?"
"Udeh deh, kenapa sih kalian pada kepo semua. kita lihat ajah nanti bagaimana dia nyikapi Jessica, kita nggak boleh prasangka dulu."
Tiara nyenggol tangan Rara untuk diem. Pertandingan pertama di menangkan oleh group Reyhan. Saat mereka istirahat sejenak. Dengan tidak tahu malunya Jessica menghampiri Reyhan dan memberikan botol minuman seraya membawa handuk kecil ingin mengusap keringat Reyhan.
"Van, lihat tingkah Jessica pada Reyhan." Luna menyenggol tangan Vana. Vana menoleh dan ia hanya diam.
Reyhan menolak saat Jessica ingin mengusap ke wajah dan tengkuknya, bahkan botol pemberian Jessica ia kembalikan lagi. Reyhan berjalan menghampiri Vana yang masih duduk bersama teman-temannya. Lalu ia mengambil es Boba dari tangan Vana dan menyedotnya.
"Kau..? itukan bekas aku, apa tidak jijik!"
Reyhan berjongkok di depan Vana, membuat Vana risih, namun ia tidak enak menghindar. "Untuk apa jijik bekas minuman pacar sendiri. Terimakasih ya sudah buat aku semangat. Do'akan aku semoga menang." Reyhan mengusap lembut tangan Vana yang berada di pangkuannya. Vana hanya tersenyum.
Melihat Reyhan begitu perhatian pada Vana, membuat Jessica kesal dan menghentakkan kakinya. "Awas kau Vana, aku tidak akan tinggal diam, kau telah merebut kekasihku!"
Dua jam pertandingan, akhirnya di menangkan oleh group Reyhan.
"Hey Jess! mau apa kau masuk kesini!"
"Aku ingin bicara denganmu, sejak tadi kau selalu menghindar dariku!"
"Nau bicara apa lagi sih!" ucap Reyhan kesal.
"Tentang hubungan kita!
"Hubungan apa lagi! Bukankah Semua sudah berakhir!"
"Itu bagimu! tapi bagiku tidak! Jessica berjalan mendekat dan meraba dada bidang Reyhan "Apa kau sudah lupa? bagaimana aku menghangatkan tubuh mu, bahkan kau yang sudah..."
"Cukup! menghempaskan tangan Jessica dari dadanya. "Kita sudah putus, tidak ada lagi yang perlu di ungkit!" seru Reyhan dan berjalan kearah pintu.
"BRENGSEK KAU REYHAN!" teriak Jessica dengan tatapan tajam.
Reyhan mendorong kasar tubuh Jessica Kedinding "Apa maumu Jal*ng! menghunus tajam mata hitam Jessica.
"Kau sudah menggauli ku SIALAN!! sekarang kau mau membuang ku setelah mendapat adik kelas mu yang cantik itu!"
"ITU BUKAN URUSANMU!!"
"PLAKK!! tangan Jessica secepat kilat menampar wajah Reyhan.
"KAU TEGA REYHAN!! KAU SUDAH PAKAI AKU SEPUAS MU!" bentak Jessica tak terima.
Tangan Reyhan mencekik leher jenjang Jessica "Berani kau menamparku! bukan aku yang meminta, tapi kau yang menawarkan diri. Bahkan kaupun sudah tak suci lagi saat aku pakai!
Jessica menarik kuat tangan Reyhan dan terlepas. Nafasnya tersengal menahan sesak.
"Mulai hari ini aku peringatkan! jangan pernah kau cari perhatian apalagi sok baik padaku! aku muak melihat wajah mu!" ucap Reyhan dengan rahang mengeras. Setelah itu ia melangkah pergi meninggalkan toilet itu.
Jessica memegangi lehernya yang terasa sakit "B4jing4n kau Reyhan!! lihat aku akan balaskan sakit hati ini padamu dan juga Vana, yang sudah merebut mu dariku!'
"Vana...! ku antar kau pulang ya." Reyhan sudah berdiri didepan kelas Vana.
"Aku pulang bersama bodyguard ku." tolak Vana halus.
Mereka berjalan keluar sekolah bersama.
"Ohhya..? tapi nggak apa-apa dia suruh pulang, aku ingin ajak kau kesuatu tempat yang indah. Mau ya, pulangnya aku antarkan lagi." bujuk Reyhan.
"Tidak bisa!!
Terdengar suara di belakang mereka. Keduanya menoleh.
"Siapa dia! tanya Reyhan.
"Dia yang mengantarkan jemput sekolah aku."
"Sialan! tampan bnget bule keparat itu! Aku bisa kalah saing darinya!' gumam Reyhan dalam hati.
Nathan yang terbakar api cemburu berjalan mendekat dan menggenggamnya tangan Vana. "Ayo Nona, kita harus pulang, tadi Daddy mu telpon, kita harus secepatnya pulang."
"Benarkah? tapi kenapa Daddy tak bilang dulu padaku, biasanya Daddy selalu telpon."
"Kan sudah ada aku, pasti telponnya ke aku donk."
Nathan menarik tangan Vana berjalan kearah mobil yang terparkir.
"Hey tunggu! kau itu hanya seorang supir! teriak Reyhan "Nggak pantas pegang-pegang tangan anak majikan!" bentak Reyhan lagi dan melepaskan tangan Vana dari genggaman tangan Nathan.
Rahang Nathan mengeras dengan sorot mata membunuh "Apa kau bilang tadi! menarik kasar kerah baju Reyhan. "Kau belum tahu siapa aku! berani kau berteriak.
"Hahahaha...." Reyhan malah terbahak melihat kemarahan Nathan.
"Memangnya kau siapa? marah-marah melihat aku dekat dengan pacar ku! kau itu hanya supir miskin!"
"BUGK!!
Reyhan membenturkan kepalanya ke kening Nathan. Sontak Nathan melepas cengkraman tangannya, ia mengusap dahinya yang sudah berdarah karena benturan keras kepala Reyhan. Nathan mengepalkan tangannya dan menonjok wajah tampan Reyhan, darah segar keluar dari hidungnya. Perkalian dua Pria itu tak terelakkan lagi.
"Sudah Cukup! Vana berteriak dan berusaha melepaskan dua pria yang saling pukul. Fisik mereka sama-sama kuat, tubuh Reyhan juga tinggi besar tak kalah besar dengan body Nathan yang atletis.
Perkelahian mereka banyak jadi tontonan di depan sekolahan. Murid-murid SMA favorit mulai mengabadikan ponsel mereka dan menjadi vital di mendos.
💜
💜
💜
@Bersambung.......