ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
S.3 Bala Bantuan


Dari kejauhan terdengar suara bising motor balap yang saling bersahutan, suaranya sangat memekik telinga.


"Om hati-hati dari arah depan ada gerombolan motor! seru Vano memperingati. "Lebih baik berhenti saja, kalau tidak mereka akan menabrakkan kearah mobil kita!


Ciiiiiiiitttttttt! Bruk...!!


"Siapa mereka!!! seru Tommy, menghentikan mobilnya secara mendadak.


"Dukk! kepala Vano terbentur Dashboard mobil.


"Vano kau tidak apa-apa?" seru Tommy gusar,. seraya matanya turun kebawah mencari sesuatu.


"Aku tidak apa-apa Om! apa yang sedang Om cari di bawah?


"Kacamata minus Om terjatuh kebawah, di tempat remang kalau tidak pakai kacamata mata Om agak berbayang."


"Biar aku saja yang cari." belum sempat vano mencarinya, dari belakang mobil tiba-tiba terdengar pecahan kaca, beberapa orang sedang memukulkan kaca mobil dengan rantai dan balok, pecahan kacanya berhamburan di belakang jok mobil.


"PRANKK!


"PRANKK!


"Sepertinya kita diserang secara brutal, siapa mereka? apa ini ada hubungannya dengan orang-orang Jimmy dan Bram ayahnya, secara bersamaan perusahaannya kita ambil alih dan anaknya mendekam di penjara? ucap Tommy menerka-nerka.


"Bisa jadi Om, aku sepemikiran dengan Om. Bisa saja tuan Bram tidak terima anaknya masuk penjara dan perusahaannya kita rebut."


"Turun kalian! teriak seorang Pria berkepala plontos, memakai anting dan bertato di kedua tangannya. "Kalau kalian tidak mau turun Aku bakar mobil ini! ucapnya berapi-api.


"Aku akan keluar dan menemui mereka sebelum mereka berbuat lebih nekad!


"Kalau begitu aku juga akan menemanimu keluar!


"Om tidak boleh keluar! tetap tunggu di dalam mobil.."


"Tidak mungkin Om membiarkan mu sendiri melawan mereka!


"Om percaya padaku, semua akan baik-baik saja, bila aku terdesak Om boleh membantu ku?


"Tapi Vano...


"Om mengertilah! Vano menyela ucapan Tommy "Mata om kurang awas tanpa kacamata, bagaimana bila mereka memukul om? karena kacamata Om belum ketemu. Tunggu sampai Om bisa menemukan kacamatanya. Om tunggu saja didalam! oke.. perintah Vano tak ingin Tomy terluka.


"Hey! kalian masih belum mau keluar! baiklah kami akan membakar mobil ini! teriak pria plontos itu lagi. Kalau dilihat sepertinya Pria itu ketua dari Genk motor dan begal. Mereka semua wajahnya penuh lukisan, bibirnya di kasih lipstik hitam persis pantat wajan, kuping, hidung, alis dan lidahnya di tindik, tampang mereka semua bengis dan menakutkan.


"Berhati-hatilah Vano! sepertinya mereka bukan lawan biasa."


"Iya Om! ucap Vano tegas seraya membuka pintu mobil. Saat Vano sudah berada di luar mobil, suasana begitu menyeramkan, mata liarnya menatap setiap sudut tempat itu. Ternyata mobil mereka sudah terkepung didepan dan belakang, sementara disisi kiri banyak pepohonan rindang di penuhi semak belukar, sedangkan di sebelah kanan ada tebing yang dibawahnya sebuah kali besar yang sangat dalam.


"Apa tujuan kalian mengepung kami? saya hanya ingin lewat, minggir lah! beri kami jalan! pinta Vano tidak gentar sedikitpun.


"Bocah tengik! berani juga nyalimu, kau pikir kau siapa, Hah! berani menentang kami! yang kami inginkan kau mati di tangan kami!!


"Siapa yang telah menyuruh kalian! tidak mungkin, ada asap Kalau tidak ada api!


"Itu bukan urusanmu! yang penting sekarang kami di tugaskan untuk membunuhmu!


"Ayo serang......!!


Vano sudah siap dan memasang kuda-kuda, mereka terlalu banyak dan pertarungan tak seimbang, apakah Vano mampu menghadapinya?


