
Mobil berjalan meninggalkan villa itu, hujan semakin deras, Tommy terus melajukan mobilnya penuh hati-hati.
"Apa Nona kedinginan?! tanya Tommy dengan ekspresi khawatir
"Hanya sedikit"
"Kecilkan Ac nya, baju mu kena Airhujan tadi"
"Hanya sedikit kok, tidak apa-apa"
Tomy terus melajukan mobilnya, dan sesekali ia menoleh pada siska yang terlihat kedinginan, siska mengusap ngusap tangannya bergantian, tiba-tiba frans berhentikan mobilnya ditepi jalan
"Tommy kenapa tiba-tiba berhenti,,?!
Tommy membuka jas hitam yang melekat ditubuhnya dan memberikan nya pada siska "Pakai lah nona, biar tidak kedinginan"
"Tapi__"
"Pakailah, maaf baju mu terlihat tipis, nanti masuk angin"
Siska mengangguk dan menerima jas dari tangan Tommy, ia pun memakainya, tommy menjalankan mobilnya kembali setelah Siska memakai jas itu, setelh melewati jalanan yang menikung dan sudah tiga ratus meter melewati puncak tiba tiba mobil frans berhenti mendadak.
"Ada apa Tom,,?! tanya Siska panik
"Ahh! tommy mendesah pelan "Hampir saja! remnya blong, untung di depan tidak ada mobil, kalau tidak kita bisa tabrakan, syukurlah aku bisa pinggirkan mobil"
"Kenapa bisa blong,,?!
"Entah lah, aku juga tidak tau, sebentr kau di dalam saja, aku akan melihat kabelnya dari luar
Tommy kluar dari mobil, melihat masih hujan, Siska keluar membawa payung dan memayungi tubuh Tommy yang sedang membetulkan rem dari depan
"Non siska kenapa keluar, cepat masuk Nona, hujan semakin deras nanti kau sakit"
"Tidak Tommy, Aku tidak ingin kau kehujanan nanti kau yang sakit, biar aku yang memayungi mu,,"
Tommy terus membetulkan rem, dan setelah kabel nya di betulkah, mobil pun bisa normal lagi, Siska dan Tommy masuk kedalam mobil.
"Tommy baju mu basah semua, kau pakai kembali jas mu ya"
"Tidak apa-apa nanti juga kering sendiri"
"Tidak! aku tidak ingin kau sakit, lepas kemeja basah mu"
Tommy yang tau sifat siska sangat tegas, melepaskan pakaian basahnya, terlihat lekuk tubuh tommy yang Atlesta, Siska menelan Salivanya, siska kepergok saat memberikan jas itu, mata keduanya saling bersitatap, entah siapa yang memulainya tiba tiba bibir keduanya sudah menyatu dan terjadi lah ciuman hangat dari keduanya, jantung Siska dan Tommy berdetak kencang, darah keduanya saling berdesir.
"Tiiiiinnnnnnn
Suara klakson dari luar mobil mengagetkan keduanya, buru buru mereka melepas ciuman itu, Tomy memakai jasnya kembali, Siska baru menyadari perbuatan nya, ia tertunduk malu, dan mobil berjalan meninggalkan tempat itu.
🌳🌳🌳🌳
Waktu terus berlalu, hari berganti bulan, tak terasa tiga bulan sudah Frans tidak bertemu dengan fanny, ia terus bekerja dan bekerja untuk terus memajukan perusahaan Reno, frans yang cerdas bisa melobi para investor untuk bekerja sama dengan perusahaan Mahesa Group' dan dengan tangan dingin frans perusahaan Reno makin maju pesat di bidang perkapalan, banyak perusahaan yang awalnya takut dan mengundurkan diri dari perusahaan Reno karena trauma dengan peledakan bom kapal pesiar itu, tapi frans bisa meyakinkan investor yang mau bergabung.
"Selamat Frans" Reno dan frans saling berpelukan "Akhirnya kau bisa meyakinkan lima perusahaan untuk bergabung dengan Mahesa Group' aku sangat salut padamu, kecerdasan mu diatas rata rata" puji Reno sambil mengangkat gelas berisi sirup merah, frans begitu bahagia dan percaya diri karena dibalik kekurangan nya, banyak kelebihan yang ia miliki.
"Aku akan memberikan bonus 30% untuk mu Frans"
"Terima kasih tuan,,apa itu tidak berlebihan tuan"
"kau pantas mendapatkan nya"
Frans tersenyum sumringah, dibalik senyuman nya tersemat luka yang pling dalam, ia belum bisa melupakan fanny, seharus nya Fanny bangga dengan keberhasilannya saat ini.