Mereka menyerang Vano dengan berbagai senjata di tangannya, ada yang membawa rantai besar dan memutar-mutarkannya ke udara siap menyabet tubuh Vano, dengan sigap Vano melompat saat rantai itu kearahnya, dan dengan kedua tangannya yang sudah terlatih ia sanggup menarik rantai itu. Saling tarik-menarik tidak bisa di hindari. Tommy yang melihat dari dalam mobil terlihat gusar dan panik.


"Akhirnya kacamata ku ketemu juga, ada retak diujung kacanya, tidak masala, yang penting masih bisa melihat jelas. Aku harus bantu Vano." Tommy mulai membuka pintu mobil dan mencari benda apa saja yang bisa buat jaga diri.


Sekuat tenaga Vano menarik rantai itu dan dua orang terpelanting. Beberapa orang yang di perkirakan masih remaja sepantaran Jimmy, mulai menyerang dengan berbagai senjata Cerurit, pedang, golok bergigi dan lain sebagainya.


Kini Vano membalikkan keadaan, ia memutar-mutarkan rantai itu ke udara dan menghajar satu persatu mereka yang mencoba menyerang. Beberapa diantara mereka mundur dan tak ingin kena sabetan rantai itu seperti teman-temannya yang berteriak.


"Vano Awas..!! seru Tommy.


Seetttt!


"Aaakkhh! Vano terpekik.


Namun terlambat, sebuah pisau kecil berkelebat menancap di punggungnya. Darah segar mengucur dari punggung Vano. Vano menghentikan gerakan rantai ditangannya, ia merasakan tangannya ngilu. Dengan cepat Tommy berlari dan menarik belati yang berada di punggung Vano.


"Vano kau tidak apa-apa?!


"Tidak apa-apa Om, ini hanya luka goresan, aku masih bisa mengatasinya."


"Kalian berdua menyerahlah! dengan senang hati kami akan menguliti dulu tubuh kalian sebelum mati! hahahaha.... Pria plontos itu terbahak.


"Kau pikir kami takut dengan ancaman mu! kalian hanya orang bayaran! hidup kalian hanya diperbudak oleh uang! kalau kalian mau aku bisa memberikan kalian lebih dari yang kalian dapatkan!" tantang Vano dengan nafas tersengal menahan ngilu bekas tusukan.


Ciih! mana mungkin anak ingusan seperti kau memiliki banyak uang! mimpi saja kau! kami tidak mudah diperdaya olehmu yang anak baru kemarin sore! Hahahaha....


"Vano berhati-hatilah, kelompok Genk mereka banyak, diperkirakan lebih dari 30 orang. sepertinya mereka memang orang bayaran untuk membunuh kita! Apa kita bisa keluar dari genk motor dan si begal ini! mereka bersatu untuk menghabisi kita!" ucap Tommy terdengar lirih.


"Om, jangan takut. kita harus yakin bisa mengalahkan mereka semua, kita harus percaya, Tuhan selalu bersama orang-orang baik dan dijalan yang benar."


"Kau benar Vano, kita harus optimis! kita pasti bisa keluar dari kepungan mereka. Semoga pertolongan segera datang!


"Mereka mulai mau menyerang lagi, bersiaplah Om!


"Ini belum seberapa Om, sudah jangan banyak pikiran, yang terpenting kita bisa selamat Om.


"Iya Vano, Om khawatir dengan tante mu dan juga anak-anak Om."


"OM awas...! seru Vano saat Pria kepala plontos itu menyerang Tommy dengan kampak. Dengan cepat Vano menendang tangannya dan kampak itu dan terlempar ke aspal.


"Serang......!!! teriak kepala botak itu.


"Om gunakan belati itu untuk senjata Om! teriak Vano saat mereka mulai menyerang, Vano yang masih berjiwa muda berhasil menendang dan menangkis benda tajam ditubuhnya, bahkan ia berhasil mengambil golok dari tangan Pria yang ia plintir satu tangannya ke belakang.


"Om menunduk! seru Vano saat satu pria ingin menebas leher Tommy. "Seeettt! Vano berhasil menebas kepala Pria itu saat Tommy menunduk. Melihat Vano menebas leher sang begal, membuat Tommy terkejut.


"Vano kau adalah titisan Daddy mu, tidak mengenal takut melawan musuh! gumam Tommy bangga.


"Om tangkap golok ini! teriak Vano saat masih terus melawan mereka.


"Okeh! lemparkan pada Om!


Vano melempar golok itu, namun sayang, sebelum golok itu sampai ke tangan Tommy, dari belakang seseorang membacok punggung Tommy.


Sssstttt!


"Aaaaakkkkhhhh! Tommy jatuh ke aspal bersamaan kacamatanya terpental, seketika pandangan matanya kabur dan berbayang.


Mendengar teriakkan Tommy, Vano terkejut.


"Om ..... awasss..!!!


Seru Vano yang mulai tidak fokus karena Tommy terluka dan terjatuh. Tomy berhasil memegang kaki pria begal itu, saat pria berwajah bengis itu ingin menghantamkan kembali parang ke tubuh Tommy. Pria itu terjatuh karena tidak ada keseimbangan. Tommy ingin mengambil parang itu berbarengan dengan pria begal itu juga ingin mengambilnya, mereka saling berebutan dan terguling-guling hingga Tommy berada diujung tebing.


"Vano......!! teriak Tommy,


Vano yang masih terus bertarung terkejut saat melihat Tommy berada di ujung tebing.


"Om! bertahan lah, aku akan kesana!


Prank... Prank... Prank... suara besi tajam saling beradu, Vano sudah hampir menghabiskan separuh lawannya, namun tetap saja satu lawan tiga puluh orang tenaganya telah habis terkuras, terlebih lagi punggungnya bekas tusukan belati.


"Hebat juga bocah itu! separuh anak buah kita banyak yang terluka dan mati! lebih baik kau panggilkan lagi pasukan kita lebih banyak!" ucap si kepala plontos, ketua genk motor dan begal itu berbicara pada temannya.


"Bagaimana bayaran nya Bos!


"Tenang saja kita di bayar mahal untuk membunuh paman dan keponakan itu!


"Tidak masalah asal bayarannya setimpal dengan kerja keras kita!


"Lima ratus juta, gue beri kau dua ratus juta, gue rasa sudah cukup!


"Baiklah Bos, gue telpon mereka lagi, kebetulan mereka sedang kumpul di markas!


Melihat Tomy sudah tak berdaya dan bergelantungan di ranting pohon belukar. Pria plontos itu berjalan mendekat.


"Hey! kau memang pantas mati! teriak Pria plontos itu berdiri didepan Tommy sambil menginjak tangan Tomy yang menggantung di tepi tebing.


"Vanooooo.......!!! teriak Tommy dan terjatuh kebawah


Om Tommy......!! teriak Vano dan berlari kearah sisi kanan tempat terjatuhnya Tommy. Mata Vano tidak bisa melihat tubuh Tommy yang sudah jatuh terperosok kedalam tebing, karena di bawah gelap-gulita. Airmata Vano jatuh berderai "Om Tommy....! hiks... dada Vano begitu sesak, nafasnya bergemuruh, tubuhnya bergetar, mendapati Tommy jatuh ke tebing.


"Om Tommy.......!!


Hahahaha..... kau sudah tidak bisa apa-apa lagi bocah tengik! mana kekuatanmu, pamanmu sudah mati kebawa air deras dibawa sana! teriaknya lagi.


Vano melihat Genk dan begal itu semakin banyak, ia mulai terjepit. Jalan satu-satunya melawan mereka walau harapan untuk menang tipis, atau ikut terjun ke bawah menyusul Tommy. Nafas Vano tersengal-sengal ia berusaha mengatur nafasnya yang hampir habis, Vano hanya bisa pasrah dan berharap dapat keajaiban.


"Habisi bocah itu dan cincang tubuhnya! seru ketua genk itu. Saat Vano akan melompat kebawah, karena sudah tidak ada pilihan lain, tiba-tiba datang sekelompok orang-orang berpakaian ninja dengan samurai di tangannya. Mereka adalah Ninja bayangan dan memenggal kepala para Genk itu satu persatu hingga putus dari badannya.


Mereka mulai mulai berlarian dan kucar-kacir melihat teman-teman mereka di tebas pedang samurai, namun sayang, Gerakan tangan Ninja bayangan sangat cepat tebasan nya, bagaikan angin yang tidak terlihat.


Vano terkesima, detak jantungnya hampir saja berhenti melihat kejadian yang tak biasa di depannya.


"Dari mana ninja-ninja itu? Kenapa mereka menolongku??


❣️❣️❣️


@Mana yang teriak minta Up..Ayo kasih Bunda GIFT & VOTE, ditunggu!!!!!!


@ kirim Bunda Hadiah, bab nya lebih panjang, biar bunda semngat 💪 nulis😘


@yuk terus dukung bunda dengan cara...


💜like


💜vote


💜gift


💜komen


@bersambung......💃💃💃