"Frans besok malam kita di undang ketempat Tuan Atmaja relasi perusahaan, ku harap kau bisa datang bersamaku.
frans hanya terdiam "Aku tidak pantas datang ke acara itu Tuan, tempat itu hanya untuk orang orang berkelas"
"haiii,, kau jangan merendah begitu, Frans kau pantas berada disamping ku,, karena semua ini berkat kerja keras mu juga"
"Tapi tuan,, aku__"
"iya kau paham, kau jangan malu dengan keadaan mu, kau seharusnya tunjukan kalau kau mampu dan bisa frans"
"Baiklah tuan, aku akan datang ke acara itu"
"Aku pulang dulu, biasanya jam 4 waktu aku mengelap tubuh istriku"
"Hah! Reno mendesah pelan "Aku selalu yakin dengan kata hatiku, klau istriku pasti akan kembali, aku tidak akan pernah lelah untuk selalu menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang ku pada istriku" Reno tersenyum tipis
"Tuan,, anda sungguh hebat, aku tidak akan pernah mampu bila berada di posisi tuan, tapi aku juga akan terus berusaha untuk bisa menjadi yang terbaik untuk orang yang kita sayangi, semoga Nona cepat kembali dan berkumpul dengan tuan dan si kembar"
"Terima kasih frans, kau pun harus terus semangat, aku akan membawa mu ke Korea secepatnya"
"jangan pikirkan keadaan ku, Tuan, lebih baik pikirkan kesembuhan Nona dan juga si kembar"
"Tidak frans" Reno menepuk pundak frans "kau adalah bagian dalam hidupku, sudah selayaknya kau mendapatkan yang terbaik, oke kalau begitu aku pulang dulu"
"Silahkan Tuan"
Reno melangkah pergi meninggalkan ruangan kerjanya menuju lift.
@@@
*Mansion*
Malam itu Andini sedang menyediakan hidangan diatas meja makan yang tersusun dengan rapi dibantu para pelayan, setelah selesai semua ia berjalan menuju ruangan kerja suaminya.
"Pah,,! ayo kita makan dulu, mama sudah menyiapkan di meja makan'
"iya mah sebentar ya" Ramon menutup laptopnya dan berjalan kearah Andini, mereka berdua berjalan menuju ruangan meja makan, Ramon menarik satu kursi dan mendudukkan tubuhnya.
"Di mana Fanny mah!"
"Belum pulang Pah, biasanya jam segini sudah sampai rumah"
"Siska Kemana? apa dia belum pulang juga"
"Belum pah, katanya ia sedang mengurusi salonnya, rencana akan buka cabang lagi di daerah puncak"
"Haii Mah,,!
"Haii pah,,!
Tiba-tiba fanny datang dan mencium pipi Ramon juga Andini.
"Fan,, ayo makan bareng"
"Fanny sudah makan tadi sama temen temen, fanny mau mandi dulu ya mah, gerah nih"
"Ya sudah sana"
Saat Fanny melangkah berjalan, Ramon memanggilnya.
"Fanny, nanti ada yang ingin Papa bicarakan?
"Hmm,, selesai Aku mandi, aku akan temui Papa di ruangan tamu"
"IYa sayang, Papa tunggu di ruang tamu ya?!
"Pah! apa Papa yakin akan bicarakan sekarang, masalah perjodohan Fanny dengan anak sahabat Papa, Justin,,?!
"Iya mah, Papa harus bicarakan secepatnya dengan fanny, semoga Fanny menerima perjodohan ini'
"Apa tidak papa bicarakan dulu dengan Reno,,?
"Mah, Papa tidak ingin membebani Reno lagi, sudah banyak masalah yang harus ditanggung Reno, nanti saja kalau pembicaraan Papa dengan fanny sudah selesai, baru akan Papa bicarakan"
"Ya sudahlah terserah Papa saja" kata Andini pasrah sambil meneruskan makannya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
@BERSAMBUNG
@Untuk para Readers, pliss tolong ya untuk bersabar yang meminta Delena bangun dari koma, pasti ada saatnya peran Delena akan kembali lagi, jadi tolong bersabar, baru saja frans hadir jadi satu satu dulu, buat novel gak gampang dengan karakter yang berbeda, butuh waktu berjam-jam untuk membuat satu bab, jadi tolong bersabar dan jangn Komen yang hanya menyudutkan penulis, Mkasih.
@Bagi yang ingin masuk GC ( grop chat) silakan masuk dengan pasport
"Siapa kembaran dari Delena" ..........
jawaban nya untuk masuk ke Gc, nanti akan Admin kami yang Acc, mksih 🙏🥰